Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 133 - Kembali Elisien



Ketika pesawat mendarat, Liyuna dihadapkan oleh sesuatu yang ia takuti.


Karl menunggunya di ruang tunggu bersama dengan Sara.


"Yuna sayang, kenapa kamu pergi tanpa bilang-bilang." Melihat putrinya yang baru saja datang, Sara tidak bisa menahan diri. Dia langsung pergi menghampiri putrinya, memegang kedua pipinya dengan lembut.


Dari suaranya saja, Liyuna tahu kalau Sara sangat mengkhawatirkannya.


Beberapa waktu yang lalu, Liyuna dan yang lainnya memutuskan untuk berpisah. Hal ini dikarenakan kedatangan Karl dan Sara yang sangat tiba-tiba.


Allen dan Victor memutuskan untuk pergi bersama, sedangkan Yvette memutuskan untuk langsung pulang karena kedua orang tuanya sudah membombardir ponselnya dengan pesan dan panggilan.


Sedangkan Lucas berniat untuk kembali ke kantor Obelian's Circle yang ada di Elisien dan bertemu dengan Titus. Dia harus memberitahu Titus tentang kondisi Hajun.


"Ayo kita bertemu lagi jika situasi agak membaik." Ucap Lucas sebelum akhirnya berjalan menjauh.


Dan saat ini, Liyuna dan Yuriel sedang dihadapkan pada sebuah krisis mengerikan.


"Papa yakin Yuna sudah tahu apa kesalahan yang Yuna perbuat, bukan?" Tanya Karl.


Kedua mata tajamnya menatap Liyuna dengan sangat tegas. Ini pertama kalinya Karl menatap Liyuna dengan tatapan seperti itu. Biasanya, apapun yang Liyuna lakukan, Karl selalu memakluminya.


Mungkin kesalahan Liyuna kali ini terlalu berat sehingga Karl harus bertindak dengan tegas.


"Maafkan Yuna, Pa."


Liyuna tidak bermaksud untuk mengelak. Pada situasi seperti saat ini, lebih baik untuk jujur dan mengakui kesalahan.


"Yuriel, kau juga."


Yuriel menatap kedua mata Karl ketika mendengar namanya dipanggil. Dia sudah menduga hal ini sebelumnya, dia pasti akan mendapat hukuman.


"Maafkan aku Paman."


Melihat wajah Yuriel yang terlihat lesu, Liyuna mencoba untuk melindunginya.


"Ini bukan salah Yuri, Pa. Semua ini adalah ide Yuna."


"Ini bukan soal siapa yang salah, tetapi Yuriel sebagai orang yang diajak seharusnya bisa menolak dan Yuna sebagai inisiator seharusnya bisa bertanggung jawab."


Sara menatap Karl yang sedang mencerahkan kedua putrinya. Meski dia sangat ingin membantu mereka, Sara tidak bisa melakukan itu saat ini. Apa yang Liyuna dan Yuriel lakukan sangatlah berbahaya.


Mereka tidak hanya melanggar peraturan untuk tidak keluar selama liburan musim panas, tetapi juga berani menerobos Obelian's Circle.


Betapa terkejutnya Sara dan Karl ketika mendapat informasi dari salah satu eksekutif dari kantor Castris Group yang ada di Rusia kalau Liyuna dan Yuriel datang dan meminta bantuan mereka.


Sara tidak habis pikir, apa kedua putrinya tidak tahu bahwa situasi saat ini sangat berbahaya. Jika mereka salah langkah, bisa-bisa salah satu dari mereka akan kehilangan nyawa.


Karena itulah, dia bertekad untuk tidak membela keduanya. Dia akan mendukung Karl dan bersikap tegas pada putrinya.


"Kami minta maaf." Liyuna dan Yuriel kompak meminta maaf.


Mereka menundukkan kepala sebagai tanda bahwa mereka merasa cukup bersalah.


"Janji pada Papa, kalau kalian tidak akan mengulangi perbuatannya kalian."


"Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi."


"Apa yang terjadi jika kalian mengulanginya?"


"Kami akan menerima segala hukuman yang diberikan."


"Kalian tahu kan, Papa berbuat seperti ini untuk kepentingan siapa?"


Dia adalah ayah yang baik karena selalu melindungi putrinya.


"Papa harap, kalian mengerti kalau semua ini demi keselamatan kalian. Jika kalian berbuat seenaknya dan pergi jauh dari Papa, maka Papa tidak akan bisa melindungi kalian."


Setelah itu mereka pulang ke kediaman Castris bersama. Sara yang sangat mengkhawatirkan Liyuna dan Yuriel akhirnya bisa bernapas dengan lega.


Sesampainya di rumah, Liyuna dan Yuriel dilarang untuk keluar sampai liburan musim panas berakhir.


Keadaan Yvette juga tidak jauh berbeda. Sesampainya dirumah, kedua orang tuanya mengomelinya selama berjam-jam.


Dia tidak bisa melakukan apapun selain diam dan mendengarkan omelan mereka. Bagaimana pun juga, dia memang bersalah karena pergi seenaknya tanpa memberi kabar.


Berbeda dengan Allen dan Victor yang saat ini sedang bersantai-santai di unit apartemen.


"Kenapa kau menolak untuk bergabung dengan Obelian's Circle?" Tanya Allen.


Saat ini dia terlihat sedang membuat kopi di dapur, sedangkan Victor sedang memakan sandwhich yang ada di meja makan.


"Umm...?" Victor menatap punggung Allen.


Wajahnya terlihat sangat kebingungan dan tidak percaya kalau Allen mengatakan hal barusan.


"Bukankah itu sudah jelas? Aku kan sudah bilang akan membantumu, boss."


"Meski kau tidak berkewajiban melakukannya?"


"Ya, itu adalah pilihanku. Bukankah kau juga membutuhkanku untuk Cerberus?"


"Bagaimana jika kau kehilangan nyawamu saat membantuku?"


"Hmm... Aku yakin kedua orang tuaku akan sedih tapi ini kan pilihanku sendiri. Aku juga tahu sebenarnya apa jalan ini, jadi kau tidak usah khawatir."


Mendengar jawaban dari Victor, Allen terlihat lega. Meski terlihat tidak peduli, sebenarnya Allen sangat mempedulikan orang-orang yang ada di dekatnya.


Victor adalah teman yang ia dapat saat berada di Kanada. Namun Allen sendiri tidak tahu kenapa Victor bisa se-loyal itu padanya padahal yang dia lakukan hanya memberinya sedikit bantuan. Meski begitu, Allen merasa berterima kasih.


Dia akan mencoba untuk melindungi Victor agar dia juga bisa selamat.


Jika nanti semua sudah selesai dan jalan berbatu sudah mulai dibersihkan, dia ingin mengajak semuanya berlibur tanpa takut ada bahaya yang mengancam.


Namun tidak ada satupun yang tahu akhir dari cerita ini.


Tidak ada satupun yang tahu apa yang sedang menunggu di ujung jalan sana.


Meski begitu mereka tidak bisa mundur. Mereka harus terus maju dan melihat sendiri akhir dari cerita ini. Karena itulah, mereka harus siap dengan segala resiko yang ada.


"Kau tidak usah terlalu memikirkan hal-hal sulit, boss. Yang perlu kau lakukan adalah terus melihat ke depan, aku yakin kau memiliki alasan kuat kenapa harus melibatkan banyak orang dalam rencanamu ini."


Allen menoleh kebelakang, kedua matanya bertemu dengan Victor. Kedua matanya yang terlihat telah memantapkan tekadnya itu terlihat sangat tegas.


"Kau benar. Ada sebuah akhir yang ingin aku capai. Karena itulah aku melibatkan banyak orang. Seberapa banyak pun aku kembali, ending dari cerita itu tidak pernah berubah. Lalu, haruskah aku menyerah? Aku tidak ingin melakukannya. Aku tidak ingin menyerah. Aku harus mengubah cerita yang tidak pernah berubah itu."


Meski saat ini Victor tidak terlalu mengerti apa yang sedang Allen katakan, namun dia bisa melihat garis besarnya.


Ada sesuatu yang ingin Allen raih, karena itulah dia membutuhkannya. Sebagai seorang teman dan sebagai seorang rekan, Victor telah berjanji akan membantunya.


Dan janji itu, akan dia tepati. Tidak peduli halangan besar seperti apa yang nantinya akan menghadang jalan mereka.


TBC