My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Yang salah merasa tersakiti



Happy reading 😍


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Aku tidak akan mengganggumu, jika kau tidak akan mengganggu suamiku, Yudha..!" seru Yulia.


Beberapa pasang mata dan telinga mendengar apa yang dikatakan oleh Yulia, dan diantara orang-orang itu sudah saling bergunjing. Dan menatap sinis kearah Jeanny. Karena menganggap Jeanny sebagai seorang gadis yang suka dengan pria yang sudah beristri.


"Sayang ya, cantik-cantik sukanya dengan pria beristri."


"Betul."


Gunjingan orang yang berada didekat mereka yang tertangkap oleh pendengaran Jeanny dan kedua temannya.


Melihat keadaan yang semakin tidak kondusif, dan memojokkannya dirinya. Jeanny kesal.


"Mbak, saya tidak akan pernah mau kembali kepada pria yang tidak bisa menjaga mata dan pikirannya. Aku bukan mbak yang menyerahkan diri pada seorang pria untuk menjeratnya." Jeanny berbicara dengan lugas.


Bella menarik tangan Jeanny untuk mundur, kini. Bella yang berhadapan dengan Yulia.


"Tante, apa tidak malu menjerat calon suami orang. Teman saya ini sebulan lagi menikah dengan suami Tante yang hasil merampas itu, jangan berkoar-koar teman saya menggoda suami Tante itu. Siapa di sini yang penggoda? cih... menjijikkan..!" sindiran Bella membuat wajah Yulia merah.


Kini.


Valerie melangkah mendekati Bella, dan berdiri di depan Yulia.


"Hai.. semua, maaf ya atas ketidak nyamanan ini. Saya ingin luruskan, teman saya ini bukan perebut..! sebulan lagi, tepatnya dua Minggu dari sekarang ini. Teman saya akan menikah dengan kekasihnya waktu itu, yang sekarang telah menjadi suami Tante ini. Kenapa? pasti kalian bertanya-tanya kan, kenapa terjadi? itu karena Tante ini.." ucapan Valerie disela Jeanny.


"Val, cukup!" Jeanny tidak ingin Valerie menceritakan aib orang.


"Tidak! orang seperti Tante ini harus diberi pelajaran, biar dia jangan main serang orang. Dia merasa tersakiti di sini, tetapi yang sebenarnya. Kau yang tersakiti di sini atas perbuatannya..!" seru Valerie kesal.


"Tapi Val..."


"Tidak ada tapi-tapian, dengar semua. Tante yang cantik paripurna ini menjebak calon suami teman saya ini dengan memberinya minuman beralkohol, dan terjadilah apa yang diinginkan Tante ini. Tante ini hamil, ya kan Tante." ejek Valerie.


"Kau..!" tangan Yulia terangkat ingin melayangkan jemari tangannya ke wajah Valerie.


"Kenapa? malu? jangan ingin memalukan orang, jika tidak ingin di permalukan!" seru Bella.


"Cukup! mbak, saya tidak ada hubungan dengan suami Anda lagi. Apa yang terjadi dengan pernikahan mbak itu karena perbuatan mbak sendiri, jangan salahkan orang luar. Ayo, kita pergi. Aku sudah tidak mood makan lagi," ujar Jeanny.


Jeanny melangkah keluar dari dalam restoran.


"Jeanny, makananku belum habis..!" seru Bella, karena ayam bakar pesanannya masih utuh.


"Ayo, jika kau masih lapar. Kita beli roti saja." Valerie menarik tangan Bella.


"Ayam..!" seru Bella seraya menatap ayam bakarnya di atas meja.


"Awas kau Tante, kau membuat mood temanku hancur! ayam, bye..bye..." mata mendelik Bella menatap tajam wajah Yulia, lalu mata Bella beralih menatap kearah ayam bakarnya.


Bella dan Valerie setengah berlari mengejar Jeanny yang sudah turun melalui lift menuju parkir mobil.


"Ah...ah.. napasku habis." Bella ngedumel terus sepanjang jalan menuju parkir mobil, hingga napasnya tersengal-sengal.


"Biar tidak habis napas, jalan jangan sembari mengomel," ujar Valerie.


"Iye." Bella akhirnya diam, sampai ke mobil.


Jeanny berdiri di samping mobil Valerie, terlihat raut wajahnya yang sedih.


"Jean, kau tidak apa-apa kan? kenapa tadi kau melarang aku menyerang wanita sundal itu?" tanya Valerie.


Jeanny mengalihkan pandangannya ke arah wajah kedua temannya.


"Aku tidak mau ceritaku menjadi konsumsi publik," kata Jeanny.


"Val, kau tadi betul-betul ganas. Tapi, gara-gara wanita itu. Aku tidak sempat menghabiskan ayam bakarnya," kata Bella.


"Kau ini, selalu yang dipikirkan makanan. Bilang pada kantung ajaibmu itu. Agar sabar ." Valerie.


"Sekarang kita kemana? aku belum sempat belanja. Tas imut ku juga belum aku beli," ujar Valerie.


"Bilang pada tas imut mu itu untuk bersabar." balas Bella. Apa yang dikatakan Valerie padanya, dikatakan Bella kembali pada Valerie.


Jeanny tertawa, melihat kedua temannya tersebut.


"Akhirnya, temanku tertawa juga. Tidak sia-sia kami memeras otak untuk melucu," kata Valerie.


Akhirnya, ketiganya tidak melanjutkan rencananya untuk shopping. Karena hari sudah semakin merangkak malam, ketiganya hanya mengisi lambung yang sempat jeda diisi. Karena wanita sundal, menurut kedua temannya. Bella dan Valerie.


🌹🌹


Ketika Lisa sudah tertidur dengan pulas, Gracia menarik tangan Agra keluar dari dalam kamar. Oma menarik Agra, seperti Agra masih anak kecil yang sudah melakukan kesalahan.


"Oma ini mau membawa Agra ke mana?" tanya Agra.


"Ikut saja, ada yang ingin Oma bicarakan."


Oma menarik tangan Agra menuju kursi yang ada di taman.


"Duduk..!" titah Oma kepada Agra.


Agra duduk, matanya menatap wajah sang Oma yang berdiri tegak dihadapannya.


"Apa Oma tidak duduk?" tanya Agra.


"Tidak! Oma sedang marah padamu..!" ketus Oma menjawab pertanyaan sang cucu, Agra.


"Marah? pada Agra?" Agra bingung.


"Ada apa Oma ? apa Agra ada buat salah kepada Oma ?" tanya Agra.


"Banyak, kesalahanmu banyak Agra. Bukan hanya kepada oma saja, tapi kepada Lisa. putrimu..!"


"Lisa? Agra tidak mengerti oma. Apa yang telah Agra lakukan kepada Lisa?" Agra tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Oma, karena dia merasa tidak pernah menyakiti perasaan putrinya tersebut.


"Lisa mengatakan, dia tidak ingin sekolah lagi. karena Jeanny tidak mengajar di kelasnya lagi, apa yang kau lakukan pada Jeanny. Agra?"


"Apa yang kau katakan pada Jeanny? saat Oma menyuruhmu untuk mengantarkan Jeanny pulang?" tanya Oma.


"Tidak ada Oma, Agra tidak ada mengatakan apapun kepadanya," jawab Agra.


"Kenapa dia menjauhi Lisa?"


"Bagaimana Agra tahu, Agra tidak pernah bertemu dengannya. kenapa tidak Oma tanyakan kepada Lisa saja ," kata Agra.


"Tanyakan kepada anak yang baru berumur 5 tahun? apa yang dia tahu Agra? yang dia tahu Jeanny tidak mengajarnya lagi. Lisa pulang sekolah nangis Agra, mungkin juga. Karena itu dia sakit."


"Hanya karena gurunya itu tidak mengajar nya lagi, Lisa sakit? Tidak mungkin, kenal dengan gadis itu saja dia baru. Bagaimana mungkin secepat itu Lisa terikat dengannya." Agra tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Oma Gracia.


"Jeanny berbeda, Lisa suka dengannya," kata Gracia.


"Apa bedanya, mereka wanita. Sama saja," jawab Agra.


"Lisa tidak pernah bisa dekat dengan wanita yang ingin kami jodohkan denganmu, dengan Jeanny beda. Dia langsung dekat dengannya, kau harus pikirkan." Gracia pergi meninggalkan Agra.


"Pikirkan? apa yang harus dipikirkan?"


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...Bersambung...