My Daughter'S Teacher

My Daughter'S Teacher
Pelajaran



Happy reading 😍


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Jeanny masuk kedalam mobil Andi, sedangkan Agra masih terus memantau Jeanny yang masuk kedalam mobil.


"Mau kemana dia? orang yang berada dalam mobil itu, laki-laki apa wanita? kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu? tapi apa? apa di rumah ?" Perasaan tidak enak tiba-tiba terasa di hati Agra, tapi dia tidak tahu apa yang membuat hatinya tiba-tiba terasa tidak nyaman.


Dalam mobil, Andi melihat ransel yang berada dalam pangkuan Jeanny.


"Kau mau kemana? sepertinya, tasmu banyak isinya?" tanya Andi.


"Aku mau menginap ketempat teman, ada acara," jawab Jeanny.


"Andi, berhenti di mini market didepan. Aku ingin beli minum, tenggorokanku terasa kering," kata Jeanny.


"Aku ada persediaan air minum, aku sering haus. Sehingga sering menyediakan minuman didalam mobil, sebentar ya."


Andi menghentikan mobilnya ditepi jalan, dan mengambil minuman di jok belakang mobilnya.


"Ini, masih tersegel." Andi memberikan botol minum kepada Jeanny.


"Terima kasih." Lalu kemudian Jeanny membuka botol minum tersebut, dan meneguk isinya sampai tersisa setengahnya.


"Kau sangat haus, seperti satu harian tidak mendapatkan air." ledek Andi.


"Bukan hanya haus, aku juga sangat lapar," kata Jeanny.


"Kenapa? apa tidak ada orang yang bisa masak di rumahmu ?" tanya Andi.


"Tidak ada orang di rumahku," jawab Jeanny.


"Apa kau juga tidak bisa masak?" tanya Andi, dan sekilas melirik Jeanny yang sedang menguap.


"Aku bisa masak, tapi aku lagi malas untuk masuk dapur," ujar Jeanny, dan Jeanny kembali menguap.


"Ayo, kita singgah di restoran. Aku traktir," kata Andi.


"Tidak usah, aku makan di rumah teman saja. Kenapa aku sangat ngantuk ya? apa karena aku sangat lelah," ucap Jeanny.


"Tidur saja, sampai di bengkel nanti aku bangunkan," kata Andi.


"Terima kasih, tidak biasanya aku begini. Aku ngantuk sekali," ujar Jeanny.


"Tidur saja, kau aman bersamaku," ujar Andi.


Jeanny menyandarkan kepalanya, dan langsung tertidur.


"Akhirnya." gumam Andi.


Andi menghentikan laju mobilnya dan mengambil ponselnya, dan menghubungi seseorang.


"Kenapa mobilnya berhenti?" Agra menghentikan mobilnya, karena mobil yang dinaiki oleh Jeanny juga berhenti.


"Dia sudah tidur," ucap Andi kepada orang yang dihubungi melalui sambungan telepon.


"Iya, tenang saja. Aku akan membawanya ke rumah itu, kau transfer uangnya. Awas kau bohong," ucap Andi kepada orang yang diajaknya bicara melalui sambungan telepon.


"Kau sangat cantik Jeanny." Jemari Andi mengelus pipi Jeanny dengan lembut.


"Sayang, ayo kita pulang." Andi menghidupkan mesin mobilnya, dan melanjutkan perjalanannya yang terhenti.


Begitu mobil yang dinaiki Jeanny kembali jalan, Agra bergegas mengikutinya, pandangan matanya terus awas karena dia takut kehilangan jejak mobil yang dinaiki oleh Jeanny.


"Mau ke mana dia pergi? ini arah ke luar kota?" Gumam Agra.


"Aku harus menghubungi Om Andre? apakah dia tahu putrinya keluar dari rumah malam-malam? Tidak mungkin rasanya dia pergi, besok kami akan datang kerumahnya."


Agra mengeluarkan ponselnya, lalu kemudian menghubungi nomor Andre, papa Jeanny.


"Untung aku ada nomor ponselnya."


"Assalamualaikum Om," ucap Agra, saat mendengar suara Andre.


"Waalaikumusalam," jawab Andre, Papa Jeanny.


"Om, Jeanny mau kemana malam-malam begini?" Tanya Agra melalui sambungan telepon.


"Jeanny? dia tidak kemana-mana, dia ada dalam kamarnya," jawab Andre, Papanya Jeanny.


"Coba Om lihat kamarnya, saya mengikuti orang yang mirip dengan Jeanny. Jika Jeanny ada didalam kamarnya, saya mungkin salah orang," kata Agra.


"Biar saya periksa kedalam kamarnya," kata Andre, Papanya Jeanny.


"Mama! Mama..!" Suara Andre, Papa Jeanny memanggil Amira. Istrinya.


Agra mendengar, karena dia tidak memutuskan sambungan teleponnya.


"Ada apa Pa? Teriak-teriak, seperti kita tinggal di atas gunung saja," ujar sang istri, Amira.


"Lihat Jeanny didalam kamar." Titah Andre pada istrinya.


"Jeanny tidur Pa," ucap Amira, Mama Jeanny.


"Baiklah."


"Cepat Ma..!" Titah andre, Papa Jeanny.


"Iya, Pa."


Tiga puluh detik kemudian, Amira kembali dengan berteriak.


"Pa! Papa! Jeanny tidak ada, dia pergi! Ada apa sebenarnya Pa?" Amira terlihat panik, karena ada sesuatu yang terjadi pada putrinya.


Setelah mengetahui bahwa Jeanny tidak ada dalam kamarnya, Papa Jeanny bicara kembali dengan Agra melalui sambungan telepon.


"Jeanny tidak ada, dia pergi." Beritahu Papa Jeanny pada Agra.


"Ternyata yang saya lihat Jeanny Om," kata Agra.


"Di mana anak itu, sudah berani minggat dari rumah?" Tanya Papa Jeanny.


"Saya akan bawa dia kembali Om, tenang saja," kata Agra.


"Terima kasih Agra," ucap Papanya Jeanny, sebelum sambungan telepon putus.


"Ada apa Pa? Kemana Jeanny? Apa kata Agra tadi Pa?" Pertanyaan beruntun meluncur dari mulut Amira, istri Andre.


"Tenang Ma, Papa juga tidak tahu ceritanya. Yang pasti, Agra melihat Jeanny. Dan sekarang Agra sedang mengikuti mobil yang dinaiki oleh Jeanny." Tutur Andre.


"Anak itu, membuat kita khawatir saja," ujar Amira, Mamanya.


"Pa, hubungi Jamie," ucap Amira pada sang suami.


Andre menghubungi ponsel Jamie, satu kali panggilan Jamie langsung menjawab.


" Ya, Pa," ucap Jamie dari sambungan telepon.


Andre, Papanya menceritakan tentang kepergian Jeanny meninggalkan rumah.


"Pa, berikan nomor Agra," ujar Jamie.


Setelah mendapatkan nomor ponsel Agra, Jamie langsung menghubunginya.


"Di mana kau?" tanya Jamie tanpa mengenalkan dirinya dahulu.


"Siapa ini?" tanya Agra, karena tidak mengenal nomor telepon yang menghubunginya.


'Aku Jamie, Abang Jeanny," jawab Jamie.


"Oh Abang ipar."


"Di mana Jeanny?" tanya Jamie.


Agra menceritakan kemana mobil yang dikendarai Jeanny menuju.


"Keluar kota? apa kau tahu dengan siapa dia?" Tanya Jamie.


"Tidak tahu," sahut Agra.


"Kenapa kau tidak tahu Arga..!" omel Jamie.


"Bagaimana bisa saya tahu, mereka dalam mobil! dia tidak turun," ucap Agra dengan kesal.


"Sudah namaku salah, marah lagi." omel Agra dalam hatinya.


Agra melihat mobil yang dinaiki Jeanny berhenti didepan rumah.


"Mobil berhenti." beritahu Agra pada Jamie yang masih tersambung dengannya.


"Berhenti di mana?" tanya Jamie.


"Saya tidak tahu, ada pria turun. Apa itu kekasih Jeanny?" tanya Agra pada Jamie.


"Kekasih? mantan! Jeanny tidak ada kekasih..!" seru Jamie dari sambungan telepon.


Andi memutar dan membuka pintu bagian Jeanny duduk, dengan sangat hati-hati Andi mengangkat Jeanny keluar dari dalam mobilnya.


"Kurang ajar..! laki-laki itu ingin melakukan apa?" umpat Agra, saat melihat Jeanny digendong keluar dari dalam mobil.


"Kau mengumpat aku?" tanya Jamie, karena mendengar suara Agra mengumpat.


"Jeanny pingsan, dan orang itu ingin membawa Jeanny masuk kedalam rumah..!" ucap Agra.


"Hah.. selamatkan Jeanny, cepat lakukan!" seru Jamie dari sambungan teleponnya.


"Kenapa harus aku selamatkan? mungkin itu pacarnya," ujar Agra yang melihat pria yang menggendong Jeanny masuk kedalam pekarangan rumah.


"Kalau itu pacarnya, kau harus menyelamatkannya! pacarnya itu pemuda yang brengsek!" seru Jamie yang panik.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...