
Jangan lupa tinggalkan jejak like ya KK 🙏
...****...
Yudha dengan Alex, rekannya baru kembali tugas luar. Keduanya berhenti di salah satu restoran.
"Pak Yudha, besok datang kan?" Tanya Alex pada Yudha.
"Jangan panggil bapak, panggil saja Yudha," ujar Yudha pada Alex.
"Saya panggil Alex saja, kalau pakai embel-embel bapak. Sepertinya tua sekali," kata Alex.
"Lex, tadi kau tanya besok saya datang. Datang kemana ?" Tanya Yudha.
"Bing Boss akan menikah, semua pegawai dapat undangan," kata Alex.
"Bing Boss? Tuan Abraham Barend..!?" tanya Yudha dengan mata sedikit membesar.
"Bukanlah! anaknya, Boss kita sekarang," ujar Alex.
Yudha ngekeh, karena dalam pikirannya. Abraham Barend yang menikah lagi.
"Mungkin karena aku sering kelapangan, aku tidak tahu dengan undangan pernikahan Boss kita," kata Agra.
"Letih juga ya, kita selalu mendapatkan tugas menghandle pekerjaan dilapangan," ujar Alex.
"Aku tidak, aku suka ditugaskan ke lapangan," sahut Yudha.
"Karena menghindari Yulia, aku tahu." Alex menertawai Yudha.
Yudha menyesap kopinya yang masih mengepul.
"Auu..!" Yudha meletakkan kopinya dan mengusap bibirnya.
"Hati-hati, masih panas. Jangan dibawa ngelamun. Indah pada waktunya, sabar," kata Alex.
"Kau itu, apa tidak takut. Selalu pergi keluar kota, orang rumah bagaimana?" Yudha mengalihkan pembicaraan mengenai dirinya.
"Mereka percaya, aku bekerja. Aku orang tak punya dulu, sekarang juga masih. Tapi, tingkat kehidupanku sudah sedikit naik. Tidak akan aku hancurkan, wanita penggoda banyak berkeliaran diluar sana. Kita bentengi hati kita, satu lagi Yudha. Pria dan wanita itu tidak bisa menjadi sahabat, pasti nantinya akan terjadi main hati. Walaupun ada sebagian yang murni terjalin persahabatan, tapi itu hanya terjadi pada segelintir kalangan saja." tutur Alex.
Apa yang dikatakan oleh Alex mengingatkannya dengan hubungannya dengan Yulia.
Yulia sering mendekatinya, datang kerumahnya dengan alasan pekerjaan. Yulia menawarkan persahabatan, dan diterima oleh Yudha tanpa menaruh prasangka curiga dalam hati dan pikirannya. Ternyata, Yulia ada maksud lain dengan menawarkan persahabatan.
Yudha terjebak dengan Yulia, terjebak dalam pernikahan terpaksa.
"Yudha, makan. Dingin makanan tidak enak lagi, perjalanan kita dua jam lagi. Kita sampai rumah sudah subuh." teguran Alex membuat lamunan Yudha menguap seketika.
***
Group WA sedang ribut membahas kondangan pesta Boss.
Lusi
(hai girl, besok kondangan barengan ya)
Nia
(Iya, kita barengan. Aku tidak pernah datang ke pesta kalangan Borjuis)
Nita
(Aku belum ada baju, kalian sudah ada baju. Malu, jika baju kita biasa-biasa saja)
Nia
(Uang gaji sudah habis😥)
Sonia
(Bagaimana jika kita sewa baju saja, sekarang. Banyak toko yang mau menyewakan baju)
Nia
(Serius, maulah. Aku juga mau bergaya, tapi tidak ada modal🤭)
Nita
(🤣🤣)
Lusi
(Hei..aku ikut, aku mau cantik. Mungkin aku bisa ketemu jodoh di pesta Boss, aku mau dapat suami tajir)
Lidia
(Hai girl, ikut ya. Aku lagi cekak ini, uang gaji habis untuk bayar kredit motor)
Sonia
(😝 Bagaimana, jika besok kita janji bertemu di satu tempat. Dari situ kita ke butik untuk menyewa gaun, baru kita pergi ke pesta)
Nita
(Kenapa hanya kita yang sibuk bahas baju, teman yang lain pada kemana?)
Cici
(Hai girl, sorry baru gabung. Ketiduran, ikut sewa baju ya🤭)
Sonia
(Cici, tidur terus. Bangun, nanti badanmu melar)
Cici
(Biarin melar, yang penting seksi😝)
Nia
Lusi
(Yang jomblo akut hanya kita, yang lain sudah ada buntut🤭)
Lidia
(Divisi kita banyak cowok, mana mau mereka nimbrung bahas baju. Kalau kita bahas onderdil mobil tadi, mereka pasti nimbrung)
Nia
(Yulia kemana? biasanya dia paling demen jika bahas Boss)
Sonia
(Mungkin dia lagi patah hati, meraung-raung didalam kamar 🤭)
Nia
(Mungkin, dia kan ingin menjadi Nyonya Boss)
Lidia
(Benar, dia kan ngincar Boss. Ternyata, Boss sudah sold out 🤭)
Nita
(Bukannya dia sekarang sudah menjadi Nyonya juga?)
Nita
(Dia sudah menikah? kapan? kenapa aku tidak tahu?)
Lidia
(Rahasia)
Lusi
(Nyonya abal-abal 🤭)
Yulia
(Kenapa kalian membicarakan aku? apa kalian iri dengan kehidupanku)
Tiba-tiba, Yulia gabung dengan chatting group WA.
(Lusi out)
(Nia out)
(Nita out)
(Sonia out)
(Cici out)
(Lidia out)
Yulia
(Kabur!! tadi ghibah orang!!😠)
Yulia
(Wow..! jangan berani dibelakang ceritain orang, keluar semua!!)😠
Begitu Yulia masuk ke group WA, semua temannya yang tadi pada bahas pesta dan sedikit menggunjingkan Yulia. Pada kabur.🤣
Yulia melemparkan ponselnya di sampingnya di atas ranjang, karena dia harus bed rest. Jika tidak ingin anak dalam kandungannya gugur.
"Besok Tuan Agra Barend akan menikah? sial..! aku tidak bisa hadir, aku ingin lihat. Siapa perempuan yang mengambil incaran ku.!" seru Yulia seraya melemparkan bantal.
Bugh..
Bantal jatuh didepan pintu kamarnya, bersamaan dengan terbukanya pintu.
"Yulia! apa yang kau lakukan Nak?" Darti, Mama Yulia masuk dengan membawa susu hamil untuk Yulia minum.
"Ma, besok Yulia mau pergi pesta," ucap Yulia.
"Apa kau sudah tidak waras? dokter mengharuskan kau itu bed rest dua Minggu. Apa kau ingin kehilangannya?" Darti meletakkan susu yang dibawanya ke atas nakas.
"Ma, anak ini tidak akan gugur. Hanya karena aku pergi ke pesta." Yulia tetap kekeuh, ingin pergi pesta. Walaupun sudah ada larangan dari dokter untuk bed rest dua Minggu.
"Apa yang ada dalam otakmu ini Yulia? kenapa kau tidak bisa berpikir, ini untuk kepentingan hidupmu sendiri Yulia..!" Darti, Mama Yulia tidak habis pikir dengan kelakuan Yulia. Putrinya, yang tidak jera-jeranya melakukan hal yang berbahaya bagi kandungannya dan nyawanya sendiri.
"Ma, ini Boss tempat Yulia kerja. Apa katanya nanti, jika aku tidak hadir."
"Apa kau sedekat itu dengan Boss tempatmu kerja? sehingga dia merasa kehilangan, jika kau tidak datang memenuhi undangannya? jangan terlalu merasa diperhatikan Yulia, bangun dari mimpimu." Tutur Darti dengan kalimat yang pedas kepada putrinya.
Degh..
Yulia merasa tersindir dengan ucapan Mamanya, dulu. Sang Mama selalu berkata lemah lembut dengan tutur kata yang tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar kepadanya, kini. Raut wajah sang Mama selalu masam saat melihat kearahnya.
"Tidak ada pesta, tidak ada keluar kamar. Selama dua Minggu kau harus bed rest, jika kau tetap ingin pergi ke pesta. Mama, tidak akan segan untuk mengatakan kepada Yudha. Agar dia menceraikan mu Yulia..!" selesai berkata, Darti Mama Yulia langsung pergi meninggalkan kamar sang anak yang masih termangu mendengar apa yang dikatakan oleh Mamanya.
"Mama! jangan katakan apapun kepada Yudha! jika Mama menyuruh Yudha untuk menceraikan ku, aku akan bunuh diri..!" pekik Yulia.
Didepan pintu putrinya, Mama Yulia menangis. Sudah habis batas kesabarannya dalam menghadapi Yulia.
"Terserahlah, Yulia.." gumamnya, seraya berlalu dari depan kamar putrinya.
...****...
...To be continued...