My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Janji



Happy reading 😍


...🌹🌹🌹...


"Kau kira aku pria yang bodoh Yulia? tidak tahu mana  gadis yang masih suci, dengan gadis yang sudah tersentuh. Walaupun waktu itu aku kau buat mabuk, tapi aku tahu Yulia. Kau, sudah tidak suci lagi! dasar perempuan murahan. Yang bisanya hanya menjebak laki-laki..!"


"Aku akui, aku memang sudah tidak suci lagi. Tapi, anak ini anakmu Mas Yudha..!" Yulia tetap mempertahankan pendapatnya, bahwa anak yang berada di dalam kandungan nya adalah anak Yudha.


Yudha kembali tertawa mengejek, matanya sinis melihat wajah Yulia yang sangat yakin bahwa dia mengandung anak Yudha.


"Udahlah, tidak usah kita perdebatkan lagi. Tunggu saja sampai anak itu lahir, dan kita lakukan tes DNA. Aku harap, jika terbukti anak itu bukan anakku. Kau harus menemui Jeanny untuk memberikan klarifikasi, bahwa anak yang kau kandung itu bukan anakku," ucap Yudha.


"Oke! siapa takut," jawab Yulia dengan penuh keyakinan.


"Tapi, jika anak ini terbukti anak mas Yudha. Apa yang akan mas lakukan? jangan hanya aku yang mas suruh menemui mantan kekasih mas itu."


"Aku yakin, anak itu bukan milikku. Tapi, biarlah. Agar kau senang, aku akan mengakui kau sebagai istriku. Bagaimana?" tanya Yudha.


'Deal! aku setuju." Yulia menyukai apa yang dijanjikan oleh Yudha.


"Semoga kau tidak menangis, apa yang akan kau hadapi kedepannya. Mulai sekarang, kau harus ingat-ingat. Dengan siapa saja kau telah tidur, untuk mencari keberadaan ayah bayimu tersebut."


"Dan satu lagi, jangan kau datang lagi ke rumahku. Karena aku tidak tinggal bersama dengan keluargaku."


"Di mana mas tinggal?" tanya Yulia.


"Kau tidak perlu tahu, di mana aku tinggal. Kau cari saja ayah bayimu itu, jangan sibuk dengan kehidupan orang."


Lalu kemudian, Yudha meninggalkan Yulia. Karena dia melihat para pekerja, sudah mulai pulang meninggalkan gedung perusahaan.


Yulia memandang punggung pria yang sudah dia cintai sejak pertama kali dia menjadi pegawai di perusahaan PT Star, dan dia menjadi anak buahnya. Membuat Yulia semakin mendapat peluang emas untuk mendekati Yudha.


...🌹🌹🌹...


Selesai menemui kliennya, Agra berniat kembali ke rumah sakit. Dipertengahan perjalanan menuju rumah sakit, Agra mendapat pesan dari Papanya. Bahwa Oma Gracia sudah pulang dari rumah sakit, tanpa sempat melakukan cek up kesehatan.


"Dasar Oma." Agra kesal.


Begitu tiba di rumahnya, Agra langsung mencari keberadaan sang Oma.


"Bi Anah, mana Oma?" tanya Agra.


"Obut dihalaman belakang bersama dengan nyonya dan Non Lisa Den," jawab Bi Anah.


Agra memutar tumitnya, yang tadinya ingin menuju kamar Oma Gracia. Kini dia melangkah menuju halaman belakang.


Begitu melihat keberadaan Omanya yang sedang berbincang-bincang dengan Mama dan Lisa, Agra mendekat.


Dan.


"Oma..!" panggil Agra.


Deg..


Oma Gracia langsung berhenti tertawa, dan melihat ke arah Agra yang melangkah mendekati tempat dia duduk bersama dengan Lisa. Sedangkan Mama Agra, Alma sedang menyiram bunga-bunganya.


"Papa..!" Lisa berlari menyambut kedatangan Papanya.


Agra menggendong dan berjalan mendekat Omanya duduk.


"Agra sudah pulang?" tanya Oma.


"Kenapa Oma pulang? kan Oma seharusnya dirawat satu hari untuk melakukan cek up kesehatan?"


"Untuk apa cek up kesehatan? Oma sehat-sehat saja, tadi Oma pusing, karena Oma tidak sarapan," ujar Oma.


"Oma tidak sarapan? kenapa Oma tidak sarapan? Siti..!" Agra berteriak memanggil maid bernama Siti yang bertugas bagian dapur.


Maid yang bernama Siti langsung datang dengan berlari.


"Saya Den." maid yang bernama Siti berdiri dengan menundukkan kepalanya dihadapan Agra, yang berdiri tegak menatap maid yang bernama Siti.


"Kenapa Oma tidak sarapan tadi pagi?" tanya Agra.


Alma yang mendengar Agra mengintrogasi Siti, menghentikan kegiatannya menyiram bunga-bunganya.


"Ada apa?" tanya Alma pada Agra.


"Oma bilang, tadi pagi tidak sarapan," kata Agra.


"Mama kan sarapan tadi pagi, Mama makan bubur kacang hijau kan? apa Mama lupa?" Alma memandang Mama mertuanya dengan lekat, dia mencari kebohongan dari raut wajah sang mertua.


"Apa iya? ah.. mungkin Oma lupa, maaf ya Maimunah," ucap Oma Gracia pada Siti.


"Oma, besok kita pergi kerumah sakit. Oma semakin pelupa saja," kata Agra.


"Oma tidak lupa, makan bubur itu bukan sarapan. Sarapan itu makan nasi goreng," ujar Oma.


"Agra, Oma tidak pikun. Oma tahu, kau mengkhawatirkan Oma. Oma akan sehat, jika kau memberikan Oma cucu lagi," ujar Oma.


"Oma..!" Agra malas, jika Oma mengungkit-ungkit mengenai pernikahan.


"Ini cucu obut." Lisa menunjuk dirinya.


"Iya, Lisa cucu buyut Oma. Tapi hanya Lisa seorang, Lisa ingin punya adik kan?"


"Mau..mau.." jawab Lisa.


"Oma, tidak ada cucu lagi dan tidak ada pernikahan." selesai berkata, Agra pergi.


"Ma, jangan kita terlalu memaksa Agra. Jika kita terlalu memaksakan, dia akan marah. Pelan-pelan saja," kata Alma.


"Menunggu dia mau, sampai kapan? apa nunggu napas ini pergi."


Oma Gracia pergi meninggalkan Alma.


"Obut, tunggu." Lisa berlari mengejar Gracia.


"Ah.. pusing, yang satu tidak ingin menikah lagi. Mama ingin cucu lagi.


...🌹🌹🌹...


Jeanny keluar dari dalam kamarnya dengan langkah gontai, hidungnya terlihat merah.


"Hei.." tepukan di bahunya membuat Jeanny mengerakkan sedikit kepala kearah belakang.


"Abang di rumah?" tanya Jeanny.


"Kalau tidak di rumah, Abang berada di mana?" Jamie balas balik bertanya kepada Jeanny.


"Mungkin Abang berada di atas awan," jawab Jeanny.


"Hari ini Abang libur, bagaimana. Jika kita melakukan hari Abang adik?"


"Abang yang libur, Jean masih harus mengajar."


"Bagaimana jika libur saja." usul Jamie.


"Abang! Jeanny baru mulai bekerja, Abang mau lihat Jeanny di pecat. Dan akan menjadi pengangguran?" Jeanny mendelikkan matanya kepada Jamie yang nyengir menatapnya.


"Weekend saja kita melakukan hari Abang adik, kita sudah lama tidak melakukannya. Sekarang, kita jomblo. Kita bisa melakukan hari Abang adik sepuasnya, seperti dulu."


"Ternyata, jomblo membuat kita bisa melakukan apa yang sering kita lakukan dulu ya Bang," kata Jeanny.


"Kita jomblo bahagia," kata Jamie.


Keduanya sampai di dapur, dan melihat Mamanya sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan suaminya.


"Pagi Mama," ucap Jamie.


"Pagi Ma," ucap Jeanny juga.


"Pagi, tumben Abang bangun cepat? biasanya libur begini masih bergulung dibalik selimut," ujar Amira, Mama Jamie dan Jeanny.


"Kamar sebelah Ma, ribut dari tadi. Suara bersin nya sampai membangunkan Jamie," kata Jamie.


Amira melihat kearah Jeanny, kemudian melangkah mendekatinya Jeanny. Tangan Amira memegang kening kepala Jeanny.


"Demam Jean, semalam pulang hujan-hujanan," ujar Amira.


"Jeanny tidak kena hujan."


Amira pergi meninggalkan dapur.


"Sakit ?" Jamie mengikuti apa yang dilakukan oleh Mamanya, melekatkan punggung tangannya di kening Jeanny.


"Jangan kerja Jean," ujar Jamie pada sang adik.


"Hanya demam, Jeanny masih mampu bekerja. Lagipula ini hari Jum'at, cepat pulang." Jeanny tetap kekeuh untuk pergi bekerja.


Amira kembali dengan membawa kotak yang berisi obat-obatan.


...🌹🌹🌹...


...Bersambung...