My Ex Husband

My Ex Husband
Pelan-pelan.



...•••••...


"Ahhh, Mas ...


"Diamlah, biarkan aku fokus dan melakukannya dengan sangat hati-hati"


"Ya aku tau .. tapi pelan-pelan!" Anna merintih pelan.


"Biasanya juga memang seperti ini."


"Tapi terlalu kencang, aku nggak kuat!" Anna merengek dia terus menggigit bibir miliknya.


David menghela nafas, lalu menjatuhkan kaki Anna dari pangkuannya.


"Sudahlah, mijitin kamu butuh mental tinggi!" David mendengus kesal.


"Lho?" Anna menatap heran saat David beranjak pergi, dan merebahkan tubuhnya di atas sofa kamar.


"Aku kira kamu mau ngasih apa! ngasih tugas buat mijitin kaki ternyata." pria itu menggerutu.


"Aku nggak tahan sama suara rintihan kamu yang seperti tadi!" ucapnya lagi.


Anna menahan senyum saat melihat suaminya merajuk, bahkan dia tampak berbaring memunggungi istrinya.


Prempuan itu menarik resleting gaun tidurnya hingga kebawah, lalu menyingkapnya keatas dan membukanya dengan sekali tarikan.


Rambut terurai, tubuh yang mulai terlihat sedikit berisi dengan sepasang kain merah berenda yang masih menutupi are sensitif nya.


Tanpa ragu Anna naik keatas tubuh suaminya, lalu duduk sampai membuat David terkesiap dan membulatkan kedua bola matanya.


Anna tersenyum penuh arti, lalu membungkukan tubuh untuk meraih bibir yang masih tampak sedikit cemberut.


Cup!


"Kenapa sih, om-om satu ini ambekan banget!?" Anna berbisik.


David masih terdiam, dengan pandangan yang terus menatap tubuh istrinya penuh damba.


"Papa bisa pelan-pelan?"


David mengangguk dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.


"Apa bisa?" David menatap mata istrinya lekat.


Perlahan senyuman di bibir David terlihat, dia bangkit, memeluk Anna erat dan membawanya kearah pintu ruang kerjanya.


Anna kembali tersenyum, saat melihat wajah David dari jarak yang sangat dekat.


Ini hormon hamil kah? kenapa suamiku terlihat semakin tampan saja!


David membaringkan tubuh Anna di atas sofa besar yang berada di ruang kerjanya, dia menyeringai lalu menarik lepas kaos tidur yang ia kenakan.


"Mas janji bisa pelan-pelan?" Anna menahan perut suaminya, prempuan itu sedikit ngeri.


"Mau pakai gigi berapa?" David terkekeh.


Dug!


"Mas ih ... aku serius ini! jangan sampai adik protes yah karena dia terguncang di dalam sana!"


Selesai Anna berbicara David langsung meraih bibir Anna, memangutnya dengan penuh perasaan.


"Kamu bawel!" suara David terdengar parau, saat hasratnya mulai menanjak karena terus disuguhkan pemandangan indah di bawahnya.


Anna hanya diam, menatap pria itu yang mulai melucuti pakaian keduanya, sampai beberapa detik berikutnya, mereka sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


"Hai sayang, baik-baik yah di dalam. Papa janji akan pelan-pelan!"


Cup!


Kemudian David kembali merangsek lebih keatas, menyatukan kening keduanya untuk sesaat.


"Kenapa?" tanya David saat nafas Anna sudah memburu.


"Nggak tau, aku kok gugup yah!" cicit Anna pelan.


David tersenyum, dia mengerti ke khawatiran Anna. Perlahan David mengusap pangkal paha Anna, naik lebih keatas untuk mengusap perutnya, dan berakhir memainkan sebuah bulatan yang selalu terlihat menggiurkan.


"Ngghh!" lenguhan itu mulai terdengar, saat Anna merasakan sesuatu yang terus menyeruak dalam dirinya.


Begitupun dengan bibir David, terus menyusuri wajah, turun kelehen dan langsung melahap puncak buah dada milik istrinya.


"Kamu siap sayang?" pandangan David mendongak, dia menatap wajah Anna yang kini terlihat sangat merah.


Perlahan Anna membuka matanya, menata David yang sudah bersiap dan mengarahkan miliknya ke area sensitif milik Anna.


"Aku akan melakukannya dengan sangat pelan sayang, jangan takut." kata David saat Anna kembali mendorong perutnya.


Anna menjengit, matanya terpejam dengan mulut yang terlihat sedikit terbuka, saat pria itu mulai mendorong dan memasuki inti tubuhnya.


"Argghhh!" David menggeram kencang.


Begitupun dengan Anna yang mulai terbuai di bawah sana. Hingga suara desa*an mulai terdengar, dengan respon tubuh yang mulai membaik juga, sampai Anna memeluk bahu David dengan sangat erat.


David berusaha selembut mungkin, dia menahan hasratnya yang sudah memuncak. Apalagi suara yang keluar dari mulut Anna yang terdengar seperti godaan terhebat.


"Ngghhh ... Papah ...


Tubuh Anna melengkung, saat hujaman di inti tubuhnya semakin intens dan bergerak tidak beraturan.


"Stop it! .. suara mu membuat aku hilang kendali Anna." David menggeram, dia berusaha menahannya mati-matian, meski susah dan terkadang lepas kendali.


"Aku .. aku sudah ahhh!!"


"Ohh, kau memang mengujiku malam ini sayang!"


Katanya lalu menghetakan pinggulnya dengan sangat kencang, sampai membuat Anna merintih kencang dan tubuh Anna bergerak tidak tau arah.


David terus berpacu, mengejar pelepasan yang sudah terasa sangat dekat.


"Argghhh sayanga aku selesai."


"Ohhhh Daviiiddd ...


Lalu hening, keduanya terdiam dengan nafas yang tersengal-sengal dan peluh membasahi seluruh tubuh.


"Mas?"


Anna menatap David, dengan telapak tangan yang sudah berada di atas perutnya.


"Dia baik-baik saja sayang .. dia anak yang kuat." ujar David yang ikut mengusap, lalu mencium perut Anna beberapa kali.


...•••••...


Vote dulu yah ngahahah : )


Like sama komen tetep wajib nggak mau tau ..


~Papayo, selamat bobo~