
Happy reading 😍
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Jeanny bingung, apa yang harus dilakukannya. Jika permintaan Oma diturutinya, dia akan bertemu dengan orang yang menyebalkan menurut Jeanny. Karena tidak ingin dikatakan oleh Papa Lisa, bahwa dia ingin mengambil kesempatan untuk mendekatinya.
Melihat Jeanny ragu dengan permintaannya untuk menjenguk Lisa, Gracia yakin. Ada sesuatu terjadi antara Agra dan Jeanny.
"Pasti Agra mengatakan sesuatu kepada Jeanny, aku tidak akan tinggal diam. Misi untuk menjadikan Jeanny istrinya Agra, harus terjadi. Aku tidak akan mengizinkan kau menduda selamanya Agar, Jika kau tahu istrimu itu keturunan orang yang telah membuat aku kehilangan anak pertamaku. Apakah kau masih juga mencintai wanita itu, aku tidak bisa mengatakannya. Aku harap, kau mengetahui sendiri." suara hati Gracia.
"Apa yang harus aku lakukan, jika aku menolak. Lisa pasti akan semakin sedih." dalam benak Jeanny.
"Bagaimana Jean, mau ya. Kasihan Oma lihat Lisa menangis saat pulang sekolah," ujar Oma Gracia.
"Bagaimana? mau ya Jeanny, Oma sedih lihat Lisa menangis saat pulang sekolah. Dia merasa tidak diperhatikan lagi, mau ya Jean. Sebentar saja."
"Aduh! bagaimana ini, aku juga kasihan dengan Lisa. Ahh..! masa bodoh dengan pria itu Eskimo itu, cuek saja dengannya. Aku datangkan untuk Lisa, bukan untuk melihat dia." dalam benak Jeanny.
"Baiklah Oma, sepulang dari mengajar. Jeanny akan menjenguk Lisa."
Akhirnya, Jeanny pengambil keputusan yang dianggapnya baik.
"Terima kasih... terima kasih, Jeanny. Oma senang Jeanny mau datang, Lisa pasti senang melihat Jeanny mau datang menjenguknya. Terima kasih." ucapan terima kasih berkali-kali dari Oma Gracia yang teramat senang mengetahui Jeanny mau datang menjenguk Lisa, membuat Jeanny serba salah saat mengambil keputusan untuk tidak mengajar di kelas Lisa.
"Apa keputusan aku untuk menghindari Lisa, sebagai sikap kekanak-kanakan. Tapi aku tidak ingin mempunyai masalah dengan pria itu, jangan sampai dia mengatakan aku mendekatinya melalui putrinya." benak Jeanny.
"Nanti Oma akan menyuruh supir untuk menjemput," kata Oma Gracia.
"Tidak usah Oma, Jeanny bawa mobil sendiri."
"Baiklah, sekali lagi. Terima kasih ya, Oma suka dengan Jeanny. Sudah cantik baik lagi." puji Oma Gracia.
"Ah Oma.. Jeanny jadi malu ini, telinga Jeanny jadi tinggi sebelah." gurau Jeanny.
"Benar kata oma, Jeanny sangat cantik. Jeanny belum punya pacar lagi kan?" tanya Oma dengan mimik wajah yang serius menunggu jawaban Jeanny atas pertanyaannya.
"Baru diputusin belum sebulan Oma, tidak secepat itu mendapatkan pria yang setia," jawab Jeanny.
"Bagus, bagaimana jika Oma jodohkan dengan cucu Oma?"
"Hah..!" mulut Jeanny membulat, karena perkataan Oma Gracia.
"Koq kaget? kenapa? cucu Oma ada dua, ada yang masih single dan ada yang sudah ada buntutnya. Tinggal pilih," kata Oma Gracia.
"Oma berharap, Jeanny dengan Agra saja. Fandi gampang jatuh cinta." sambung Oma Gracia dalam benaknya.
"Hih.. Oma, cucu Oma orang hebat semua. Mana mau dia dengan Jeanny, yang hanya guru TK. Kata orang Oma, tidak level. Kasta beda Oma," ucap Jeanny.
"Apa itu level? kasta? Oma tidak memikirkan level-level dan kasta-kasta, yang penting mereka menikah dengan wanita seutuhnya..!" seru Oma Gracia.
"Wanita seutuhnya, bukan hasil rekaya tangan dokter." sambung Oma Gracia kembali.
Jeanny sontak tertawa lebar mendengar ucapan Oma Gracia.
"Oma ada-ada saja, apa ada wanita hasil sentuhan dokter?" tanya Jeanny masih dengan tertawa.
"Ada, pertama lanang. Lalu di reparasi dokter, berubah jadi cah wedok," ucap Oma Gracia dengan gaya bicara yang lucu terdengar ditelinga Jeanny, membuat Jeanny tidak bisa menahan tawanya lagi dan tertawa sampai air matanya keluar.
"Oma! hahahaha..!" tawa Jeanny keras didalam ruangannya.
"Iya Allah, cakep ini gadis. Jadikan dia cucu mantu ku ya Allah." doa dalam benak Oma Gracia.
Tok..tok..
Seorang gadis berdiri dibibir pintu, membuat Jeanny menghentikan tawanya.
"Sudah masuk ya Miss Nina?" tanya Jeanny pada anak magang yang membantunya dalam mengajar.
"Iya Miss Jean," jawab Miss Nina.
"Aduh! Oma jadi menganggu waktu Jeanny mengajar. Maaf ya," ucap Oma seraya mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Tidak apa-apa Oma, jam pertama ini murid-murid kegiatan di luar ruangan," kata Jeanny.
"Oma permisi ya, Oma tunggu di rumah ya Jeanny. Jangan sampai tidak datang," kata Oma Gracia.
"Insyaallah, Oma," sahut Jeanny.
"Gadis baik," ucap Oma Gracia sembari memberikan tepukan di pundak Jeanny.
"Hati-hati Oma," kata Jeanny.
"Iya," sahut Oma Gracia.
🌹🌹
Setelah Lisa pulang, Agra langsung berangkat ke kantor. Di tengah perjalanan, Agra membatalkan perjalanannya ke kantor. Setelah mendapatkan telepon dari Albert.
Mobil yang dikemudikan oleh Agra memasuki hotel, lalu kemudian, Agra memasuki satu ruangan.
Agra masuk dan melihat Albert sedang berbicara dengan seseorang yang tidak dikenal oleh Agra.
"Duduk Bro, kenalkan. Tama." Albert mengenalkan pria yang duduk bersamanya.
Agra mengulurkan tangannya, disambut pria yang bernama Tama.
"Agra," ucap Agra.
"Tama." balas Tama.
Agra mendudukkan bokongnya di kursi yang kosong didepan Albert.
"Ada apa? kenapa kau menyuruhku ke sini pagi-pagi?" tanya Agra.
"Pagi-pagi? wow Bro, bangun! ini sudah jam 11 siang..!" ledek Albert.
"Jam 11, sepertinya aku baru keluar dari rumah." gumam Agra.
"Bagaimana keadaan putrimu? mungkin kau semalam tidak tidur, karena menjaga putrimu," kata Albert.
"Sudah pulang tadi pagi, semalam. Lisa rewel," ucap Agra.
"Makanya Bro, cari istri. Biar ada yang bantu menjaga putrimu, jangan serahkan pada pengasuh. Nanti putrimu lupa dengan Papanya, pengasuh yang jadi Mama dan sopir yang mengantar sekolah yang dianggapnya sebagai Papanya. Saking kau tidak ada waktu," kata Albert.
"Sudah?" tanya Agra pada Albert, yang bicara panjang lebar memberi kuliah siang padanya.
"Sebenarnya belum, tapi ada yang lebih mendesak. Kita kesampingkan dulu masalah jodoh untukmu," kata Albert.
"Begini, Tama ini orang yang aku suruh untuk menyelidiki orang yang bernama Zulham Zamrun. Dan ternyata, Zulham Zamrun itu sekarang berada di dalam penjara di Malaysia," kata Albert.
"Dalam penjara? kasus apa? kasus penggelapan, Papa belum melaporkannya?"
"Kasus pembunuhan, Zulham Zamrun membunuh istri keduanya seorang warga negara Malaysia. Jika melihat kasusnya, tidak ada kemungkinan dia untuk ada waktu untuk melakukan teror padamu Agra," kata Albert.
"Dia masuk penjara sudah sebulan lebih." timpal Tama.
"Zulham Zamrun kita coret dari daftar orang yang kita curigai," kata Agra.
"Iya, sekarang ini kita menunggu Amir untuk bertemu dengan orang itu," kata Albert.
"Di mana dia sekarang, apa masih di kampung atau sudah kembali ke kota?" tanya Agra.
"Dia belum bergerak dari kampungnya," jawab Albert.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...Bersambung...