My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Bertemu manusia Eskimo



Happy reading 😍


...🌹🌹🌹...


"Gra, apa ada rahasia yang tidak kau ketahui?" Albert memberanikan diri untuk bertanya, karena kasus teror yang menimpa Agra. Mungkin saja dari masa lalu.


"Rahasia? apa maksudmu?" Agra tidak mengerti dengan arah pembicaraan Albert.


"Rahasia, seperti Om Abraham mungkin ada rahasia yang tidak kau ketahui. Oma atau tante Alma?"


"Kalau teror ini ada hubungannya dengan Papa, Mama dan Oma. Kenapa tidak mereka yang mendapatkan teror? kenapa aku?" tanya Agra.


Albert tidak menjawab pertanyaan Agra, ada satu hal yang ingin ditanyakannya pada Agra. Tapi, Albert takut Agra marah. Karena Albert tahu, Agra sangat sensitif jika menyangkut Malika. Istrinya.


🌹🌹


Jeanny sampai dikediaman Barend, begitu mobilnya masuk kedalam pekarangan rumah keluarga Barend. Dirinya sudah disambut oleh BI Anah.


"Mari Miss Jeanny," ucap Bi Anah.


"Jeanny saja Bu, Miss Jeanny itu panggilan di sekolah oleh para murid," ucap Jeanny.


"Non Jeanny saja ya, mulut saya tidak terbiasa jika hanya memanggil nama," kata Bi Anah.


"Terserah Bibik saja," sahut Jeanny.


Bi Anah membawa Jeanny langsung ke kebun di halaman belakang.


"Nyah, Non Jeanny sudah datang." beritahu Bi Anah kepada kedua majikannya yang sedang menemani Lisa di gazebo.


Tiga kepala langsung melihat asal suara, wajah Oma dan Obut terlihat gembira. Tetapi tidak dengan raut wajah Lisa, wajahnya datar dan tidak ada senyum di bibirnya.


"Jean, ayo sini." panggil Obut Lisa.


Jeanny melangkahkan kakinya menuju gazebo, di mana sang pemilik rumah sedang bersantai.


Jeanny mengulurkan tangannya, kepada Oma dan Obut. Ketika kepada Lisa, Lisa menyambut uluran tangan Jeanny. Tetapi tidak melihat orang yang punya tangan.


Oma dan Obut saling pandang, melihat cara Lisa menyambut kedatangan Jeanny.Tidak ada ekspresi bahagia di raut wajahnya.


"Jean." Oma merasa tidak enak hati melihat tingkah Lisa yang cuek dengan kedatangan Jeanny.


Jeanny tersenyum kepada Oma Lisa dan Obut Lisa, dan menggelengkan kepalanya agar Oma dan Obut Lisa tidak memarahi Lisa.


Jeanny menarik kursi untuk dia duduk dekat Lisa.


"Cantik gambar yang dibuat Lisa ya Oma? Lisa sangat pintar. Mungkin Lisa nanti bisa jadi pelukis ini Oma," ucap Jeanny.


"Iya, Lisa berbakat jadi pelukis." Oma Gracia menimpali ucapan Jeanny.


"Lihat, ini gambar yang sudah Lisa beri warna. Sangat bagus kan?" Alma mengambil gambar yang sudah diberi warna oleh Lisa, dan menunjukkan pada Jeanny.


"Sangat bagus Lisa," ucap Jeanny.


"Ma, ada yang ingin Alma tunjukkan kepada Mama," ujar Alma pada sang mertua.


"Apa?" tanya Obut.


Alma membisikkan sesuatu ke telinga Obut.


"Oh..ayo," ujar Obut.


"Jeanny, kami ke dalam dulu ya," ucap Alma pada Jeanny.


"Oma, Obut mau kemana?" tanya Lisa.


"Oma dan Obut mau menyiapkan hidangan istimewa, untuk menyambut kepulangan Lisa dan kedatangan Miss Jeanny ke rumah kita," jawab Alma.


Lisa kembali melanjutkan menggambar, dia tidak memperdulikan Jeanny mengajak dia bicara.


"Lisa marah dengan Miss Jeanny ya?" tanya Jeanny.


Lisa tidak merespon apa yang dikatakan oleh Jeanny, dia tetap asik dengan apa yang dilakukannya. Yaitu menggambar dan mewarnai gambar yang telah dibuatnya.


"Miss Jeanny rindu dengan Lisa, selama Miss tidak mengajar di klas Lisa. Kita tidak pernah bertemu," ucap Jeanny.


Lisa menunduk, kedua bola matanya sudah berembun.


Jeanny terus berkata-kata, dia tidak menyadari. Bahwa kedua bola mata Lisa sudah bergantung air bening, dan sesaat lagi air itu akan jatuh menerpa gambar yang sedang diwarnai oleh pemilik mata tersebut.


Tes..


Akhirnya, air bening jatuh keatas buku gambar Lisa. Dan apa yang terjadi, tidak lepas dari pandangan mata Jeanny.


"Lisa..!" Jeanny kaget, melihat air bening dari mata Lisa jatuh.


Jemari Jeanny memegang wajah Lisa untuk melihat kearahnya.


Dan


Jeanny lihat, mata Lisa sudah dipenuhi air mata yang siap-siap untuk meluncur mengalir dari kedua pipinya.


Jeanny berdiri dan memeluk Lisa, kini wajah Lisa menempel di perut Jeanny. Terdengar suara tangisannya.


"Sayang, jangan nangis. Maafkan Miss Jeanny ya, Miss Jeanny nakal kepada Lisa."


"Miss Jeanny... Miss Jeanny tidak sayang Lisa lagi," ucap Lisa dibarengi dengan tangisan sedu-sedan dari dalam mulutnya.


"Bukan tidak sayang, Miss tetap sayang dengan Lisa," kata Jeanny.


Jeanny melerai pelukannya, dengan sedikit membungkuk Jeanny menangkup kedua pipi Lisa dengan tangannya.


"Miss Jeanny tetap sayang dengan Lisa, walaupun Miss tidak mengajar Lisa lagi," kata Jeanny.


"Betul, Miss Jeanny tetap sayang Lisa?" tanya Lisa dengan menatap wajah Jeanny dengan lekat.


"Betul, Miss tidak bohong," jawab Jeanny.


"Kalau Miss Jeanny sayang dengan Lisa, maukah Miss Jeanny menjadi Mama Lisa?"


"Hah..!" kedua bola mata Jeanny membola, dia tidak menyangka. Mendengar kalimat itu dari dalam mulut Lisa.


"Miss Jeanny tidak sayang Lisa kan? karena itu Miss Jeanny tidak mau menjadi Mama Lisa..!" Lisa kembali mengumbar air matanya.


"Bukan begitu sayang, Miss sayang Lisa. Tapi, untuk menjadi apa yang Lisa minta. Sangat tidak mungkin Lisa," ucap Jeanny dengan hati-hati.


"Kenapa?" tanya Lisa.


"Karena untuk menjadi Mama Lisa, Miss Jeanny harus menikah dengan Papa Lisa," ucap Jeanny.


"Ehem.m..!"


Suara dehem dari belakang, membuat Jeanny dan Lisa melihat asal suara.


Deg..


Wajah Lisa gembira, tapi tidak dengan wajah Jeanny. Jeanny kaget, melihat keberadaan Agra di rumah. Karena waktu baru menunjukkan pukul 1 siang, dan Agra sudah berada di rumah.


Papa..!" Lisa lari menuju Agra, kemudian Agra mengangkat Lisa.


"Sayang lagi apa?" tanya Agra, tetapi pandangan matanya terus menatap Jeanny dengan tatapan mata yang tajam.


"Lagi menggambar," jawab Lisa.


Tadinya, Jeanny mengira Agra tidak berada di rumah. Ternyata, orang yang tidak ingin di. Kini berdiri dihadapannya dengan tampang arogan menatap wajah Jeanny dengan tatapan mata yang dingin.


"Apa dia mendengar apa yang dikatakan oleh Lisa? semoga dia tidak salah paham, jika mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya." dalam benak Jeanny.


"Agra, kenapa cepat pulang?" tepukan dipundaknya, mengalihkan pandangannya dari Jeanny.


"Agra ngantuk Oma, daripada tidak konsentrasi bekerja. Agra pulang, mau istirahat," jawab Agra.


"Ayo kita makan sama, belum makan kan? kita makan di gazebo ," ujar Oma Gracia.


"Agra sudah makan Oma, sebelum pulang. Agra bertemu dengan klien tadi, Agra ingin istirahat dulu," kata Agra.


Agra menurunkan Lisa dari gendongannya.


"Lisa sama Oma ya, Papa mau istirahat. Dan makan yang banyak ya," ucap Agra.


"Oke Papa," sahut Lisa.


Sebelum berlalu, Agra melirik Jeanny dengan tatapan mata yang aneh.


"Kenapa cara memandangku sangat aneh? apa dia marah aku datang kerumahnya? tapi ini bukan keinginan ku." dalam benak Jeanny.


"Ayo Jeanny, makan. Ini semua maid yang masak," ujar Oma sembari tertawa.


"Mama, Alma kira tadi Oma mau mengakui ini semua hasil masakan Mama," kata Alma.


"Rencana tadi," sahut Oma.


Jeanny tertawa, mendengar gurauan Oma Gracia. Dia tidak menyadari, ada sepasang mata yang mengintai dari balik tirai.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...Bersambung...