
Happy reading 😍
🌹🌹🌹
"Rumah sakit!" Obut Lisa kaget, mendengar Jeanny ingin membawanya ke rumah sakit.
"Kita harus ke rumah sakit Tante," ujar Jeanny.
"Tidak! jangan ke rumah sakit, Obut tidak apa-apa. Obut hanya pusing sedikit saja, istirahat sebentar akan sembuh." Obut Lisa menolak usul Jeanny untuk membawanya ke rumah sakit.
Ruang tunggu menjadi ramai, karena Obut yang menolak dibawa ke rumah sakit. Para orang tua murid yang mengetahui Obut sakit, membujuk Obut agar mau dibawa ke rumah sakit.
"Jangan begitu tante, bagaimana jika ini bukan hanya pusing biasa saja? bagaimana jika ada penyakit yang lain, kita harus periksa ke dokter. Supaya kita mengetahui apa yang harus kita lakukan selanjutnya," ujar Jeanny.
"iya Oma, Oma harus ke rumah sakit." timpal orang tua murid yang sedang menunggu anaknya.
"Ma, kita turuti saja keinginan Jeanny." bisik Alma pada sang mertua.
"Baiklah, tapi Obut tidak mau disuntik ya..!" seru Obut.
"hahaha! Obut takut disuntik ya..!" ledek Lisa.
"Hus..!" ujar Obut.
"Miss Jeanny ikut mengantar ke rumah sakit ya," ujar Alma.
"Saya, untuk apa?" Jeanny bingung, saat dimintai ikut oleh Oma Lisa.
"Tante bingung nanti disana, ikut ya." bujuk Oma Lisa.
"Baiklah, ayo Tante." Jeanny menuntut Obut Lisa, dan Alma membawa tas dan menggandeng Lisa.
"Jangan panggil tante ya, panggil saja Oma." protes Gracia, karena Jeanny memanggilnya dengan sebutan Tante, sama seperti Jeanny memanggil Alma. Menantu Gracia.
"Baik Oma, ayo Oma. Masih pusing Oma?" tanya Jeanny.
"Masih, aduh..!" Gracia sempoyongan.
"Oma, pelan-pelan saja jalannya," kata Jeanny.
Dari belakang, Alma dan Lisa mengikutinya. Dan tanpa diketahui oleh Jeanny, Alma menghubungi seseorang melalui sambungan teleponnya.
"Ma, kita ke rumah sakit Mitra ya," ujar Alma.
"Hah..!?" Gracia kaget, mendengar Alma menyebutkan nama rumah sakit Mitra.
"Kenapa Oma, ada yang sakit?" wajah Jeanny panik, karena mendengar Oma teriak, karena mengira Oma sakit.
"Iya, tiba-tiba. Dada Oma terasa sakit, aduh..!" Oma Gracia memegang dadanya dan mengelusnya.
"Dasar Mama, jago akting." suara hati Alma, sang menantu.
Dalam mobil, Gracia. Obut Lisa, menyandarkan kepalanya. Matanya sedikit terpejam.
"Obut tidak apa-apa?" tanya Lisa. karena mendengar sesekali, rintihan keluar dari mulutnya Obut.
Jeanny duduk didepan, pandangan mata selalu melihat kebelakang. Terlihat raut wajahnya yang khawatir.
Apa yang dialami oleh Obut Lisa, membuat Jeanny kembali ke masa silam. Saat Omanya mengeluh pusing, tetapi Oma Jeanny tidak ingin dibawa ke rumah sakit. Saat beristirahat, sang Oma pergi dalam tidurnya.
Apa yang terjadi pada Omanya, membuat Jeanny cemas. Bagaimana jika Obut Lisa mengalami apa yang terjadi pada Omanya.
*
*
Di rumah sakit.
"Apa yang terjadi kepada Mama saya Dok? tiba-tiba kepalanya pusing," tanya Alma kepada dokter yang memeriksa Obut diruang IGD.
"Tidak apa-apa Tan, eh..Bu," ucap dokter, yang tadinya ingin memanggil Alma dengan Tante. Tapi meralatnya , menjadi ibu.
"Terpaksa bermain sandiwara, Oma ini. hanya karena ingin mendekatkan duda itu dengan seorang wanita. Terpaksa pura-pura sakit." ucap dokter dalam benaknya.
Dokter mengarahkan stetoskopnya ke arah dada Oma, lalu kemudian ia berkata kepada Jeanny.
"Tidak ada apa-apa, denyut jantungnya normal. Tekanan darahnya juga normal, hanya saja mungkin ibu ini terlalu stress," ucap dokter.
"stress! apa yang oma pikirkan?" tanya Jeanny seraya mengelus tangan Oma.
"Maklumlah Jeanny, orang tua. Semua mau dipikirkannya." Alma yang menjawab pertanyaan Jeanny, sedangkan Oma memejamkan matanya.
Terdengar suara dengkuran halus dari mulut Gracia, ternyata. Ternyata, Obut Lisa benar-benar tertidur.
Oma Lisa dan dokter tersenyum kecil, melihat pasien pura-pura sakit. Kini tidur dengan pulas. Hingga, terdengar dengkuran halus.
"Dokter, apakah Oma tidur atau pingsan?" Jeanny was-was saat terdengar suara dengkuran halus dari mulut Gracia.
"Jangan khawatir, ibu ini hanya tidur. Bukan pingsan, sepertinya dia kelelahan biarkan ibu ini istirahat sebentar," ucap dokter.
Dokter dokter memberi tanda kepada Alma, agar mengikutinya keluar dari ruang IGD.
"Jeanny, tolong tunggu Oma di sini ya, dokter sepertinya ingin berbicara dengan tante," ujar Alma pada Jeanny.
"Baik tante," sahut Jeanny.
Alma mengikuti dokter keluar dari dalam ruang IGD.
"Tante, apa yang terjadi. Kenapa Oma pura-pura sakit?" tanya dokter.
"Fandi, jangan bicara kuat-kuat. Nanti ada yang mendengar, bahwa yang sebenarnya, Oma pura-pura sakit," kata Alma pada dokter yang bernama Fandi.
Dokter Fandi adalah cucu dari anak adik Obut, yang menjadi dokter di rumah sakit Mitra. Makanya, saat Alma mengatakan ingin membawa sang mertua ke rumah sakit Mitra. Sang mertua kaget, karena dia hanya sakit pura-pura.
"Tante, apakah gadis itu yang ingin tante jodohkan dengan Mas Agra?" tanya Fandi.
"Iya, bagaimana cantik kan? gadis itu adalah guru Lisa. Dan Lisa juga sangat menyukainya, dan kami juga menyukainya," kata Alma pada Fandi.
"Cantik tante, dan jika mas Agra tidak menyukainya. Fandi mau tante," kata Fandi.
"Kau cari sendiri Fandy, banyak stok gadis di rumah sakit ini. Semua ada disini, dokter ada perawat ada. Kau tinggal pilih, sedangkan Agra tidak bisa. Kalau tidak tante dan Oma yang memilihkannya, dia ingin menduda selamanya," kata Alma.
"Tante, gadis ini pun. Pasti mas Agra tolak, dia belum bisa move on dari almarhumah istrinya. Malika," kata Fandi.
"Dokter! tante, Oma bangun..!" seru Jeanny dari depan pintu IGD.
Dokter dan Alma kembali masuk kedalam ruangan IGD untuk melihat keadaan Gracia.
"Mama sudah bangun?" tanya Alma.
"Mata Mama sudah terbuka, ya berarti mama sudah bangun. Pertanyaan yang aneh, Alma," ujar sang mertua.
Alma tertawa kecil, begitu juga dengan Jeanny dan dokter.
"Karena ibu tidak mengalami sakit yang berat, ibu sudah bisa meninggalkan rumah sakit. Nanti saya akan kasih vitamin untuk menambah stamina ibu," kata dokter Fandi.
"Saya sudah boleh pulang dokter? tapi saya masih lemah dokter. Aduh...!" seru Oma, sembari memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit kembali.
"Dokter, Oma masih sakit. Jangan dikasih pulang dulu, dokter harus periksa dengan teliti, bagaimana jika ada masalah di jantung Oma..!" seru Jeanny.
"Alma, hubungi Agra dan Abraham bilang Oma sakit," ujar Gracia pada sang menantu.
"Iya Ma, Alma akan hubungi Agra dan Abraham," ujar Alma. dan kemudian keluar dari dalam ruang IGD, untuk menghubungi putra dan suaminya.
"Dokter, saya harus dirawat malam ini. Saya belum mau pulang, badan saya masih sakit," kata Obut Lisa dengan tegas.
"Baiklah Bu, ibu akan tinggal satu malam di rumah sakit." terlihat smirk di sudut bibir dokter Fandi.
"Oma, ingin bermain-main di rumah sakit. Baiklah." dalam benak Fandi yang ingin melakukan sesuatu pada Omanya.
Apa yang akan dilakukan dokter Fandi pada Obut yang pura-pura sakit?😄
🍂🍂🍂
...Bersambung...