
...Happy reading...
...***...
Erica menggeser kursi tempat dia duduk mendekati Benny, kemudian tangannya mengusap pundak Benny yang masih menangis.
Agra mengangkat tangannya, dan mengusap sudut bola matanya yang berair.
"Abang memang yang terbaik." bisik Jeanny, sambil menatap wajah Agra.
Agra mengembangkan senyum di bibirnya, mendengar apa yang dikatakan oleh Jeanny.
"Aku lakukan ini, bagaimana jika aku berada dalam posisi Benny. Aku pasti ingin mendengar darah dagingku memanggilku dengan panggilan 'Papa'." dalam benak Agra.
"Daddy, kenapa panggil Daddy? kenapa Daddy menangis? apa masih mau candy lagi?" tanya Lisa sambil menatap wajah Jeanny, lalu menatap wajah Agra.
"Karena, Daddy itu teman Mama Malika. Daddy nangis, karena senang." jelaskan Jeanny.
"Oh..!" ucap Lisa dengan mulut bulat.
Benny mengangkat kepalanya, terlebih dahulu mengusap air matanya.
"Terima kasih Tuan Barend, terima kasih.." Benny mengatupkan kedua tangannya. Sebenarnya, dia malu kepada Agra. Karena telah berhubungan dengan Malika, saat dia sudah menikah dengan Agra.
Tiba-tiba, ucapan Lisa membuat telinga yang mendengarnya tersentak.
"Kalau Om menjadi Daddy, Tante menjadi mommy. Iya, kan?"
"Daddy, mommy," sambung Lisa, sambil menunjuk Benny dan Erica.
"Hah..!" mata Erica membola, mendengar apa yang dikatakan oleh Lisa.
"Uhuk..uhuk..." Benny yang sedang minum, sontak terbatuk, kaget mendengar ucapan Lisa.
Agra dan Jeanny saling berbagi pandangan, dan senyum tipis menghias bibir keduanya.
"Benny, sepertinya Lisa memberi kode pada kau. Untuk melamar aku, agar aku di panggil mommy olehnya," ucap Erica dengan tertawa.
"Sepertinya begitu Erica, Lisa ingin melihat Daddy-nya menikah." gurau Jeanny.
Benny hanya bisa mengelus rambutnya, dan diam.
*
*
Setelah dari pertemuan dengan Benny dan Erica, Agra dan Jeanny menuju ke rumah Papa dan Mamanya.
"Kenapa Abang pindah kerja ke luar? sudah begitu, tidak bilang dulu." kesal Jeanny, saat mendengar bahwa Jamie akan pindah ke luar negeri. Yaitu Dubai.
"Maaf Jean, Abang ingin kerja di maskapai penerbangan luar. Dan maskapai penerbangan yang berpusat di Dubai menerima Abang, dan mengharuskan Abang untuk tinggal di sana." jelas Jamie.
"Mama juga kaget, tiba-tiba Abang bilang Minggu depan pindah kerja keluar negeri," ucap Mamanya.
"Ma, Dubai Indonesia tidak jauh. Pesawat yang Jamie bawa juga ada rute ke Indonesia," kata Jamie.
"Tidak jauh, Abang bilang tidak jauh. Bagi yang sudah sepuh seperti Mama dan Papa, itu jauh Bang," ujar Jeanny.
"Hei .ini anak, bilang Mama dan Papa sepuh." Mamanya menepuk lengan Jeanny.
"Sorry Ma, bercanda." Jeanny mengacungkan dua jarinya.
"Papa tadi kemana membawa Lisa?" tanya Amira.
"Agra lihat tadi, pergi ke arah kiri rumah," sahut Agra.
"Pasti ke kolam Pak Yosep itu, Papa kalau sore suka ngobrol di sana," kata Amira.
"Papa suka Lisa datang, dia sudah sangat ingin ngemong cucu," kata Mama, mengungkit cucu didepan Jeanny dan Agra.
"Agar, kapan kau buat adikku hamil. Ah..tidak jantan..!" ledek Jamie.
"Abang, Agra! bukan Agar..!" seru Jeanny.
"Mulut Abang sering keseleo, maklumlah. Lidah orang bule.' balas Jamie.
"Sudah, tidak apa-apa Jean. Bang Jamu, tidak terbiasa," ucap Agra, membalas dengan mengganti nama Jamie menjadi Jamu.
Agra tertawa.
"Bang Jamu, hahaha..!" Jeanny tertawa ngakak.
"Sial." umpat Jamie.
Skip..
Taman bermain Jeanny sudah mulai, tapi. Baru buka tempat penitipan anak.
Para karyawan yang bekerja di perusahaan PT STAR bahagia, karena tidak repot lagi menitipkan anaknya pada ibu kantin. Apalagi, para karyawan tidak di pungut biaya.
"Oh.. Tuhan! mimpi apa aku, kenapa aku berakhir di sini?" Zoya ngedumel, karena sudah seminggu dia berada ditempat penitipan anak.
Pada awalnya, dia menolak pemindahan tugasnya. Dari marketing menjadi staf di taman bermain anak ceria, yang dikelola oleh Jeanny. Tapi, Zoya tidak bisa menolak. Ketika Oma Agra mengunjungi Omanya, sehingga dua oma yang terlibat. Zoya tidak bisa menghindar lagi.
"Aaahh..!" pekik Zoya, Saat mengganti Pampers. Bau Pesing dan bercampur bab menyeruak. Sehingga, Zoya langsung kabur sembari berteriak seperti ada orang yang mengejarnya.
"Aku menyerah..! aku menyerah..!" pekik Zoya seraya berlari menuju keruangan Jeanny.
Braak..
Zoya membuka pintu ruang Jeanny dengan keras, hingga Jeanny tersentak.
"Nona Zoya, ada apa?" Jeanny mengangkat kepalanya dari komputer didepannya.
"Aku mau resign! cukup..! aku tidak kuat lagi, aku tidak bisa melakukan ini semua. Anak-anak itu sangat menjijikkan, bau..! aku tidak sanggup...!" seru Zoya dengan berapi-api.
Jeanny menegakkan duduknya, kedua tangannya saling berlipat didepan dadanya.
"Kau ingin resign Nona Zoya? apa kau sudah memikirkannya?" tanya Jeanny.
"Iya, aku sudah memikirkan dengan matang dan pikiran yang jernih. Aku tidak ingin bekerja lagi di sini, aku ingin kembali ke perusahaan..!"
"Baiklah, kau akan kembali ke perusahaan. Aku tidak ingin menahanmu, jika kau tidak betah di sini," kata Jeanny.
"Akhirnya, aku terbebas dari tempat neraka ini..!" seru Zoya dengan gembira.
Mata Jeanny melihat kearah pintu, matanya sedikit memicing.
"Abang, kenapa pakaian Abang ganti?" tanya Jeanny, karena tadi pagi. Pakaian Agra bukan yang dipakainya sekarang.
Zoya langsung memutar badannya, saat Jeanny menyebut Abang.
"Tuan Agra." gumam Zoya dalam benaknya.
Mata Zoya langsung berbinar, melihat pria incarannya berdiri dibibir pintu.
"A handsome man.." dalam benak Zoya, saat melihat Agra memakai celana jeans pendek dan t-shirt.
"Bagaimana, bagus kan? Abang bosan memakai jas, Abang ingin ganti suasana," kata Agra seraya melangkah menuju Jean duduk.
"Tuan Agra, sungguh keren..!" seru Zoya.
Agra tidak merespon perkataan Zoya, dia terus melangkah melewati Zoya. Seolah-olah, tidak ada orang lain yang berada diruang kerja Jeanny. Matanya terus terarah satu titik, yaitu sang istri. Jeanny.
"Abang bekerja memakai pakaian seperti ini?" Jeanny berdiri dari duduknya, dan menatap Agra dari atas kebawah dan dari bawah ke atas.
"Iya, dan ada yang Abang mau katakan. Mulai hari ini, Abang ingin bekerja di sini. Jerry sudah Abang suruh menghandle semua pekerjaan di perusahaan," kata Agra.
"Apa!?" Jeanny sontak kaget.
"Abang mau kerja di sini, mau ganti suasana. Abang bosan, melihat kertas-kertas terus," kata Agra.
'Tuan Agra ingin bekerja disini? ahh..aku tadi sudah bilang mau resign." gumam Zoya dalam hati.
"Abang mau kerja apa di sini? di sini baru ada pekerjaan mengasuh baby. Apa Abang mau kerja mengasuh baby?"
"Boleh, Abang dulu sering mengasuh Lisa. Pekerjaan yang kecil itu, hanya ganti Pampers saja," ucap Agra, yang merasa tidak berat untuk mengasuh baby.
"Baiklah, Abang bisa bergabung di sini. Karena, Nona Zoya akan resign," kata Jeanny.
"Tidak! saya tidak jadi resign..!" seru Zoya.
To be continued