Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 118 - Tidak Kondusif



Waktu berjalan dengan sangat cepat. Dunia tidak akan berhenti begitu saja. Semua terus berjalan sesuai dengan seharusnya.


Ketika musim panas tiba, seluruh sekolah akan diliburkan selama 1 bulan. Dalam satu bulan tersebut, seluruh pelajar diseluruh pelosok negeri diberi kewajiban untuk menyelesaikan tugas yang sudah diberikan oleh sekolah.


Bisanya, Liyuna dan Yuriel menyelesaikan semua tugas hanya dalam satu minggu karena mereka ingin menggunakan sisa waktu mereka untuk berlibur.


Namun saat ini berbeda. Mereka tidak perlu buru-buru menyelesaikan tugas karena Karl tidak memberi izin untuk berlibur keluar tahun ini.


Melihat kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, keputusan Karl sangatlah masuk akal. Tidak hanya karena masalah pengeboman, berita mengenai kematian Eldo juga menjadi salah satu pertimbangan bagi Karl dalam membuat keputusan.


Sebagai seorang ayah, dia tidak ingin putrinya terluka.


Liyuna maupun Yuriel juga tidak protes. Mereka memahami keputusan yang Karl ambil dengan baik. Sebenarnya tidak hanya mereka saja, Liyuna juga mendengar bahwa Yvette juga tidak akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Tentu saja, Allen juga begitu.


Karena orang yang meninggal bukanlah orang asing bagi Allen, dia adalah ayahnya.


Saat ini, Liyuna dan Yuriel sedang berenang di kolam renang yang ada di belakang mansion.


Liyuna memakai baju renang bewarna biru muda, sedangkan Yuriel memakai baju renang berwarna merah menyala.


Di pinggang Liyuna terlingkar sebuah pelampung, sedangkan tangannya membawa segelas soda yang diberi perasan lemon.


Tak jauh dari sana, Yuriel terlihat sedang duduk dipinggir kolam. Kedua kakinya ia masukkan ke dalam air dan rambut panjangnya ia cepol.


Karena tidak bisa berlibur di luar, Liyuna dan Yuriel setuju untuk menghabiskan waktu di kolam renang yang ada di rumah.


Drrrt.... drrrt....


"Biar aku ambilkan." Yuriel beranjak dari pinggir kolam untuk mengambil ponsel Liyuna yang bergetar.


Ia melihat nama Yvette terpampang jelas di depan layar dan segera menerima video call darinya.


"Haloo~"


"Yvette!"


Mendengar suara Yvette dipanggil oleh Yuriel, Liyuna berenang menuju pinggir kolam. Yuriel yang melihat hal itu langsung duduk di sampingnya sembari membawa ponsel ke arah Liyuna.


"Yuna, apa kabar?"


"Aku baik, bagaimana denganmu?"


"Aku juga, tapi rasanya bosan sekali di rumah."


"Benar, kami juga bosan." Yuriel membenarkan ucapan Yvette.


Berbeda dengan liburan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini benar-benar membosankan.


"Bagaimana dengan Allen?" Liyuna bertanya pada Yvette, siapa tahu dia mengetahui keadaan Allen.


Akhir-akhir ini Allen sangat sulit untuk dihubungi. Mungkin karena keadaan yang memang belum kondusif.


Namun, berbeda dengan apa yang Liyuna pikirkan. Telepon tersambung pada Allen.


Seketika wajahnya terpampang jelas di layar bersama dengan Yvette.


"Oh!" Yvette terkejut melihat wajah Allen yang tiba-tiba muncul.


"Apa?"


Melihat wajah semua orang terlihat terkejut ketika melihatnya, Allen langsung bertanya.


"Apa kau baik-baik saja?"


"Ya, semua menjadi sedikit rumit namun sekarang aku baik-baik saja."


"Sekarang kau ada dimana?" Tanya Yuriel.


"Di rumah."


Yvette menatap layar ponselnya lekat-lekat.


"Sepertinya itu bukan rumahmu." Melihat furniture yang ada dibelakang Allen, Yvette tahu bahwa itu bukan kediaman Ravenray.


Tidak mungkin kediaman Ravenray menggunakan funiture si simpel itu.


Allen melihat kebelakang ketika mengetahui bahwa dia ketahuan sedang berbohong. Dia tidak menyangka Yvette seteliti itu.


"Sebenarnya aku sedang berada di apartemen temanku."


"..."


Tidak ada yang membalas ucapan Allen. Semuanya terlihat terdiam dan saling memandang.


"Apa maksud dari tatapan kalian?"


"That's right! He doesn't have any friends."


Tiba-tiba saja suara asing terdengar. Liyuna maupun Yuriel belum pernah mendengar suara itu sebelumnya.


Allen terlihat melirik kebelakang, sesosok pemuda yang seumuran dengannya muncul dengan membawa sebotol air mineral.


"Siapa?" Tanya Yvette.


"Hello ladies! I'm Victor, Allen's friend from Canada."


Mendengar apa yang Victor ucapkan, Liyuna dan Yvette mulai mengerti. Sepertinya Victor adalah teman Allen saat tinggal di Kanada.


"Kau sedang berada di Kanada?" Tanya Liyuna.


Allen mendorong Victor sedikit kebelakang supaya wajahnya tidak memenuhi layar.


"Tidak, di sedang ada di Elisien." Ucap Allen sembari menunjuk Victor.


"Dia bisa bahasa Zenis?" Tanya Yuriel sembari memakan jeruk yang ada di piring.


"Hanya sedikit, namun dia lancar berbahasa inggris dan perancis."


"Dia sedang berlibur disini?"


"Ya, begitu lah. Sudah cukup tentangnya. Kelihatannya kalian tidak berlibur."


"Bagaimana bisa kami berlibur setelah apa yang akhir-akhir ini terjadi."


"Yuriel benar, ayah dan ibuku melarang untuk bepergian ke luar negeri."


"Papa kami juga sama, dia tidak memperbolehkan kita keluar dari rumah."


"Itu lebih parah dariku."


Liyuna tertawa kecil, "Kau benar, Papa memnag sangat overprotektif."


"Mau bagaimana lagi, situasi sedang tidak baik."


"Meski begitu kami cukup senang. Lihat! Saat ini kami sedang berenang." Ucap Yuriel sembari memperlihatkan kolam renang mereka. Dia juga memperlihatkan wajah Liyuna dengan jelas supaya mereka tahu bahwa ia sedang berada di air.


"Waah, kelihatannya seru!"


Melihat Liyuna dan Yuriel yang bisa menghabiskan waktu bersama, Yvette merasa sedikit iri. Dia juga ingin menghabiskan waktu bersama dengan Liyuna.


Di sisi lain, Allen terlihat sedikit resah melihat Liyuna yang sedang memakai baju renang. Dia terlihat sangat cantik dan menawan.


"Benar, untung saja ada kolam renang di rumah." Sahut Yuriel.


Saat ini dia merasa senang karena bisa memonopoli waktu milik Liyuna dan tidak berbagi dengan orang lain.


Karena ada Yvette dan juga Allen, sangat sulit baginya untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan Liyuna.


"Lain kali, ayo kita pergi ke kolam renang bersama." Ajak Liyuna pada Yvette dan Allen.


"Aku setuju! Ayo ajak senior Lucas juga."


"Untuk apa mengajaknya?" Tanya Allen dengan nada ketus. Di tidak suka nama Lucas disebut.


"Memangnya kenapa? Kau juga bisa mengajak temanmu tadi."


"Tidak perlu."


Yvette langsung menerima penolakan dari Allen. Melihat Allen yang seperti itu, membuat Yvette menjadi sedikit kesal.


Apa salahnya bermain bersama? Semakin banyak orang pasti akan sangat menyenangkan, bukan?


"Semoga saja semua cepat berlalu dan kita bisa melaksanakan rencana ini secepatnya." Ucap Liyuna. Dia benar-benar ingin pergi berlibur bersama teman-temnnga lagi.


"Aku yakin semua akan cepat berlalu." Ucap Yuriel dengan sangat optimis.


Melihat Liyuna yang ingin bermain bersama dengan yang lainnya, membuat Yuriel ingin mendukungnya walau dia sebenarnya lebih senang berdua.


Di kehidupannya yang sebelumnya, Yuriel tidak pernah sekalipun bermain berdua saja dengan Liyuna.


Karena itulah sekarang dia ingin menghabiskan waktu yang dia miliki dengan Liyuna. Karena Yuriel juga tidak tahu, kapan hari-hari indah seperti ini akan terus bertahan.


Untuk ke depannya, Yuriel tidak bisa memastikan apa saja yang terjadi. Tidak hanya dia saja, semua tidak tahu masa depan yang menunggu mereka di depan sana.


Yuriel hanya bisa berharap dan berusaha agar semua baik-baik saja, agar Liyuna bisa selamat, dan semua kembali seperti seharusnya.


TBC