Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 58 - Ketua OSIS



Liyuna sudah berdiri di depan pintu ruang OSIS, dia menekan bel yang ada di dekat pintu dan menunggu untuk seseorang membuka pintu untuknya dari dalam.


"Halo, ada yang bisa kami bantu?" Seorang gadis berambut pendek membuka pintu setelah mendengar suara bel. Dia melihat Liyuna berdiri di depan ruang OSIS dan menanyakan apakah Liyuna butuh bantuan dari OSIS.


"Halo, selamat siang senior. Saya ingin menyerahkan formulir pendaftaran."


"Ah, kau murid yang kepala sekolah ceritakan? Liyuna bukan?"


"Benar, saya Liyuna."


"Ayo masuk dulu ke dalam."


Liyuna mengikuti ucapan senior yang membukakan pintu untuknya dan masuk ke dalam ruang OSIS.


Di dalam terdapat banyak sekali rak yang dokumen dan meja untuk anggota OSIS, lalu di tengah ruangan ada sofa dan meja untuk menerima tamu.


Liyuna dapat melihat beberapa anggota OSIS lainnya sedang sibuk membaca dokumen di meja mereka masing-masing dan beberapa diantaranya sedang bersantai-santai. Melihat kedatangan Liyuna, semua orang di ruang OSIS menghentikan kegiatan mereka dan menatap Liyuna.


"Ketua, ada murid baru yang mau mendaftar." Ucap gadis yang tadi membukakan pintu untuk Liyuna. Namanya adalah Ivoria dan mengemban tugas sebagai bendahara pertama OSIS.


Seorang gadis yang duduk di meja bertuliskan ketua OSIS menatap Liyuna, ia adalah gadis cantik berambut pirang dan bermata hijau zamrud.


Veya Kosch.


Liyuna mengenal gadis itu. Dia adalah Veya, salah satu tokoh sampingan yang menjadi rival Yuriel dalam rute Allen. Veya yang dua tahun lebih tua jatuh cinta pada Allen yang lebih muda darinya. Ia sering kali berkompetisi dengan Liyuna untuk mendapatkan perhatian Allen namun selalu saja tidak berhasil. Dia juga merupakan tokoh malang seperti Liyuna yang cintanya bertepuk sebelah tangan.


Liyuna tidak tahu bagaimana ekspresinya saat ini yang pasti dia tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Di dalam game tidak pernah disebutkan kalau Veya dan Allen satu sekolah saat SMP. Veya mengejar cinta Allen ketika memasuki SMA dan hanya satu kalimat untuk menjelaskan cinta Veya pada Allen.


Veya menyukai Allen sudah sejak lama, lebih lama dari yang kalian bayangkan.


Ketika melihat Veya disini, Liyuna menjadi sangat yakin kalau Veya jatuh cinta pada Allen sejak SMP dan cintanya tak terbalas hingga akhirnya ia menikah dengan orang lain karena perjodohan.


Meski akhirnya Veya menikah dengan orang lain, dia hidup bahagia karena mendapat suami yang mencintainya, berbeda dengan Liyuna yang berakhir mati ditusuk oleh seseorang. Hanya di rute Allen Liyuna berubah menjadi sosok yang berbeda, dia kehilangan harga dirinya hingga melakukan sesuatu yang membuatnya terlihat murahan di mata orang lain. Semua orang mengecam Liyuna bahkan memakinya. Di umur yang masih sangat muda, Liyuna memutuskan untuk menjadi wanita simpanan pria kaya setelah kehilangan seluruh hak waris dan terusir dari keluarga Castris.


Liyuna yang sebelumnya sering berbuat jahat pada Yuriel kehilangan segala yang ia miliki dan berakhir menjadi wanita simpanan. Ia dengan berani datang ke pesta pengalihan hak waris untuk Yuriel, memakai gaun merah menyala dan make up yang begitu dewasa. Dia bukanlah Liyuna yang sebelumnya. Dia adalah Liyuna yang masih menjadi kuncup, melainkan Liyuna yang sudah mekar seutuhnya. Begitu menawan seperti bunga mawar namun juga begitu berbahaya.


Meski sudah sifatnya berubah, akhir dari seorang wanita jahat tidak akan berubah. Liyuna mati tertusuk di umurnya yang ke-25, kematiannya disaksikan oleh seluruh tamu undangan dan menjadi tontonan semua orang.


"Apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya Veya, ia merasa sedikit canggung karena Liyuna terus menatapnya.


Lamunan Liyuna buyar seketika setelag mendengar suara Veya, ia kembali dalam kenyataan dan mulai membuang perasaan yang tidak penting.


"Maaf, saya hanya berpikir ketua OSIS sangat cantik." Ucap Liyuna.


Liyuna tidak bohong ketika mengatakan hal itu. Veya adalah gadis yang cantik, rambutnya terlihat seperti emas dan bola matanya terlihat seperti permata zamrud. Perpaduan warna unik yang sulit ditemui. Jika dibandingkan dengan warna rambut Liyuna yang begitu biasa, tentu saja rambut milik Veya akan terlihat sangat kontras.


Veya terlihat sedikit terkejut karena Liyuna tiba-tiba memujinya, namun ia tidak besar kepala dan malah memuji Liyuna balik.


"Tolong panggil saya Liyuna saja."


Liyuna mendekat kearah Veya dan menyerahkan formulir pendaftaran yang sudah ia isi sebelumnya di ruang kepala sekolah.


"Ini formulir pendaftaran saya."


Veya menerima formulir yang diberikan oleh Liyuna, "Meski kau masuk lewat jalur istimewa kau harus tetap mengikuti prosedur."


"Tentu saja, saya siap mengikuti semua prosedur."


Meski Liyuna masuk OSIS lewat jalur belakang dan sudah pasti akan diterima, Veya tetap mengharuskan Liyuna mengikuti prosedur. Ia tidak mau Liyuna dengan enaknya langsung bergabung tanpa mengikuti prosedur yang ada.


"Aku senang kau mudah diajak komunikasi."


Veya memuji Liyuna yang mau mengikuti prosedur tanpa protes. Selama ia menjabat sebagai ketua OSIS di SMP Lunaria, banyak sekali anak yang berasal dari keluarga berpengaruh enggan untuk mengikuti prosedur. Kebanyakan dadi mereka ingin langsung diterima hanya dengan mengumpulkan formulir. Hal ini membuat pekerjaan seluruh anggota OSIS semakin bertambah dan membuatnya pusing.


Veya bukanlah orang yang berasal dari keluarga peringkat atas melainkan peringkat menengah. Dengan posisi keluarganya yang tidak terlalu tinggi, sulit baginya untuk menolak orang-orang yang berada di atas keluarganya secara gamblang karena itu lah dia harus memikirkan berbagai macam alasan untuk membuat mereka menyerah dan tidak jadi mendaftarkan diri ke OSIS.


Meski begitu, Veya adalah orang yang kompeten. Dia mengemban tugas ketua OSIS dengan baik bahkan sejak ia pertama kali masuk OSIS dan belum memiliki jabatan apapun. Dengan kemampuannya yang mumpuni, dia bisa menjadi ketua OSIS dan mampu untuk menjadi pemimpin yang baik bagi anggota lainnya.


"Kalau begitu, saya permisi."


Liyuna mengundurkan diri dan keluar dari ruang OSIS. Di dalam ada cukup banyak anggota OSIS namun melihat seluruh meja kerja Sekretaris kosong, sepertinya dia sedang tidak ada di sana, begitu juga dengan wakil ketua OSIS.


Liyuna bergegas ke ruang musik untuk bertemu dengan Yuriel, sesampainya di sana ia bisa mendengar suara merdu biola yang sedang Yuriel mainkan.


Sejak dulu Yuriel memang sangat pandai dalam bermusik jika dibandingkan dengan Liyuna. Wajar, dia adalah tokoh utama yang selalu memiliki banyak kelebihan diantara orang lainnya. Meski ia awalnya hidup dalam kesederhanaan, Yuriel mampu beradaptasi dengan kelas sosial keatas dengan mudah.


Meski Liyuna juga dapat beradaptasi namun tidak semudah dan secepat Yuriel. Saat pertama kali ia ada di dunia Red String, Liyuna sulit untuk menerima semuanya, ia membutuhkan waktu cukup lama bahkan ia tidak keluar rumah selama setahun karena belum terbiasa dengan suasana baru. Pertama kali ia mengelilingi rumah pun ketika ia memutuskan untuk melihat taman belakang yang ada di kediaman Castris.


Liyuna menatap Yuriel dari balik pintu lewat kaca yang ada di sana. Tangan kecil Yuriel memainkan biola dengan sangat anggun, rambut coklatnya yang mirip karamel ia ikat kuda supaya tidak menganggu permainannya. Bola mata hazel nya tidak terlihat karena ia menutup mata dan kulit putihnya sangat kontras dengan warna coklat dari biola.


Sebagai seorang pemeran utama wanita dalam game otome, Yuriel adalah orang yang sangat cantik. Ia memiliki tempramen yang baik dan bukan tipe orang yang hanya menjadi beban orang lain. Ia pintar dan juga rendah hati, tidak pernah sekali pun ia membenci Liyuna, itu lah yang tertera dalam salah satu narasi di dalam game.


Setelah mengenalnya selama beberapa tahun, Liyuna pun menyukai Yuriel. Baginya, Yuriel adalah adik yang sangat berharga dan harus dia lindungi. Meski pemeran utama tidak mungkin meninggal namun pemeran utama juga bisa mendapatkan bad ending.


Ya, sama seperti yang ada di dalam game, Yuriel juga memiliki bad endingnya sendiri. Meski tidak sampai menghilangkan nyawanya, bad ending yang di dapat Yuriel terkadang juga bukan sesuatu yang bisa di syukuri.


Liyuna tidak mengerti kenapa developer game sangat menyukai cerita tragedi dimana tokoh yang mereka buat menderita.


Red String. Seperti judulnya, semua yang terjadi di dalam game tersebut saling berkaitan.


TBC