My Ex Husband

My Ex Husband
Hancur tak berbentuk.



...Flashback 23....


...•••••...


Angin malam terus menyapu kulit Anna hingga tembus menusuk tulang. Namun prempuan itu seolah tidak merasakan apapun selain sakit di ulu hatinya, Anna hanya menangis sambil terus melajukan motornya.


Tepat pukul dua dini hari Anna sampai di depan pos security, memarkirkan motor milik pak Yasir begitu saja lalu berlari ke arah dalam.


"Pak Yasir terimakasih, kuncinya masih ada di motor." kata Anna.


Namun pria itu tampak kebingungan, ketika melihat mata Anna yang sembab dan hidung yang memerah.


"Neng kenapa?" pak Yasir panik.


Namun ia semakin bingung ketika tiba-tiba saja mobil milik David berhenti di depan pintu gerbang, keluar lalu berlari, menyusul Anna.


"Annaa kita harus bicara sayang!" David berteriak sambil terus berlari.


Namun prempuan itu terus mengabaikannya sampai masuk kedalam kamar.


Duk!


David menahan pintu kamar yang akan tertutup dengan bahunya.


"Anna dengar dulu! aku terpaksa menikahi Mik ..


Plak!


Anna berbalik yang kemudian langsung menampar suaminya.


"Dasar brengsek, pecundang, tidak sadar diri!" Anna berteriak.


David menatap Anna sendu, seraya memegangi pipinya yang terasa panas.


"Iya aku tau, tapi bisakah kita berbicara dulu? aku akan menceritakan semuanya!" suara David lirih.


"Cukup! jangan lagi, kau tidak tau betapa hancurnya hatiku sekarang, apa yang akan terjadi jika kamu menceritakan semua nya dari awal? aku tidak sanggup, mas." sergah Anna dengan air mata dan rintihan pilu yang terus terdengar.


Iris coklat milik David tampak berkaca-kaca, menatap Anna sendu dengan dada yang juga terasa sesak ketika melihat istrnya menangis hingga tersedu-sedu.


"Ann, waktu itu ...


"Stop! jangan berbicara." Anna menutup telinga dengan kedua tangannya.


David mendekat, berusaha meraih tubuh tidak berdaya itu. Namun Anna menepis tangan David dan berusaha menjauh, seolah ia jijik dengan sentuhan yang suaminya berikan.


"Ann ... kumohon!" kaki David kembali melangkah.


"Pergilah, sana temani kekasih yang sangat kau cintai, tinggalkan aku. Atau mas mau membunuh ku saja? itu akan lebih baik dari pada kau menyakiti ku secara perlahan seperti ini!" cicit Anna, seulas senyum terbit di bibirnya.


"Oh bukan, istri muda mas maksud ku!" Anna tersenyum miris.


"Anna stop, kau berbicara ngawur!"


"Tidak, aku serius! sebentar aku ambil gunting dulu!" katanya lalu membuka laci nakas.


Namun dengan cepat David menarik lengan Anna, hingga tubuh keduanya berbenturan.


"Maafkan aku, ini hanya sampai dia sembuh!" David memeluk tubuh Anna erat.


Anna memberontak, berusaha lepas dari dekapan David.


"Kau jahat, kau bajingan, kau iblis!" Anna memukul dada suaminya sangat kencang hingga pria itu tampak meringis.


"Aku hanya mencintaimu, Ann. Hanya kamu, aku melakukan ini karena aku ...


"Stoppp!!" suara itu sangat melengking.


"Kau ini bebal atau apa, aku bilang stop David! stop, kumohon bunuh saja aku!"


David terkejut dengan sikap istrinya sekarang, mata nya memerah, amarah sudah sangat jelas tergurat dari raut wajahnya.


"Sadarkah kau sehancur apa aku sekarang!?" Anna meremat kerah jaket denim yang David kenakan.


"Sayang aku ...


"Berhenti menatapku seperti itu, aku tidak mau kau kasihani!" kata Anna.


Prempuan itu melepaskan cengkraman tangan di kerah jaket milik David, mendorong tubuh kekar itu sekuat tenaga kemudian kembali meraih laci nakas.


"Anna!" David berteriak.


"Lepa!" Anna terus menjerit.


David hanya meringis ketika Anna terus memukuli bahunya.


"Lepas, biarkan aku mati dan segera menyusul kedua orang tuaku!"


David menurunkan Anna, lalu menyalakan air shower yang langsung membasahi keduanya.


"Semoga dinginnya air bisa meredakan kepala mu yang mendidih!" nafasnya menderu-deru, mata yang juga memerah.


Dia menangis.


"Aku tidak mempunyai alasan untuk bertahan hidup, semuanya hancur tanpa sisa." Anna kembali merintih, saat rasa sesak terus menjalar memenuhi dada.


"Maafkan aku, maafkan aku sayang." ucapnya lalu menundukan kepala sampai kening keduanya menempel.


"Mas jahat ... mas udah nggak sayang aku." suara Anna lirih.


David mencium kening Anna, memeluk tubuh mungil itu dengan sangat erat.


"Maaf!" David kembali berucap.


...••••...


Rosa menggeliat, mengerjapkan matanya beberapa kali ketika mendengar kegaduhan dari luar kamarnya.


Wanita itu bangkit, menurunkan kedua kakinya lalu beranjak.


"Bu, mau kemana?" Daniel ikut bangkit.


"Ibu mendengar suara jeritan Anna, ibu takut dia mimpi buruk lagi." katanya.


Daniel menjengit.


"Masa sih? ibu salah denger kayanya. Ayah nggak denger apa-apa." seru Daniel.


"Iya kali," Rosa kembali berjalan ke arah tempat tidur.


Namun keduanya terhenyak saat mendengar jeritan itu kembali.


Dengan raut wajah panik Rosa berlari, meraih handle pintu lalu membukanya dengan sekali tarikan.


"Anna?" prempuan terus berjalan menaiki anak tangga dengan langkah yang tergesa-gesa.


"David!?" Rosa mendorong pintu kamar yang tampak sedikit terbuka.


Rintihan Anna semakin jelas, sampai membuat Rosa berlari ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.


Brak!


Rosa mematung, matanya membulat ketika melihat putra dan menantunya tengah menangis bersama dibawah kucuran air shower.


"Kalian ini kenapa?" Rosa menjengit.


Wanita itu berjalan masuk, mematikan kran lalu menarik Anna yang masih menangis dengan keadaan yang basah kuyup.


"Kau apakan menantuku!?" sorot mata Rosa menusuk pandangan David.


"Kau tidak apa sayang?" katanya seraya meraih handuk untuk Anna.


"Kenapa kau mengguyur Anna tengah malam begini!?" tanya Rosa lagi, namun David masih bungkam.


"Ayok .. ganti pakaian mu, nanti sakit." Rosa menuntun Anna kearah dalam.


Sementara David masih membisu, menatap punggung Anna yang sudah berjalan keluar.


Selamat David, ini awal dari kehancuran hidupmu!


Pria itu bermonolog, meremas rambutnya dengan sangat kuat, lalu bersandar dan duduk dilantai kamar mandi dengan perasaan yang tentu saja tidak bisa di jelaskan.


...••••...


Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya. Klik favorite juga agar kalian tidak tertinggal di setiap update-an eps terbarunya.


Ig: @_anggika15


~Sayang kalian~