My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Tanggung jawab



Happy reading 😍


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Hari ini, untuk pertama kalinya. Jeanny terlambat masuk kerja, sejak pertama sekali dia mulai mengajar di TK internasional school.


Waktu mandi hanya 10 menit, sarapan pagi dilakukannya didalam taxi. Hari ini, hari terburuk ketiga dalam hidupnya. Hari buruk pertama, saat Yudha memutuskannya. Hari buruk kedua, saat Agra menciumnya.


"Ah...telat, gara-gara tidak bisa tidur. Awas  kau pria mesum, semoga aku tidak akan bertemu dengannya lagi." gumam Jeanny dengan perasaan yang kesal, karena tidurnya terganggu dengan bayangan bibir Agra dan tangan Agra menggerayangi bibir dan tubuhnya. Waktu menjelang subuh, baru Jeanny bisa terlelap dalam tidurnya.


Pintu gerbang sudah tutup, hanya tersisa gerbang kecil untuk pejalan kaki masuk kedalam gedung sekolah.


"Sudah telat 15 menit." gumam Jeanny.


Setelah membayar ongkos taxi, Jeanny turun dari taksi tanpa melihat kiri kanan. Jeanny terus masuk ke dalam bangunan gedung sekolah. Dan, tiba-tiba tangannya ditarik menjauhi gerbang sekolah.


"Kau..!" seru Jeanny, saat melihat wajah orang yang menarik tangannya.


"Ya, aku. Pria yang telah kau hancurkan masa depannya," ujar Agra seraya menarik Jeanny menjauhi gerbang sekolah.


"Lepaskan aku..!" seru Jeanny sembari meronta, agar tangannya terbebas dari pegangan tangan Agra. Tapi, tangan besar Agra terlalu sulit untuk lepas dari tangan Jeanny yang kecil.


"Tidak bisa, kau harus bertanggung jawab. Gara-gara tendangan kakimu, aset ku menjadi cedera. Kau harus tahu, Oma menginginkan anak laki-laki dariku..!" seru Agra.


"Apa urusannya denganku?" Jeanny terus meronta melepaskan cengkraman tangan Agra.


Agra membawa Jeanny menuju mobilnya parkir.


Agra kemudian membuka pintu mobilnya, dan mendorong tubuh Jeanny untuk masuk kedalam mobilnya.


"Tidak mau! aku tidak mau masuk, aku harus mengajar..!" seru Jeanny dengan menahan tubuhnya didepan pintu mobil Agra, satu tangannya yang terbebas dari pegangan tangan Agra memegang body mobil.


..."Masuk...!" titah Agra....


..."Tidak mau..!" balas Jeanny....


"Aku akan teriak, biar kau dihajar massa!" ancam Jeanny.


Dengan cepat, tangan Agra menutup mulut Jeanny. Dan melepaskan tangan Jeanny yang memegang body mobil, dan akhirnya. Jeanny sudah berada didalam mobil.


Agra dengan cepat mengunci pintu mobil dengan otomatis, karena takut Jeanny akan keluar, dia tidak perduli. Jeanny berteriak dan memukuli jendela kaca mobil.


Dengan cepat Agra mengitari mobil dan membuka pintu bagian kemudi, lalu masuk. Dan disambut dengan pukulan tangan dan umpatan dari dalam mulut Jeanny.


"Lepaskan aku, pria mesum! pria hidung belang! kurang ajar." umpatan keluar dari dengan lancar dari dalam mulut.


"Oh iya, aku pria mesum dan hidung belang. Kalau kau  itu apa? kau itu gadis barbar yang kurang ajar, yang membuat aku menjadi mandul..!" seru Agra.


"Mandul..! jeanny sontak kaget, mendengar Agra mengatakan bahwa dirinya mandul. Akibat apa yang dilakukannya.


"Iya, aku mandul. Akibat kau tendang, kau harus bertanggung jawab. Nona..!"


"Ah..tidak mungkin, kau mau membohongiku kan? Kau pasti mengada-ngada, kau ingin membuat aku merasa bersalah kan?" Jeanny tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Agra.


"Aku tidak berbohong, aku mengatakan yang sebenarnya. Gara-gara tendangan kakimu itu, aku menjadi mandul. Kalau kau tidak percaya, Ayo. Kita temui dokter yang mengobati tombak ku in, biar dokter yang mengatakan yang sebenarnya," kata Agra.


"Tombak? yang sakit tombak mu, tapi. Aku tidak melakukan apa-apa kepada tombak mu? aku hanya memberi pelajaran kepada ITU mu itu." Jeanny memonyongkan mulutnya ke arah area sensitif Agra.


"Ini tombak ku, Nona! kini. Dia tidak berfungsi, dan. Kau yang harus bertanggung jawab."


"Kenapa harus aku yang bertanggung jawab? kalau kau tidak berusaha melecehkan ku, aku tidak akan menendang itu MU, Tuan..!" balas Jeanny dengan menekan kata MU, mata Jeanny terarah kepada benda diantara dua paha Agra.


"Buka pintunya..!" tangan Jeanny berusaha untuk membuka pintu mobil, tetapi tetap tidak bisa terbuka. Karena Agra menguncinya.


"Tidak bisa! kau harus bertanggung jawab."


"Hei! hentikan mobilnya, kau ingin membawaku ke mana? pekik Jeanny, seraya memukul jendela kaca mobil.


Agra tidak perduli dengan teriakan yang dilakukan Jeanny didalam mobil, walaupun. Teriakan Jeanny membuat terasa bisik ditelinga. Agra terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga membuat Jeanny menjadi takut.


" Kenapa kau ngebut? apa kau ingin membunuhku?" Jeanny sedikit melirik Agra dengan ujung matanya.


Lagi-lagi, Agra tidak menanggapi perkataan Jeanny. Dia fokus dengan kemudi mobilnya.


"Ternyata, selain mesum. Dalam otaknya, hanya ada pikiran kotor yang cabul. Dia juga tuli," ujar Jeanny mengejek Agra, karena tidak menanggapi apa yang dikatakannya.


Mobil yang dikemudikan oleh Agra berhenti di depan rumah yang cukup besar, dan pintu gerbang rumah tersebut terbuka secara otomatis.


"Di mana ini? apa yang ingin dilakukannya padaku? apa dia ingin melakukan..?" dalam benak Jeanny.


Jeanny menoleh kearah Agra, wajah Agra yang tanpa ekspresi membuat Jeanny yang tadinya berani. Kini, ciut.


Dan


"Oh tidak." Jeanny panik, karena bayangannya mulai traveling ke hal yang berbau ranjang.


"Kenapa kau membawaku ke sini? antarkan aku pulang!" Jeanny takut, karena begitu mobil memasuki pekarangan rumah. Pintu pagar yang tinggi dan kokoh, terbuka dan tertutup dengan sendirinya.


Otak Jeanny yang sudah traveling kemana-mana, membuat dirinya panik. Membayangkan, dirinya akan ditiduri oleh Agra.


"Apa dia akan mencoba ITU nya padaku, karena aku yang membuat ITU nya mati suri." benak Jeanny traveling kepada yang belum akan terjadi.


"Tolong, lepaskan aku. Aku masih perawan, kalau kau ingin mencoba ITU mu itu. Lakukan pada yang tidak perawan lagi, aku bisa bantu mencarikan wanita yang bisa untuk mencoba ITU mu," ucap Jeanny dengan suara yang gugup, dan terdengar suara Jeanny gemetar.


"Apa dikiranya aku akan menidurinya? tapi bagus juga dia salah paham, aku suka melihat dia ketakutan. Rasakan, itu balasan karena kau telah membuat aku kesakitan semalam. Dan membuat aku menjadi bahan candaan." dalam benak Agra.


Agra membuka kunci pintu mobil, begitu terdengar suara ceklek. Jeanny langsung membuka pintu dan gegas turun dan berlari ke arah pintu gerbang.


Agra tertawa melihat Jeanny berusaha untuk membuka pintu gerbang.


"Argh..! bagaimana aku bisa keluar dari sini." Jeanny celingukan mencari jalan keluar.


"Tolong! tolong..!" pekik Jeanny, berharap ada orang yang mendengar.


"Teriak lah, apa kau tidak lihat tadi lokasi rumah ini. Rumah ini jauh dari jalan," ucap Agra santai.


"Tolong! ada pria mesum!" kembali Jeanny berteriak minta tolong.


"Tolong! siapa saja yang ada diluar, telepon polisi..!" seru Jeanny.


"Polisi! ah.. kenapa aku lupa menghubungi polisi dengan ponsel, tas ku." Jeanny tersadar, tasnya tinggal didalam mobil Agra.


"Ponsel ku." Jeanny ingin mengambil tasnya didalam mobil Agra.


"Kunci." Agra memain-mainkan kunci mobil di tangannya.


"Sial! pria mesum, seharusnya aku menendang ITU mu sampai pecah..!" seru Jeanny yang benar-benar marah.


Agra menghampiri Jeanny, kedua tangannya masuk kedalam saku celananya.


"Tolong! ada gadis bar-bar yang ingin memperkosaku..!" seru Agra, mengikuti Jeanny meminta tolong.


"Kau...!"


Saking kesalnya, Jeanny mencari-cari sesuatu untuk melempar Agra.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...Bersambung...