My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Bertemu calon ipar



Happy reading 😍


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Jerry membawa Jamie naik, setelah terlebih dahulu menghubungi sang Boss.


Agra didalam ruangannya kaget, karena dia tidak tahu Jeanny mempunyai Abang dan ingin menemuinya.


"Kenapa dia ingin bertemu denganku?"


...Tok..tok..tok...


Pintu terbuka, dan Jerry masuk kedalam ruang kerja Agra.


"Tuan, saudara Nona Jeanny ada di luar," ucap Jerry.


"Suruh masuk." Titah Agra, Kepada sekretaris.


Jerry keluar dan mempersilakan untuk Jamie masuk.


Dengan dada membusung, langkah tegak. Jamie masuk kedalam ruang kerja Agra.


"Saudaranya? Kenapa aku seperti sangat familiar dengan wajahnya itu." Dalam benak Agra, saat melihat wajah Jamie.


Begitu juga dengan Jamie, saat melihat wajah orang yang bernama Agra tersebut. Seperti pernah dijumpainya.


"Apa dia yang bernama Arga? Kenapa aku merasa pernah bertemu dengannya, tapi di mana? Mungkin saja wajah orang itu mirip orang yang pernah aku temui." Batin Jamie.


Setelah langkah keduanya hanya tersisa dua langkah, mata keduanya membulat.


"Dia saudara Jeanny? Lihatlah, matanya seperti ingin menelanku hidup-hidup. Ternyata, Abang dan adik sama-sama bar-bar." Batin Agra.


"Apa kau yang bernama Arga?" Tanya Jamie.


..."Bukan," jawab Agra....


"Bukan! Lalu kenapa pria itu tadi membawaku kepadamu? Jangan bohong! Kau, mau menipu aku ya?" Tuduh Jamie.


"Sekretaris ku tadi tidak salah, kau dibawanya menemui Agra Barend. Sedangkan kau bertanya tadi, apa aku Arga. Aku jawab tidak, karena aku Agra bukan Arga." Jelaskan Agra panjang lebar.


..."Terdengar sama saja " ngedumel Jamie....


..."silakan duduk." ujar Agra....


Jamie duduk di kursi didepan meja kerja Agra.


"Apa tidak lebih nyaman, kita duduk di sofa saja?" tanya Agra karena melihat Jamie duduk di kursi depan meja kerjanya.


"Aku tidak perlu nyaman, aku hanya butuh bicara denganmu sebentar saja," kata Jamie.


"Katakan, apa yang bisa aku bantu?" Agra menyandarkan tubuhnya kesadaran kursi, menunggu apa yang akan Abang Jeanny katakan padanya.


"Aku tidak ingin kau menikahi Jeanny," kata Jamie.


Agra melipat kedua tangannya didepan dadanya, matanya intens menatap wajah Jamie.


"Apakah ini keputusan Om dan Tante?" tanya Agra.


"Tidak! ini keputusanku sendiri, aku tidak ingin adikku menikah dengan terpaksa," kata Jamie.


"Maaf, aku tidak bisa menuruti keinginanmu. Karena aku sudah berjanji kepada Om Andre, akan menikah dengan jenny," kata Agra.


"Kalian tidak saling cinta, rumah tangga apa yang akan terjadi. Jika tidak ada saling cinta di antara kalian berdua, ini pernikahan Bro! bukan sandiwara, ini real," kata Jamie.


"Jika kau ingin aku yang membatalkan pernikahan, maaf. Aku tidak bisa." tolak Agra untuk membatalkan pernikahan.


"Kenapa tidak bisa? adikku tidak hamil, itukan hanya gurauan saja. Jeanny sudah mengatakan, itu hanya lelucon yang kau buat," kata Jamie.


"Laki-laki harus gentleman, berani berbuat dan berani bertanggungjawab," Ucap Agra.


"Tanggung jawab? tanggung jawab apa? adikku, Jeanny tidak hamil..!"


"Aku sudah mengiyakan permintaan Om Andre, untuk menikah dengan Jeanny. Pantang menarik apa yang sudah aku iyakan, tapi. Jika pihak Om Andre, selaku orang tuanya Jeanny yang membatalkannya. Aku terima," kata Agra.


"Pintar orang ini, dia tidak ingin dianggap pria yang tidak bertanggungjawab. Dia tidak ingin membatalkan, dia ingin kami yang membatalkannya. Papa tidak mungkin mau membatalkannya, ah...!" Dalam batin Jamie.


"Bagaimana Abang ipar saja yang katakan pada Om Andre." Balas Agra.


"Abang ipar? percaya diri sekali kau! belum tentu Jeanny menikah denganmu..!" kesal Jamie, karena dipanggil Abang ipar oleh Agra.


"Om Andre, baru menghubungi saya dari KUA Abang ipar," kata Agra.


..."KUA!?" kaget Jamie....


"Iya, Om Andre menanyakan mengenai syarat-syarat pernikahan," untuk Agra.


"Semangat sekali Papa." gumam Jamie.


"Saya, tidak akan membatalkan pernikahan. Saya menunggu Abang ipar membujuk Om Andre, agar membatalkannya."


"Bagaimana bisa membujuk Papa, Papa tetap kekeuh." Suara hati Jamie.


Jamie bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju pintu keluar ruang kerja Agra. Tanpa permisi, Jamie keluar.


Agra tetap duduk, memandang Jamie yang pergi tanpa pamit.


"Apa aku turuti keinginan Abang Jeanny tadi." gumam Agra.


"Tidak! menikah dengan Jeanny menyelamatkanku dari wanita-wanita yang disodorkan oleh Oma, Lisa suka dengan Jeanny."


"Biar saja, dia menjadi Mama untuk Lisa. Tetapi,bukan istri untukku."


Jamie keluar dari perusahaan dengan langkah gontai, dia tidak melihat laki-laki yang telah membuat adiknya menangis. Berada beberapa langkah didepannya.


"Bang Jamie...!" langkah Yudha terhenti, saat melihat Jamie tepat didepannya.


Kepala Jamie terangkat, tadinya dia berjalan menghitung lantai. Kini menatap wajah Yudha yang beberapa langkah didepannya.


..."Kau! penghianat..!" geram Jamie....


"Abang mencari saya? Jeanny kenapa Bang? apa Jeanny baik-baik saja Bang?" pertanyaan beruntun meluncur dari dalam mulut Yudha.


"Ih.. untuk apa aku mencari penghianat sepertimu! percaya diri sekali kau ..!" bibir Jamie mencibir menatap Yudha.


"Kalau tidak untuk mencariku, untuk apa Abang di sini? apa Abang mencari lowongan kerja?" tanya Yudha.


Yudha bekerja di sini, apa Arga Boss Nya? sepertinya si Arga, orang penting di perusahaan ini. Ruangannya saja besar, lantai tersendiri. Ehm..menarik, jika Jeanny menikah dengan agar(Jamie tetap tidak konsen dengan nama Agra, sesuka otaknya dan mulut yang berkata ✌️). Dia akan menjadi nyonya Boss, dan kunyuk dihadapanku ini akan hormat kepada Jeanny. Hehehe...balas dendam yang menyenangkan." Suara hati Jamie sangat senang, mengetahui Yudha karyawan di perusahaan Agra.


"Bang.. kenapa Abang diam?" tanya Yudha, karena Jamie diam dengan bibir tersenyum.


"Kau bekerja di sini?' Jamie balik bertanya.


"Ya, Bang," jawab Yudha.


"Kenapa Bang?" tanya Yudha.


"Oh..sundel juga kerja di sini?" tanya Jamie, yang ingat dengan istri Yudha. Yang telah membuat sang adik mengucurkan air mata.


"Sundel? siapa Bang?" Yudha tidak ngeh dengan sundel yang dikatakan Jamie.


"Bini!" Seru Jamie.


"Bini? bini siapa Bang?" tanya Yudha bingung.


"Istrimu..! apa kau sudah lupa istrimu? atau kau sudah pisah? karena dia tidak menarik lagi, karena perutnya sudah seperti perut badut? dasar pria hidung belang! bini melebar, hatimu juga ikut lebar. Sehingga, masih muat menampung perempuan lain. Tapi jangan harap, aku izinkan adik aku masuk kedalam hatimu itu..!" Tutur Jamie dengan panjang lebar, sehingga Yudha tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Bang." wajah Yudha berubah.


"Ingat ya, jangan ada nama Jeanny didalam hatimu," ucap Jamie seraya menusuk dada Yudha dengan jarinya.


"Istrimu kerja di sini kan?" tanya Jamie kembali.


"Iya Bang, tapi kami tidak tinggal sama Bang. Lahir anak, saya akan cerai Bang," kata Yudha.


"Tidak tanya," ucap Jamie.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...