My Ex Husband

My Ex Husband
Sejak kapan?



...••••...


Suara Balqis terdengar menggema hingga keseluruh ruangan, namun Anna mengabaikan panggilan balita itu walau hatinya sedikit terenyuh.


"Mamaa?" Balqis terus memanggil Anna.


"Maah!?" gadis kecil itu kembali berteriak.


Anna yang baru saja akan meraih handle pintu kamarnya terhenti, memejamkan matanya dengan helaan nafas yang jelas terdengar.


Tap .. tap ..


"Mama ayok maa!" Balqis berjalan menaiki tangga.


Anna menoleh, hingga matanya kini saling menatap satu sama lain.


Anna diam ketika Balqis menatapnya penuh tanya, wajah wajah polosnya mendonga seolah mencari jawaban atas sikap ibunya pagi hari ini.


Senyum itu terbit, meski Anna susah melakukannya akibat suasana hatinya yang kurang baik sejak dari kemarin siang.


"Berangkatlah, nanti kesiangan. Kasian teteh sama Papa nungguin di luar." ujar Anna kepada putrinya.


Namun tanpa ia duga David muncul, berdiri tepat dibelakang Balqis yang masih menatapnya penuh permohonan.


"Ann .. jika ini masalah kita berdua, kenapa harus Balqis yang terkena imbasnya?" David berkata dengan suara lirih.


Anna diam, pandangannya bergantian menatap keduanya.


"Aqis mau Mama Papa, sama teteh juga!" gadis kecil itu berbicara. " Aqis juga mau di antar Mama sama Papa, Jazlyn juga begitu. Kadang Mamanya ikut, kadang Mamanya dirumah." Balqis merancau.


Anna masih diam dengan posisi yang sama, satu tangannya sudah menggenggam handle pintu.


"Ann? apa kau mau putri kita terlambat!?" kata David.


Ish .. kenapa tatapan mereka sama! batin Anna ketika melihat mata sayup itu memandangnya.


"Maama?" putri kecilnya kembali memanggil.


Anna menghela nafasnya kasar.


"Baiklah, ayok berangkat." kata Anna yang langsung menjauh dari pintu kamarnya.


Balqis tersenyum, bahkan gadis itu tampak sedikit berjingkrak kegirangan ketika Anna kembali berjalan mendekat kearahnya.


"Ayo Pah!" Balqis meraih tangan David, berbalik arah lalu berjalan kembali kearah luar meninggalkan Anna.


Sementara Sisil hanya berdiri mematung di dekat mobil Anna. Gadis itu tampak kebingungan dengan situasi pagi hari ini.


Anna memastika pintu rumahnya tertutup dengan rapat, lalu segera menyusul Balqis dan yang lain setelah ia mengunci pintu rumah miliknya itu.


Klik!


"Selesai, ayok kita berangkat!" kata David ketika selesai memasangkan seatbelt untuk Balqis.


David menutup pintu mobil di samping Balqis, kemudian memutari mobil untuk segera masuk menyusul Balqis dan Sisil yang sudah duduk didalam.


"Sudah selesai?" David berbicara pada prempuan yang sedang berjalan kearahnya.


Anna hanya mengangguk, terus berusaha menghindar dari pandangan mata mantan suaminya.


Hadeuh .. jinak-jinak merpati! umpat David dalam hati.


Dengan segera Anna meraih handle pintu, masuk dan langsung menutup pintu mobil disampingnya.


Suara derum mobil terdengar jelas, kemudian tampak melaju perlahan setelah semuanya masuk dan segera meluncur menuju sekolahan Balqis.


...••••...


Suasana sekolah terlihat sudah sangat ramai, bahkan tepat saat mobil David berhenti, suara bell berbunyi pertanda jam masuk kelas sudah tiba.


Anna langsung turun dari mobil David, berlari ke arah kiri mobil dan segera membukakan pintu untuk putrinya.


"Kita terlambat sayang." Anna berbisik, menarik Balqis kedalam pangkuannya lalu berlari.


"Sil ... tasnya!" prempuan itu setengah berteriak.


Sisil mengangguk, langkah kakinya ikut berlari, mengerjar Anna yang sudah lebih dulu masuk kedalam area sekolah.


Sementara David hanya menggelengkan kepala dan berjalan santai di belakang Sisil.


"Balqis .. tumben terlambat!?" seorang prempuan menghampiri Anna.


"Iya Bu, maaf saya banyak kerjaan." Anna tersenyum.


Prempuan itu mengangguk, lalu meraih tangan Balqis dan berjalan kearah kelas dimana teman-temannya sudah tampak berbaris.


"Bu, ... saya langsung ke kantin ya?" Sisil berujar.


Anna diam.


"Maama .. Paapa?" Balqis menoleh. "Dadah, nanti jemput aku yah?" katanya seraya tersenyum manis.


Anna hanya melambaikan tangan lalu mengangguk.


"Baiklah, ayok pulang! katanya kamu banyak pekerjaan." David menginterupsi.


"Sil, kamu nungguin adek?" Anna bertanya.


Gadis yang sedang menunggu izin dari Anna untuk pergipun hanya mengangguk.


"Biasanya memang nungguin Aqis di kantin, bu!" kata Sisil. "Saya ke kantin dulu deh Bu, temen-temen saya udah nungguin disana." ucapnya lagi kemudian segera berlali, pergi meninggalkan Anna dan David begitu saja.


"Ann, ayok!" ajak David.


Anna mengangguk, kemduain berjalan tepat dibelakang pria bertubuh tinggi itu.


David menjengit, menatap punggung Anna yang mulai menjauh.


"Anna, aku antar!" pria itu menyusul.


"Tidak usah, aku naik taksi saja. Mas pergilah, nanti kesiangan, ini sudah mau jam sembilan!"


Prempua itu gugup.


"Tidak ada! Aku antar sampai rumah." sergah David yang langsung menarik pergelangan tangan Anna.


Anna terhenyak, tubuh kecilnya seolah tidak bisa menahan tenaga David yang saat ini sedang menariknya dengan kekuatan penuh.


"Jangan seperti ini! malu dilihatin orang, aku kaya buronan sampe ditarik paksa begini." cicit Anna pelan.


Namun David tidak memperdulikan perkataan Anna, pria itu terus menariknya hingga Anna masuk kedalam mobilnya.


"Kamu memang buronan! susah sekali membuat mu mengerti bahwa kita melakukan ini buat putri kita! Balqis Raline Julian." ucap David penuh penekanan.


"Jangan kabur!" David menunjuk Anna, lalu menutup mobil disambung Anna.


"Ck .. ish!" Anna mencebikan bibirnya.


Klik!


"Mau mampir kesuatu tempat dulu?" tanya David setelah memasang seatbelt nya.


"Tidak usah, antar pulang saja. Nanti Syaif keburu datang, dia mau ngechek data penjualan." Anna berbohong.


David melirik.


"Jadi pria itu namanya Syaif?" ledek David.


"Hemm!" jawab Anna.


"Putriku sudah sangat dekat yah?"


"Dekatlah, setiap hari ketemu. Kadang mereka main kalau Balqis libur sekolah." jelas Anna.


David memutar bola matanya.


Apa ini? dia sedang membanggakan laki-laki itu! pikir David.


"Yakin tidak mau singgah? sekedar minum kopi misalnya." tawar David lagi.


"Tidak usah, pulang saja." sergah Anna.


Sesaat David diam, dengan pandangan yang fokus ke depan.


"Sejak kapan kamu minum kopi?


Seketika Anna menatap pria yang sedang fokus mengemudi di sampingnya.


"Entahlah, aku lupa!" jawab Anna singkat.


"Bukannya kamu mempunyai riwayat asam lambung? kenapa minum kopi? bahkan Balqis ikut minum kopi kesukaan kamu! aneh saja anak kecil sudah menyukai macchiato."


Bawel! Kata Anna.


"Anna? biasakan kalau ada orang bertanya itu di jawab." David berujar.


"Pertanyaan mana yang harus aku jawab." ia terus menatap kearah luar.


"Soal riwayat asam lambung mu?"


"Oh .. itu? kalau masalah asam lambung aku bisa mengatasinya." jelas Anna.


"Perut mu akan sakit bukan?"


Anna menghela nafas.


"Emang penting yah!?" Anna tersenyum getir.


"Hanya bertanya, bagaimana kau bisa menangani sakit di lambungmu itu." suara David terdengar pelan.


Anna berdecak.


"Rasa sakit mana yang tidak pernah ku nikmati! bahkan aku pernah mengalami hal yang lebih menyakitkan dari itu."


Deg!


Dadanya seolah dihantam batu yang sangat besar, sampai ia merasa sangat sesak.


Setelah perkataan Anna, keduanya hanya diam. Bergelut dengan permikirannya masing-masing hingga mobil itu berhenti tepat di depan gerbang rumah Anna.


"Jangan terlalu banyak meminum kopi .. maksudku, tidak baik kalo putri kita juga ikut meminumnya!"


"Terimakasih tumpangannya." Kata Anna kepada David, kemudian keluar dan segera masuk kedalam pekarangan rumahnya, setelah prempuan itu membuka pintu gerbang yang terkunci terlebih dahulu.


David tampak mengusap wajahnya kasar, lalu memperhatikan Anna yang sudah berjalan semakin jauh dari pandangan matanya.


Biasakan aku menjelaskan semua kesalah pahaman ini? di maafkan atau tidak itu hak mu, setidaknya beri aku kesempatan untuk meluruskan semuanya, bahkan setelah perceraian kita, kau belum pernah mengatakan kalau kamu sudah benar-benar memaafkan aku.


Beberapa kali David menghela nafas, mencoba menetralkan pikirannya, lalu kembali melajukan mobil untuk segera berangkat ke kantor.


...••••...


Jangan lupa! Like, komen, hadiah, dan vote.


Klik favorite juga, agar tidak tertinggal update-an eps di setiap harinya.


Ig. @_anggika15


~Selamat malam, selamat beristirahat~