
Sesuai dengan apa yang tadi ia katakan. Axton membawa Kellen untuk keluar sekedar untuk membuat wanita itu senang. Walau sekarang Axton tengah banyak pekerjaan dan keadaan juga tengah mendesak agar ia segera menumbangkan Masimo tetapi, Axton tetap meluangkan waktunya untuk menemani kesayangan hati itu.
Tepat di dalam Mobil yang tak terlalu mewah ini yang sengaja di bawa karna tak mau menuai banyak perhatian masyarakat.
Kellen menatap kagum pada pemandangan Kota Barcelona yang belum pernah ia temui kala datang kesini pertama kali.
Masyarakatnya yang ramah-tamah membuat Kellen tak berhenti menyapa di sepanjang jalan tepat di sebuah lingkungan hijau yang tak jauh dari Pantai di tepian Kota.
Suasana sangat ramai. Walau Axton merasa tak nyaman tapi dengan kehadiran Kellen ia menahan semuanya.
"Aku tak pernah tahu ada Taman secantik itu!" Kellen menunjuk ke Seoul Park yang mengusung desain kombinasi antara bunga-bunga di korea dan khas Spanyol.
"Itu Taman internasional! Semua yang tak kau temukan di taman lain, ada disitu."
"Benarkah?" gumam Kellen bersemangat mendengar penjelasan Castor yang tengah mengemudi.
Disini cuacanya tak begitu dingin dan tak bersalju seperti wilayah Markas yang memang tergolong beku.
"Sangat ramai!! Aku kira tempat-tempat seperti ini tak akan seramai ini."
"Kau salah. Setiap musim semi, mereka selalu berkunjung ingin melihat bunga-bunga yang bermekaran."
"Ini menakjubkan." decah kagum Kellen tak sabar ingin turun. Ia mendesak Castor agar segera memarkirkan mobil dan tentu Castor hanya menggeleng saja.
"Cepatlah!!"
"Sabar!! Disini di jaga aparat pemerintah." ucap Castor memarkirkan Mobil ke tempat yang luas di samping taman.
Disini banyak polisi yang berjaga dan rata-rata mereka semua sangat ramah pada anak-anak yang berlalu-lalang bersama kedua orang tuanya.
^^^ ^^^
"Ayo turuuun!!"
"Hati-hati." sangga Axton kala Kellen membuka pintu terburu-buru. Penampilan feminimnya terlihat dimana Kellen memakai Dress diatas lutut berwarna Navy lengan pendek tetapi di tutupi Kardi yang cantik berwarna hitam senada dengan sepatu Sneakers yang ia pakai.
Rambut panjang Kellen di gerai indah dengan pita bunga mawar yang mengikat kepalanya. Sangat cantik dan membuat Axton selalu terpesona.
"Udaranya sangat segar!!"
"Disini sangat terjaga. Dan termasuk wilayah di lindungi." timpal Castor yang keluar dari mobil bersama Axton yang terus diam tak melepas pandangannya ke visual indah Kellen.
"Baiklah! Ayo pergi!"
"Sebentar." Axton menahan bahu Kellen yang ingin pergi ke Taman luas ini. Dahi wanita itu mengkerut menatap wajah tampan Axton yang sekarang tengah dibaluti jaket coolnya.
"Apa?"
"Jangan berkenalan dengan orang asing."
Kellen merotasikan matanya jengah. Sedari saat ingin berangkat tadi, Axton banyak menerapkan peraturan. Ia tak boleh berjalan sendirian dan jangan mencoba berpakaian terlalu terbuka. Sangat menyebalkan, bukan?
"Kau mengerti?"
"Hm."
"Apa?" tanya Axton belum mau melepas Kellen yang menghela nafas dalam barulah ia memandang serius Axton.
"Baik! Aku tak akan melanggar peraturanmu. Kalau di langgar maka kau bebas melakukan apapun."
Sudut bibir Axton terangkat. Ia beralih menautkan jemari mereka membuat Kellen terkejut tapi Axton sudah menariknya ke arah jalan masuk taman.
"Lepas!! Mereka semua melihat kita."
"Hm."
Castor yang tengah memperhatikan langsung menggeleng jengah. Ia memilih berjaga di mobil karna tak ada minat untuk berkeliling disini.
"Sangat membosankan." gumam Castor memilih duduk di tempat santai dekat pepohonan sana seraya menatap para pengunjung taman yang berlalu-lalang.
Sementara Axton. Ia tengah memasang wajah datar di setiap langkahnya menemani Kellen yang merasa tak nyaman dengan pandangan orang-orang di sekitarnya.
"Hello. Miss!!"
Beberapa anak-anak muda remaja menyapa Kellen yang tak membalasnya. Hal itu tentu membuat Axton naik pitam merasa tak di hargai.
"Miss! kau bukan orang Spanyol. Ya?"
"Kau sangat cantik." puji mereka menghentikan langkah tak jauh dari Kellen. Mereka tak melihat Axton yang tengah membelakanginya.
"Miss! Bisa kita berkencan?"
"Bisa minta Kontak Ponselmu?"
Kellen merasakan genggaman Axton begitu kuat pertanda pria ini sedang tak baik-baik saja.
Melihat Kellen yang tak merespon. 3 Remaja itu merasa tertantang untuk mendekat, salah satu yang berambut keriting pirang itu tampak sangat bersemangat.
"Miss! Perkenalkan namaku Sown." mengulur tangan ke arah Kellen yang tak tahu harus meresponnya bagaimana.
Wajah tampan Axton sudah mendingin beku dengan rahang mengetat kuat. Mereka juga merasa tak nyaman berdiri di belakang Axton.
"A.. Apa?" tanya Kellen cukup gugup.
"Dia kekasihmu? aku rasa dia sangat pemalu sampai tak mau berbalik." ejek mereka terkekeh geli menjatuhkan pamor Axton yang sudah tak bisa menahan saat Kellen juga menahan kegelian.
"Yah! Dia memang pemalu dan kaku."
"Kauu..."
Batin Axton syok mendengar jawaban Kellen yang tampak menyukai ejekan itu. Harga dirinya sebagai seorang Pemimpin dan Penerus Miller sangat di injak-injak.
"Kau juga menyadari itu. Miss! Dan Tuan, bagaimana kalau kita tukaran?"
Mendengar kalimat itu Axton tak lagi bisa bertahan. Ia berbalik dengan kasar menyambar tangan remaja itu jantan.
"A..Ax." gumam Kellen kala melihat pria muda ini tersentak kaget kala tangannya Axton remas kuat sampai benar-benar memucat.
"K..kau..kau ingin mematahkan tanganku. Ha???" geramnya menahan sakit tapi, kala melihat wajah Tampan dan dingin Axton yang begitu mempesona dan mengintimidasi barulah ia sadar jika Visual ini tak bisa ia tandingi.
"T..Tuan.."
"Dia ISTRIKU." tekan Axton kembali mencengkram kuat membuat para teman-teman pria ini takut hingga berlarian pergi.
"Heyyy!! Kalian mau kemana???" Sown berteriak memandangi kepergian kedua temannya. Lelaki muda dengan tubuh lebih kecil dari Axton itu tampak sangat gugup sampai wajahnya pucat pasih.
"T..Tuan! aku..aku minta maaf, aku tak tahu dia...dia itu Istrimu."
Axton hanya diam semakin menyiksa Sown dengan tekanan jemari kekarnya. Melihat Axton yang tampak serius, Kellen segera memeggang lengan pria itu.
"Sudahlah. Dia masih remaja, jangan berlebihan."
"I..iya.. Aku..aku tak tahu apapun." gugup Sown menggeleng seraya memelas. Mata elang Axton masih terus menusuk jantungnya tetapi, karna permintaan Kellen yang mengusap lengannya, barulah Axton lepas.
"T..Terimakasih! d..dan.."
"Pergi!"
Titahan dingin itu langsung di angguki Sown yang berlari secepat kilat menjauh dari sini. Beberapa orang yang melihat mereka tampak kebingungan tapi banyak yang mengagumi paras indah itu.
"Kau ini terlalu berlebihan."
"Kau menyukainya?" tanya Axton beralih menatap membunuh Kellen yang terhenyak tapi ia sudah biasa dengan sikap tak stabil pria ini.
"Sudahlah. Aku mau berkeliling."
"Kau suka di goda begitu?" tekan Axton masih merasa tak terima. Kellen dengan mudahnya tertawa geli tadi.
"Dia hanya anak-anak. Ax!"
"DIA SUDAH BISA MEMBUAT ANAK!!"
"Axton!!" pekik Kellen terkejut segera membekap mulut Axton kala beberapa orang di sekitarnya langsung tersedak dengan kalimatnya barusan.
Pandangan semua orang tertuju pada mereka membuat Kellen malu dengan wajah bersemu menarik Axton meninggalkan keramaian.
Setelah mengamankan Axton ke Kebun bunga yang cukup sepi. Barulah Kellen melepas bekapannya.
"Kau ini apa-apa'an. Ha?? Mereka sampai mendengar itu!!" kesal Kellen memelototi Axton yang hanya menatapnya datar
"Apa aku salah?"
"Kauu.. Axton! kau terlalu keras me.."
"Mereka bukan anak-anak lagi. Aku tahu siapa yang bernafsu melihatmu dan tidak." geram Axton membuang wajah kesal. Ia akan menandai para lelaki sialan itu dan awas saja jika sampai melintas di matanya.
Deru nafas Axton tampak tak stabil. Jelas ia marah karna tak ada yang bisa melampauinya sama sekali.
"Ax!"
"Hm." gumam Axton masih terlihat menahan emosi.
Kellen sungguh tak menyangka jika bukan ia yang merajuk tetapi si pria aneh ini.
"Mereka itu memang bukan anak-anak. Tetapi, mereka masih remaja dan.."
"Pulang!"
Kellen syok kala Axton menarik lengannya untuk kembali ke arah jalan keluar taman.
"Axton! Kau ini berlebihan!!"
"Aku tak perduli." jawab Axton sudah merasa tak nyaman lagi. Kellen disini hanya di jadikan pameran para pengunjung yang selalu menggoda Istrinya ketika mata Axton tersilap sedetik saja.
"Shitt! Kenapa dia yang marah? Seharusnya aku yang begini!!!"
.........
Vote and Like Sayang..
Maaf ya say.. Author tadi sibuk di sklh..🙏