My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Usaha terakhir



Happy reading 😍


...🍁🍁🍁🍁...


Tiga orang polisi mendatangi kediaman Yudha.


"Ada apa ya Pak?" Tanya Papa Yudha.


"Ada yang ingin kami tanyakan pada saudara Yudha, Pak. Apa saudara Yudha ada di rumah?" Tanya polisi.


"Ada Pak, silakan masuk. Anak saya baru saja pulang dari tugas keluar kota," ucap Hendra Papa Yudha.


"Silakan, Pak." Papa Yudha mempersilakan ketiga polisi untuk duduk.


"Tunggu sebentar Pak, biar saya panggilkan anak saya," ujar Papa Yudha.


Tok..tok..


"Yudha..!"


Ceklek..


Yudha keluar dengan rambut yang masih basah.


"Ada apa Pa?" Tanya Yudha sembari mengeringkan rambutnya dengan sehelai handuk kecil.


"Ada polisi mencarimu, apa kau ada terlibat masalah?" Tanya Papanya, ada kecemasan terlihat dari raut wajahnya.


"Polisi? Yudha tidak terlibat masalah apapun juga Pa, Yudha sibuk dengan proyek baru di perusahaan. Tidak ada waktu untuk buat masalah Pa, apa ini ada hubungannya dengan Yulia Pa. Apa dia ada datang ke rumah ?" Tanya Yudha.


"Tidak ada, terakhir dia datang saat dia mabuk itu saja. Setelah itu, dia tidak ada menampakkan batang hidungnya." Tutur Papanya.


"Cepat, temui mereka." Titah Papanya.


Yudha melemparkan handuk kecil yang dibuatnya untuk mengeringkan rambutnya, dan berjalan cepat menuju ruang tamu.


"Ada apa ya Pak?" Tanya Yudha kepada polisi yang duduk di ruang tamunya.


"Ada yang ingin saya tanyakan pada saudara Yudha," ujar salah satu polisi pada Yudha.


"Apa yang bisa saya bantu?' tanya Yudha.


"Anda mengenal Jeanny Anastasia?" Tanya polisi.


"Jeanny? Ada dengan Jeanny, Pak? Katakan Pak?" Yudha panik begitu mendengar nama Jeanny keluar dari mulut polisi.


"Yudha, dengarkan dulu apa yang akan dikatakan bapak-bapak polisi itu." Papa Yudha memegang pundak putranya, agar tenang.


"Ada orang yang menculik dan ingin melecehkan." Beritahu polisi pada Yudha.


"Shitt..! Siapa yang melakukannya, aku akan menghajar orang yang telah berani menculik Jeanny," ucap Yudha dengan geram.


"Apa bapak mencurigai putra saya?" Tebak Papa Yudha.


"Apa? Polisi mencurigai saya yang menculik Jeanny. Pak, saya tidak akan tega menculik dan ingin melecehkannya. Saya sangat mencintai Jeanny Pak," kata Yudha.


"Apa ada cerita cinta segitiga, antara pak Yudha dan Nona Jeanny?" tanya polisi.


"Tidak ada cinta segitiga Pak," ujar Yudha.


"Saya mendapatkan informasi, anda itu kekasih Nona Jeanny. Sebelum anda menikah?" tanya polisi.


"Saya sudah menikah, dan tapi pernikahan saya itu tidak seperti pernikahan orang pada umumnya. Sebenarnya, saya akan menikah dengan Jeanny. Tapi ada sesuatu hal yang harus saya batalkan pernikahan dengan Jeanny." tutur Yudha.


"Istri anda di mana?" selidik polisi mengenai keberadaan Yulia.


"Dia tinggal di rumah orangtuanya, kami tidak tinggal bersama," jawab Yudha.


"Mungkin saja, istri anda dalang dibelakang penculikan Nona Jeanny. Dia cemburu, karena anda masih berhubungan dengan Nona Jeanny." tutur seorang polisi.


"Pak, saya tidak ada hubungan lagi dengan Jeanny pada saat sekarang ini. Walaupun masih ada cinta yang besar pada diri Jeanny, tapi. Saya menguburnya," kata Yudha


Setelah hampir satu jam, polisi menanyai Yudha. Akhirnya, polisi undur diri.


"Jika polisi membutuhkan keterangan dari saya lagi, saya bersedia memenuhi panggilan kekantor polisi Pak," ucap Yudha.


"Yudha, betulkan. Kau tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang dialami oleh Jeanny?" tanya Papanya.


"Demi Tuhan Pa, Yudha tidak sejahat itu. Hingga ingin menculik dan melecehkan Jeanny, orang yang Yudha cintai sampai saat ini," kata Yudha.


"Mungkin saja kau lakukan, agar Jeanny menikah denganmu," ujar Papanya.


"Bisa menikah dengan Jeanny, Ok. Tapi, Jeanny pasti akan membenci Yudha seumur hidup. Bukan itu yang Yudha inginkan," kata Yudha.


"Baiklah, Papa percaya padamu."


****


Hari pernikahan Jeanny dan Agra sudah semakin dekat, seminggu lagi. Keduanya akan dipersatukan dalam ikatan suci.


Jeanny, setiap bertemu dengan Agra selalu berusaha untuk membuat Agra jengkel. Agar Agra membatalkan pernikahan terpaksa menurut Jeanny.


Bukan hanya Agra, Jeanny juga membujuk Lisa.


"Lisa tahu kan, seminggu lagi Papa Lisa akan menikah?" tanya Jeanny, saat Lisa sedang menunggu jemputan pulang sekolah.


"Tahu," sahut Lisa dengan mata yang berbinar-binar menatap wajah Jeanny.


"Apa Lisa suka, Papa Lisa menikah lagi? mungkin nanti jika Papa Lisa menikah lagi, Lisa kemungkinan kurang di sayang Papa," ucap Jeanny.


"Coba Lisa pikirkan." sambung Jeanny kembali, sekarang. Hanya Lisa penolong yang diharapkan Jeanny, agar pernikahan batal.


"Kata Obut dan Oma, Papa akan menikah dengan Miss Jeanny. Lisa sangat bahagia, karena Miss Jeanny akhirnya akan menjadi Mama Lisa ," ujar Lisa dengan raut wajah yang gembira.


"Percuma membujuk Lisa, ternyata. Lisa tidak bisa diajak bekerja sama, nasibku. Menikah dengan pria beruang kutub." suara hati Jeanny.


...****...


Kabar pernikahan Agra Barend sudah sampai ke telinga Maharani.


Prang..


Prang..


Barang-barang dalam kamarnya berterbangan, dilempar dan ditendang oleh Maharani yang marah. Karena niatnya ingin membuat Agra untuk meninggalkan keluarganya untuk kedua kalinya tidak terjadi, karena Agra akan menikah dengan gadis lain. Bukan Mika, seperti yang direncanakan oleh Maharani.


"Tidak boleh! Agra tidak boleh menikah dengan gadis itu, Agra harus menikah dengan Malika." gumam Maharani seraya berjalan mondar-mandir didalam kamarnya yang berantakan, seperti kamarnya baru terkena badai dahsyat.


Maharani keluar dari dalam kamarnya, dia melangkah menuju kamarnya Mika. Yang dipanggil oleh Maharani dengan nama Malika.


Brakk .


Maharani membuka pintu kamar Mika dengan kasar, Mika yang sedang membaca sontak kaget. Dia langsung duduk di atas ranjang, dan menatap Maharani dengan tatapan mata yang tajam.


"Kau sangat tidak berguna! kapan kau mulai mendekati Agra Barend..!" seru Maharani yang berdiri dengan raut wajah merah, karena marah dengan kabar yang baru saja didengarnya.


"Ada apa lagi?" tanya Mika dengan ketus.


"Agra akan menikah!" beritahu Maharani dengan suara yang keras.


"Lalu, apa hubungannya dengan aku?" tanya Mikaela yang duduk di atas ranjang, kedua tangannya berlipat didepan dadanya.


"Apa kau tidak ingin warisan Opa mu? baiklah, aku akan menghabiskan warisan Opa mu itu..!" ancam Maharani.


Ancaman Maharani berhasil membuat sifat cuek Mikaela berubah seketika, dia langsung turun dari ranjang. Dan berjalan mendekati Maharani yang berdiri dengan pongahnya.


"Jangan kau sentuh harta keluarga Basri, kau itu bukan siapa-siapa..!" balas Mikaela.


"Aku tidak akan menyentuhnya, jika kau menurut. Mulai sekarang, kau harus berperan sebagai Malika. Buang jauh-jauh Mikaela. Temui Agra, jadilah Malika. Istri yang sangat di cintanya," ucap Maharani dengan datar, di setiap kata perkata dari ucapannya. Terdengar dendam yang membara dalam hatinya.


"Baiklah, tapi aku tidak pernah melihat pria itu. Aku hanya pernah melihat 5 tahun yang lalu, rupanya yang sekarang. Aku tidak tahu lagi," ucap Maharani.


Apakah Mikaela suka dengan Agra, seperti Malika???


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...