
...Happy reading...
...***...
"Betul nyonya, aku juga akan membuat dunia menjadi kacau balau." timpal Erica.
"Sepertinya, Abang ini keturunan malaikat. Atau Abang malaikat yang dibuang ke bumi..?" Jeanny menatap Agra dengan tatapan mata yang serius.
"Anda betul nyonya, hanya manusia berhati malaikat yang yang bisa memaafkan secepat itu," kata Erica.
"Kita belum kenalan, aku Jean. Istri pria.." Jeanny tidak melanjutkan ucapannya, sudut ekor matanya melirik Agra.
Dengan tersenyum, Erica menyebutkan namanya.
"Aku Erica, aku teman pria bodo yang sudah pergi tadi." Erica tertawa, mengenalkan dirinya sebagai teman Benny. Sebagai pria yang bodo.
"Sebenarnya, kasihan melihat Benny. Dia baru tahu, dia punya anak. Dia tidak salah juga, dia ingin mengenal anaknya," kata Erica.
"Aku akan mengizinkan dia bertemu dan mengenal Lisa, tapi. Dia tidak boleh membawanya pergi, aku mengerti keinginannya itu. Jika posisi kami terbalik, aku juga akan melakukan apa yang dilakukannya," ucap Agra, setelah berpikir jernih.
"Abang mau memberi izin pada Tuan Benny?" Jeanny kaget dengan keputusan Agra.
"Abang bukan ingin memberikan Lisa padanya, hanya mengenalkan Lisa sebagai sahabat Mamanya. Bukan sebagai ayahnya." terang Agra.
"Abang betul-betul malaikat yang turun ke bumi," kata Jeanny.
"Iya, kan . Erica, sulit di cari pria selapang Tuan Agra Barend di muka bumi ini. Legowo menerima saingan cintanya, ck.ck.ck..." Jeanny menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih Tuan Barend, saya akan katakan pada Benny. Semoga dia mau memikirkan tawaran anda Tuan," ujar Erica.
Kemudian, Erica berdiri.
"Terima kasih, sekali lagi saya ucapkan. Karena, kedatangan saya dan Benny telah mengusik ketentraman keluarga anda Tuan," ucap Erica.
*
*
Karena kedatangan Benny, kepulangan Gracia dan Alma di percepat. Hari ini, mereka sampai di Indonesia.
"Bang, semoga Oma dan Mama tidak membenci Lisa ya." Jeanny takut, kebencian Oma pada Malika dilampiaskan Oma pada Lisa. Apalagi, dia tahu. Lisa bukan keturunan keluarga Barend.
"Oma tidak seperti itu, dia pasti akan tetap menyayangi Lisa seperti cucu kandungannya sendiri," ujar Agra, yang sangat yakin. Oma tidak akan membenci Lisa.
"Jam berapa mereka sampai?" tanya Jeanny.
"Bagaimana perkembangan renovasi taman bermain?" Agra mengalihkan topik pembicaraan, karena dia tidak ingin Jeanny khawatir. Karena sejak kedatangan Benny, ada rasa khawatir dalam diri Jeanny. Oma akan menyuruh Agra memberikan Lisa pada Papa kandungannya, sedangkan Jeanny sudah sangat sayang dengan Lisa sejak pertama sekali bertemu. Karena Lisa juga, dia mau menikah dengan Agra.
Pertanyaan Agra tidak ditanggapi Jeanny, karena dia terbang bersama lamunannya. Yang masih terpusat pada Lisa.
"Hei..!" Agra menyentuh lengan Jeanny.
"Iya, Abang tanya apa?"
"Renovasi taman bermain, dan tempat penitipan anak." Agra mengulangi apa yang ditanyakannya tadi, kepada Jeanny.
"Oh..sudah sedikit lagi Bang, pekerjaannya mereka sangat cepat Bang. Kontraktor dan anak buahnya sangat profesional, sekarang Jean sedang mencari tenaga pekerja. Bang, apa Jean boleh merekrut karyawan dari perusahaan Abang untuk sementara?"
"Karyawan perusahaan PT STAR?" tanya Agra.
"Iya, Jeanny ingin merekrut Mbak Mira" kata Jeanny.
"Lakukanlah, bicarakan dengan Jerry. Dia tahu karyawan yang cukup cekatan dalam bekerja."
"Ada satu lagi karyawan yang menjadi incaran Jean, mau Jean bawa dia untuk menjadi pengasuh baby ditempat penitipan," ucap Jeanny, ada terlihat senyum misterius di bibirnya.
"Karyawan PT STAR? siapa? jangan Jerry, Abang membutuhkannya." tolak Agra dengan cepat.
"Apa Pak Jerry bisa menjadi pengasuh? hebat sekali Pak Jerry, sudah dokter. Sekretaris, dan sekarang mau menjadi pengasuh baby," ujar Jeanny.
Degh .
"Aduh.. Jeanny belum tahu, kebohonganku dulu." gumam Agra dalam benaknya.
"Siapa?" tanya Agra.
"Nona Zoya, sepertinya dia tidak ada kerjaan. Sehingga dia ada waktu untuk melirik para pria di Perusahaan," kata Jeanny.
"Zoya? siapa dia?" Agra yang tidak begitu mengenal para karyawan, tidak tahu. Dengan nama yang disebut oleh Jeanny.
"Abang tidak kenal, atau pura-pura tidak kenal? gadis cantik seperti Zoya masa Abang tidak kenal?" selidik Jeanny.
"Serius, Abang tidak kenal. siapa dia?"
Jeanny menatap wajah Agra dengan lekat, untuk mencari kebohongan didalam raut wajah Agra. Dia tidak ingin, kejadian Yudha dengan Yulia terulang kembali. Sehingga, dia ingin membawa Zoya kedekatannya. Karena dia tahu, Zoya menyukai Agra.
...***...
To be continued