Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu



Setelah memimpikan tentang kematian, Liyuna sempat kepikiran dan menjadi lebih diam. Yvette yang menyadari hal itu mencoba untuk membuat Liyuna kembali bersemangat, ia mengajak Liyuna dan juga Yuriel untuk pergi mengunjungi sebuah cafe yang tak jauh dari sekolah mereka.


Mereka pergi ke cafe setelah pulang sekolah, dimana hari sudah mulai gelap. Yvette tidak ada pilihan lain selain meluangkan sedikit waktu setelah pulang sekolah karena akan memakan waktu cukup lama jika menunggu weekend. Yvette tidak tahu apa yang akan terjadi pada Liyuna jika ia menunggu terlalu lama.


Cafe yang mereka kunjungi memiliki interior yang cukup menarik, dimana merek bisa merasakan suasana seperti berada di eropa.


Ketika membuka pintu suara terdengar suara bell yang bergerak dan seorang pelayan menyapa mereka dengan sopan. Mereka bertiga memilih tempat duduk yang tak jauh dari jendela perancis yang ukurannya cukup besar. Jika melihat keluar, mereka bisa melihat banyak sekali orang yang berlalu lalang melewati cafe tersebut.


Setelah itu mereka menunggu menu yang beberapa waktu lalu mereka pesan.


"Apa yang sedang ada dalam pikiran Yuna?"


Yvette langsung mengatakan apa yang sejak tadi membuatnya kepikiran. Menurutnya, tidak usah terlalu lama memikirkan untuk bertanya atau tidak, toh, alasan dia mengajak Liyuna kan juga karena hal ini.


Liyuna terlihat menatap Yvette sejenak, "Aku hanya bermimpi buruk."


"Kak Yuna benar tidak apa-apa?"


Yuriel yang tidak tahu bahwa Liyuna sedikit berubah akhir-akhir ini merasa bersalah. Ia memasang muka seperti seekor anak anjing yang ingin menangis.


Melihat hal itu, Liyuna langsung mencoba untuk membuat kedua orang yang mengkhawatirkannya itu untuk tidak khawatir.


"Aku baik-baik saja, maaf telah membuat kalian khawatir. Aku hanya bermimpi buruk saja san hal itu membuatku sedikit kepikiran."


"Mimpi apa, kak?"


"Akan lebih baik jika kalian tidak tahu."


"Benar, mimpi buruk sebaiknya disimpan saja."


Liyuna tersenyum kecil mendengar ucapan Yvette.


"Terima kasih Yvette."


Yvette terlihat sangat senang mendengar Liyuna berterima kasih padanya. Itu menandakan bahwa Liyuna dan dirinya sudah sangat dekat.


"Maaf, aku kurang peka."


Liyuna dapat melihat telinga anjing imajiner milik Yuriel tertunduk sedih.


"Tidak apa-apa, Yuri."


Mereka berbincang-bincang santai setelah membahas mood Liyuna yang sedang menurun.


Setelah itu, Yvette tanpa sadar menanyakan hal sensitif karena merasa terlalu penasaran.


"Kalau Yuriel adik Yuna, kenapa kalian tidak terlalu mirip?"


Menyadari apa yang baru saja ia tanyakan, Yvette langsung menutup mulutnya.


Liyuna maupun Yuriel terlihat terdiam.


"Ah, maaf. Aku tidak bermaksud..."


"Itu karena aku adalah anak adopsi."


"Yuri..."


Yuriel terlihat tersenyum lembut, ia mulai menjelaskan dari mana asl usulnya pada Yvette.


"Aku hanya anak yang diadopsi oleh paman Karl. Ayah kandungku jatuh sakit hingga tidak bisa merawat ku dan paman Karl berbaik hati mau menjadi orang tua angkat ku."


"Begitu ya, maaf..."


"Tidak apa-apa. Aku saat ini merasa senang karena bertemu dengan kak Yuna."


Pembicaraan tidak dilanjutkan lebih jauh karena mereka harus segera pulang. Noel juga sudah menunggu Liyuna dan Yuriel sejak tadi.


Berbeda dengan Liyuna yang langsung mandi, Yuriel malah berdiri di depan meja belajarnya. ia terlihat sedang membuka salah satu loker paling bawah yang ada di meja tersebut.


Terlihat setumpuk kertas yang ukurannya cukup tebal. Dia mengambil tumpukan pertama yang sudah dipisah dengan sebuah klip berwarna hitam.


Di kertas tersebut terlihat ada data diri tentang Liyuna beserta fotonya.


Sorot mata Yuriel terlihat sangat berbeda dari biasanya, terlihat begitu gelap seperti tak ada emosi.


Yuriel adalah anak yang ceria dan baik hati. Ia disukai oleh semua orang karena sifatnya ini namun tatapan matanya yang sekarang, bukanlah tatapan mata Yuriel yang biasanya.


Yuriel terlihat meraba foto Liyuna dengan jari kecilnya. Tidak ada yang tahu apa yang sedang ada dalam pikirannya.


"Cahaya yang kakak pancarkan itu, sangat sulit untuk di gapai." Gumamnya pelan.


Tidak ada yang tahu apa maksud ucapan Yuriel, yang pasti dia terlihat begitu sedih ketika mengatakan hal itu. Ada sesuatu yang selalu mengganjal hati Yuriel dan hal itu terasa seperti sebuah tali yang mengikat lehernya. Tali itu membuatnya sesak hingga tak tahu harus berbuat apa.


Ya, selalu saja seperti itu. Tidak peduli sekeras apa Yuriel mencoba, tidak peduli jalan seperti apa yang Yuriel pilih, semua akan berakhir dengan ending yang sama.


Yuriel tidak memiliki banyak pilihan, saru-satunya yang bisa dia lakukan adalah masuk dalam keluarga ini. Tidak peduli siapa saja yang akan tersakiti, Yuriel sudah memutuskan untuk menapaki jalan penuh duri ini.


Meski gagal berkali-kali, ia akan tetap mengambil jalan yang sama. Kali ini pun juga begitu, meski kakinya dan tangannya berlumuran darah, ia akan tetap berada di jalan ini. Hanya itu satu-satunya jalan yang bisa ia lewati untuk selamat.


Tapi ... Yah, mungkin kali ini akan ada sesuatu yang berbeda.


***


Keesokan harinya, Kota Elisien dihebohkan oleh berita yang begitu mencengangkan.


Skandal terbesar tahun ini muncul ke permukaan membuat siapa saja yang mendengarnya pasti akan terkejut.


Keluarga paling terpandang dan terkaya se-Kota Elisien yang selalu bersih akhirnya terseret dalam skandal besar.


"Selamat pagi, pemirsa. Beberapa minggu yang lalu, berita mengejutkan datang dari keluarga Castris. Secara legal, mereka mengadopsi seorang anak dan dengan legal memberinya nama Castris."


"Hal ini begitu mengejutkan, mengingat peraturan ketat Castris terhadap nama keluarga mereka. Tidak ada seorang pun yang bisa dengan sembarangan memakai nama marga tersebut. Namun, seorang anak muncul secara tiba-tiba dan dengan sangat mengejutkan diperbolehkan mengemban nama tersebut."


"Siapa sebenarnya anak itu? Apa yang sebarnya terjadi pada keluarga Castris?"


"Kepala Keluarga Castris, Karl Erudian Castris, belum membuat pernyataan resmi tentang tindakannya."


"Siapa sebenarnya identitas anak tersebut?"


Setelah berita menghebohkan tersebut tersebar kemana-mana, banyak orang yang berspekulasi tentang identitas Yuriel yang sebenarnya.


Banyak orang  mengira bahwa Yuriel adalah anak tidak sah Karl dan menuduhnya sebagai pria yang tidak setia. Ketika ada artikel yang membahas berita ini di website, orang-orang mulai menuliskan komentar mereka terhadap apa yang mereka baca.


Kebanyakan dari mereka mengasihani Liyuna dan juga Sara, beberapa diantaranya mengecam Karl karena sudah berani membawa anak tidak sah miliknya ke rumah yang ditinggal anak kandung serta istrinya, beberapa lainnya bersikap sok tahu dan mengatakan kalau keluarga kaya memang selalu bermasalah.


Tidak ada satu pun yang tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi di keluarga Castris. Sejak dulu, keluarga itu selalu dipandang sebagai keluarga paling bersih dan bebas skandal. Namun karena masalah ini, semua orang yang membenci dan iri pada Castris menunjukkan taring mereka.


Tidak ada yang lebih menakutkan dari penyerangan dalam dunia maya. Semua orang mengutarakan pendapat mereka dengan bebas, Karl adalah satu-satunya orang yang terkena dampak itu lebih dari siapapun juga.


Jika hanya melihat apa yang ada dalam berita, semua orang pasti akan berpikir Karl lah yang salah. Sumpah serapah ditujukan padanya dan juga Yuriel yang tak tahu apa-apa.


Namun, Karl tidak mencoba untuk mengehentikan berita tersebut. Membuat semuanya semakin menjadi-jadi dan sulit untuk di padamkan.


TBC


[A/N : Maaf guys kalau kualitas tulisanku menurun dan terkesan tergesa-gesa]


^^^Next :^^^


^^^Chapter 43 - Keadaan^^^