Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 129 - Basement



Allen, Yuriel, dan Victor terlihat sudah memasuki area parkir yang ada di basement.


Menurut penjelasan Victor kemarin, seharusnya ada pintu rahasia menuju ruang bawah tanah. Ruang tersebut terlihat cukup mencurigakan dimata Victor dan berkemungkinan besar dijadikan tempat dimana Lucas berada.


Ketika ada seseorang yang membangkang, pastinya ia harus dihukum.


Seperti itulah posisi Lucas saat ini, seorang pembangkang yang layak untuk dihukum.


"Bagaimana dengan situasi kak Yuna dan Yvette?"


"Sepertinya mereka baik-baik saja." Jawab Victor sembari mengecek cctv yang berhasil ia retas.


Dalam vidio cctv tersebut, Victor bisa melihat Liyuna dan Yvette yang sedang berjalan mendekati resepsionis.


Untuk berjaga-jaga, Victor menyalakan wireless earphone milik Liyuna dan Yvette supaya dia bisa memantau keadaan mereka berdua secara real time. Sedangkan Yuriel dan Allen sengaja tidak memakai earphone tersebut karena sudah ada Victor disamping mereka.


Karena itulah Victor bisa mendengar dengan jelas apa saja yang terjadi diseberang sana. Setelah mendengar nada bicara Liyuna, dia langsung paham dengan rencana yang Liyuna buat.


Victor tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya, dia tidak menyangka Liyuna cukup pandai bermain sandiwara.


Meski ia belum mengenal Liyuna dalam waktu yang lama, Victor tahu kalau Liyuna tidak pernah berbicara dengan nada setajam itu. Karena itulah mendengar nada bicaranya yang sekarang membuatnya sedikit merinding.


"Apa sebelumnya Liyuna masuk klub akting atau semacamnya?"


Yuriel terlihat bertanya-tanya kenapa Victor menanyakan hal itu, "Tidak."


"Bagaimana dengan Yvette?"


"Dia bergabung dengan klub teater."


Mendengar hal ini, tanpa sadar sudut bibir Victor sedikit naik.


'Pantas saja mereka dapat melakukan rencana seperti ini.'


"Ada apa?" Tanya Allen ketika melihat Victor yang tiba-tiba saja tersenyum.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja sepertinya rencana kita akan berjalan dengan lancar."


Sementara Victor memperhatikan keadaan sekitar lewat cctv, Allen dan Yuriel bersembunyi dalam kegelapan dan memperhatikan gerak gerik yang ada di tempat parkiran.


Mereka tidak bisa lengah dan membiarkan seseorang melihat mereka. Untung saja mereka memakai pakaian serba hitam, jadi mudah untuk menyatu dalam kegelapan.


"Aku sudah menemukan jalan rahasia menuju ruang bawah tanah."


"Dimana?"


"Disini." Victor melakukan zoom pada layar ponsel yang ada ditangannya.


Supaya lebih mudah dia sengaja memakai ponsel dari pada laptop.


Dalam layar ponsel Victor, terlihat ada denah basement tempat mereka berada.


Ada sebuah tanda merah di pojok basement. Sepertinya tempat itulah yang Victor maksud.


"Ayo mulai bergerak."


Ketiganya langsung berpencar untuk menuju tempat tersebut. Meski basement sepi, mereka tidak bisa pergi bergerombol.


Allen pergi memutari beberapa mobil yang terparkir dan bersembunyi dibaliknya. Sementara Yuriel berjalan melewati beberapa tiang-tiang yang terbuat dari beton dan berusaha untuk tidak menarik perhatian.


Victor yang membawa sebuah tas dan peralatan penting untuk meretas, berjalan seolah dia adalah seorang pelanggan biasa yang memarkirkan mobil di tempat ini.


Sesampainya di tempat tujuan, Victor melihat sebuah pintu yang dikunci dengan sebuah sandi.


Dengan cepat dia menyambungkan sebuah alat pada kunci tersebut dan mengetikkan sesuatu dengan cepat.


Klang—


Pintu terbuka. Victor mengawali semuanya perjalanan dan menyuruh Allen serta Yuriel untuk mengikutinya.


Ketika semua sudah berkumpul, Victor segera menutup kembali pintu yang berhasil dia buka.


Dibalik pintu, ada sebuah tangga menuju kebawah. Pandangan mereka sedikit gelap karena jalan menuju kebawah hanya ada satu lampu berwarna kuning.


"Aku tidak menyangka ada tempat seperti ini dibawah gedung Obelian's Circle." Yuriel mengibaskan tangannya di depan wajahnya karena ada banyak sekali debu bertebaran.


"Bukankah sangat mencurigakan sebuah perusahaan besar memiliki ruang seperti ini?" Sahut Allen yang juga terlihat sedang melihat-lihat keadaan sekitar.


"Tapi ini bukan ruangan yang benar-benar tersembunyi. Buktinya pintunya saja mudah untuk ditemukan."


"Tapi jika orang lain yang menemukan pintu itu, aku yakin tidak akan ada yang berpikir kalau itu pintu menuju ruang bawah tanah."


"Jangan-jangan ada sesuatu yang mereka sembunyikan."


"Perusahaan besar seperti Obelian's Circle juga pasti punya bangkai yang ingin mereka sembunyikan."


"Apakah itu berdasarkan pengalamanmu?"


"Bukankah itu pengalamanmu sendiri." Balas Allen.


Lagi pula mau itu Raven atau Castris Group, pastinya mereka punya bangkai masing-masing.


Setelah mencapai tangga terakhir, mereka melihat sebuah lorong yang sangat remang-remang.


Bulu kuduk Yuriel sedikit berdiri karena suasana yang tidak mengenakkan.


"Susana ditempat ini sangat tidak menyenangkan."


"Rasanya seperti masuk kedalam tempat berhantu."


Victor yang sedari tadi diam, tiba-tiba saja menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" Tanya Yuriel.


"Pintu terakhir. Seharusnya dibalik pintu itu kita bisa menemukan sesuatu."


Dan benar saja, diujung lorong ada saru pintu lagi. Pintu tersebut berbeda dengan pintu sebelumnya, ada sebuah jeruji besi yang melindungi pintu tersebut.


"Jeruji besi? Bukankah ini terlalu berlebihan untuk dikatakan sebagai ruang bawah tanah?"


"Menurutku ini terlihat seperti ruang hukuman daripada ruang bawah tanah biasa."


***


Disisi lain, Lucas sudah tidak tahu dia berada di tempat ini.


Ia duduk di dalam sebuah sel yang hanya diterangi bohlam berwarna kuning.


"Padahal ini sudah zaman modern." Gumamnya kesal.


Melihat keadaan sekitarnya yang sangat buruk, Lucas tidak bisa melakukan apapun selain bersumpah serapah.


Ibunya benar-benar sudah keterlaluan. Saat ini dia tidka tahu siapa yang sebenarnya sedang dihukum.


Dia? Ataukah Hajun?


Lucas sudah tidak tahu lagi. Dengan seenaknya Irina mengunci dirinya dalam ruang hukuman yang biasanya digunakan untuk menghukum anak-anak pembuat masalah.


Meski saat kecil Lucas sering mengunjungi tempat ini, tetap saja selama lebih dari sepuluh tahun terakhir dia tidak pernah berada di tempat ini lagi.


Tiba-tiba saja Lucas mendengar suara langkah kaki. Namun dia tidka bergerak sama sekali.


Mungkin saja itu suara langkah kaki bawahan yang Ibunya kirim untuk membawa makanan dan minuman.


"Lucas?"


Namun berbeda dari apa yang dia pikirkan, suara yang memanggil namanya adalah sebuah suara yang tidak asing baginya.


Suara wanita yang mengatakan adik dari Liyuna.


Lucas tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika melihat Yuriel yang berdiri di depan sel yang ia tempati.


Tidak hanya itu, dibelakangnya juga ada Allen dan seseorang yang tidak ia kenal.


"Bagaimana kalian bisa kesini?"


"Itu tidak penting sekarang, kita akan segera keluar dari sini."


"Hah? Bagaimana cara kalian masuk ke tempat ini? Apa kalian tahu ada sebanyak apa sensor penjagaan di sekitar tempat ini?"


"Kami hanya perlu mematikan sensor penjagaan."


Victor menjawab pertanyaan Lucas dengan enteng seolah itu bukan masalah besar.


Lucas yang mendengar hal itu hanya bisa menyeringai tidak percaya.


Dari mana datangnya monster yang bisa membobol sistem keamanan Obelian's Circle datang?


Yang kita bicarakan saat ini adalah sistem keamanan sebuah perusahaan keamanan besar di dunia. Menyelinap saja sudah sangat sulit, apa lagi membobol?


Beberapa waktu yang lalu sebelum Yuriel dan yang lainnya berhasil masuk ke dalam sel Lucas.


Victor mencoba untuk mendekati pintu tersebut namun mengurungkan niatnya.


"Kalian, cari aliran listrik yang ada di tempat ini. Lakukan dengan sangat hati-hati."


Victor merasa, dia tidak bisa langsung  masuk begitu saja. Untuk lebih yakinnya, dia mencoba untuk melakukan cross check.


Melihat keamanan yang terkesan biasa saja dan mudah ditembus, Victor malah merasa aneh.


Perusahaan sebesar Obelian's Circle pastinya akan sangat memperhatikan keamanan. Apalagi jika menyangkut tempat rahasia seperti ini.


TBC