Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle



Setelah menemukan keberadaan Lucas, Victor langsung mencoba untuk membukakan pintu sel untuknya.


"Apa kau bisa membukanya?" Tanya Lucas sedikit skeptis dengan kemampuan Victor.


"Tenang saja, ini adalah keahlianku."


Victor tidak merasa terganggu sama sekali ketika Lucas meragukan kemampuannya. Itu adalah hal yang wajar karena Victor masih muda dan terlihat tidak berpengalaman.


Namun ketika orang-orang berpikir seperti itu, pada saat itulah mereka akan ditelan oleh kemampuan Victor yang sangat superior. Mereka akan jatuh kedalam keputusasaan karena tidak bisa mengalahkannya.


Melihat bagaimana Victor bekerja dengan cepat, Lucas menjadi penasaran dimana Yuriel dan yang lainnya dapat menemukan orang sepertinya.


Tidak banyak orang bisa menembus jantung pertahanan Obelian's Circle. Jika Ibunya tahu, ia pasti akan merekrutnya.


"Kenapa kalian datang kesini?" Tanya Lucas.


Menurutnya dia tidak cukup dekat dengan Yuriel, apa lagi dengan Allen.


Jelas terlihat bahwa Allen sangat tidak menyukainya. Namun Allen yang seperti itu memutuskan untuk datang kesini?


'Apa mungkin...'


"Memangnya kami juga ingin datang kesini?" Hardik Allen.


Ya, itu adalah reaksi yang wajar. Sejak awal dia juga enggan untuk ikut.


Jika bukan karena Liyuna, dia tidak akan pernah mau bersusah payah seperti ini.


Situasi Yuriel sedikit berbeda dengan Allen. Dia sejak awal memang ingin ikut karena mau memastikan identitas Lucas yang sebenarnya.


Jika Lucas yang dia kenal memanglah Lucas Alexei Obelian yang pernah Karl sebutkan, maka dia ingin menjadikannya rekan.


Dalam perjalanan yang panjang ini, Yuriel membutuhkan rekan yang bisa menopang seluruh akibat dari tindakan yang akan mereka lakukan.


Semakin kuat rekan yang ia kumpulkan maka kemungkinan Liyuna untuk hidup juga besar pula.


Klik...


Suara pintu sel terbuka.


Seperti yang diharapkan dari Victor, dia dapat melakukan apapun yang berhubungan dengan teknologi.


"Sebaiknya kita cepat pergi dari sini, sepertinya Liyuna sedang dalam masalah." Ucapan Victor yang tiba-tiba membuat yang lainnya khawatir.


"Apa yang terjadi?"


"Saat ini Liyuna ada dimana?"


"Sepertinya Liyuna telah ketahuan."


Beberapa saat yang lalu, wireless earphone yang Victor pakai menangkap suara seorang wanita. Dia terlihat curiga dengan Liyuna dan akhirnya mendapatkan earphone yang dia pakai.


Wanita itu terdengar curiga pada Liyuna dan bertanya apa yang dia dengarkan menggunakan earphone itu.


"Pemimpin Obelian's Circle telah mengambil earphone milik Liyuna."


Kata-kata yang keluar dari mulut Victor terdengar seperti suara petir yang menyambar di siang bolong.


"Apa maksudmu?!"


Lucas belum sempat mendengar jawaban dari Victor, tiba-tiba saja orang-orang berbaju hitam datang dan menyergap mereka.


Allen yang melihat situasi menjadi tidak menyenangkan mencoba untuk menghindari orang-orang berbaju hitam yang berusaha menangkapnya.


"Tuan Muda, anda harus ikut dengan saya."


Baran, salah seorang anggota tim beta  yang telah bekerja lama untuk Obelian's Circle datang untuk menjemput Lucas.


Beberapa waktu yang lalu, Irina selaku pemimpin mereka memberi sinyal darurat untuk segera datang menuju ruang bawah tanah.


Dengan cepat Baran mengumpulkan personel yang bisa di kerahkan. Betapa terkejutnya dia ketika melihat seseorang berhasil menerobos semua pintu milik Obelian's Circle.


"Saya sarankan anda untuk tetap diam dan menurut. Saat ini teman Tuan Muda berada ditangan Pemimpin." Baran mencoba memperingati Lucas yang hendak menyerang mereka.


Meski tim beta adalah tim yang terbilang elit, melawan Lucas secara terang-tetangan tetaplah cukup sulit.


Mendengar peringatan dari Baran, Lucas mau tidak mau harus menyerah. Dua tidak bisa membiarkan Liyuna dalam bahaya.


Yuriel dan yang lainnya tidak mengerti apa yang baru saja Baran ucapkan. Namun ketika melihat wajah Lucas yang tidak baik, sepertinya situasi tidak berpihak pada mereka.


Setelah itu Lucas dan yang lainnya dibawa menuju lantai teratas gedung Obelian's Circle.


***


Elevator berhenti di puncak tertinggi gedung Obelian's Circle.


Lucas langsung bergegas menuju helikopter yang berada di sebelah kanan gedung.


Obelian's Circle memiliki dua helikopter. Yang pertama adalah helikopter dengan muatan 4 orang dan yang kedua adalah helikopter dengan muatan 6 orang.


"Kau bisa mengendarai helikopter?" Tanya Yvette dengan suara tidak percaya.


Ini baru pertama kalinya diaa mendengar seorang anak SMA —tidak, sekarang Lucas bukan anak SMA lagi karena telah lulus— bisa mengendarai helikopter.


Helikopter mulai lepas landas dari helipad, Lucas menjalankan helikopter dengan sangat baik.


Jika ini adalah dunia nyata, mustahil seorang anak yang baru berumur 19 tahun bisa mengendarai helikopter padahal tidak bersekolah di sekolah penerbangan.


"Kita akan kemana?" Tanya Victor.


Mereka memang bisa kabur, namun itu bukan berarti mereka sudah aman.


Rusia adalah markas besar Obelian's Circle, pasti tidak mudah untuk lari dari mereka.


"Pergi ke kantor Castris Group. Kita akan aman disana." Ucap Liyuna.


Castris adalah perusahaan besar dan mereka memiliki kantor yang tersebar di berbagai negara. Untungnya, Liyuna ingat bahwa ada satu kantor milik Castris Group di Rusia.


"Aku akan memberi notifikasi pada mereka kalau kita akan datang." Ucap Yuriel.


Di perjalanan, tidak ada satupun yang berbicara. Semuanya terdiam hingga akhirnya heli sampai ditempat tujuan.


"Nona, bagaimana bisa Nona ada disini?" Salah seorang eksekutif Castris Group dangat terkejut ketika mendapat informasi kalau calon pewaris Castris Group akan datang dan meminta helipad untuk di kosongkan.


"Tolong jangan katakan pada Papa kalau kami ada disini." Ucap Liyuna.


Meski begitu sebenarnya Liyuna tahu kalau keberadaan Liyuna saat ini telah sampai ke telinga Karl.


"Baik, saya mengerti. Mari akan saya antar ke ruang tunggu."


Liyuna dan yang lainnya dipandu menuju ruang tunggu. Setelah itu, mereka dibawa menuju tempat khusus untuk di jemput.


"Silahkan masuk ke mobil ini, Nona. Nanti Nona dan teman-teman anda akan diantar menuju bandara."


"Baik, terima kasih."


"Apakah perlu menggunakan pesawat pribadi Castris Group?"


"Tidak perlu."


Tidak ada satupun yang memikirkan tentang pesawat karena Allen sudah mengurusnya.


Sesampainya di bandara, petugas bandara langsung mengarahkan rombongan Allen menuju pesawat pribadi milik Raven Group.


Ketika semua sudah berada di pesawat, mereka akhirnya bisa bernafas dengan lega karena Obelian's Circle pun tidak akan bisa berbuat macam-macam jika sudah menyangkut kelurga besar seperti Ravenray.


"Tenang saja, mereka tidak akan bisa mengejar kita sampai kesini."


"Kenapa tidak?"


"Karena pesawat ini adalah teritori Ravenray. Irina Cyzarin tidak akan mempertaruhkan segalanya hanya karena masalah seperti ini. Obelian's Circle akan berada di posisi sulit jika bentrok dengan keluarga besar seperti Ravenray."


"Jadi begitu."


"Ngomong-ngomong kenapa kalian datang ke Rusia? Tidakkah kalian tahu itu berbahaya?"


Lucas menatap wajah yang lainnya satu persatu. Dia tidak pernah menyangka mereka akan berbuat sejauh ini untuknya.


"Karena kak Yuna mengajak."


"Sudah ku duga, itu pasti kau... Yuna."


"Maaf."


"Kenapa melakukan hal seperti itu? Padahal aku sudah mengucapkan salam perpisahan. Aku jadi menyesal telah mengucapkannya."


"Kau sendiri kenapa tidak pernah bercerita pada kami? Bukankah kita adalah teman? Jika kau sedang berada dalam kesulitan, ceritalah pada kami supaya kami juga bisa membantu."


"Memang benar aku merasa sedikit kesulitan, tapi itu bukan sesuatu yang tidak bisa aku tangani."


"Kalau begitu kenapa kau pergi saat itu? Kau langsung pergi begitu saja saat di Havelian Park. Padahal jika kau bercerita kami mungkin bisa membantumu."


Lucas menghela napas dan mengeluarkannya secara kasar. Liyuna memang selalu seperti ini.


Dia terlalu baik pada semua orang.


"Aku akan meminta maaf untuk hal itu. Namun langsung pergi ke Obelian's Circle itu sangatlah berbahaya. Aku tidak akan tahu apa yang akan Ibuku perbuat pada kalian."


Lucas melirik kearah Victor yang sudah tertidur pulas.


"Untung kalian membawa orang kompeten sepertinya."


Lalu pandangannya beralih ke Liyuna dan yang lainnya.


"Dimana kalian menemukan bakat sehebat itu?"


"Bukan urusanmu." Ucap Allen dengan nada ketus.


Mendengar hal ini, Lucas tidak mencoba untuk mencari tahu lagi.


Semuanya tenggelam dalam diam dan menikmati perjalanan pesawat menuju ke Elisien.


TBC