
Pagi ini mereka pulang setelah menginap di Resort yang semalam menjadi saksi bisu pasutri yang tak bisa berhenti untuk terus bermain mencoba berbagai tempat yang istimewa di dalam penginapan.
Tentu saja Axton sangat senang tetapi ia menyembunyikan wajah berserinya di balik pahatan datar yang sekarang tengah duduk di dalam Mobil yang melaju stabil ke arah Rumah Kellen.
Sementara wanita itu. Masih belum bangun dan tampak nyenyak tertidur di gulungan Mantel hangat dengan kepala bertopang ke paha sang suami.
"Cih. Pasti dia kelelahan."
Batin Castor ngeri melihat dari kaca spion. Ia tak bisa membayangkan bagaimana buasnya Axton pada Kellen yang Notabennya memang sosok yang nyaris sempurna.
"Ax!"
"Hm."
"Aku rasa ada yang bertamu di Rumah Kellen." jawab Castor kala melihat ada sebuah Mobil yang terparkir di dekat Pagar.
Mobil yang mereka kendarai mendekat melewati benda itu masuk ke dalam pagar yang sudah di buka lebar oleh dua anggota yang biasa bertugas bersih-bersih taman disini.
"Tuan!"
"Siapa?" tanya Castor membuka jendela Mobil bertanya pada salah satu anggota yang terdekat.
"Itu Mar..."
"Axtooon!!!"
Seketika bentakan itu membuat Kellen terperanjat hebat bangun dari pangkuan Axton dengan wajah yang linglung dan masih belum sepenuhnya sadar.
Hal itu tentu membuat Axton menggeram murka memberikan sorot membunuhnya pada Martinez yang tengah menggedor-gedor jendela Mobil.
"Keluaar!!! Keluar kau!!"
"A..Ax!" gumam Kellen tampak masih mengantuk.
"Duduk di sini sebentar."
"Emm."
Kellen yang belum sadar maksud Axton bagaimana hanya bisa diam memandangi sayu ke arah depan.
Pintu Mobil Axton buka dengan stabil tetapi yang mengejutkan mereka adalah ketika Axton menarik kerah kemeja Martinez dan menyeret pria itu ke arah luar pagar.
"Kau..Kau memang brengseek!!!" maki Martinez memberontak tetapi kekuatan Axton lebih besar mencekik lehernya.
Pintu Mobil yang ada di dekat pagar tadi di buka lalu Martinez di dorong masuk ke dalam. Tentu Castor tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"I..Itu.."
"Axton ingin membunuhnya." jawab Castor hanya diam kala melihat Axton mengeluarkan pistol yang ada di balik jaketnya ke arah dalam Mobil membuat Kellen syok segera turun.
"Aax! Sudah, jangan lakukan itu."
Axton tak perduli lagi. Ia tak membutuhkan Martinez dalam rencana yang sudah ia ubah semenjak istrinya hamil.
"A..Axton kau.."
"Ucapkan selamat tinggal pada DUNIA." Tekan Axton membuat Martinez pucat pasih dengan ujung Pistol sudah merapat ke keningnya. Jantung yang sekarang memberontak tengah berpacu dengan nafas tercekat Martinez yang ingin mati di tempat.
"A.Axton! Kau..kau tak bisa membunuhku dan.."
Mereka semua terkejut mendengar suara tembakan yang nyaring dari arah Mobil dan Miss Barbie yang baru keluar dari dalam Rumah spontan terhenyak melihat darah di kaca Mobil.
"Martiiiin!!!" teriaknya berlari ke arah sana. Kellen membatu di tempat antara percaya atau tidak Axton membunuh Martinez.
Miss Barbie mendekat melihat apa yang tengah terjadi dan seketika ia segera masuk ke dalam Mobil melihat Martinez sudah tak sadarkan diri dengan luka tembakan yang ada di bahu sebelah kanan. Darahnya-pun memang menjiprat keluar.
"T..Tidak kau.."
Miss Barbie menangis melihat ini. Ia melempar tatapan yang begitu benci pada Axton tetapi wajah datar mendingin itu tetap ia dapatkan.
"K..Kenapa? Kenapa kau lakukan ini. Ha???"
"Kau ingin merasakannya?!" tanya Axton dengan intonasi mengerikan. Miss Barbie hanya diam saat Axton mengangkat pistolnya tepat ke arah kepala wanita itu.
"Tembak!! Tembak jika kau puasss!!!"
Axton tak menahannya. Ia dengan santai menarik pelatuk Pistol membuat Kellen syok segera berlari mendorong lengan Axton ke arah bawah hingga hanya menembak Cup Mobil.
Hal itu membuat Axton menatap tajam Kellen yang melakukan hal berbahaya
"Kauu..."
"Sudah! Jangan membuat keramaian di Rumahku." tekan Kellen mendorong bahu Axton mundur sementara ia membantu Miss Barbie untuk memapah Martinez keluar.
"Lepass!!" sentak Kellen kala tangannya di tahan Axton. Ia tahu Martinez memang pria yang jahat tetapi ia mulai merasa pria ini hanya korban.
Melihat itu Axton segera menarik tangan Kellen kasar membuat wanita itu memberontak.
"Lepaass!! Dia..dia bisa mati!!"
"Hm."
Axton mengisyaratkan dua anggota disamping pagar sana membopong Martinez yang terlihat tak sadarkan diri. Padahal, Axton hanya menembak bahunya saja karna teriakan Kellen tadi menganggu pikirannya.
"Biarkan kami yang membawanya!"
"Buang saja." kasar Axton membuat Kellen menariknya untuk menjahui Martinez.
"Bawa masuk ke rumahku. Aku akan mengobatinya."
"Kauu.."
Axton ingin protes tetapi Kellen sudah lebih dulu memberikan tatapan mata yang tak bisa di bantah dan jika Axton melanggarnya maka kali ini akan perang besar.
Alhasil Axton mendengus kasar tampak sangat geram dengan Martinez. Apalagi Kellen terlihat sangat perduli.
"Dokter Kell! A..apa kau.."
"Itu luka di bahu. Aku bisa menanganinya." jawab Kellen mengabaikan Axton yang tampak berwajah tak bersahabat memandangi Kellen yang terlihat masuk ke rumah bersama Miss Barbie.
Sepertinya Tuan Benet tengah tak ada di rumah dan untung saja pria tua itu pergi, bisa-bisa dia tahu identitas Axton yang sebenarnya.
"Ax!"
"Hm."
"Kenapa kau tak membunuhnya?" tanya Castor melihat hanya bahu Martinez yang tertembak. Ia pikir pria itu akan berakhir disini.
"Jika dia tak melarang ku. Sudah dari tadi."
"Memangnya apa yang kau takutkan pada Kellen?" gumam Castor agak geli menatap wajah keras Axton yang tampaknya begitu tak mau merusak suasana Istrinya.
"Diamlah!"
"Dia tak akan bisa membunuhmu!!" jawab Castor kala Axton sudah pergi menyusul Kellen ke dalam.
Seketika Castor membungkus senyuman. Ia sangat lega karna Axton bisa bahagia seperti ini, tetapi. Raut wajah Castor berubah kala melihat siapa yang lagi-lagi datang kesini.
"Kauu..."
"Aku ingin bertemu dengan Axton." jawab Isyana yang melangkah masuk ke area pagar.
"Dia tengah sibuk."
"Sebenarnya apa masalahmu denganku. Ha?" geram Isyana melihat Castor begitu melindungi hubungan dua manusia itu. Ia bahkan Castor buat pingsan saat di Resort dan meninggalkannya dari sana.
"Isyana! Aku menghargaimu karna dulu kita berteman, tapi Axton tidak. Dia bisa MEMBUNUHMU."
"Kalau dia mau membunuhku. Sudah dari pertama, Castor! Itu..itu tandanya dia mencintaiku."
Sekali lagi Castor mengusap wajahnya kasar. Axton tadi tengah marah dan jangan sampai nanti pria itu melampiaskannya pada Isyana.
"Pergilah!"
"Tapi.."
Castor dengan kasar menarik Isyana ke dalam Mobil membuat wanita itu memberontak tetapi Castor sekuat tenaga mendorongnya masuk dan ia juga ikut masuk mengemudikan Mobil keluar pagar.
Kali ini pemaksaan itu di lihat oleh mata Amber Kellen yang tadi ingin meminta Castor untuk mencari beberapa Antibiotik.
"Itu siapa?" gumam Kellen merasa heran. Kenapa wanita itu terlihat sangat terobsesi pada Axton dan kenapa Castor melindunginya?
"Kellen!! Tolong kesini!!"
"A.. Iya." jawab Kellen menyahuti suara cemas Miss Barbie yang membekap luka di bahu Martinez dengan gumpalan tisu yang ia gulung tebal.
Axton yang tengah ada di dapur tampak meminum air dingin meredakan emosinya. Ia sempat melihat tatapan Kellen yang tampaknya tengah kebingungan.
"Apalagi salahku sekarang?!" umpat Axton menegguk tandas gelas di tangannya.
.......
Vote and Like Sayang..