
Happy reading 😍
...🍁🍁🍁🍁🍁...
"Kau kerja di sini, kau tahu siapa pemilik perusahaan ini kan?" selidik Jamie.
"Dulu, perusahaan ini di pegang oleh Tuan Abraham Barend. Sekarang, sudah di pegang oleh Tuan Agra Barend." tutur Yudha.
"Arga CEO?" tanya Jamie.
"Agra Bang, bukan Arga." Yudha
"Suka..suka mulutku."
"Terserah Abang lah, tapi. kalau depan Tuan Agra Barend, Abang harus hati-hati. Dia pasti akan marah," kata Yudha.
"Bagus, dia dan wanita penggoda itu bekerja di sini. Jeanny akan menjadi istri pemilik perusahaan ini." Jamie benar-benar senang.
Jamie meninggalkan Yudha, setelah mendapatkan informasi yang membuat dirinya senang.
"Bang! ada apa Abang ke sini? apa Abang mencari kerja? saya bisa membantu Bang," kata Yudha seraya mengikuti Jamie keluar dari lobby kantor.
"Aku ke sini ingin menemui adik ipar ku," jawab Jamie.
"Adik ipar? aku? apa Om dan Tante, Abang telah memaafkan aku?" tanya Yudha.
"Huh..! jangan terlalu mengharap yang tidak mungkin, kau sudah tidak masuk dalam daftar list calon suami adikku Jeanny," kata Jamie.
"Apa!Jeanny akan menikah? dan calon suaminya kerja di sini? tidak boleh Bang, Jeanny tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Yudha sangat mencintai Jeanny Bang."
"Hei, You! sudah tidak ada kesempatan dengan Jeanny. Kau urus saja istri dan calon anakmu, jangan buat saja yang bisa. Bagian ngurus, lepas tanggung jawab." Jamie dengan langkah lebar meninggalkan Yudha didepan gedung perusahaan.
"Aku tidak bisa kehilangan Jeanny, Jeanny hanya milik Yudha." gumam Yudha.
Jamie melangkah menuju mobilnya yang terparkir, didepan mobilnya dia melihat seorang gadis sedang mengamati mobilnya.
"Hei Nona, apa ada yang kau cari?" tanya Yudha dengan memicingkan matanya.
"Mas pemilik mobil ini?"
"Untuk saat ini ya, ada apa?" tanya Jamie.
"Mobil yang keren Mas, sepertinya Mas suka off-road ya. Terlihat dari mobilnya," ujar Yulia.
Wanita yang sedang mengamati mobil Jamie adalah Yulia, saat Yulia ingin keluar mencari makanan bersama dengan temannya. Yulia melihat Jamie turun dari dalam mobilnya, dan dia langsung terpukau dengan sang pemilik mobil dan mobilnya juga.
"Biasa saja, apa kau ingin merayuku?" tebak Jamie.
"Hah..!" raut wajah Yulia merah.
"Kenapa? apa yang aku katakan benar? kau ingin menggodaku. Nona, aku bukan pria yang cepat tergoda dengan ucapan manis dari mulut seorang gadis yang belum aku kenal," kata Jamie.
Lalu kemudian, Jamie meninggalkan Yulia yang termangu menatap punggung Jamie.
"Pria yang sombong, bicaranya sungguh pedas! di dalam mulutnya ada kebun cabe rawit, bicara dengan wanita tidak ada manis-manisnya." gumam Yulia.
Tidak jauh dari tempatnya berdiri, ada sepasang mata yang melihat apa yang terjadi pada Yulia.
"Dasar perempuan murahan, kau kira. Semua pria akan tunduk denganmu." Pria tersebut adalah Yudha
Karena perkataan Jamie. Yudha tidak bisa melanjutkan pekerjaannya, dia berinisiatif untuk menemui Jeanny.
🍁🍁
Pintu kamar Jeanny terbuka, kedua temannya masuk. Setelah beberapa jam yang lalu, Valerie dan Bella mendapatkan telepon dari Jeanny dalam keadaan menangis. Keduanya datang ke rumah Jeanny.
"Jean..!" Valerie menghampiri Jeanny yang bergulung dibawah selimut.
"Jean, ada apa? kenapa kau menangis saat menelepon kami, seperti ada kematian saja," kata Bella.
"Aku akan menikah! hua..a.a!" Jeanny kembali mengucurkan air matanya, setelah sempat terhenti tadi. Begitu kedua temannya datang, tangisannya kembali terjadi.
"Hah! menikah, dengan siapa?" tanya Bella.
"Apa dengan Yudha, kau kembali padanya?" tanya Valerie.
"Bukan, tapi dengan pria yang sudah menciumiku itu," kata Jeanny.
"Duda itu Jean!? tanya Bella dengan ekspresi yang kaget.
"Duda? ciuman? ada apa ini? ada yang tidak aku ketahui?" Valerie bangkit dari duduknya di ranjang Jeanny.
"Katakan, siapa duda yang kau katakan Bella? kalian berahasia padaku ya?" Valerie menatap kedua temannya, menunggu apa yang dikatakan oleh Jeanny dan Bella.
Jeanny menceritakannya pada Valerie, dengan suara yang parau dan mata sembab.
"Dia duda? apa sudah tua? apa kau sudah melihatnya, Bella?" tanya Valerie.
"No, aku belum pernah melihat," jawab Bella.
"Aku juga belum mengenalnya, aku hanya mengenal putrinya. Karena putrinya sekolah ditempat aku mengajar." tutur Jeanny.
"Sudah tua Jean?" tanya Bella.
"Seumuran dengan Bang Jamie," jawab Jeanny.
"Masih muda, cerai?" tanya Valerie.
"Istrinya meninggal," sahut Jeanny.
"Jean, kalau orangnya masih muda dan ada nilai tambahnya yaitu tajir. Bungkus, Jean..!" seru Valerie.
"Bungkus! kau kira barang..!" kesal Jeanny.
"Jean, kalau aku bilang ya. Mungkin saja ini jodohmu, apa kau ingin menunggu Yudha menjadi duda?" tanya Bella.
Deg...
Tiba-tiba, Jeanny teringat dengan apa yang diucapkannya saat di tamat.
("Daripada Jeanny menikah dengan Mas Yudha, dan memelihara seorang anak hasil dari menyakiti perasaan Jeanny. Jeanny lebih rela menikah dengan duda beranak yang ditinggalkan istrinya..!" seru Jeanny dengan suara yang menggelegar.)
"Oh..my God..!" pekik Jeanny.
Kedua temannya kaget, mendengar teriakkan Jeanny tiba-tiba.
"Jean! kau mau membuat aku mati muda?" Bella memegangi dadanya.
"Kenapa kau berteriak Jean? apa kau ingin memanggil semua orang masuk kedalam kamarmu." tutur Valerie.
"Apa ini terjadi karena sumpah ku?" tanya Jeanny pada kedua temannya.
"Sumpah? sumpah apa yang kau katakan Jean?" tanya Bella.
"Apa kau melakukan sumpah pocong?" tanya Valerie.
"Apa iya Jean? kau melakukan sumpah pocong?" Bella menggeser duduknya menjauhi Jean.
"Huh! bukan."
"Lalu apa?" tanya Bella.
Jeanny menceritakan apa yang terjadi pada saat Yudha mengatakan bahwa dia akan menikahi gadis lain.
"Kau bersumpah akan menikahi duda yang ditinggal istrinya, daripada menikah dengan Yudha?" tanya Bella.
Jeanny menganggukkan kepalanya.
"Saat itu, siang bolong. Dan tiba-tiba ada petir, tidak ada hujan dan hari juga cerah. Apa karena sumpahku itu sekarang aku terpaksa menikah dengan duda?" Jeanny melihat pada Valerie dan Bella.
"Apa sumpah mu itu didengar Tuhan?" tanya Bella.
"Aku ingin bersumpah, agar dapat menikah dengan Lee Minho," ujar Valerie.
Jeanny dan Bella menertawai sumpah Valerie.
"Tidak ada petir," kata Valerie.
"Sumpah mu tidak bisa dikabulkan, karena Lee Minho tidak dekat denganmu," kata Bella.
"Tuhan tidak adil ah.. Jeanny, langsung dikabulkan," kata Valerie.
"Permintaanmu terlalu tinggi," kata Bella.
"Apa buat sumpah seperti Jeanny saja ya, mungkin saja ada CEO yang sedang patah hati. Dan aku datang sebagai obatnya," ujar Valerie.
"Kau percaya apa yang terjadi dengan Jeanny karena sumpah? aku tidak," kata Bella.
"Aku juga tidak begitu percaya, mungkin ini sudah garis tanganmu Jean. Menikah dengan duda," kata Valerie.
"Ini sudah jaman modern, masih percaya dengan sumpah begitu? Percaya dengan Tuhan saja, jodohmu. Duda," kata Bella.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...