My Husband's Darkness

My Husband's Darkness
Memprofokasi!



Castor benar-benar di buat terkejut melihat keluar dimana Kellen tengah di sandra oleh salah satu Ajudan Johar yang sekarang keluar dari tempat persembunyiannya.


Nyatanya Markas ini sudah di kepung oleh para anggota baru yang terlihat menodongkan senjata pada mereka.


Kellen terperangkap dalam todongan pisau seorang pria yang memakai sarung tangan dengan pakaian serba hitam bermasker.


"A..Ax!" gumam Kellen bergetar kaku di sekangan pria ini. Para anggota yang ada di luar juga sudah di ancam jangan masuk atau keadaan benar-benar akan rumit.


Sementara Johar. Ia bertepuk tangan di hadapan Axton yang hanya diam berdiri tegap dengan wajah dingin bertambah beku.


"Lihat!!! Lihat bagaimana aku menggagalkan semua rencanamu. Hm?"


"Kauuu!!" geram Castor mengepal kuat. para Ajudan Johar terlihat benar-benar menguasai susana ini dan berbagai tempat dan sudut.


"Jangan kau kira aku tak bisa membaca taktikmu. Putra Fander! Kau itu sama saja dengan Ayahmu."


"Kau yang sudah menjadi lintah di Keluarga kami!!! Brengsekk!!" maki Castor ingin meninju Johar tapi 3 Ajudan di belakangnya, langsung menahan bahu Castor dengan todongan senjata.


Tentu ini semua membuat Johar puas bahkan sangat puas. Dengan begini, ia bisa membuat Axton tak berkutik karna sang kekasih sudah terancam mati.


"Lihatlah!!! Kekasih hatimu yang sekarang di ambang kematian. Bukankah ini sangat menarik?!"


"Kau luar biasa. Tuan!" puji para Ajudan sana membanggakan Johar yang semakin terbang ke awang-awang.


Ia melihat Kellen yang tampak meminta bantuan pada Axton yang hanya diam tak bergerak sama sekali. Padahal, pisau itu sudah akan mengoyak leher jenjangnya.


"A..Ax!"


"Dengar! Dia..dia memanggilmu, ayo.. Ayo selamatkan, Cinta palsu mu itu." ucap Johar seakan mencemaskan Kellen yang hanya bisa diam dengan raut wajah piasnya.


"M..Maksudmu apa?"


"Kau tak tahu?"


Tanya Johar menyeringai. Ia bisa memanfaatkan ini agar Kellen membenci Axton dan keberuntungan kembali berpihak padanya.


Kellen menatap Axton dengan pandangan penuh tanya. Ia terlihat benar-benar tak mengerti akan semua ini.


"Kau benar tak tahu. Ha?"


"A..apa? A..Ax! kau..kau kenapa? Kau bilang kau tak akan me.."


Johar sekali lagi terbahak mendengar ucapan bergetar Kellen yang terkejut akan semua itu. Matanya berkaca-kaca menatap Axton yang hanya diam setia dengan raut datarnya.


"A..Ax! Apa..apa ini?"


"Dia hanya memanfaatkan-mu. Cantik!"


"M..Maksudmu?" tanya Kellen benar-benar terlihat tak menyangka. Tatapan penuh tanyanya masih di layangkan pada Axton yang juga tak mengalihkan matanya dari Kellen.


"Dia hanya memanfaatkan mu untuk menyakiti Daddy mu. Dia berencana untuk mempermainkan hatimu seperti apa yang telah Daddy mu lakukan dulu. Mempermainkan Keluarganya."


"T..Tidak.. Daddy ku tak seperti itu. Aku..aku sudah mengatakannya. Bukan? A..Ax kau..."


"Itu benar."


Jawaban Axton membuat Kellen melebarkan matanya. Tetesan air bening turun dengan raut kekecewaan yang membuat suasana sendu.


"A..Ax!"


"Aku memang hanya mempermainkan mu."


Kellen seketika lemas. Matanya tak lagi membendung air bening yang sekarang merembes keluar, rasanya sangat sakit.


"K..kau b..bohong-kan? Kau.."


"Aku memang ingin mempermainkanmu!"


"Kau bohooong!!!!" teriak Kellen menggeleng tak mau mempercayainya.


Ia tak akan menerima ini karna sekarang hatinya sudah ia serahkan pada Axton walau mereka belum sepenuhnya menyatu.


"Aku tak berbohong."


"K..kau bohong. Hiks! i..itu tak benar."


Bantah Kellen membuat Johar prihatin. Cinta itu memang rumit dan itu karnanya ia tak mau jatuh cinta, Istrinya hanya tempat pabrik produksi baginya.


"Cih. Kau sangat menyedihkan." decih Johar menghela nafas kasar.


Axton melangkah mendekati Kellen yang masih menatapnya sendu dan sangat nanar. Sungguh Axton tak pernah suka dengan raut seperti ini.


"Aku akan mengampunimu jika kau membunuhnya di hadapanku."


"Lakukan! Jika tidak, jangan harap kau bisa selamat."


"Membunuh." gumam Axton menatap Kellen yang juga memandangnya dalam.


Kilatan luka itu terlihat di manik Amber Kellen yang tertekan dengan semua ini.


Dari mata itu mereka bisa melihat jika Kellen ingin Axton menjelaskan semuanya.


"A..Ax!"


"Bunuh dia!!!" perintah Johar mendesak Axton melakukannya. mereka semua menahan nafas akan suasana ini apalagi Castor yang sudah tak bisa menahan diri.


"Axton!! Jangan lakukan itu, kau mencintai Kellen! Kau memang menyayanginya!!!"


"DIAAM!!!"


Bentak Johar pada Castor yang mengepal kuat. Ia benar-benar ingin mengoyak Johar yang sangat licik.


"Kau!! Kau tak akan pernah bisa bebas!! Kau akan mati. Sialaan!!"


"Benarkah? Apa aku akan bernasib sama seperti. Daddymu?!"


Castor hanya diam dengan kobaran kebencian yang nyata. Jika tak dalam situasi ini, ia sudah lebih dulu melepas bongkeman ke wajah Johar.


"Kau bahkan tak tahu, apa-apa tentang orang tuamu!"


"Kau bicara apa. Ha?? Kau yang membunuh mereka semua!!!"


Johar terbahak mendengar ucapan Castor yang tengah meledak-ledak. Ia ingin memberi tahu sedikit rahasia sebelum pria ini mati.


"Apa aku terlihat sekuat itu hingga membunuh Ayahmu. Hm?"


"Apa yang telah dia lakukan?"


Batin Castor tak bisa mengerti apa yang Johar maksud. Pria ini sangat pandai bermain kata-kata.


"Mereka yang terlalu na'if dalam Cinta! terlalu menyayangi wanitanya. Itu sangat mengharukan. Bukan?"


"Yah. Karna mereka pria sejati, tak seperti kau. Busuk!" umpat Castor memancing emosi Johar yang tak akan mengampuninya.


"Yah. Aku memang busuk, tapi sialnya. Aku tak tahu dimana mayat para pria sejati itu."


"Masimo itu memang sangat pantas bersanding denganmu. Kalian sama-sama picik." geram Castor membuat Johar menyeringai iblis.


"Aku tak pernah mau berteman, mereka yang munafik."


"Kauu!!!"


"BUNUH MEREKA SEMUA!!!"


Titah Johar keras dan menggelegar. Ia tertawa keras menunggu ledakan senjata yang akan menumpahkan darah-darah para putra musuhnya ini.


Namun. beberapa lama kemudian belum ada yang melepas tembakan membuat Johar menyeringit berbalik menatap Axton.


"Kenapa kalian d.."


Duarr..


Mata Johar membulat kala melihat semua senjata tertuju padanya termasuk para Ajudan yang ada di belakangnya.


"K..Kalian.."


Johar lagi-lagi di buat syok kala Kellen sudah beralih masuk ke pelukan hangat Axton yang tampak menatapnya dengan pandangan sangat licik dan misterius lalu memandang lembut wajah cantik Kellen.


Satu tangan kekarnya membelit pinggang ramping Kellen dan satunya lagi mengusap sisa air mata di pipi lembut mulus itu.


"Aku melarangmu menangis. Tapi, kau tetap melakukannya."


"Apa Aktingku bagus?" tanya Kellen mengalungkan tangannya ke leher kokoh Axton yang menarik sudut bibirnya culas.


"Sangat luar biasa."


Puji Axton membuat Kellen memerah. Ia memberanikan diri bersikap seperti ini karna ingin membuktikan pada Johar jika ia dan Axton tak semudah itu di provokasi.


Melihat ini semua Johar benar-benar naik pitam. Tak ia sangka semua ini sudah direncanakan oleh Axton yang tadi sangat mempermainkannya.


Sedangkan Castor. Ia masih terkejut akan keadaan yang berbalik, rencana mereka bukan ini. Kapan Axton menyusunnya?"


.....


Vote and Like Sayang..