
Happy reading π
...ππππππππ...
Jamie masuk kedalam kamar adiknya, Jeanny. Setelah tidak berhasil menggagalkan keputusan Papa untuk menikahkan Jeanny dengan seorang duda.
"Jeanny tidak mau menikah dengannya Bang, Jeanny tidak ada hubungan apa-apa dengan pria itu." Jeanny menangis tersedu-sedu.
"Siapa nama laki-laki itu? Abang akan menemuinya."
"Jamie, jangan lakukan kekerasan. Bawa bicara baik-baik, Mama tidak ingin ada pertengkaran lagi," ucap Mamanya pada Jamie yang sedang emosi.
"Dek, katakan. Alamat rumah pria itu..!" Titah Jamie.
Dengan suara yangΒ terdengar parau karena menangis, Jeanny mengatakan alamat Agra.
"Arga, nama yang aneh." gumam Jamie, yang salah mendengar nama Agra. Dalam pendengarannya, Jamie mendengar Jeanny mengatakan Arga.
"Abang akan kerumahnya sekarang," ujar Jamie.
"Jamie, ingat. Jangan lakukan kekerasan." Ingatkan Amira pada putranya yang terlihat emosi.
"Iya Ma," sahut Jamie.
"Pukul saja Bang, buat dia tidak bisa bisa berjalan..!" Pekik Jeanny.
"Iya, Abang akan pukul dia. Sampai dia tidak ingat lagi namanya," sahut Jamie seraya keluar dari dalam kamar sang adik yang masih menangis.
Dengan setengah berlari, Jamie keluar dari dalam rumah.
"Jamie...!" Panggil Amira, Mamanya, dengan mengejar Jamie yang sudah berada di samping pintu mobilnya.
"Ada apa Ma, kalau memanggilku hanya untuk mengingatkan Jamie agar tidak berbuat kasar pada laki-laki itu. Jamie akan turuti, tapi. Jamie tidak jamin, ya. Ma," kata Jamie.
"Jamie, jangan sampai Mama dan Papa mendapatkan telepon dari kantor polisi. Karena kau sudah berada dalam penjara..!"
'Doakan saja Jamie Ma, biar Jamie bisa menahan emosi. Tapi, jika orang itu arogan! Jangan salahkan Jamie, jika tangan ini melayang pada sasarannya. Yaitu tubuh laki-laki itu." Selesai berkata, Jamie masuk kedalam mobilnya. Lalu kemudian, mobil Jamie melesat kencang.
"Apa yang terjadi dengan keluarga hamba ini ya Allah." Gumam Amira, seraya memijat keningnya yang terasa pusing tiba-tiba.
"kenapa Jeanny harus mengalami ini semua, ya. Allah!Β Yudha meninggalkannya, sekarang. cobaan apalagi ini ya Allah..!"Β Amira, Mama jenny menghela napasnya yang tiba-tiba terasa tidak nyaman.
Andre, sang suami keluar dan duduk duduk diteras.
"Mau kemana Pa?" tanya Amira.
"Mau ke KUA," jawab sang suami.
"Pa, apa Papa serius mau menikahkan Jeanny dengan laki-laki yang baru kita kenal, baru hari ini kita mengenalnya Pa?" Tanya Amira.
"Kenapa? apa Mama juga tidak suka Jeanny menikah dengan seorang duda?" Andre, sang suami balik bertanya pada sang istri.
"Mama tidak memandang statusnya sebagai seorang duda, tapi karena mereka belum cukup dekat. Cerita Jeanny, mereka dekat baru sebulan ini saja. Itu juga dengan putrinya, bukan dengan papanya," kata Amira.
"Dengan Yudha, Jeanny dekat sudah lama. Kita juga mengenalnya dan keluarganya sudah lama, tapi apa yang terjadi? mereka putus! Yudha menghianatinya. Waktu, tidak menentukan mereka awet atau tidak. Ma, mungkin saja. Jodoh Jeanny bukan Yudha, tapi. Pria yang bernama Agra ini. Sudah, Papa mau pergi ke KUA dulu. Mau tanya syarat-syarat menikah."
"Apa jodoh Jeanny laki-laki itu?"
ππ
Yudha turun dari mobilnya bersama dengan seorang rekan kerjanya, hari ini. Dia kembali, setelah seminggu tugas keluar kota.
"Pak Yudha tidak pulang ke rumah dulu, sudah seminggu bapak pergi. Apa tidak kangen dengan orang rumah?" tanya rekannya.
"Pekerjaan lebih penting," sahut Yudha.
"Pekerjaan penting Pak, tapi. Keluarga juga penting, saya dengar. Pak Yudha pengantin baru," ujar rekan kerjanya tersebut.
Yudha membatalkan tangannya menekan tombol lift, kepalanya menoleh menatap rekannya tersebut.
"Apa karyawan di perusahaan ini suka membahas kehidupan orang lain?" sindir Yudha, yang tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh rekannya tersebut.
Rahang Yudha mengetat, mendengar apa yang dikatakan oleh rekannya tersebut.
"Waktu itu, ada pesta Pak. Yulia, istri bapak mabuk. Dia membongkar pernikahan bapak dengannya, jika tidak karena mulutnya. Tidak ada yang mengetahui pernikahan bapak dengannya." sambung rekannya itu lagi.
"Kurang ajar kau Yulia." dalam benak Yudha.
"Pak." rekan kerjanya menahan Yudha yang ingin menuju ruang kerja Yulia.
"Lepaskan! aku akan menghajar wanita itu..!" Yudha menepiskan tangan rekannya tersebut.
"Pak Yudha, ini kantor. Apa bapak mau di pecat?" tanya rekannya.
"Aaarhg..!" Yudha mengepalkan tangannya.
"Saya juga kaget, mendengar bapak menikah dengan Yulia."
"Kenapa? apa kau tahu tentang wanita itu?" tanya Yudha.
"Saya tidak ingin menyebarkan berita bohong Pak Yudha, tapi. Apa yang saya katakan mengenai wanita itu bukan rahasia umum lagi, wanita itu player. Bapak saja yang tidak tahu." tutur rekannya tersebut.
'Dulu, dia sempat mendekati kepala keuangan perusahaan. Pak Wibi, tidak tergoda. Ternyata, dia mengalihkan sasarannya pada Pak Yudha." Tutur Alex, rekan kerjanya Yudha.
" Aku di jebak," kata Yudha.
Yudha menceritakan apa yang terjadi padanya, sampai dia harus menikahi Yulia yang hamil anaknya. Menurut pengakuan Yulia.
"Apa bapak melakukan ITU padanya?" Tanya Alex.
"Pagi itu, begitu aku tersadar. Aku tidak memakai sehelai benangpun pada tubuhku, dan wanita itu tidur di sampingku. Sepertinya, aku mabuk. Tapi, Aku tidak menyentuh minuman yang beralkohol. Kenapa aku bisa mabuk." tutur Yudha.
"Mungkin bapak tidak sadar telah minum-minuman keras ," kata Alex.
"Mungkin saja, dia ingin menjebak Pak Wibi. Tapi tidak bisa, bapak yang kena apes. Bapak sabar, pasti akan ketahuan belang wanita itu," kata Alex.
"Setelah anak itu lahir, aku akan melakukan tes DNA," kata Yudha.
"Harus Pak, jangan bapak kena getahnya. Orang makan buahnya."
πΊπΊ
Mobil yang dikemudikan oleh Jamie berhenti didepan rumah keluarga Barend.
"Besar sekali rumah Arga." gumam Jamie.
"Mau rumah besar, kecil. Aku tidak takut, aku akan memberi pelajaran pada laki-laki yang telah menganggu adikku."
Jamie turun dari mobilnya dan menekan bel, gerbang terbuka dan keluar laki-laki.
"Ada apa Pak.?"
"Saya ingin bertemu dengan Arga," ucap Jamie.
"Arga? siapa Arga?" bingung kan.
"Arga, pemilik rumah ini. Apa bapak bukan tinggal di rumah ini?" tanya Jamie.
"Saya Mahmud, tukang kebun merangkap petugas keamanan."
"Lalu, kenapa bapak tidak mengenal Arga?" tanya Jamie yang mulai kesal.
"Pak, di rumah ini tidak ada orang yang bernama Arga. Saya katakan yang sebenarnya, penghuni rumah ini tidak ada yang bernama Arga..!" tegaskan pria yang bernama Mahmud.
"*Apa pria itu tidak tinggal di sini, sepertinya. Pria itu pura-pura kaya, emh..sangat mencurigakan, Yudha sudah pergi dari kehidupan Jeanny. Kini pria yang bernama Arga itu ingin mengusik kehidupan adikku." dalam benak Jamie.
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
...Bersambung*...