
Mentari diatas sana sudah tampak segar dengan semangat juang yang tinggi. Kemilau indahnya menyebar sampai kesemua permukaan bumi yang ditakdirkan untuk bersinar pagi ini.
Kesegaran dari nuansa mentari itu, menyatu dalam kehijauan taman dan air kolam yang beriak kecil karna ikan-ikan di dalamnya tengah berlomba makanan.
Kiranya itulah yang menyita perhatian sosok tampan dengan wajah dingin dan tatapan datar itu. Ia tengah menabur pakan ikan yang tadi di berikan Kellen yang tengah berdiri tepat di belakangnya.
"Jangan banyak-banyak. Nanti airnya cepat kotor."
Axton mengangguk berhenti menabur pakan itu. Ia tengah duduk di tepi kolam tak melepas pandangannya ke arah ikan-ikan itu.
Sekilat kemudian. Kellen tersentak saat tangan Axton menyambar ikan yang ingin naik ke permukaan.
"Aax! Kau..."
"Kell!" memberikan ikan yang berwarna putih dengan corak hitam dan merah di tubuhnya.
"Masukan lagi. Kau ini benar-benar."
"Hm."
Axton kembali memasukan ikan itu dengan pandangan menyulut amarah kala dia terus muncul di permukaan air.
"Dia seperti itu karna ingin makan. Ax!"
"M..Makan?"
"Yah, seperti ini."
Kellen beralih duduk di tepi kolam tepat di samping Axton yang memperhatikan tangan Kellen yang masuk ke dalam air membiarkan ikan-ikan itu makan di atas tangannya.
"Lihat. Mereka hanya makan, tak aneh-aneh."
"A.Aneh.."
"Yang mana? Coba lakukan seperti ini." ucap Kellen menarik lengan Axton hingga pria itu dengan kaku memasukan tangannya ke dalam air.
Kellen menahan senyuman kala Axton tampak geram ingin mencengkeramnya tapi ia urungkan karna larangan Kellen tadi.
"Mereka tak jahat. Mereka baik, Ax!"
"J..Jelek.." gumam Axton mengangkat tangannya dari dalam air.
Ia memilih merapat ke arah Kellen dengan satu tarikan merengkuh tubuh wanita itu kepelukannya.
"Ada apa. Hm?" tanya Kellen mengusap kepala Axton yang bersandar ke bahunya.
"I..itu.." menunjuk air pancuran singa di dekat taman.
"Itu patung. cantik, bukan?"
"Tidak!"
"Kenapa tidak?" tanya Kellen merapikan kaos santai Axton yang menggeleng saja. Ia lebih tertarik membenamkan wajahnya ke ceruk leher Kellen yang pagi ini begitu feminim dengan Dress selutut yang selalu memberi kesan elegan.
Namun. Axton berusaha menahan rasa pusing yang menjalar di benaknya, ia tak tahu kenapa tiba-tiba kepalanya terasa berputar.
"Kell!"
"Hm? Ada apa?"
"P...pusing."
Kellen terdiam sejenak lalu meraba kening Axton. tak panas sama sekali.
"Kau sakit! Dimana? Apanya yang sakit?"
"Kell!" gumam Axton meletakan tangan Kellen keatas kepalanya.
Dengan begini saja Kellen paham jika Axton tengah pusing. Tapi kenapa? apa pria ini memikirkan sesuatu?
"Kalau begitu ayo istirahat. Aku akan cari obatnya."
"Hm."
Axton tak ingin beranjak dari duduk ini hingga memaksa Kellen untuk berdiri dari tempatnya.
"Ax! Tunggu disini, aku ke dalam sebentar."
"J..Jangan." gumam Axton menahan lengan Kellen yang ingin pergi.
"Ax! Hanya sebentar, aku akan tanyakan apa ada obat pusing pada Castor."
Axton tetap menggeleng kembali menarik tangan Kellen hingga wanita itu terduduk dengan wajah cemasnya.
"Ax!"
"D..Disini." gumam Axton enggan untuk pergi kemanapun.
Kellen menghela nafas. Ia tak bisa begini terus, lagi pula ia belum mengambilkan makan pagi untuk Axton yang tak pernah memintanya.
"Ax! Mau bermain?"
"M..Main?" bingungnya tapi Kellen mengangguk.
"Iya. Nanti kau pejamkan matamu, aku akan membuat kejutan setelah kau membuka mata."
"K..Kejutan?"
"Yah. Kau mau? Ini sesuatu yang spesial. Bagaimana?" tanya Kellen mengusap rahang tegas ini lembut.
"Hm." mengangguk datar.
"Kalau begitu. Coba pejamkan matamu, kalau belum aku suruh buka jangan di buka dan tak boleh pergi dari tempat ini! Paham?"
"P...Paham."
"Good Boy." ucap Kellen menepuk pundak kokoh Axton yang dengan cepat memejamkan matanya.
Melihat Axton yang asik dengan itu. Kellen memanfaatkannya untuk pergi ke dapur.
"Kell!"
"Tunggu sebentar. Saat aku suruh buka, kau harus membukanya."
Axton mengangguk menunggu suara perintah dari Kellen. Sayangnya wanita itu sudah perlahan berdiri dengan langkah pelan menjahui Axton.
"Aku rasa di tinggal sebentar Axton tak akan sadar." gumam Kellen lalu melangkah pergi ke arah Kediaman Utama.
Axton masih menunggu. Ia mengerutkan dahinya saat merasa tak ada aura keberadaan Kellen disini.
"Kell!" panggil Axton meraba tempat di sampingnya.
Namun, spontan matanya terbuka kala tak merasakan keberadaan wanita itu.
"Kell!!" gumam Axton langsung berdiri. Ia menatap tajam seluruh tempat di sekelilingnya tapi tak ada gambaran visual cantik itu.
Nafas Axton mulai memburu. Tatapan matanya mendingin dengan amarah yang jelas kembali terlukis.
"Kelll!!! Kelll!!!" ucap Axton keras seraya melangkah ke arah taman.
Benda-benda disini masih asing baginya membuat Axton merasa terancam dan tak menyukai tempat ini tanpa kehadiran Kellen.
"Kell!!! Kelll!!" bentak Axton mencari ke berbagai sudut. Ia melangkah cepat ke arah belakang Kediaman utama menjauh dari bangunan kecil kamar Kellen.
"Kelll!!! Kelll!!!"
Suara Axton menggema di halaman belakang. Ia menatap penuh ancaman pada semua objek yang ada di netra elangnya.
Kaki jenjang Axton menendang Tangki air di dekat selang pengisian hingga roboh ke bawah. Suara-suara itu mengundang para penjaga Kediaman yang berlarian ke arah sana.
Namun. Mereka bertemu dengan Groel yang tiba-tiba muncul dari samping dinding pembatas bangunan ini.
"Tuan!"
"Kalian pergilah ke depan. Aku akan mengurus ini."
"Tapi..."
"Pergilah. Katakan tak ada yang terjadi disini." ucap Groel menekan para penjaga itu untuk kembali ke depan Kediaman.
Karna tak bisa berbuat banyak. Mereka langsung mengangguk melangkah pergi sesekali menatap kebelakang dimana Groel masih berdiri di tempat yang sama.
"Aku rasa itu tadi ulah pria itu?"
"Biarkan saja. aku tak mau mati seperti penjaga semalam."
Desas-desus mereka urung untuk melihat. Kala para penjaga itu sudah pergi, Groel mengisyaratkan agar satu pelayan wanita di sampingnya mendekat.
"Tuan!"
"Ikuti aku!"
Wanita itu mengangguk membawa nampan di tangannya mengikuti Groel ke belakang Kediaman.
"Tuan." gugup wanita itu kala melihat sosok mengerikan yang tengah mencari seseorang di Kebun belakang. Beberapa Tangki disini sudah roboh bahkan pipa airnya pecah.
"Pergi dekati dia dan katakan makanan ini dari Kellen."
"T..Tapi.."
"Pergii!!" mendorong pelayan itu kedepan hingga mau tak mau ia memberanikan diri walau tungkainya tengah mengigil.
Setiap tapakan kakinya ke tanah ini terasa sangat berat seakan menahan agar tetap di tempat. Tapi, ia tak bisa menolak perintah Groel.
"T..Tuan.."
Suaranya bergetar takut menahan rasa panik kala melihat mata dingin berkobar amarah itu terlempar ke arahnya.
"T..Tuan ini.. Ini dari Kellen."
"Kell!!" gumam Axton dengan nafas memburu mendekati wanita itu.
Langkah lebar Axton membuat pelayan itu seakan mati di tempat dengan wajah pucat pasih.
"Kelll!!!" bentak Axton berdiri dengan sangat jantan tapi aura membunuh itu membuat tubuhnya mendingin.
"I..ini..ini dari Kellen. Dia..dia ada urusan. Ini.. M..makanan."
Mendengar nama Kellen di sebut. Axton terdiam menatap nampan berisi sepiring roti ini membuat seringaian Groel muncul.
"Makanlah. Itu pemberian dari kesayanganmu."
.....
Vote and Like Sayang..
.Maaf ya say, author baru pulang nggak sempet up di sklh tadi😩