
Waktu berlalu dengan sangat cepat. Berita mengenai insiden pengeboman Havelian Park memanglah sangat mengejutkan. Seluruh stasiun tv nasional selalu memberitakan tentang insiden itu. Namun waktu akan terus berjalan, tak peduli dengan kejadian-kejadian yang terjadi di dalamnya. Begitu juga dengan waktu yang dimiliki Liyuna. Tidak peduli sebanyak apa dia terbangun dari tidurnya, dia tidak akan pernah kembali ke dunia asalnya.
Para pelayan di kediaman Castris terlihat sedang sibuk memasukkan koper ke dalam mobil. Mereka bergerak dengan cepat karena majikan mereka akan segera pergi berlibur. Ya, ini adalah hal yang cukup langka terjadi dalam keluarga Castris. Karl yang selalu sibuk dengan urusan perusahaan dan juga Sara yabg sangat sibuk dengan studio nya, hampir tidak pernah berlibur bersama Liyuna, putri yang mereka sayangi. Karena itulah, para pelayan merasa sedikit kasihan dengan Liyuna yang sering di rumah sendirian dan makan malam sendiri. Para pelayan yang merasa iba dengan Nona Muda mereka, berusaha berkerja dengan cepat namun teliti agar Nona Muda bisa berlibur dengan tenang.
"Nyonya dan Tuan Besar, terima kasih telah mengajak saya berlibur dengan kalian." Ucap Yvette sembari menundukkan kepalanya.
Kemarin malam, dia sangat terkejut ketika melihat pesan dari Liyuna. Ia tidak menyangka Liyuna akan mengajaknya berlibur bersama dengan kedua orang tuanya. Yvette saat ini merasa sangat gugup karena bertemu langsung dengan tuan rumah kediaman Castris.
"Tidak perlu sungkan, kami juga berterima kasih karena kamu sudah mau menemani Yuna." Ucap Sara mencoba untuk membuat Yvette sedikit rileks.
"Benar, Yuna kami ini jarang sekali membicarakan tentang teman-temannya. Jadi ketika dia membicarakan tentangmu, kami menjadi sangat lega." Ucap Karl dengan tersenyum tipis.
Melihat Sara dan Karl yang berdiri berdampingan secara dekat membuat Yvette tersadar bahwa kedua orang dihadapannya ini memiliki aura yang sangat tidak biasa. Ucapan mereka terdengar sangat lembut dan baik namun ada kesan berwibawa.
"Tidak, tidak. Sayalah yang merasa senang bisa berteman dengan Yuna."
"Tidak usah terlalu formal, nak Yvette." Ucap Sara sembari mengelus puncak kepala Yvette.
Melihat gestur Sara yang sangat baik membuat Yvette tersenyum lebar. Penyelamat keluarganya memang benar-benar orang yang baik.
"Baik!"
"Yvette, ayo masuk!" Ajak Liyuna yang saat ini sudah masuk ke dalam mobil. Dia menyisakan tempat duduk untuk Yvette.
Mereka memutuskan untuk menggunakan dua mobil. Satu untuk Yvette dan Liyuna dan satunya lagi untuk Sara dan Karl. Tentu saja, orang yang menyetir adalah sopir pribadi mereka masing-masing.
Di perjalanan, Yvette dan Liyuna tertidur karena merasa mengantuk. Noel yang melihat itu menaikkan suhu AC di mobil supaya mereka tidak kedinginan.
Waktu berjalan dengan cukup cepat, apa lagi kalau menghabiskan waktu perjalanan dengan tidur, tahu-tahu sudah sampai ditempat tujuan. Itu lah yang Liyuna dan Yvette alami. Setelah mereka terbangun, tiba-tiba mereka sudah melihat air biru laut dan juga pasir putih yang indah.
Dengan penuh semangat kedua anak berumur tujuh tahun itu langsung berlari menuju pantai. Tidak lupa mereka membawa topi pantai dan sandal. Karl dan Sara yang melihat putrinya terlihat bahagia juga ikut merasa senang.
Yvette yang tahu kalau Liyuna tidak diperbolehkan bermain air, memutuskan untuk tidak bermain air juga. Dia memakai dress nyaman dengan model yang mirip dengan Liyuna. Yvette jongkok di dekat Liyuna yang sedang mengambil kerang-kerang kecil yang ada di pasir.
Sara datang menghampiri mereka dan meletakkan sebuah ember kecil agar Liyuna dan Yvette bisa memasukkan apa yang mereka dapatkan di sana.
"Makasih, ma." Ucap Liyuna yang langsung menyeret ember kecil itu mendekat.
Sara yang melihat itu tersenyum lembut. Ia senang karena Liyuna yang sekarang sering memperlihatkan ekspresinya, berbeda dengan Liyuna yang dulu. Karena tubuh Liyuna lemah sejak kecil, dia jarang keluar rumah. Tidak hanya itu, bahkan ulang tahunnya saja tidak pernah dirayakan secara besar-besaran karena takut tubuhnya tidak bisa bertahan. Mungkin saja, di dalam lubuk hatinya yang terdalam Liyuna merasa kesepian dan iri dengan temannya yang lain. Karena itu lah Sara memutuskan untuk mengajaknya berlibur dan meminta Karl untuk mengosongkan jadwalnya. Sara ingin Liyuna merasa bahagia walau dia juga khawatir tentang kesehatannya. Namun, mungkin tidak apa. Jika hal buruk terjadi, Sara akan langsung menelpon kepala rumah sakit yang ada di dekat sini. Lagi pula, kepala rumah sakit Boren adalah teman SMA nya dulu.
"Yuna, memangnya kerang-kerang ini mau kau apakan?" Tanya Yvette, dia memegang sebuah cangkang kerang kosong dan mengangkatnya keatas, menutupi matahari yang bersinar terang.
"Hmm... Mungkin akan ku gunakan untuk menghias figura atau semacamnya." Jawab Liyuna sembari berpikir.
Di kehidupan terdahulunya, Liyuna cukup baik dalam hal kerajinan tangan karena ia harus kreatif supaya bisa mendapat uang dari berjualan kerajinan tangan. Jadi sekarang dia juga cukup percaya diri dengan kemampuannya.
"Waah, figura! Ayo kita buat bersama. Aku juga akan membuatnya." Teriak Yvette bersemangat.
Sejak Yvette dilahirkan, dia tidak pernah membuat kerajinan dengan tangannya sendiri. Hal itu dikarenakan dia lahir dalam keluarga yang cukup kaya dan segala sesuatu yang dia butuhkan bisa dibeli. Meski keluarganya pernah hampir bangkrut, Vlistha tidak benar-benar bangkrut karena berhasil terselamatkan. Jadi, Yvette tidak tahu bagaimana cara membuat kerajinan tangan sendiri.
"Iya, ayo kita buat bersama."
Liyuna dan Yvette tertawa kecil, mereka masih memilah-milah kerang yang nantinya akan mereka gunakan untuk hiasan figura. Mereka tidak sadar jika momen ini diabadikan oleh Karl yang saat ini mengarahkan kameranya kearah putri kesayangannya dan juga sahabatnya. Karl yang jarang melihat Liyuna seantusias ini merasa sangat senang sekaligus lega. Putrinya yang jarang mengekspresikan diri itu kini mulai sering menampakkan ekspresi-ekspresi yang sebelumnya mustahil ia tampakkan. Namun di sisi lain, Karl juga merasa bersalah pada Liyuna. Ada sesuatu yang tidak bisa ia ceritakan pada keluarganya dan hal tersebut tidak bisa ia hindari.
Karl takut dengan melihat reaksi Liyuna dan Sara ketika dia akan membawa anak itu di kediaman Castris. Namun, Karl tidak punya pilihan lain. Ia harus membawa anak itu untuk melindunginya. Karena itulah, setidaknya untuk hari ini dia ingin istri dan juga anaknya merasa bahagia. Dia ingin mereka bermain sepuas hati dan pulang dengan perasaan senang.
"Karl!" Teriak Sara sembari melambaikan tangannya kearah Karl. Saat ini Sara sedang bermain jet ski di laut.
Karl yang melihat istrinya tersenyum cerah tidak lupa untuk menangkap momen tersebut dengan kamera yang ada ditangannya. Istrinya memanglah sangat cantik dan dapat diandalkan. Karl merasa beruntung dapat menikah dengannya. Sebenarnya tidak mudah mendapatkan hati Sara. Dia harus mencoba mendekati wanita itu selama enam tahun hingga akhirnya Sara mau menerimanya. Namun, itu adalah cerita di lain waktu. Untuk sekarang yang ia harapkan hanyalah hubungan ini bisa terus berlanjut hingga mereka tua nanti.
TBC