
...•••••...
Pagi harinya tepat pukul 06:30.
Klek!
Pintu kamar Anna terbuka, munculah Balqis yang terlihat baru bangun, menuruni tangga bersama David yang sudah terlihat siap.
Kaos lengan pendek ber-krah, berwarna abu-abu tua, dipadukan dengan jeans hitam dan rambut yang masih tampak klimis, membuat pria itu terlihat segar dan sangat tampan.
Balqis terus menggenggam tangan sang ayah, berpegangan agar tidak terjatuh.
"Selamat pagi pak David?" Ratmi menyapa.
David melirik, kemudian menganggukan kepala dengan wajah dingin tanpa ekspresi.
Dih, jutek mamat! Batin Ratmi berbicara.
"Sil? Sisil!?" pria itu berteriak, memanggil seorang yang bertugas mengasuh putri sulung kesayangannya.
Gadis yang di panggil David pun muncul, dia berjalan tergesa dari arah dapur.
"Iya Pah .. eh Pak!?" Sisil langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan.
"Mandiin Balqis!" titahnya.
Sisil mengangguk, kemudian meraih tangan mungil gadis kecil itu dan segara berjalan kearah kamar milik Balqis.
Sementara David berjalan kearah luar, dengan ponsel yang kembali ia dekatkan ke telinga.
"Bawa masuk saja, buka gerbangnya saya keluar sekarang!" David berbicara dengan seseorang yang ada di ponselnya.
David melangkah cepat, saat ia sampai di teras. Gerbang rumah Anna tampak terbuka, setelah beberapa saat munculah sebuah mobil Alphard hitam.
"Pak Aris bawa mobil saya pulang saja!" titah David kepada sosok pria yang baru saja keluar dari mobil.
"Siap pak, kalau begitu saja kembali ke rumah pak Daniel," katanya.
David mengangguk.
Setelah supir pribadi Rosa pergi, David kembali masuk kedalam rumah, dan langsung menaiki tangga menuju kamar milik istrinya yang juga ia tempati sejak semalam.
Klek!
David masuk kedalam kamar, berjalan kearah tempat tidur dimana istrinya masih terlelap dibawah gulungan selimut.
Cup!
"Sayang? bangun!" David menenpuk-nepuk pipi Anna pelan setelah menciumnya terlebih dulu.
Tidak ada pergerakan, mata prempuan itu terus terpejam dengan hempusan nafas yang terdengar teratur.
David berjalan kearah sofa, lalu menggeser gorden tebal, agar cahaya matahari yang mulai muncul masuk.
Pandangan matanya teralih, menatap sofa. Tempat pertama kalinya David kembali melakukan hal yang paling menyenangkan setelah sekian tahun lamanya.
Dia tersenyum.
"Sayang bangu ... ini sudah hampir jam tujuh!" David kembali berjalan kearah tempat tidur.
"Sayang .. hey? ayok bangunlah!" David menepuk bahu Anna.
Anna mulai menggeliat, lalu mengerjapkan matanya yang masih terasa lengket karena masih mengantuk.
"Hey .. Morning?" David menyapa dengan senyum manisnya.
"Morning Papa!" suara Anna serak, dengan matanya kembali tertutup.
"Bangunlah, sudah pagi!" lagi-lagi David mendekat, lalu mencium wajah Anna bertubi-tubi.
Merasa tidurnya di ganggu, Anna menggeram, berusaha menjauhkan David dari dirinya.
"Jam berapa sih? aku masih ngantuk banget." Anna merengek manja.
"Jam stengah tujuh Mama .. makanya bangunlah, sebentar lagi kita harus berangkat," jelas David.
Anna bengakit dengan mata yang masih tertutup, lalu membukanya perlahan. Hingga wajah David yang sedang berjongkok di hadapannya terlihat lebih jelas.
"Ini pertama kalinya aku kesiangan, biasanya jam lima aku sudah bangun!" Anna bergumam.
David tersenyum, lalu meraih tangan Anna untuk digenggamnya.
"Kamu lupa kita tidur jam berapa?" David berbisik.
Anna diam sesaat, dia tampak berpikir.
"Jam dua setengah tiga yah ... kalo nggak salah!" Anna menatap wajah David.
Pria yang kini sedang tersenyum tipis pun mengangguk.
"Setelah ini kita akan sering bangun terlambat, terutama kamu!" ujar David kepada Anna.
Anna terkekeh, wajahnya merona saat mengingat kegiatannya semalam.
"Dih kok aku malu yah?" katanya lalu mendongak saat tawanya semakin kencang.
"Tidak usah, aku suka kau yang semalam. Nakalnya minta mapun!" sambung David, sampai membuat Anna kembali terbahak-bahak.
Jangan tanya aku belajar dari mana, ku mohon.
Batin Anna berbicara.
"Siapa yang mengajari mu? dulu kamu malu-malu, apa yang ku ajarkan kamu tidak pernah ingin memperagakannya!" David menyeringai.
Astaga, dia tau isi otak ku yah!
"Anna .. kenapa diam? aku tanya kau belajar darimana?" David mengulangi pertanyaannya.
"Harus banget aku jawab?" Anna menatap suaminya lekat.
David mengangguk, kemudian mencium bibir Anna singkat.
"Cepat katakan!"
"Dari drama dan film yang suka aku tonton." Anna menjawab.
"Aku tidak mau menjawabnya, kalau Mas tidak suka! aku tidak akan melakukannya lagi .. aku janji!" Anna turun dari atas ranjang, kemudian bangkit dan segera berjalan kearah pintu kamar mandi.
"Tentu saja aku suka!" David berteriak, saat Anna hampir menutup pintu kamar mandinya.
"Baiklah, aku akan tetap seperti semalam kalau Papa suka!" balas Anna lalu menutup pintu tersebut.
...•••••...
Setelah selesai merapikan ruang tengah, Ratmi kembali ke dapur, dimana Bu Ningsih tengah berdiri di hadapan kompor, menyiapkan beberapa telur mata sapi untuk sarapan Anna, Balqis dan David pagi ini.
"Sudah beres?" Bu Ningsih menoleh, ia menatap Ratmi yang saat ini duduk di lantai.
"Sudah Bu, tinggal mandi."
Bu Ningsih mengangguk, lalu mematikan kompor ketika semuanya selesai. Dia berjalan ke arah lemari pendingin, membawa saos dan mayonais.
"Bu?" panggil Ratmit.
"Heumm!?" Bu Ningsih menoleh, lalu kembali fokus menuangkan saos dan mayo kedalam wadah yang sama.
Ratmi bangkit, lalu mendekat seraya berbisik.
"Pak David galak yah?" katanya.
Bu Ningsih tersenyum, lalu menggelangkan kepala.
"Baik gitu di bilang galak .. kamu ini giaman toh?"
"Iya, soalnya tadi aku sapa .. terus cuma jawab 'Hem' tanpa ekspresi apapun, padahal aku senyum lho!" Ratmi berujar.
"Pak David memang begitu! jangan aneh, dia cuma senyum sama orang-orang tertentu, kalo Sisil bilang seringnya ke Bu Anna, kalo sama orang tuanya sama kaya ke kita .. cuek, cuma ya nggak sedingin sama kita-kitalah!" jelas wanita itu panjang lebar.
Ratmi mengangguk lagi.
"Seneng yah? dapet suami yang tertutup sama orang lain, termasuk wanita .. dia senyum manisnya cuma buat kita gituh!" Ratmi berhayal.
"Yasudah, bawain roti, saus sama telur ceplok ini ke meja makan. Kalo kamu mau kita makan disini, sekalian nanti sama anak saya!" titah Bu Ningsih yang langsung di angguki Ratmi.
...••••...
"Nah .. selesai! Aqis sudah cantik, wangi lagi!" kata Sisil setelah menyisir rambut panjang Balqis.
Gadis kecil itu menganggukan kepala, kemudian tersenyum.
"Baju aku udah di siapin belum teh?" Balqis bertanya.
"Sudah, tadi malem Mama Anna sama teteh yang masukin ke koper pink." Sisil menjawab.
"Kemana kopernya? kok nggak ada?"
"Sudah di teras, nanti di masukin kalo mau berangkat."
"Oh!" Balqis kembali mengangguk.
"Yasudah, ayok kita sarapan dulu!" Sisil menarik tangan Balqis, lalu keluar dari kamar milik anak asuhnya itu.
Klek!
Mereka keluar, lalu Sisil mengantar Balqis duduk di meja makan.
"Waah .. sandwich isi telur dadar!" Balqis beteriak kegirangan.
"Dih .. ini mah telur ceplok!" tukas Sisil.
"Hah iya lupa." Balqis menepuk jidatnya kencang.
Tidak lama setelah Balqis duduk di kursi meja makan. Akhirnya suara pintu kamar Anna yang dibuka terdengar.
"Maama .. Papa?" Balqis berteriak, saat kedua orang tuanya turun.
"Hai cutiepie, sudah mandi?" Anna menyapa, prempuan itu tersenyum.
"Mornir sayang?" David juga menyapa.
Mata Bu Anna kaya kurang tidur, tapi kalo orang kurang tidur biasanya bibirnya pucet, kok ini merah sama bengkak!
"Balqis biar saja aja Sil, kamu sarapan juga gih!" titah Anna saat dia duduk disamping putrinya.
Gadis itu tersentak.
"Oh iya Bu." katanya lalu pergi.
Anna mulai menata roti tawar kupas yang selalu ia sedikan, mengoselinya dengan saus mayo dan meletakan telur mata sapi didalamnya.
"Ini untuk Papa .. ini untuk Aqis .. ini untuk Mama!" ucap Anna serapan meletakan sarapan roti isinya di piring masing-masing.
"Terimakasih Mama cantik." Balqis menatapnya.
"Sama-sama, selamat makan." ucap Anna lalu mencium pipi Balqis.
"Terimakasih Mama!" David berkata.
Anna tersenyum.
"Iya .. selamat makan Papa."
"Nggak di sun?" David bertanya.
"Semalam sudah, jadi sekarang stop dulu yah!" kata Anna kepada suaminya.
Sisil jangan kepo! udah aja diem .. diem aja udah!
...••••...
Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya!
Klik favorite juga jangan lupa, agar tidak tertinggal di setiap update-an eps terbaru.
Ig. @_anggika15
~Cuyung kalian~