My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
MDT



...Happy reading...


...***...


"Boleh, Abang dulu sering mengasuh Lisa. Pekerjaan yang kecil itu, hanya ganti Pampers saja," ucap Agra, yang merasa tidak berat untuk mengasuh baby.


"Baiklah, Abang bisa bergabung di sini. Karena, Nona Zoya akan resign," kata Jeanny.


"Tidak! saya tidak jadi resign..!" seru Zoya.


"Kenapa? bukannya tadi kau ngotot ingin resign?" Jeanny menatap wajah Zoya dengan lekat.


"Ehemm..! aku tahu, kau tidak jadi resign karena ada Agra. Hehehe..kau masih ingin mengejar suamiku Nona Zoya? ini Jeanny, tidak akan membiarkan siapapun mengganggu suamiku, biar kata orang aku terlalu berlebihan. Karena orang belum pernah dikhianati." gumamam didalam hati Jeanny.


"Kenapa kau tidak jadi berhenti? Jean, Abang mau di sini. Abang tidak mau tahu, harus ada posisi yang Abang kerja di sini. Abang harus berada di sisi mu..!" Agra melipat kedua tangannya didepan dadanya, matanya mendelik menatap Zoya.


Jeanny terbelalak melihat Agra, yang aneh menurutnya. Sifat dan karakter Agra yang datar dan dingin hilang, sekarang. Agra seperti anak kecil yang marah, jika keinginannya tidak terpenuhi.


"Nona Zoya, kau kembali ke kantor!" titah Jeanny.


"Tidak! aku tidak jadi berhenti..!" Zoya Keukeh ingin tetap bertahan, batal resign.


"Kau! resign..!" titah Agra pada Zoya.


"Tidak Tuan Barend, saya batal resign. Sekarang, saya sangat suka berada didekat anak-anak," kata Zoya.


"Jean, Abang kerja apa? kalau dia tidak mau resign?" rengek Agra.


"Aaarhg..!" saking kesalnya, Jeanny mengacak-acak rambutnya.


"Sayang, ada apa?" tanya Agra tanpa merasa bersalah pada Jeanny.


"Ada apa, Abang tanya?" Jeanny mendelik.


Agra menganggukkan kepalanya, sambil tangannya sibuk membuka bungkusan candy lolypop dan memasukkan dalam mulut dan mengemut candy tersebut. Seperti biasa yang dilakukan Lisa.


"Abang! sejak kapan Abang makan candy lolypop?" Jeanny bingung dengan apa yang dilakukan oleh Agra.


"Sejak tadi malam, enak. Pantas Lisa, Lisa suka. Mau." Agra menawarkan candy lolypop yang sudah berada dalam mulutnya kepada Jeanny.


"No..! untuk Abang saja." Jeanny menggelengkan kepalanya, menolak tawaran Agra.


"Nona Zoya, kau batal resign? awas kalau sebentar-sebentar resign, saya akan menempatkan kau diruang Loudry..!" ancam Jeanny.


"Betul, saya tidak akan resign lagi. Saya akan betah bekerja di sini," ujar Zoya sembari melirik Agra dengan senyum genit dibibir.


"Sayang, Abang kerja di mana? jika dia tidak jadi resign. Abang tidak mau tahu, Abang harus kerja di sini..!"


"Abang urus perusahaan saja, untuk apa di sini," ujar Jeanny.


"Abang bosan, Abang mau dekat-dekat istri Abang saja."


"Kepentok apa kepala Abang semalam?" bibir Jeanny manyun menatap Agra.


"Kepentok cinta Jeanny." goda Agra.


Mata Jeanny melebar, kepalanya bergoyang melihat keanehan yang terjadi pada diri Agra.


"Hei..kau kau belum pergi?" Jeanny melihat Zoya masih berada didalam ruangannya, menatap Agra.


"Saya masih betah di sini," sahut Zoya, dengan mata terus menerus menatap Agra dengan tatapan mata memuja.


"Kau betah, saya tidak. Hus..hus .pergi sana." Jeanny mengibaskan tangannya, mengusir Zoya.


"Huh...!" Zoya keluar sembari menghentakkan kakinya, tiba di luar. Zoya tidak pergi, dia menguping pembicaraan Jeanny dan Agra.


"Abang kenapa? apa Abang sakit?" Jeanny menempelkan telapak tangannya ke dahi Agra.


"Abang tidak apa-apa, Abang sehat. Abang semangat sekali ini, bosan saja berada didalam ruang kerja terus. Abang ingin perubahan," kata Agra.


"Abang yang pertama sekali pria di sini, mungkin besok ada pria yang menjadi pengasuh. Tapi, tidak boleh! batal, tidak boleh ada pria bekerja di sini. Bagaimana jika pria itu hidung belang? dia nanti menggoda karyawan wanita di sini. Terlebih lagi nanti pria itu menggoda istri Abang, masa Abang harus kehilangan istri untuk kedua kalinya. No..!"


"Tapi, Abang pengecualian. Abang pemilik saham, hanya Abang yang satu-satunya laki-laki di sini." sambung Agra.


Jeanny hanya dapat mengelus dahinya, bingung. Pekerjaan apa yang akan diberikannya kepada Agra.


"Ayo Jean, apa pekerjaan untuk Abang?" desak Agra.


"Abang jadi tukang kebun saja, cat taman dengan warna yang meriah." titah Jeanny akhirnya, setelah memikirkan dengan seksama. Tidak mungkin menyuruh Agra bekerja di ruang baby, memberi peluang Zoya menggoda suaminya. Agra.


Zoya yang mendengar pekerjaan yang diberikan oleh Jeanny kepada Agra sebagai tukang kebun, kecewa. Karena tadi harapannya, Agra bekerja bersamanya di ruang baby.


"Huh..sama saja bohong, tidak bisa juga dekat-dekat dengan Tuan Agra..!" dengus Zoya kesal, lalu berlalu dari tempat dia menguping.


"Oke, tidak masalah. Permisi nyonya Boss." Agra ingin keluar dari ruang kerja Jeanny, dibibir pintu. Jeanny memanggilnya.


"Bang, sini." panggil Jeanny.


Agra memutar balik badannya, dan melangkah kembali menuju Jeanny.


"Abang lupa, ya?" tanya Jeanny, bibirnya mengerucut.


"Lupa? lupa apa?" Agra tidak tahu, apa yang dilupakannya.


"Vitamin C, pagi tadi Abang lupa. Jeanny minta rapel," kata Jeanny.


"Hahaha..! maaf sayang, tadi pagi Abang di message terus oleh Jerry. Hingga buru-buru kekantor."


Agra meraih Jeanny dan menautkan bibirnya, ke bibir Jeanny. Lidah Agra mendesak masuk kedalam area dalam mulut Jeanny dan mengabsen gigi-gigi Jeanny dengan sapuan lidahnya, setelah merasa Jeanny menepuk dadanya. Baru Agra melepaskan tautan kedua bibir.


"Abang, kenapa ganas sekali?" Jeanny memegang bibirnya yang basah, akibat perbuatan bibir Agra.


" karena rapel, Vitamin C nya harus begitu," jawab Agra santai.


"Enak kan? mau lagi vitamin C nya? untuk stok siang sampai sore?" pertanyaan nyeleneh Agra.


"Sudah sana kerja Pak kebun..!" Jeanny memutar balik badannya Agra, dan mendorong Agra keluar dari dalam ruang kerjanya.


"Baiklah nyonya Boss, tapi. Jika butuh vitamin C untuk semangat, calling..calling saja ya. Pemilik vitamin C akan meluncur meninggalkan pekerjaannya," kata Agra.


"Pria mesum..!" Jeanny langsung menutup pintu ruang kerjanya.


*


*


*


Di perusahaan PT STAR, Mikaela sedang ribut dengan pekerja di bagian resepsionis. Karena tidak di beri izin untuk bertemu dengan Agra Barend.


"Aku adik iparnya, bagaimana kalian tidak mengizinkan aku untuk menemuinya..!" ucap Mikaela dengan kesal. Wajahnya merah karena kesal.


"Nona, mau adik ipar. kakak ipar, tetap tidak boleh juga. Karena Tuan Barend tidak ada ditempat, Nona ingin bertemu dengan siapa?" jelaskan karyawati bagian resepsionis.


"Kalian bohong, Agra pasti ada..!" geram Mikaela.


"Nona, untuk apa saya bohong? benar Nona, Tuan Agra tidak ada ditempat. Tuan keluar dari kantor satu jam yang lalu." terangkan karyawati tersebut.


"Pak Jerry..!" panggil karyawati tersebut, setelah melihat Jerry keluar dari dalam lift.


Jerry menoleh kearah orang yang memanggilnya, dan melihat keberadaan Mikaela.


'Nona, untuk apa anda di sini?" tanya Jerry, dahinya mengernyit heran melihat Mikaela di perusahaan PT STAR.


"Aku ingin bertemu dengan Agra," kata Mikaela.


To be continued...