
Happy reading 😍
...🌹🌹🌹...
Dalam kamarnya, Jeanny uring-uringan karena kesal dengan kejadian di dalam Mall tadi. Saat dia bertemu dengan Yulia, istri Yudha.
"Kenapa sempitnya dunia ini, begitu banyaknya Mall. Kenapa aku bisa harus bertemu dengan perempuan itu?"
"Kenapa dia mengenaliku ya?" Jeanny heran, karena Yulia mengenalinya sebagai kekasih Yudha.
"Sepertinya, aku tidak pernah bertemu dengan wanita itu?"
"Apa Yudha yang mengatakan dan menunjukkan gambar ku? Jika tidak, bagaimana dia bisa mengenalku?"
"Kenapa aku harus berurusan dengan kedua orang itu."
"Yudha selalu meneror dengan kemunculannya dengan tiba-tiba didepan ku, sekarang istrinya. Mereka bertengkar, aku yang menjadi kambing hitam oleh istrinya."
Tok..tok
"Mama masuk Jean." suara Mamanya dari depan pintu kamar.
"Masuk Ma," sahut Jeanny.
"Belum tidur?"
"Belum Ma, baru selesai mengoreksi pekerjaan anak-anak."
"Tadi tidak belanja, katanya mau shopping?" tanya Mamanya, karena tidak terlihat Jeanny membawa apapun ditangannya. Hanya tas selempang yang disandangnya.
"Tidak ada yang menarik Ma," jawab jeanny.
"Sudah, tidur. Besok jangan telat bangun."
"Abang tidak pulang Ma?"
"Abang terbang keluar negeri, menggantikan kawannya."
"Abang hidupnya tua-tua di pesawat ya Ma."
"Bagaimana lagi, Jamie suka. Tidur, Mama juga sudah ngantuk."
"Selamat malam Ma," ucap Jeanny.
"Malam sayang." balas Amira, Mama Jeanny dari bibir pintu.
Keesokan harinya, Jeanny kelabakan. Karena tidurnya tidak nyaman, saat menjelang pagi menjemput. Baru Jeanny terlelap.
Cklek..
Pintu terbuka, Mama Jeanny masuk. Dan melihat Jeanny masih bergulung dibalik selimut.
"Jeanny! Mama kira sudah bangun, ternyata. Masih mimpi..!" seru Mamanya.
"Jean, bangun..!" Mamanya mematikan remote control AC, lalu kemudian membuka jendela kamar Jeanny lebar-lebar.
"Jean, apa hari ini libur ngajar?" tanya Mamanya sembari menepuk pundak Jeanny.
"Hah..!" Jeanny sontak terduduk, dia mengucek kedua bola matanya. Lalu melihat kearah jam dinding yang ada didalam kamarnya.
"Sudah jam 06:10, apa tidak kerja?"
"Apa!? 06:10, Jeanny telat..!" Jeanny bangkit dari ranjang, dan melempar selimut yang menutupi tubuhnya kesembarang arah.
"Nah..nah sibuk! tadi malam sudah Mama ingatkan untuk tidur cepat, sekarang repot. Mandi Jean, awas jangan hanya membasahi badan dengan segayung air."
Jeanny langsung lari masuk kedalam kamar mandi, tidak menanggapi perkataan sang Mama.
Tidak membutuhkan waktu lama, Jeanny sudah keluar dari dalam kamar mandi. Tubuhnya hanya berbalut handuk.
"Mandi apa mandi?" ledek Mamanya.
"Mandi ya Ma, cium ini. Harum sabun, tapi hanya segayung dua gayung air."
"Apa dikamar mandi ada gayung?" tanya Mamanya.
"Huh.. Mama." Jeanny menuju lemari, dan mengeluarkan baju seragam untuk mengajar.
🌹🌹
Pagi di rumah sakit, Lisa tidak merengek mengeluh sakit lagi. Karena tangannya tidak dipasang infus.
"Papa." Lisa menusukkan jemarinya ke pipi Agra yang tidur duduk di samping ranjang.
Agra membuka matanya, dan melihat ke arah Lisa.
"Sudah bangun, apa ada yang sakit?" tanya Agra.
Lisa menggelengkan kepalanya, pandangan Lisa terarah ke arah sofa bed dan melihat Omanya masih tidur.
"Obut mana Pa?" tanya Lisa, karena tidak melihat keberadaan Obut didalam kamar.
"Obut pulang, kasihan Obut jika tidur di sini,"
"Lisa mau pulang," ujar Lisa.
"Lisa tidak sakit lagi Pa, tidak pusing ini." Lisa memegang keningnya.
"Bagus, putri Papa pintar. Nanti makan yang banyak, mau minum obat. Biar kita bisa pulang."
"Oke Papa." Lisa mengalungkan kedua tangannya ke leher Agra, Papanya. Dan kemudian melabuhkan kecupan bibirnya kedua pipi Agra.
"Terima kasih sayang." Agra mencium kening Lisa.
"Apa tidak ada yang mau mencium Oma?" tanya Alma dari atas sofa bed.
"Oma, minta cium Opa saja," jawab Lisa.
"Hah! cucu Oma nakal, tapi. Opa tidak ada di sini, bagaimana. Jika Lisa yang mencium Oma?" Alma turun dari sofa bed dan beranjak mendekati ranjang cucunya.
"Boleh." Lisa merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Omanya, Alma.
"Terima kasih," ucap Alma, setelah Lisa mendaratkan kecupan dikedua pipi Omanya, Alma.
"Dan sekarang, Oma yang akan menghadiahkan cucu Oma ini ciuman selamat pagi. Semoga, cucu Oma tidak akan sakit lagi." Alma mencium kedua pipi dan kening Lisa.
🌹🌹
Sebelum jam masuk, Jeanny dipanggil kepala sekolah taman kanak-kanak.
"Ada apa ya, apa aku akan dipindahkan kembali?" gumamnya, saat menuju keruang kepala sekolah.
Tok..tok..
Jeanny mengetuk pintu ruang kepala sekolah, ketika mendengar suara kepala sekolah menyuruhnya masuk. Jeanny membuka pintu ruang kepala sekolah.
Deg.
Jeanny kaget, saat melihat keberadaan Obut Lisa duduk didalam ruang kepala sekolah.
"Apa Obut Lisa ingin bertemu denganku? ada apa? apa Lisa mengatakan bahwa aku tidak mengajarnya?" pertanyaan berseliweran didalam benak Jeanny.
"Selamat pagi Bu." Jeanny menundukkan sedikit kepalanya kepada kepala sekolah TK Miss Fatma, lalu kepada Obut Lisa.
"Silakan duduk Miss Jeanny, ini Omanya Lisa." Miss Fatma mengenalkan Jeanny kepada Oma Lisa.
"Apa kabar Oma." sapa Jeanny.
"Baik Miss Jeanny, hanya Lisa yang tidak baik-baik saja," ucap Gracia, Obut Lisa.
"Lisa kenapa?" Jeanny kaget, karena mendengar ucapan Obut Lisa.
"Lisa masuk rumah sakit." beritahu Gracia.
"Miss Fatma, bolehkah saya bicara secara pribadi dengan Miss Jeanny?" tanya Gracia kepada Miss Fatma.
"Silakan Bu," ucap Miss Fatma.
"Kita bicara di ruang saya saja Oma," ujar Jeanny.
"Permisi Miss," ucap Jeanny pada Miss Fatma. Begitu juga dengan Obut Lisa.
Jeanny membawa Obut masuk kedalam ruangan.
"Silakan Oma." Jeanny menarik kursi untuk Oma duduk.
"Terima kasih," ujar Oma.
"Oma, Lisa sakit apa?" tanya Jeanny.
"Flu," sahut Obut Lisa.
"Jeanny, Oma ingin tanya. Kenapa Jeanny tidak mengajar kelas Lisa lagi?" tanya Oma.
Deg.
"Ah.. Oma tahu, pasti Lisa mengatakannya.' suara hati Jeanny.
"Itu karena kelas Lisa tidak membutuhkan dua guru Oma, cukup satu guru saja." alasan Jeanny, kenapa dia tidak mengajar dikelas Lisa.
"Tidak mungkin aku mengatakan, mulut cabe rawit cucunya yang membuat aku menjauhi Lisa." batin Jeanny.
"Apa hanya itu? apa tidak ada yang lain?" selidik Obut Lisa, karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Jeanny.
"Benar Oma, walaupun Jeanny tidak mengajar Lisa lagi. Jeanny masih bisa bertemu dengan Lisa Oma, jam pulang sekolah Jeanny bisa bertemu dengan Lisa. Tapi belakangan hari ini, Jeanny memang sulit untuk bertemu dengan Lisa. Karena kesibukan Jeanny."
"Lisa pulang sekolah nangis, dan tidak ingin sekolah lagi. Lisa juga mengatakan, bahwa Miss Jeanny tidak sayang dia lagi."
Gracia, Obut Lisa menceritakan apa yang dikatakan Lisa.
"Maaf Oma, saya tidak mengira Lisa sampai sesedih itu. Katakan pada Lisa Oma, saya akan tetap menyayanginya," kata Lisa.
"Bagaimana jika Jeanny katakan sendiri, saya mohon. Datanglah ke rumah, hari ini Lisa sudah diizinkan dokter keluar dari rumah sakit," kata Gracia, Obut Lisa.
"Aduh... bagaimana ini? kalau menjenguk Lisa kerumahnya, aku pasti akan bertemu dengan manusia Eskimo itu." batin Jeanny.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...Bersambung ...