
...Happy reading...
...☀️☀️☀️...
Akhirnya, cerita My Daughter's Teacher sudah sampai di ujung cerita..🙏
Pintu kamar terbuka, dengan kedatangan Fandi dan satu orang dokter lain. Dan satu orang suster bersamanya.
"Sore Om, Tante. Oma," kata Fandi.
"Om, Lisa tidak di sebut," ucap Lisa dengan bibir manyun.
"Hahaha.. Maaf, Om lupa. Selamat sore kak Lisa," ucap Fandi sembari mengusap rambut Lisa.
"Selamat sore Om tampan." balas Lisa.
"Terima kasih atas pujiannya." balas Fandi.
"Fan, sakit apa mereka berdua?" tanya Papa Agra seraya bangkit dari duduknya, dan melangkah menuju ranjang Agra.
"Mas Agra tidak ada sakit apapun Om, kalau Mbak Jean. Biar dokter Ardini yang mengatakannya, silakan Dok." titah Fandi pada dokter Ardini.
Dokter Ardini melangkah menuju ranjang Jeanny, dan memegang denyut nadi Jeanny.
Agra bangkit dari ranjang dan duduk.
"Nyonya Jeanny tidak sakit apapun juga Pak, ada kabar gembira yang ingin saya sampaikan. Nyonya Jeanny sedang mengandung." beritahu dokter Ardini.
Hening..
Tidak ada yang berucap, sampai..
"Hamil..! Jeanny hamil..!" Agra langsung loncat turun dari atas ranjang, infus yang ditangannya lepas. Saking eforia nya Agra.
Agra menciumi wajah Jeanny, saking gembiranya.
"Hamil Pa, kita akan nambah cucu lagi..!" seru Alma.
"Alhamdulillah, akhirnya. Aku akan melihat cicit keturunan Barend." gumam Oma Gracia dalam hati.
"Obut, kenapa semua gembira?" tanya Lisa yang duduk didekat Oma Gracia.
"Karena, Lisa akan menjadi kakak." tutur Oma.
"Bang, kenapa Abang menciumi Jeanny?" tanya Jeanny yang terbangun, karena terganggu dengan apa yang dilakukan oleh Agra pada wajahnya.
"Sayang, kita akan punya baby," ucap Agra.
"Maksudnya?" tanya Jeanny tidak mengerti.
"Abang tokcer sayang, tidak sia-sia. Abang lembur setiap malam." bisik Agra.
"Jean?" mata Jeanny menatap mata Agra.
"Jeanny hamil! Oma akan nambah cicit..!" seru Oma.
"Serius Bang?" Jeanny tidak percaya.
"Serius, di dalam sini ada bayi kita. Tanya dokter."
Jeanny melihat kearah dokter Ardini, yang masih berada didekat ranjang.
"Iya nyonya, anda positif hamil. Biar lebih jelasnya, datang ke ruangan saya. Biar di lakukan USG." beritahu dokter Ardini.
"Bang." mata Jeanny berbinar-binar menatap Agra.
"Terima kasih, akhirnya Abang.."
Jemari Jeanny menutup mulut Agra, agar Agra tidak menyelesaikan ucapannya. Dia tahu, apa yang ingin dikatakan oleh Agra.
"Ini anak kedua Jeanny Bang, Lisa anak pertama," kata Jeanny.
"Iya, anak kedua. Dan Lisa anak pertama." timpal Agra.
Fandi dan dokter Ardini keluar, karena ruangan Jeanny dan Agra penuh sesak. Dengan kedatangan Mama dan Papa Jeanny, dan kemudian Benny dan Erica datang. Yang sudah berganti pakaian.
"Selamat Jean," ucap Erica.
"Semoga, kau juga menyusul," ucap Jeanny pada Erica.
"Amin," ucap Erica.
"Selamat Bro, kau berhasil menambah penerus." gurau Benny.
"Semoga kau bisa menambah lagi." balas Agra.
"Aku harus bekerja keras." balas Benny.
"Apa kau mau obat kuat," ucap Agra.
"Tidak, aku jalur normal saja," ucap Benny sambil tertawa.
*
*
Dengan perut yang sudah besar, Jeanny menjadi saksi atas kasus yang menimpa Yulia dan Andi.
"Jeanny hamil? Tuan Barend suaminya?" untuk pertama sekali Yulia mengetahui, bahwa Jeanny menikah dengan Boss tempat dia kerja dulu.
*
*
"Mama..!" pekik Lisa.
"Ya," sahut Jeanny.
"Candy Lisa habis..," ucap Lisa, dan membawa tempat candy yang kosong.
"What..!?"
"Apa aku hamil lagi? usia Leon baru satu tahun?" kening Jeanny mengkerut.
Jeanny dengan cepat keluar dari villa, hari ini. Mereka sedang berada berada di villa, untuk merayakan ulang tahun putra Agra dan Jeanny satu tahun.
Mata Jeanny mencari-cari keberadaan Agra, begitu melihat Agra. Jeanny gegas mendekatinya. Matanya melebar, bukan Agra yang menghisap permen. Tapi, Benny dan Fandi.
Kedua pria dewasa mengisap candy, seperti yang dulu dilakukan oleh Agra dulu. Saat Jeanny hamil.
Fandi, tiga bulan yang lalu menikah dengan Valerie. Hasil perjodohan yang dilakukan oleh Jeanny, sedang Bella sedang dekat dengan Jerry.
Walaupun Jeanny kesal dengan Jerry, karena telah menipunya. Dengan berpura-pura menjadi dokter, tetapi dia tetap mendukung sahabatnya dekat dengan sekretaris sang suami.
Albert dan Michael, masih suka dengan kesendiriannya. Sendiri lebih baik, untuk apa berdua.🤭 Begitu juga dengan Jamie di Dubai, masih asik berada didalam kabit pesawat. Daripada dalam ikatan pernikahan.
Jeanny menarik napas lega, karena. Apa yang ditakutinya tidak terjadi, bukannya dia tidak ingin hamil lagi. Tapi, karena putranya Leon masih kecil dan masih menyusu.
"Ma, apa Papa yang mengambil candy Lisa?" tanya Lisa.
"Iya, Papa yang mengambilnya. Tapi, bukan untuk Papa. Lihat, Daddy dan Om Fandi yang makan." Jeanny menunjuk Fandi dan Benny.
Jeanny dan Lisa tertawa, melihat keduanya tiduran dengan mulut mengemut candy lolypop.
"Ayo, biarkan saja. Nanti, kita beli candy lolypop lagi," kata Jeanny, membawa Lisa untuk kembali kedalam villa.
"Ada apa Jean?" Erica keluar dari dalam kamar, dengan malas-malasan.
"Apa ada kabar bahagia yang kau sembunyikan dari kami. Ca?" tanya Jeanny.
"Apa kau tahu Jean?" Erica menatap wajah Jeanny.
"Kau.." Jeanny tidak melanjutkan ucapannya, matanya melihat kearah perut Erica.
"Iya," sahut Erica sambil menganggukkan kepalanya.
"Dari mana kau tahu?" tanya Erica penasaran.
"Rahasia, sepertinya. Valerie juga," kata Jeanny.
"Valerie, hamil? dia mengatakan padamu juga?" tanya Erica.
"Tidak," sahut Jeanny.
"Bagaimana kau bisa tahu, jangan katakan. Kau sekarang sudah menjadi cenayang," kata Erica.
Jeanny hanya tertawa, meninggalkan Erica. Menyusul Lisa yang sudah masuk dalam kamarnya kembali.
Malam, saat semua berkumpul. Valerie dan Erica menyampaikan kabar gembira mengenai kehamilannya.
Erica dan Valerie heran, kenapa Jeanny bisa tahu. Sedangkan mereka belum mengatakan kepada siapapun mengenai kehamilannya.
Jeanny, menyimpan rapat-rapat rahasianya.
...☀️☀️TAMAT ☀️☀️...
Akhirnya, mereka semua bahagia. Rumput rumah tetangga lebih bagus kelihatannya, tapi. Lebih bagus dengan rumput milik kita sendiri.
Tuhan sudah menakdirkan kita dengan seseorang, jadi jangan mencari takdir yang tidak diridhoi Allah SWT. Kita akan mendapatkannya, tapi hanya sementara..
Author mohon maaf, jika ada kata yang salah. Tulisan yang typo 🙏
Terima kasih pada reader yang sudah ngelike, beri vote..dan kepada reader senyap juga. Yang baca, tapi tidak beri like..🥰🤩😍
Pengumuman...
Yang mendapatkan suvenir.. untuk 5 pembaca, semoga kedepannya bisa nambah untuk reader yang mendapatkan suvenir..
untuk lima reader 🙏 author tunggu reader yang beruntung untuk konfirmasi alamat..
@series3346
@aqlin_shi.
Bye .bye .. tunggu author kembali...
...☀️☀️☀️☀️☀️☀️...
Hai.. semua author mau promosi cerita teman author. Ziozil (Dendam sang mafia) hanya di Mangatoon/Noveltoon.
Yang suka dengan cerita mafia, boleh mampir kakak. Di jamin seru..
Yang suka dengan mafia.. mampir guys 👇👇👇