My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Datang lagi



Happy reading 😍


...🌹🌹🌹...


Jeanny membuka pintu pagar rumahnya, tetapi. Sebelum pintu pagar benar-benar terbuka.


Ada suara yang memanggil namanya, suara yang sangat familiar. Dan suara yang ingin dilupakannya.


Deg..


Jeanny memutar badannya, dia melihat Yudha keluar dari rimbunan bunga yang berada didepan pagar rumahnya.


Tubuh Yudha terlihat kurus, dan dulu raut wajahnya bersih dari bulu. Kini terlihat atas dan bawah bibirnya, bulu-bulu halus menghiasinya. Tubuhnya terlihat tidak terawat, bajunya lusuh.


"Mau apa lagi?" tanya Jeanny dengan dingin.


"Mas rindu Jean," jawab Yudha dengan suara yang sangat pelan, seperti hanya gumaman yang terdengar dari mulutnya.


"Mas Yudha! sudah aku katakan jangan temui aku lagi. Apa kata orang mas, jika orang mengetahui. Bahwa mas Yudha itu sudah menikah, sudah menjadi suami orang mas. Tapi mas tetap menemui aku, sadar mas...! Mas itu sudah menjadi milik orang, istri mas itu lagi hamil."


"Jean, anak Yulia itu bukan anak aku Jean. percayalah!"


"Apapun yang mas katakan, bahwa mas di jebak. Anak itu bukan anak mas, orang tidak mau tahu mas..! yang orang tahu, mas itu sudah menikah. istri mas sedang mengandung, Dan orang akan mengatakan, aku sebagai pelakor. Aku tidak mau, orang-orang akan mencap aku buruk..!"


"Baiklah Jean, aku tidak akan menemui mu lagi. Sampai aku benar-benar bebas dari pernikahan yang tidak aku inginkan. Tapi Jean, tolong. Jangan blokir nomor mas, please." mohon Yudha dengan wajah yang sangat memelas, membuat Jeanny iba memandangnya.


"Baik, aku tidak akan memblokir nomor mas. Tapi, jangan hubungi aku. Jika mas menghubungi aku lagi, aku akan kembali memblokir nomor mas Yudha." ancam Jeanny.


"Hah! sama saja Jean, aku tidak bisa mendengar suaramu," kata Yudha.


"Ya sudah, aku akan memblokir nomor telepon mas Yudha."


"Baiklah, dan satu lagi. Jangan blokir media sosial mas ya, jika mas tidak bisa mendengar suaramu. Izinkan mas memandang wajahmu dari gambar-gambar yang Jeanny masukkan kedalam media sosial."


Karena semua yang berhubungan dengan Yudha, Jeanny blokir. Sehingga, Yudha sama sekali terputus dengan Jeanny. Yudha tidak bisa mengikuti semua kegiatan Jeanny di media sosial.


"Baik, aku akan buka blokir nama mas Yudha. Mas Yudha tidak boleh beri komentar dan Like status media sosial Jeanny." ancam Jeanny lagi.


"Baiklah, daripada tidak bisa melihat wajahmu," jawab Yudha. Menyerah dengan syarat yang diberikan Jeanny.


"Pergilah mas, jangan ganggu jeanny lagi." Jeanny masuk kedalam rumah, meninggalkan Yudha sendirian didepan pagar rumahnya.


...🌹🌹...


Di dalam satu ruangan, seorang pria sedang berlatih berjalan. Dengan berpegangan dengan besi yang berada di kedua sisi tubuhnya.


"Ayo Benny, kau bisa." seorang wanita menyemangatinya di depannya.


"Cukup! aku sudah tidak kuat." pria tersebut menolak untuk melanjutkan latihannya.


Dengan cepat wanita tersebut menghampiri pria yang bernama Benny, dan membantunya untuk berjalan menuju kursi yang ada di ruangan tersebut.


"Terima kasih Erica," ucap pria yang bernama Benny pada wanita yang membantunya tadi.


"Untuk apa berterima kasih, ini semua sudah menjadi kewajiban ku. Sebagai temanmu dan sebagai terapis mu."


"Setelah ini kau ingin kemana?" tanya Erica.


"Aku ingin mengunjunginya," ujar Benny.


"Apa kau butuh teman?" tanya Erica.


"Baiklah, selamat bernostalgia." Erica meninggalkan Benny sendiri.


Didepan pintu, Erica menyandarkan tubuhnya di dinding samping pintu. Erica mengusap ujung bola matanya.


"Sudah empat tahun, kau belum bisa melupakannya. Apa aku bisa mengisi hatimu, mengantikan dia." gumam Erica.


"Kau sungguh beruntung Malika, tapi kau menyia-nyiakan keberuntungan mu itu." sambung Erica.


Saat mendengar suara orang berbincang-bincang menuju pintu tempat Erica berdiri, Erica dengan cepat meninggalkan tempatnya menyandarkan tubuhnya.


"Kita kemana Tuan?" tanya pria yang mendorong kursi roda Benny menuju mobil Benny parkir.


"Km 5." mendengar apa yang dikatakan oleh Tuannya, pria yang mendorong kursi roda Benny tahu.


Setelah memasukkan Benny dan kursi rodanya, mobil yang membawa Benny melaju dengan kecepatan sedang menuju km 5 seperti yang dikatakan oleh Benny.


Satu jam setengah kemudian, mobil tiba di satu jalan yang berkelok-kelok dan di satu sisi kiri berbatasan dengan jurang yang dalam dan terjal.


Setelah mendorong kursi roda Benny, pria yang mendorong Benny pergi masuk kedalam mobilnya. Dari dalam mobil, dia mengamati apa yang dilakukan oleh majikannya tersebut.


"Sudah empat tahu Lili ku, tapi aku belum bisa melupakanmu juga. aku menjadi orang yang bodoh Lili ku, karena telah menjadi budak cintamu. Sehingga aku belum bisa berpaling darimu, maafkan aku. Karena kecemburuanku menyebabkan kau pergi, aku sangat membenci pria yang telah mengambil mu dari sisiku Lili. jika saat itu kita tidak bertengkar, pasti saat ini kita sudah bersama." Benny bicara sendiri memandang ke arah jurang yang dalam, tempat kecelakaan empat tahun yang lalu terjadi.


Mata Benny berkaca-kaca, saat mengenang, apa yang terjadi empat tahun yang lalu.


🌹Flashback🌹


"Lili." Benny mengejar seorang wanita yang baru keluar dari hotel, terlihat wanita tersebut dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Wanita yang dipanggil Lili oleh Benny berhenti, dan memutar tumitnya. Kini keduanya saling berhadapan, Benny kaget, melihat wajah wanita yang bernama Lili basah karena mata wanita tersebut mengeluarkan air mata bening.


"Lili..!" tangan Benny merengkuh tubuh wanita tersebut kedalam pelukannya.


"Ayo, kita pergi." Benny membawa Lili masuk kedalam mobilnya.


"Mobilku," ucap Lili, saat mengingat dia membawa mobilnya tadi.


"Biarkan saja, nanti aku akan mengantarmu ke sini lagi," kata Benny.


"Kita mau kemana?"


"Tempat di mana tidak ada yang akan menganggu kita," jawab Benny sembari menggenggam tangan Lili.


"Tapi aku tidak bisa lama-lama, putriku sedang tidak fit tadi saat aku tinggalkan." beritahu Lili pada Benny.


"Li, tinggalkan pria itu. Sekarang, aku sudah kaya Lili, aku sudah punya kekuatan sekarang. Tante Eline, tidak akan menolak ku lagi," kata Benny.


"Mama tidak merestui kita bukan karena kau tidak punya uang Benny, tapi karena kau anak yang tidak punya orang tua," kata Lili.


Deg..


Benny kaget, mendengar apa yang dikatakan oleh Lili. Selama mereka menjalin hubungan sejak mereka masih memakai putih abu-abu, Lili tidak pernah mengatakan mengenai statusnya sebagai anak tidak sah. Yang tidak tahu, siapa ayah kandungnya. Yang membuat Mama Lili, Eline menolak Lili menjalin hubungan dengan Benny. Yang tidak mempunyai nama ayah di akta lahirnya.


"Kau malu Lili, karena aku tidak mempunyai Papa. Aku lahir dari wanita yang ditinggalkan laki-laki, setelah menggaulinya. Lalu meninggalkannya.


"Bukan itu maksudku Benny..!" seru Lili yang melihat melihat wajah Benny merah menahan marah.


...🌹🌹🌹...


...Bersambung...