
Liyuna pulang dengan otak yang dipenuhi oleh pertanyaan. Ia merasa sesuatu terjadi pada Lucas sehingga membuatnya harus kembali ke Rusia.
Beberapa waktu yang lalu, dia sendiri yang mengatakan kalau semua urusannya di Rusia telah usai. Makanya dia bisa kembali ke Elisien dan melanjutkan studinya.
Meski pada akhirnya Lucas jarang masuk ke sekolah, Liyuna yakin bahwa dia memiliki alasan.
"Sepertinya aku harus membicarakan hal ini dengan Yuri." Gumam Liyuna sembari masuk ke dalam mobil.
Melihat Liyuna yang sudah duduk di dalam mobil, Noel langsung tancap gas dan pergi menuju kediaman Castris yang tak jauh dari tempat mereka berada.
Sesampainya di rumah, Liyuna langsung pergi mencari Yuriel di kamarnya namun ia malah menemukan kamar yang kosong.
"Yuri kemana?"
"Nona, apa anda sedang mencari Nona Yuriel?" Suara seseorang tiba-tiba saja terdengar dari belakang punggung Liyuna, membuatnya sedikit terkejut.
"Benar, apa kau tahu dimana Yuri?"
Liyuna menolehkan kepalanya kebelakang dan menatap Jenneth yang baru saja selesai merapikan ruangan lantai atas.
"Tadi saya melihat Nona Yuriel keluar dari ruang kerja Tuan Karl. Mungkin Nona Yuriel masih ada disekitar sana."
Beberapa waktu yang lalu Jenneth memang melihat Yuriel yang keluar dari ruang kerja Karl dan berdiri mematung di depan pintu selama beberapa saat.
Namun setelah itu dia pergi entah kemana.
"Di ruang kerja Papa?" Tanya Liyuna dengan nada suara tak percaya.
Karena tidak ada petunjuk lain, akhirnya Liyuna mencoba untuk mengecek ruangan kerja Karl.
Ketika ia sampai di depan pintu, Liyuna tidak menemukan Yuriel. Menurut Jenneth Yuriel sudah keluar dari ruangan sehingga mustahil ia masih berada di salam.
"Kakak sedang apa disini?"
Liyuna menoleh ke sumber suara dan melihat Yuriel sedang membawa secangkir minuman. Ia terlihat sangat terkejut melihat Liyuna yang berdiri di depan pintu Karl.
"Yuri!" Melihat Yuriel, Liyuna langsung berjalan mendekatinya.
"Kau dari mana saja? Aku sejak tadi mencarimu."
"Ah, tadi aku berada di dapur untuk membuat teh."
Yuriel menatap Liyuna dengan penuh pertanyaan. Melihat Liyuna yang mencarinya, Yuriel merasa bahwa sesuatu akan terjadi.
Padahal beberapa waktu yang lalu mereka menghabiskan waktu bersama dan Liyuna terlihat tidak ada urusan dengannya.
"Ada apa mencarimu?" Tanya Yuriel langsung pada intinya.
"Ayo kita cari tempat untuk berbicara."
Pada akhirnya kedua kakak adik itu pergi ke kamar Yuriel untuk mengobrol. Liyuna sendiri jarang sekali masuk ke kamar Yuriel karena bisanya Yuriel yang selalu ke kamarnya.
Kamar Yuriel sedikit berbeda dengan Liyuna. Liyuna tidak mengubah furnitur maupun letak benda-benda yang ada di kamarnya atau bisa dibilang masih sama persis seperti ketika Liyuna masih kecil sedangkan Yuriel, mengubah seluruh tatanan kamarnya menjadi seperti yang dia sukai.
Meski terlihat lebih simpel dari milik Liyuna, harga furnitur dan hiasan di kamar Yuriel tak jauh dengan miliknya.
"Kakak ingin bicara apa padaku?" Tanya Yuriel, dia duduk di sebuah sofa kecil yang ada di sudut ruangan.
Liyuna duduk berhadapan dengannya dan mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya.
"Tadi aku bertemu dengan senior Lucas."
"Ya, aku tahu itu."
Tentu saja Yuriel mengetahuinya karena sebelum berangkat Liyuna sempat mengajaknya.
"Senior bilang, dia akan pulang kembali ke Rusia."
"Lalu?" Yuriel tidak mengerti arah pembicaraan Liyuna karena dia tidak memberikan petunjuk apapun.
Melihat Yuriel yang kebingungan, Liyuna mulai menceritakan segala hal yang ia tahu tentang Lucas.
Mulai dari saat mereka bertemu dan alasan mengapa Lucas pulang ke Rusia kala itu. Meski tidak tahu alasan pastinya, Liyuna yakin ada sesuatu yang menganggu Lucas melihat bagaimana seriusnya dia saat itu.
Liyuna juga menceritakan bagaimana Lucas Ibunya kembali meminta Lucas untuk pulang.
"Aku tidak mengerti dimana letak keanehannya. Apakah aneh jika seorang Ibu meminta putranya untuk kembali?"
"Itu memang bukan hak yang aneh, maksudku setelah lama tidak masuk sekolah senior tiba-tiba saja berkata dia akan pulang. Bahkan, dia juga tidak menghadiri upacara kelulusannya, kau juga tahu itu kan?"
Setelah dipikir-pikir lagi, apa yang Liyuna katakan benar.
Tadi juga, Karl membicarakan tenang asal usul Lucas dan mencurigainya sebagai Lucas Alexei Obelian, suksesor dari Obelian's Circle.
'Jika benar Lucas adalah suksesor dari Obelian's Circle maka...'
Tanpa sadar Yuriel memikirkan skenario untuk memanfaatkan posisi Lucas. Bibirnya membentuk seringai licik yang untung saja bisa dia tutupi dengan tangannya sehingga Liyuna tidak melihat.
"Kalau dipikir-pikir lagi itu memang sedikit aneh. Kenapa juga dia menghilang tiba-tiba dan muncul hanya untuk mengatakan dia akan pulang ke Rusia."
"Benar kan?"
"Tapi jika memang ada sesuatu seharusnya dia tidak mengatakan pada siapapun bahwa dia akan pulang. Lalu apa alasan dia mengatakan hal itu?"
"Apa mungkin jika dia membutuhkan bantuan kita?"
"Bantuan? Aku rasa tidak. Setahuku dia orang yang cukup kompeten."
"Ugh.. aku tidak bisa menyangkalnya."
Yuriel kembali memikirkan ucapan Liyuna dan mengingat kembali apa yang tadi Karl ucapkan.
"Atau bisa saja dia hanya ingin mengucapkan selamat tinggal."
Liyuna tidak bisa menyanggah ucapan Yuriel. Apa yang Yuriel bilang cukup masuk akal.
Bisa saja itu adalah ucapan selamat tinggal yang Lucas ucapkan untuknya. Itu berarti Liyuna dan Lucas tidak akan pernah bertemu kembali.
"Bagaimana jika kita bicarakan ini dengan yang lainnya?" Ucap Yuriel mencoba memberi saran.
Jika hanya dipikirkan berdua mungkin saja mereka akan sulit mengambil keputusan. Namun jika Yvette dan Allen tahu, mereka bisa memikirkan masalah ini bersama.
Sebenarnya Yuriel tidak mengerti apa pentingnya keberadaan Lucas. Dia sebenarnya tidak peduli Lucas ada atau tidak karena dia bukan bagian dari rencana yang Yuriel buat.
Namun menilik kembali pembicaraan yang dia dan Karl barusan lakukan, dia bisa tahu bahwa Lucas memiliki kemampuan yang bisa dia manfaatkan.
'Karena dia terlihat dekat dengan kak Yuna maka akan lebih mudah menggunakannya.'
Itu benar. Meski Lucas adalah eksistensi yang tidak ia ketahui selama hidupnya, jika dia berguna maka Yuriel akan menggunakannya hingga akhir.
Sama seperti yang lainnya.
Yuriel tidak peduli jika dia menjadi orang yang jahat jika itu bisa menyelamatkan Liyuna. Dia sudah lelah dan muak dengan semua hal.
Dalam kehidupannya yang cukup panjang, Yuriel memahami kalau pilihan yang dia lakukan selalu membuat Liyuna dalam bahaya.
Dia terlalu tenggelam dalam misinya sehingga melupakan bahwa ada orang lain yang bisa menjadi korban.
"Itu benar, mari kita bicarakan hal ini dengan Yvette dan juga Allen."
Malam itu, Yuriel dan Liyuna saling setuju untuk membicarakan masalah Lucas dengan Yvette dan Allen besok pagi.
Setelah itu Liyuna kembali ke kamarnya, meninggalkan Yuriel sendirian.
Malam itu, Yuriel tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia terus dihantui oleh masa lalunya yang tiada akhir.
Berbanding terbalik dengan Liyuna yang tertidur dengan sangat pulas.
Angin musim panas berhembus membawa perubahan. Persahabatan adalah sesuatu yang sangat indah. Liyuna yang dulunya tidak memiliki banyak teman kini siap untuk melakukan apapun demi membantu sahabatnya.
Lucas adalah salah satunya dan Liyuna tidak akan meninggalkannya.
Identitas misterius dari pemuda berambut perak itu sebentar lagi akan dibuka.
Siapakah sebenarnya Lucas? Dan apa itu Obelian's Circle?
Semua hanya menunggu jawaban datang sendirinya dan itu tidak akan lama lagi.
TBC