
Happy reading 😍
...🍁🍁🍁🍁🍁...
"Aku tidak akan menyentuhnya, jika kau menurut! Mulai sekarang, kau harus berperan sebagai Malika. Buang jauh-jauh Mikaela dalam dirimu itu, Mikaela sudah mati. Hanya ada Malika, temui Agra dan jadilah Malika. Istri yang sangat di cintanya," ucap Maharani dengan datar, di setiap kata perkata dari ucapannya. Terdengar dendam yang membara dalam hatinya.
"Baiklah, tapi aku tidak pernah melihat pria itu. Aku hanya pernah melihatnya 5 tahun yang lalu, raut wajahnya yang sekarang. Aku tidak tahu lagi," ucap Mikaela.
"Aku akan mengirimkan gambarnya padamu, kau pasti akan menyukainya. Malika saja jatuh cinta sungguhan pada pria itu, tapi. Kau jangan seperti Malika, jangan ada cinta di antara kalian. Ingat itu, jika kau ingin masih bisa menghirup udara di dunia ini." ancam Maharani seraya mengutak-atik ponselnya, mencari gambar Agra Barend.
Ting..
Ponsel Mika bunyi, Mika gegas mengambil ponselnya di atas ranjang. Dan melihat pesan gambar yang dikirimkan oleh Maharani.
Raut wajah Mikaela berubah, saat melihat gambar yang dikirim oleh Maharani ke ponselnya.
"Laki-laki yang menarik, pantas Malika meninggalkan nenek tua ini. Agra Barend pria idaman wanita, aku bisa suka sungguhan suka dengannya." dalam benak Mikaela.
"Aku tahu apa yang ada dalam otakmu, kau menyukainya kan? kau sama saja dengan Malika, kau kira aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranmu. Kau itu kembaran Malika, soal tipe pria yang kalian sukai pasti sama." cibir Maharani.
Mikaela tidak menanggapi perkataan Maharani, matanya menatap dengan lekat gambar yang ada dalam ponselnya.
****
Besok, Jeanny akan meninggalkan masa gadis. Malam terakhir dia bergelar gadis, kedua temannya sepakat untuk menemani Jeanny tidur di hotel. tempat akad dan resepsi diadakan.
"Jean, ini kado dari aku. Kau harus pakai untuk menggoda Abang duda ya." goda Bella.
"Apa yang kau berikan, awas jika kau memberikan aku kado yang aneh-aneh." ancam Jeanny.
"Dan dari aku ini, buka." titah Valerie.
"Buka sekarang?" tanya Jeanny.
"Iya, cepat buka. Ini juga, buka sekarang." Bella menyodorkan kado darinya untuk dibuka Jeanny.
"What hell ! " Jeanny terperangah melihat kado yang diberikan oleh Valerie. Berupa lingerie, tali-tali yang dikaitkan sehingga menjadi lingerie.
Valerie dan Bella cekikikan melihat wajah Jeanny yang terperangah melihat kado dari Valerie.
"Baju apa ini? siapa yang membuat baju seperti ini? ini sama saja aku tidak pakai baju," ujar Jeanny seraya melempar kado pemberian Valerie kepada pemberinya.
Lingerie jatuh ke atas pucuk kepala Valerie, Valerie mengambil lingerie dari atas kepalanya.
"Kau harus pakai lingerie ini Jean, goda Abang Agra. Buat dia tidak bisa melupakan malam pertama denganmu seumur hidupnya. Malam pertama dengan istri pertamanya juga akan dilupakannya, jika kau memakai lingerie ini," kata Valerie.
"Hih..! seperti wanita penggoda saja aku memakai itu." Jeanny bergidik membayangkan dirinya memakai lingerie tali-tali pemberian Valerie.
"Dan sekarang, kau buka kado dariku, ini akan membuat stamina kalian berdua tidak akan habis sampai hari berganti," ucap Bella seraya memberikan kotak kado darinya pada Jeanny.
"Kado kalian sangat mengerikan, Kenapa tidak beri aku kado money saja. Bisa aku pakai untuk menambah beli mobil," kata Jeanny sembari membuka kado dari Bella.
"Untuk apa kau mobil, sekarang sudah ada sopir pribadi yang akan pergi kemanapun kau ingin pergi," ucap Bella.
Jeanny membuka kado pemberian Bella.
"Apa ini?" Jeanny melihat satu botol obat dan DVD.
"Itu obat kuat, untuk suamimu. Suamimu kan sudah lama ditinggal oleh istrinya, mungkin saja dia lupa cara untuk menggolkan gawang perawan. Dengan minum obat kuat dariku, memory menggolkan gawang perawan menjadi lancar." tutur Bella.
"Kado yang tidak bermanfaat." kesal Jeanny.
"Ini DVD apa?" tanya Jeanny.
"Hehehe..!" Bella hanya cengengesan.
"Apa ini Bella?" tanya Jeanny kembali, dia curiga melihat Bella cengengesan.
"ini DVD apa Bella?" tanya Valerie yang juga penasaran dengan isi DVD.
"Kau lihat sendiri, mana laptop mu Jeanny?" Tanya Valerie yang penasaran dengan DVD yang diberikan oleh Bella.
"Sini." Valerie mengambil DVD dari tangan Jeanny.
Satu detik kemudian..
Mata ketiganya bulat sempurna menatap layar laptop, tidak ada yang bergerak ataupun yang bersuara. Ketiganya tegang melihat film dewasa yang terlihat di layar laptop.
Adegan dewasa yang mereka lihat, membuat ketiganya menahan napas seperkian detik.
Sampai.
Jeanny yang tersadar lebih cepat daripada kedua temannya yang masih fokus menatap layar laptop dengan mulut ternganga dan mata membola, berinisiatif mengambil selimut untuk menutupi layar laptop.
"Jean! kenapa kau tutupi, lagi asik itu..!" seru Valerie seraya membuka selimut yang menutupi laptopnya.
"Untuk apa lihat yang begituan..!" seru Jeanny, karena geli dengan apa yang dipertontonkan pasangan bule dalam layar laptopnya.
"Jean, ini perlu kau lihat. Nanti bisa kau praktekkan di malam pengantin," kata Bella.
"Benar Jean." timpal Valerie dengan mata terbuka lebar menatap film dewasa kado dari Bella.
"Kenapa otak kalian semakin mesum? apa kalian ingin menikah juga?" tanya Jeanny pada kedua temannya yang kembali fokus menatap layar laptop.
Karena terlalu fokus dengan apa yang ada di layar laptop, keduanya tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Jeanny.
"Masuk Ma..!" seru Jeanny tiba-tiba, membuat Bella dan Valerie kaget. Dan spontan menutup laptop yang masih memainkan film dewasa.
"Tante..!" seru Bella dan Valerie bersamaan seraya melihat kearah pintu kamar.
"Mana Tante nya?" tanya Bella.
"Jean, kau menipu kami ya!" Valerie mendelik.
Jeanny hanya tertawa senang, karena kedua temannya kaget.
"Jean, kau membuat jantungku berhenti berdetak." Bella memegangi dadanya yang berdetak tak menentu.
"Kalau aku tidak nyebut Mama, mata kalian itu tidak berpaling dari video mesum," ujar Jeanny.
"Ah..kau ini Jean, nggak asik. Lagi seru itu tadi, ya kan Bella," kata Valerie.
"Iya, Jean mengganggu saja." gerutu Bella.
"Jean, kau harus praktekkan pada suamimu besok. Di jamin, suamimu akan cenat cenut," ucap Valerie.
"Hih...! membayangkan adegan itu saja aku mau muntah." Jeanny bergidik membayangkan video yang dilihatnya.
"Ah..kau bilang begitu, begitu sudah merasakan belaian tangan Bang duda. Kau pasti akan mende-sah seperti cacing kepanasan." ledek Bella.
"Hei! apa kalian kita aku akan menyerahkan tubuhku padanya? oh..no! kami tidak saling cinta, bagaimana bisa aku menyerahkan tubuhku ini." tutur Jeanny.
"Jadi, kau tidak akan melakukan malam pertama?" tanya Bella.
"No..!" Jeanny menyilang kan kedua tangannya didepan dadanya.
"Dosa Jean, jika kau tidak melayani suamimu. Apa kau mau menjadi istri yang durhaka," ujar Valerie.
"Tumben otakmu lancar Val?" ledek Bella.
"Dari dulu otakku lancar." balas Valerie.
Tok...tok..
"Jean, apa belum tidur? cepat tidur, biar besok segar." terdengar suara Mamanya.
"Iya, sebentar lagi," sahut Jeanny.
...Bersambung...