My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Bukan niat



Happy reading ๐Ÿ˜


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Jeanny berdiri di depan halte, menunggu mobil online yang dipesannya datang.


"Tahu begini tadi, diturunkan di tengah jalan. Lebih baik pulang sendiri, tadi maksa ikut dengannya. Di tengah jalan diturunkan." gerutu Jeanny.


"Dasar beruang kutub! bagaimana dia bisa mempunyai anak seperti Lisa yang sangat manis, Oma Gracia yang baik dan Tante Alma juga baik. Sifatnya mungkin turunan dari Papanya, mungkin saja, tapi. Kelihatannya, suami tante Alma tidak dingin seperti anaknya itu. Bisa dipastikan, mungkin saja dia tertukar di rumah sakit. Kasihan tante Alma."


Jeanny berhenti mengomel, saat mobil yang dipesannya sudah datang. Bergegas dia masuk kedalam mobil, karena hujan tiba-tiba jatuh membasahi tanah yang tadinya berdebu.


Sedangkan Agra, mobilnya sudah tiba di depan hotel, tempat dia akan mengadakan pertemuan dengan kliennya. Di depan hotel, Jerry sudah menunggunya dengan raut wajah cemas.


Turun dari mobil Agra berjalan setengah berlari menuju ketempat Jerry menunggu kedatangannya.


"Bagaimana?" tanya Agra.


"Mereka masih mau menunggu, tapi. Maafkan saya Tuan, saya terpaksa memanggil gadis-gadis untuk menemani mereka minum. Jika tidak tadi, mereka ingin pulang ke negara mereka. karena mereka kecewa menunggu kedatangan Tuan yang lama ," kata Jerry.


"Apa! kau memberi umpan gadis untuk mereka?"


"Saya sudah menyelidiki mengenai klien kita ini Tuan, mereka tipe orang-orangย  yang ingin senang-senang dan salah satunya dengan memberikan mereka hiburan dengan gadis-gadis menemani mereka minum. Hanya sekali ini kita melakukan ini Tuan." Jerry tahu, Agra tidak suka dengan cara kerja yang dilakukannya. Tapi, dalam dunia bisnis. Apa yang dilakukannya sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin menjalin kerjasama. Wanita sebagai pemikat.


"Baiklah, jika tidak karena kerja sama ini cukup menjanjikan. Aku tidak ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan mereka."


"Ayo, kita temui mereka. Jangan sampai nanti mereka sudah dalam keadaan mabuk, dan tidak bisa menandatangani kerjasama hari ini kita juga. Nanti, mereka menyalahkan keterlambatan pihak kita. Karena terlambat," sambung Agra.


Agra dan Jerry menuju ruang tempat mereka akan mengadakan pertemuan, hanya selama satu jam. Tanda tangan kerja sama sudah ditandatangani, karena utusan dari pihak perusahaan yang baru saja menjalin kerjasama. Ingin bersenang-senang dengan gadis yang menemani mereka minum tadi ketempat lain.


"Hanya karena ingin bersenang-senang, mereka buru-buru menandatangani kontrak kerjasama ini. Mereka juga tidak membaca dengan benar, apa isi kontrak perjanjian kerjasama. Untung saja kita tidak berniat jahat,ย  jika kita ada niat jahat. Perusahaan mereka sudah akan bangkrut," kata Agra.


"Iya Tuan." Jerry mengiyakan apa yang dikatakan oleh Agra.


"Jerry, aku harap. Di dalam perusahaan, jangan ada orang-orang seperti mereka tadi. Jika ada, segera berikan surat pemberhentian," kata Agra dengan tegas.


๐ŸŒน๐ŸŒน


Begitu Agra dan jennie meninggalkan rumah sakit, langsung bangkit dari ranjang dan turun.


"Mama mau ke mana?" tanya Alma yang duduk didekat sang mertua, sedangkan Abraham dan Fandi pergi keluar untuk mengurus prosedur untuk melakukan cek up kesehatan kepada Gracia.


"Ayo kita pulang, misi kita sudah berhasil. Agra sudah kenal dengan Jeanny. dan sekarang tugas kita membuat mereka supaya semakin dekat," kata Oma.


"Ma, Mama harus periksa kesehatan tadi. jika Mama tidak melakukannya, Agra akan marah ma."


"Agra tidak akan tahu, jika kalian tidak mengatakan kepadanya ayo kita pulang." titah Gracia pada sang menantu.


Dengan cepat, Gracia melangkah keluar dari IGD.


"Ibu mau ke mana? ibu boleh belum boleh keluar oleh dokter Fandi," ujar seorang suster yang berada didalam ruangan IGD.


"Saya tidak sakit suster! saya sehat-sehat saja, untuk apa saya terbaring di sini. Semakin lama saya berada disini, saya akan benar-benar sakit," ucap Oma Gracia.


"Tapi Bu, nanti dokter Fandi marah," kata suster.


"Jika dia marah, katakan saja. Saya yang ingin pulang, dokter Fandi itu adalah cucu saya." lalu kemudian, Oma Gracia keluar dari dalam IGD.


"Bu, bagaimana jika dokter Fandi marah pada saya?" tanya suster kepada Alma. karena dokter Fandi termasuk dokter yang sangat disiplin.


Alma bergegas pergi mengejar Oma yang sudah hampir sampai di luar rumah sakit.


"Ma, kita pulang naik apa?" tanya Alma.


"Naik mobil lah! kalau tidak naik mobil, apa kita harus jalan kaki?" Oma balas balik bertanya kepada Alma.


"Alma tahu naik mobil Mama, tapi naik mobil siapa? Pak Dudung sudah pulang mengantarkan Lisa."


"Tuh..ada mobil." jari telunjuk Oma Gracia menunjuk kearah parkir, dan terlihat mobil sang putra. Abraham parkir di depan rumah sakit.


"Ayo kita naik mobil Abra saja, kirim pesan pada Abra. Kita sudah pulang dengan mobilnya, suruh dia naik taxi." titah Gracia pada sang menantu.


Abraham yang sedang berada didalam ruangan Fandi kaget, saat mendapatkan pesan dari sang istri, bahwa Mamanya sudah pulang.


"Mama..!" seru Abraham, tidak bisa menahan dirinya. Agar tidak teriak.


"Ada apa om?" Fandy kaget, ketika mendengar omnya Abraham berteriak tiba-tiba.


"Lihatlah! Oma sudah pulang." Abraham menunjukkan pesan yang dikirim oleh Alma kepada Fandi.


Fandi tertawa lebar, saat membaca pesan tersebut.


"Tidak jadi melakukan cek up kesehatan kepada Oma tadi, orangnya sudah pulang," kata Abraham.


"Om, kesehatan Oma baik-baik saja. bulan lalu Oma baru melakukan check up kesehatan. dan tidak ada masalah dengan kesehatan tubuh Oma, masalah pusing yang dialami Oma tadi, Om sudah tahu kan. Bahwa Oma pura-pura sakit."


"Om bingung dengan oma, Oma ngotot memaksa agar Agra menikah kembali. Sedangkan Agra tidak ingin menikah lagi."


"keinginan Oma tidak salah om, seperti Fandi Om. Mama terus memaksa Fandi untuk menikah, karena Fandi putra satu-satunya penerus keluarga hartawan. Agra juga laki-laki satu-satunya penerus keluarga Barend Om."


"Betapa bagusnya tadi, banyak punya anak. Tidak hanya ada satu," kata Abraham.


"Itu sudah rencana Tuhan Om."


"kembali kepada kesehatan Oma tadi, apa memang Oma tidak perlu cek up kesehatan lagi?"


"Fandi jamin om, oma sehat 100%. Jika oma ingin melakukan perjalanan keliling dunia, Oma juga mampu."


"Baguslah, tadi Om sempat khawatir. ketika mendapat kabar, Oma masuk rumah sakit. Ternyata, sakitnya oma hanya pura-pura."


"Fandi tidak kaget om, karena Tante Alma sudah menelepon Fandi tadi terlebih dahulu, dan menceritakan rencana Oma dan Tante Alma. Ketika Oma datang, Fandi tidak kaget lagi," kata Fandi.


๐ŸŒน๐ŸŒน


Mobil yang dikendarai oleh Jeanny tiba di depan rumah, dan hujan yang sempat menguyur bumi kini sudah berhenti. Hanya ada sisa-sisa air tergenang dan dedaunan yang basah.


Ketika Jeanny ingin membuka pagar rumahnya, terdengar suara yang memanggil namanya.


"Jean."


Deg...


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...Bersambung ...