My Husband's Darkness

My Husband's Darkness
Ternyata itu kau!



Sesuai ajakan Martinez tadi siang akhirnya malam ini Kellen memutuskan untuk ikut ke pusat kota. Keramaian memekik histeris kala pertunjukan besar itu akan di mulai.


Bak segerombolan semut di sebuah lapangan besar, mereka memenuhi tempat area Pertunjukan meriah ini.


Lampu-lampu gedung pencakar langit sana redup seakan memfokuskan diri untuk segera terpancar ke galaksi diatas sana.


Udara dingin yang menyeruk tak menyurutkan semangat jiwa. Mereka masih saja bertahan dengan Mantel hangat yang membalut untuk sekedar berjaga-jaga walau salju belum turun malam ini. Ntahlah, sulit untuk berdesakan dengan manusia sebanyak ini.


Alhasil Kellen hanya bisa melihat dari dalam Mobil. Baby San yang ada di pangkuannya bahkan lebih tertarik memainkan jemari lentik Mommynya yang sangat ia kagumi.


"Ayo keluar!"


"Tidak. Ini terlalu ramai." jawab Kellen malas. Martinez menghela nafas dalam merotasikan matanya menembus kerumunan manusia didepan sana.


"Ayolah. Untuk apa kau pergi jika hanya menunggu didalam sini."


"Aku malas. Lagi-pula pertunjukannya masih lama."


Jawaban Kellen benar-benar sangat menyebalkan. Sudah jelas suara penyambutan itu sudah terdengar sedari tadi.


Bahkan, para anggota yang menjaga Kellen bisa menduga betapa megahnya acara malam ini.


Tak ingin memaksa Kellen yang keras kepala. Akhirnya Martinez menepis egonya dengan membuka pintu Mobil lalu berdiri sebentar melihat penampilannya dari kaca Spion.


Ia memang sudah sangat tampan dengan Hoodie coklat ini. Jika berjalan dengan Kellen yang sungguh cantik malam ini pasti akan sangat memancing kekesalan Axton.


"Keluarlah! Acaranya akan di mulai."


"Pergi saja sendiri." jawab Kellen memilih diam memejamkan matanya. Baby San menatap tajam Martinez yang segera mencari akal agar Kellen mau keluar.


"Ini waktu yang pas untuk bersenang-senang. Kell! Ajak putramu melihat kembang api, dia pasti menyukainya."


Kellen membuka pelupuk netra amber itu. Tatapan terhenti sejenak ke wajah tampan menggemaskan Baby San yang mengerijab polos.


"Baby mau keluar?"


"Mymymy!!"


Baby San menggeleng beralih membenamkan wajahnya ke dada empuk Kellen yang dibalut Mantel hangat berbulu halus. Hal itu membuat Martinez tertunduk lemas.


"Ayolah. Uncle akan membawamu ke puncak Gedung lalu kau akan merasakan terjun bebas gratis malam ini."


"Kauuu!!!" geram Kellen tetapi Martinez membelo jengah. Sangat membosankan dan tak punya gairah disini


"Baiklah. Aku pergi sendiri saja."


"Tapi, jika Baby San bersama Martinez, aku bisa bebas leluasa pergi mencari Miss Barbie. Yah, aku rasa ini tak masalah."


Batin Kellen mengangguki keputusannya sendiri. Tanpa banyak bantahan lagi Kellen keluar dari Mobil membuat para anggota yang bersembunyi diantara keramaian ini bersiap memeggang pistol mengamankan suasana.


"Tungguuu!!!"


"Apa??" tanya Martinez berbalik menaikan satu alisnya menatap Kellen yang segers mendekat membawa Baby San yang sebenarnya enggan melepas dekapan ke dada Mommynya.


"Kau bawa putraku. Aku ada urusan sebentar."


"Kau pikir aku Babysister. Ha?"


Tak ada jawaban dari Kellen yang segera memberikan Baby San ke tangan Martinez. Pria ini syok dan terlihat kesal.


"Kau.."


"Baby! Mommy pergi sebentar. Hm? Jangan nakal." bisik Kellen mengecup pipi putranya lalu menatap Martinez tajam penuh penekanan.


"Jaga putraku dengan nyawamu. Awas jika dia menangis."


"Cih. Kalau tahu begini, aku tak akan menawarkan apapun padamu." umpat Martinez membawa Baby San ke arah jalan yang lumayan sepi.


Walau ia terlihat kesal tetapi Martinez tampak senang membawa Baby San berkeliling Taman luas ini dimana lampu bersinar dengan berbagai cahaya dan bentuk.


Melihat Martinez sudah menjauh dari sini. Kellen segera menatap tempat-tempat di sekelilingnya. Apa Miss Barbie sudah datang kesini?


"Aku harus cepat sebelum Martinez menyadarinya."


Gumam Kellen segera masuk kedalam kerumunan orang-orang yang tengah menunggu Festival di lancarkan.


Aroma Vanilla di tubuh Kellen benar-benar sangat hangat. Beberapa pria yang ia lewati sampai ikut menatap dirinya dengan penasaran.


Tetapi, Kellen acuh. Ia yakin ada tempat spesial untuk para Keluarga ternama apalagi Miss Barbie datang bukan rahasia lagi.


"Mungkin di gedung ini."


Gumam Kellen melangkah menerobos keramaian dengan kaki jenjang berlapis jenas itu lincah dan sangat gesit.


Walau Boots yang ia pakai cukup tinggi tetapi Kellen sangat terlatih memakainya. Dalam beberapa langka saja ia bisa sampai ke area Teras gedung dimana dua penjaga langsung menghadangnya.


"Nona!"


"Siall!"


Batin Kellen mundur. Dua pria berbadan kekar ini memindai penampilan Kellen yang begitu berkelas. Mantel bulu yang berharga Milyaran dan Blouse warna abu yang sangat mahal, semua yang membaluti tubuh indah ini bisa membeli sebuah pulau.


Melihat pandangan penuh tanya mereka. Kellen segera mengeluarkan Tanda pengenalnya.


"Aku Dokter kecantikan, ada hal yang ingin aku urus di dalam."


"Maaf, Nona! Ini Festival kembang api, bukan kontes kecantikan." jawab mereka dengan ejekan kecil tanpa takut sama sekali.


Kellen menghela nafas berat. Ia mundur beberapa langkah berbalik untuk pergi. Tanpa Kellen sadari ada kilatan bayangan hitam melesat langsung mendekati dua penjaga itu.


"Kauu.."


Tak ada kata yang keluar dari mulut salah satu anggota penjaga Kellen yang langsung melempar Kartu Klan Dark ke wajahnya.


Saat melihat benda itu mereka langsung gemetar memucat segera mengejar Kellen yang terlihat sudah mau jauh.


"Nonaaa!!! Nonaa!!!"


"Kenapa lagi mereka?" gumam Kellen berbalik melihat dua pria itu ngos-ngosan mengejarnya.


Wajah yang pucat dan tampak gemetar dengan keringat dingin keluar begitu saja.


"Ada apa?"


"K..kami minta maaf!!!"


Kellen terperanjat kala keduanya segera berlutut dengan wajah yang tadi arogan dan angkuh tiba-tiba mengiba sangat menyedihkan.


"Maaf! Maafkan kami!! ampuni kami!!"


"M..maksudnya? Kalian kenapa?" tanya Kellen tak mengerti. Para anggota bayangan yang melihat itu tersenyum kembali ke tempat mereka semula.


"A..ampun, N..Nona..Nona bisa membalas kami. Nona ampuni kami!"


"A...aku.. Aku tak mengerti. Jangan seperti ini, mereka semua menatapku aneh." gumam Kellen kikuk kala keramaian di depan sana beralih padanya. Banyak orang-orang yang berbisik melihat itu semua.


"Nona. Maafkan kami! Kami lancang."


"Bangun! Aku bukan Nonamu." gumam Kellen sangat malu. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya di balik kerah Mantel menatap tajam dua pria di hadapannya.


Spontan keduanya berdiri lalu mempersilahkan Kellen untuk segera masuk dengan segala hormat.


"Silahkan. Nona!"


Batin Kellen langsung melangkah kembali ke pintu utama Gedung. Ia tak menghiraukan tatapan semua orang sampai tubuhnya di telan oleh Gedung megah ini.


Sesampainya di dalam. Banyak Staf yang membungkuk atas kedatangan Kellen yang sudah mereka ketahui.


"Apa yang terjadi? Aku tak nyaman di perlakukan begini."


Batin Kellen tetap berusaha cepat ke arah Resepsionis yang tersenyum padanya.


"Nona!"


"Apa ada tamu spesial yang datang, emm.. Maksudku dari Agensi Permodelan?" tanya Kellen membuat wanita itu terdiam sejenak.


"Ada 2 Agensi yang hadir. Tetapi, mereka hanya mengirim perwakilan terbaik untuk memeriahkan malam ini."


"Baiklah. Tapi, apa ada yang bernama Miss Barbie?"


"Nona! untuk Miss Barbie dia.." kalimat wanita itu terhenti kala ada suara pria dari arah Lift. Kellen yang juga mendengarnya langsung menoleh kesana dan..


Degg..


Matanya melebar melihat seorang pria yang ada di foto itu tengah menggenggam tangan sosok yang tengah ia cari.


"Kau senang malam ini?"


"Yah. acaranya akan berjalan lancar." jawaban yang hangat disertai senyuman lembutnya.


Namun. seketika matanya tertangkap dengan manik amber Kellen yang mematung kosong begitu juga Miss Barbie yang terkejut.


"Ada apa?"


"A.. Aku.. " Miss Barbie tergagap segera memutus tatapannya dengan Kellen. Tiba-tiba saja ia merasa takut dan gugup membuat Tuan Muda Hancock yang ada di sampingnya heran.


Kenapa tiba-tiba Miss Barbie terlihat gugup dan pucat?


Pandangan pria itu bergulir hingga melihat Kellen yang masih ada di tempatnya. Matanya seketika menyipit merasa tak asing dengan sosok cantik Kellen yang begitu Familiar.


"Itu.."


"Akanku perkenalkan." sela Miss Barbie mengumpulkan keberaniannya menarik pria itu mendekat ke arah Kellen yang masih termenggu diam membisu.


Suasana sangat canggung. Kellen menatap lembut Miss Barbie yang tersenyum padanya.


"Hay, apa kabarmu?"


Kellen tetap bungkam. Ia tak menatap pria ini melainkan Miss Barbie yang tampak berkaca-kaca, tentu ia dan Kellen sudah sangat dekat.


"Ini.. Ini tunanganku. Aku.."


"Kau kemana saja?" tanya Kellen segera berhambur memeluk Miss Barbie yang menjatuhkan cairan bening di matanya.


Tak ia sangka akan bertemu disini setelah setahun lebih menghindar.


"Aku mencemaskanmu. Aku pikir sesuatu terjadi padamu dan.. Dan kau dalam masalah besar. Barbie!"


"Maaf." gumam Miss Barbie ikut membalas pelukan hangat itu. Untuk sejenak keduanya melupakan situasi dan keadaan.


Terlihat jelas jika hubungan itu sudah lebih dari sekedar pertemanan.


Setelah beberapa lama. Kellen baru melirik sosok pria di sampingnya. Rambutnya agak gondrong ikal dengan jambang tipis di bagian rahang.


"Kauu..."


Kellen merasa kenal dan pernah bertemu. Melihat wajah cantik Kellen sedekat ini, pria itu akhirnya sadar jika Kellen wanita yang telah lama ia cari.


"Kellen!"


"Thomas?"


Gumam Kellen tak percaya ini. Miss Barbie kebingungan melihat interaksi Thomas dan Kellen yang seperti saling mengenal.


"Kalian saling kenal?"


"Aku masih ingat dengan supir taksi hari itu. Dan nyatanya kau?" tanya Kellen menutup mulutnya sangat terkejut. Ia tak percaya jika Thomas ternyata putra Keluarga terpandang.


Melihat respon Kellen yang begitu syok, Thomas memberi senyuman khas darinya. Ia juga sudah jatuh hati pada sosok berani seperti Kellen yang hari itu menghilang dari Apartemen.


"Aku mencarimu di Apartemen tetapi kau menghilang. Aku cemas karna Negara ini sangat misterius. Kell!"


"Kau berpura-pura menjadi supir taksi untuk apa?" tanya Kellen membuat Thomas menaikan bahunya santai.


"Aku ingin menjadi warga biasa, hanya mencoba. Tak di sangka menemukan singa pemberani seperti kau."


Kellen berkacak pinggang. Ia dan Thomas memang cukup akrap apalagi sikap Thomas yang sedari pertama sangat baik padanya.


"Bagaimana kabarmu? Kau terlihat semakin cantik." puji Thomas selalu terpesona akan penampilan Kellen yang istimewa.


Namun. Tiba-tiba suasana disini terasa begitu beku dan sesak. Tak ada angin tak ada hujan, Thomas merasakan ancaman besar dan aura membunuh yang kuat di sekitarnya.


"Kau merasakan sesuatu?" bisik Thomas ke telinga Miss Barbie yang memucat melihat sosok dengan tatapan membunuh ke arah mereka. Keberaniannya langsung jatuh ke lembah terdalam.


"A.. Itu.. T..Thomas. aku ingin ke Toilet."


"Ha?"


Miss Barbie menarik lengan Thomas bergegas pergi dengan para Staf disini mundur mencari aman. Kellen menyeringit merasa sangat heran.


Ia tak menyadari jika ada sosok iblis yang sedari tadi menahan rasa panas yang mendidih melihat kelakuan ibu anak satu ini.


"Kalian kenapa?"


"N..Nona.."


Mereka mundur langsung berlari pergi membuat Kellen kebingungan. Alhasil ia berbalik melihat ke pintu dan..


Duaaarr...


Kellen melebarkan matanya melihat siapa yang sekarang siap menerkamnya hidup-hidup.


"K..kau.."


"Sudah selesai bernostalgia. Hm?"


Suara berat menyimpan emosi. Kellen menelan ludah mundur perlahan kala ini sudah tak baik-baik saja.


"A...aku.. B..Baby.. Itu.. Aaaaax!!!"


Pekik Kellen di akhir kalimatnya langsung lari dengan jantung berdebar. Ia sudah melakukan hal yang sangat di benci Axton bahkan bisa membuat pria itu menghukumnya dengan sangat berat.


"Mati.. Mati aku, kemana.. Kemana aku sembunyi?"


Batin Kellen berlari ke dalam lift yang begitu lambat tertutup. Ia memencet cepat tombol lift tetapi kecepatan sosok itu mendekat ke arahnya sampai membuat Kellen sudah bernafas.


Dalam sekejap mata Axton telah masuk beriringan dengan Lift yang tertutup.


"Aaaaaax!!!"


Teriakan Kellen dari dalam Lift terdengar sangat misterius. Sampai para Staf di luar merinding, apa yang dilakukan Tuannya sampai seperti itu?


....


Vote and Like Sayang..