
...Happy reading...
...**...
Hening, belum ada yang bersuara. Semua berpikir, apa yang harus dilakukan. Agra, tidak akan memberikan anak yang sudah bersamanya selama 5 tahun. Lisa dalam keadaan sakit, karena tumbuh gigi. Dia yang bersamanya, sudah besar. Tiba-tiba ada orang yang datang mengklaim ingin membawanya, tidak mungkin Agra berikan. Walaupun orang itu ayah biologisnya, tapi. Agra yang memiliki akta hukum yang jelas, bahwa dia orangtuanya Lisa. Bukan Benny, hanya ayah biologisnya.
"Tuan Barend, berikan Lisa padaku. Aku ayahnya, anda masih bisa punya anak lagi dengan istri anda Tuan," ucap Benny yang sudah melunak dari nada suaranya.
Agra tertawa sinis, sambil menggelengkan kepalanya.
"Anda menyuruh aku membuang Lisa, karena aku punya istri. Apa anda kira itu Lisa barang! jika suka kita jaga dengan baik. Dan jika tidak suka lagi, kita berikan pada orang lain. Begitu maksud anda? saya tanya pada anda, Tuan. Jika anda menikah, dan istri anda tidak suka dengan Lisa. Apa yang akan anda lakukan? apa anda akan membuangnya?" tanya Agra.
"Tuan, saya Mama Lisa. Walaupun, saya mengenal Lisa belum lama. Tapi, saya benar-benar menyayanginya. Permintaan Anda sangat aneh, Kenapa anda saja yang menikah dan memiliki anak," ujar Jeanny.
"Nyonya, itu anak saya. Darah daging saya, saya yang berhak menjaganya," kata Benny yang mulai terlihat emosional kembali.
"Ben, Tuan Barend dan nyonya Barend berhak menjaga Lisa. Karena, Lisa lahir dari hasil pernikahan resmi. Walaupun, Lisa bukan anak biologis Tuan Barend. Tapi, Tuan Barend tetap punya hak. Anak hasil adopsi saja, tidak bisa diambil keluarga kandungnya kembali. Apalagi ini Lisa yang lahir dari pernikahan resmi." tutur Erica.
"Apa yang dikatakan Nona, benar. Tuan, anda tidak bisa memiliki Lisa." Jeanny menimpali perkataan Erica.
"Erica, kau itu temanku. Bukan mendukungku, kau mendukung orang lain..!" seru Benny, dan kemudian bangkit.
"Ingat! aku tidak akan menyerah, aku akan menuntut Anda Tuan Barend. Lisa, putriku..!" Benny kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Agra.
"Ryan, ayo kita pergi."
Di dalam ruang kerja Agra, Erica masih duduk.
'Maaf Tuan, nyonya. Saya sudah berusaha untuk menasehatinya, tetapi. Benny tidak mau mendengarkan apa yang saya katakan," kata Erica.
"Tuan, maafkan Benny. Sebenarnya, Benny. Pria yang baik, tapi. Karena, hubungannya dengan Malika tidak mendapatkan restu dari orangtuanya. Sehingga, dia mencari jalan pintas untuk meraih kesuksesan," kata Erica.
"Sebenarnya, kami berdua sudah menjadi korban Malika. Benny, pasti mengira. wanita yang dikenalkan oleh Malika, adalah orangtuanya Malika, hal ini juga baru saya ketahui. Wanita yang menjadi ibunya Malika yang dikenalkannya padaku, mungkin juga pada Benny. Bukan orangtuanya. Aku juga baru tahu, beberapa hari ini." cerita Agra.
"Orang tuanya Malika, sudah lama meninggal." sambung Agra.
Agra baru tahu, orang tua palsu yang dikenalkan oleh Malika saat mereka menjalin hubungan adalah seorang pelayan. Anak buah Maharani. Dan itu atas hasil penyelidikan Albert.
"Oh.. Tuhan, betapa liciknya wanita itu..!" seru Erica, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Agra.
"Kehidupannya penuh dengan kepura-puraan, dan dia berhasil memperdaya dua pria dewasa." gumam Jeanny sambil menatap Agra.
Mendapatkan tatapan dari Jeanny, Agra merasa. Bahwa Jeanny menertawakannya.
"Kenapa? pasti Jean menertawai Abang, kan? ya, Abang bodo. Karena wanita, Abang telah menyakiti hati keluarga. Dengan membangkang, dan menikah diam-diam," ucap Agra yang menyesali perbuatannya.
"Tidak, Jeanny tidak menertawai Abang. Jeanny hanya penasaran, apa yang dilakukan oleh Malika. Sehingga Abang dan Tuan Benny begitu mencintainya, sehingga. Kesalahannya yang begitu fatal, bisa Abang maafkan semudah itu. Kalau Jean tadi, begitu tahu. Anak itu bukan anak Jean, Jean akan mengamuk. Sampai seluruh dunia tahu." tutur Jeanny.
"Betul nyonya, aku juga akan membuat dunia menjadi kacau balau." timpal Erica.
"Sepertinya, Abang ini keturunan malaikat. Atau Abang malaikat yang dibuang ke bumi..?" Jeanny menatap Agra dengan tatapan mata yang serius.
...***...
To be continued....
Maaf jika ada typo, harap maklum. Typo itu atas tidak kesengajaan. Terkadang, kita tulis. Tiba-tiba, team Mbah Google merubah tulisan kita.😄✌️🙏