
Zion terlihat sedang berbincang-bincang dengan Jay di tempat duduknya. Saat ini dia sudah menginjak tahun akhir di sekolah, hal itu membuatnya harus mulai fokus untuk masuk ke dunia perkuliahan.
Seperti biasa, Zion memancarkan aura yang begitu luar biasa. Meski masih sangat muda, hawa keberadaannya sangat mencolok. Itu lah yang membuatnya berbeda dari yang lain.
Berbeda dengan Zion yang terlihat sangat berwibawa, Jay terlihat lebih bebas dan ceria. Jika dibandingkan, Zion adalah bulan dan Jay adalah matahari. Meski sifat keduanya sangat berbeda, mereka bisa berteman dengan baik. Lebih tepatnya, Jay tidak ingin melepaskan kesempatan untuk dekat dengan pewaris utama Raven Group.
"Kau akan melanjutkan kemana?" Jay bertanya pada Zion, dia duduk di depan bangku Zion dengan posisi badan di punggung kursi, hal ini membuatnya terlihat sangat kontras dengan Zion yang duduk rapi di bangkunya.
"Aku sedang memikirkannya."
"Bukan kah kau sudah mendapat surat undangan dari Stellis University (SU)?"
"Aku masih belum memutuskannya."
Jay terlihat mengehela napas setelah mendengar apa yang Zion katakan. Teman sekelasnya itu memang berbeda dari yang lain, dia mendapat banyak sekali undangan untuk masuk ke universitas ternama di kota Elisien. Namun meski begitu, dia tetap saja belum memutuskan untuk pergi kemana.
"Haaah... Aku mungkin akan mendaftar ke Stellis University. Lagi pula itu adakah universitas paling bagus di kota kita dan masuk peringkat atas di Negara ini."
"Bekerja keraslah."
Jay hanya bisa tersenyum pasrah mendengar ucapan Zion. Jika ingin tetap di sisi Zion, setidaknya dia harus bisa masuk ke universitas ternama dan menjadi mahasiswa terbaik di tempat tersebut.
"Setelah ini kita tidak akan bertemu selama 4 tahun." Jay mengatakan hal ini karena dia berpikir waktu empat tahun adalah waktu yang cukup lama.
"4 tahun bukan waktu yang lama." Seolah bisa membaca pikiran Jay, Zion mengatakan hal yang berlawanan dengan apa yang Jay pikirkan.
"Kau akan menepati janjimu kan?"
"Tentu. Jika kau bisa mendapatkan banyak penghargaan selama 4 tahun ke depan, posisi asistenku akan menjadi milikmu."
Mendengar ucapan Zion, Jay mulai bersemangat. Meski dia ini tipe orang yang suka seenaknya, Jay tetap memiliki prinsip dalam hidup. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan posisi yang cukup tinggi. Menjadi asisten seorang calon Presdir di masa depan bukan lah yang buruk. Membayangkannya saja sudah membuat Jay sangat bersemangat.
"Yoshh... kalau begitu kau tunggu saja, aku pasti akan melampaui semua kriteria yang kmu ajukan."
Zion terlihat tersenyum kecil setelah mendengar Jay yang begitu bersemangat. Meski di luar dia terlihat sangat kaku dan jarang berbicara, Zion sebenarnya adalah tipe yang mudah merasa terkesan dengan seseorang seperti Jay. Dia selalu terhibur ketika bertemu dengan orang ambisius dan bersemangat seperti Jay.
Lagi pula jika Jay tidak bisa memenuhi syarat yang Zion berikan, itu berarti dia tidak pantas untuk berada di sampingnya. Orang yang berada di sampingnya harus lah mereka-mereka yang bisa ia gunakan dan memiliki nilai. Jika mereka tidak berguna, Zion juga tidak ingin menahannya karena mereka tidak akan bisa membantunya di sama depan.
Ya, seseorang yang berharap bisa dekat dan bekerja dengannya harus lah orang yang memiliki nilai dan bisa menguntungkannya. Zion memberikan syarat yang cukup sulit untuk Jay, namun hal itu sebanding dengan apa yang bisa ia dapatkan di sama depan.
Dengan memenuhi seluruh syarat yang Zion ajukan, Jay bisa dipastikan akan menikmati kekayaan dan berdiri di posisi terdekat dengannya.
Karena ambisi nya itu, Jay akan bekerja keras untuk menyelesaikan semua syarat yang diberi Zion, kalau bisa dia akan melebihi ekspektasi orang itu.
"Ngomong-ngomong, kenapa ponsel mu tidak bisa di hubungi?" Tanya Jay yang tiba-tiba teringat kalau ponsel Zion tidak bisa di hubungi sejak beberapa bulan yang lalu.
"Ah, aku mematikannya."
"Mematikannya? Kenapa?" Jay merasa bahwa Zion sangat aneh.
Seorang siswa SMA mana mungkin mematikan ponsel selama berbulan-bulan. Jika dia melakukan hal seperti itu, bukan kah nantinya akan ketinggalan informasi. Yah, tapi orang seperti Zion bisa mendapat informasi dari mana pun, tidak harus dari ponsel.
"Ada tikus yang tidak sopan."
"..."
Jay terlihat kebingungan dengan ucapan Zion. Tikus yang tidak sopan? Apa juga maksudnya. Mana ada tikus bertindak tidak sopan?
Tapi Jay tidak menekan topik itu lagi, mungkin Zion memang sedang tidak ingin menggunakan ponsel.
Zion terlihat memandang kearah luar jendela kelas. Dia mengingat beberapa bulan yang lalu dia merasakan sesuatu yang kurang menyenangkan dengan ponselnya. Karena itu lah dia mematikan dan memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi.
Zion sebenarnya sudah merasa cukup curiga sejak awal, namun dia diam saja. Meski Allen berhasil meretas ponselnya entah dengan cara apa, Zion tidak merasa khawatir sedikit pun. Dengan melakukan hal seperti ini, itu berarti Allen sudah mulai melangkah sedikit demi sedikit.
Demi tujuannya, Allen memang harus terus melangkah. Tidak peduli ada rintangan seperti apa di depan, anak itu harus terus berjalan.
Zion tidak bisa membiarkan anak itu berhenti di tengah jalan, karena ada banyak hal yang harus mereka lindungi.
Sejak berita mengenai Castris merebak keluar, Zion bisa merasakan bahwa akan ada sesuatu yang besar terjadi. Sejak dulu dia memang memiliki intuisi yang cukup kuat mengenai banyak hal, karena itu lah dia yakin sesuatu akan terjadi.
Apa lagi Castris bukanlah keluarga yang suka bertindak gegabah tanpa memikirkan resiko. Dia yakin kalau saat ini ada sesuatu yang sedang terjadi dalam keluarga tersebut.
Zion yang nantinya akan menjadi penerus ayahnya harus bisa mengikuti perkembangan setiap keluarga elit di Elisien. Jika tidak, keluarganya bisa ikut terseret dan tertelan oleh arus. Sebagai anak pertama, dia harus tetap kuat dan tegas dengan segala pilihannya, keraguan bukan lah sebuah pilihan. Jika ingin melindungi orang-orang yang berharga baginya, dia harus bisa membuat keputusan yang menurut orang lain kejam.
Zion tidak akan membiarkan siapa pun menyeret Ravenray ke dalam maslah yang tidak ada kaitannya dengan mereka.
TBC
^^^Next :^^^
^^^Chapter 45 - Ravenray^^^