
Hentakan suara Heels dari sepasang kaki jenjang itu telah menapaki lantai Resort yang tampak sudah sunyi. Hanya ada beberapa pengawal dan para pelayan yang tampak berderet rapi menyambut kedatangannya.
Dekorasi tirai putih Resort berterbangan indah karna belaian udara pantai yang sangat segar. nuansa mendung diatas sana begitu cocok untuk menikmati kedamaian.
"Selamat datang. Dokter!!"
Kellen hanya memberi senyuman cantiknya mampu membuat mereka kagum dan tahu kenapa bisa Tuan Muda di dalam sana begitu menyewa tempat ini hanya untuk seorang Dewi seperti wanita ini.
Sementara Castor. Ia merasa ini sedikit berlebihan, bunga-bunga yang di letakan di beberapa sudut Pagar Resort tampak mengusung Tema Romantis. Ini bukan lagi sebuah pertemuan formal.
Tapi, Agatha tak mengerti muslihat itu. Ia terlihat bersemangat berjalan di belakang Kellen yang di tuntun kepala Pelayan ke arah meja makan yang langsung berhadapan dengan pantai indah di depan sana.
"Silahkan. Dokter!"
"Terimakasih." jawab Kellen masuk dan ia melihat ada seorang pria berjas tampak rapi dengan rambut klimis dan wajah yang cukup tampan.
"Dokter Kellen!"
"Selamat pagi, Presdir!" sapa Kellen menduga jika itu adalah Pimpinan Perusahaan Christofer sementara pria yang ada di sampingnya adalah sang asisten.
"Pagi, apa ada gangguan di jalan?"
"Maaf, saya membuat anda menunggu lama." segan Kellen mendekat dengan wajah mempesona yang mampu membuat Galvin gagal fokus. Ia sebenarnya selalu gugup ketika melihat Kellen dari kejahuan tetapi, nyatanya wanita ini lebih cantik dari yang dulu ia lihat.
"A.. Tak apa. Aku juga baru sampai."
"Ouh. Baguslah kalau begitu." jawab Kellen agak canggung dengan bahasa yang Galvin katakan. Ferry tahu Tuannya tengah canggung dan tak percaya diri.
"A.. Perkenalkan aku Galvin Christofer!"
"Kellen Lutz DeBerry!" jawab Kellen menjabat tangan Galvin yang tadi ingin bersalaman. Seketika Galvin tampak berkeringat dingin mencoba tetap tenang dengan mata selalu menatap lembut Kellen yang merasa gelisah. Apalagi, Galvin tampak enggan melepas jabatan tangan ini.
"Tangannya sangat lembut."
Batin Galvin merasa begitu terpana. Melihat keanehan ini Kellen segera menyentak tangannya menarik Galvin dalam kesadaran dunia kembali.
"A.. M..maaf. Aku..aku terlalu bersemangat."
"Hm. Aku mengerti." jawab Kellen menurut kala di persilahkan duduk di kursi tepat dihadapan Galvin yang terlihat risih dengan keberadaan Castor. Bagaimana tidak? Castor melempar pandangan yang sangat menghakimi dirinya.
"Apa dia Kekasihmu?"
"Ini?" tanya Kellen melihat Castor yang tampak tak menyukai Galvin.
"Yah. Sedari tadi dia memelototiku."
"Ouhh. Dia ini temanku, abaikan saja wajahnya karna dia memang begini." jelas Kellen tak mau ada pertengkaran.
Alhasil ia mengisyaratkan Agatha untuk memberikan Proposal yang sudah di setujui kemaren di atas meja.
"Ini Proposalnya dan untuk Kontrak kerja, Asisten anda bilang, kalian akan menyiapkannya."
"Yah. Ini Kontraknya dan cukup Kalian baca." jawab Ferry memberikan Dokumen itu pada Kellen yang mengambilnya.
Mata amber yang bergerak fokus meneliti semua tulisan dan pernyataan yang di buat membuat Galvin asik memandanginya.
"Maaf, tapi apa saya harus bekerja sama dengan Perusahaan anda selama 5 Tahun?"
"Yah. Kami sangat menginginkan keterampilan dan kecerdasanmu, Dokter! Aku ingin kau bekerja lebih lama dan saling menguntungkan." jelas Galvin memang ingin membuat Kellen terikat dengan pekerjaan ini dan mereka akan sering bertemu. Membayangkannya saja sudah membuat ia senyam-senyum sendiri.
"Tapi, itu terlalu lama. Aku hanya bisa menjalani Kontrak selama 1 Tahun atau kurang dari itu."
"Kenapa? Bukankah itu menguntungkan bagimu?" sambar Galvin mulai mendesak Kellen yang belum terfikir sampai ke sana.
"Maaf, tapi disini saya juga akan membayar denda jika Perusahaan anda rugi dan.."
"Dokter! Perusahaan Presdir Galvin itu sangat besar, jika sekali saja kita berhasil mencapai Target. Maka Impian anda akan cepat terwujud." bisik Agatha sangat ingin melakukannya.
Kellen diam mencoba untuk mengambil keputusannya. Agak aneh memang dalam Kontrak perjanjian ini seakan-akan terus memerasnya untuk bekerja.
"Bagaimana? Aku yakin kau sangat cerdas. Dokter Kellen!"
"Maaf, saya menolak."
Seketika Galvin terkejut bersamaan dengan Agatha yang tak menyangka Kellen akan menolak tawaran emas ini.
"Dokter!"
"Sekali lagi Maaf, saya tak setuju dengan isi Kontrak ini. Memang sangat menggiurkan membayangkan keuntungannya tetapi kerugian itu lebih besar terjadi." jelas Kellen sangat berwibawah. Castor tersenyum licik, nyatanya Kellen tak sebodoh itu.
"Kau ingin berbisnis. Untung dan Rugi itu hal biasa. Dokter!" sarkas Galvin merasa tak terima. Kalau begini Mommynya pasti akan terus mengusik Kellen.
"Aku tahu, dalam bisnis hal itu sangat normal! Tetapi, aku belum bisa menjamin jika Klinikku akan bisa mencapai Standar Kontrak karna sekarang saja kami mengalami masalah. Aku jujur dan tak mau mengada-ngada."
"Itu bukan masalah bagiku." bantah Galvin begitu menginginkan Kontrak ini.
"Dokter! Percayalah, kami sangat menginginkan kerjasama denganmu."
"Tapi resikonya mencekik." jawab Kellen sudah tahu kemana arah Kontrak ini. Jika ia nanti melakukan kesalahan maka Klinik yang ia bangun dengan lelehan keringat dan air mata itu akan hilang dalam sekejap.
Melihat keyakinan dan komitmen Kellen yang kuat. Galvin merasa tak punya cara lagi untuk bisa menolong Kellen dari rencana kehancuran itu.
"Dokter! Menikahlah denganku!"
Mata Kellen melebar mendengar pernyataan Galvin yang terlihat sangat serius. Ia menatap Agatha yang juga terkejut.
"A..anda bercanda. Presdir!"
"Aku serius, kau tak perlu bekerja sekeras itu lagi dan hanya.."
"Aku rasa ini sudah selesai." sela Kellen berdiri ingin pergi tapi Galvin dengan cepat menghalangi langkahnya.
"Kellen!"
"Kauu!"
Castor menghalangi Galvin yang tampak ingin menyentuh Kellen yang benar-benar tak menyangka akan begini.
"Aku tahu ada masalah besar di Klinikmu. dengan menyetujui Kontrak itu masalahmu selesai. Kellen!"
"Maksudnya apa?" gumam Kellen merasa tak mengerti. Ia tahu masalah itu belum usai tapi bukan berarti ia menjual namanya hanya untuk hal yang seperti itu.
"Aku bisa mengembalikan nama baikmu. Pasti sekarang banyak Media yang datang ke tempatmu, dan jika Daddymu sampai tahu dia pasti akan Kambuh."
"Dari mana kau tahu. Ha??" tanya Kellen syok dengan penuturan Galvin barusan.
"Aku tahu semua tentangmu. Sekarang, kau hanya punya satu pilihan. Ikut denganku atau semuanya akan hancur."
"Siapa yang mengizinkanmu mendesak ISTRIKU. hm?"
Duaar..
Suara berat khas seseorang itu membuat mereka semua menoleh ke arah pintu masuk Resort. Mata Kellen melebar dengan Agatha yang memucat, ia tahu sosok ini yang kemaren membuatnya ketakutan.
"D..Dia.."
..........
Vote and Like Sayang..