
0097. Je regrette d'avoir commencé le voyage dans le temps (Penyesalan yang mengawali penjelajahan waktu)
“Anda tidak mau beristirahat, Kapten?”
“Tidak. Kalian saja, biar aku yang berjaga,” ujar pemilik gelar Kapten muda itu, memberikan isyarat agar rekan-rekan yang berada di bawah pangkatnya untuk beristirahat.
Di malam yang dingin dengan langit malam gulita kala itu, ksatria Killian yang sudah menjadi pengawal Ratu Robelia sejak lama tengah berjaga di depan pintu peraduan sang Ratu. Dinginnya udara malam di Robelia, sama sekali tidak menyurutkan niat dan semangatnya berjaga. Seluruh penghuni istana Ratu tengah diliputi rasa bahagia dengan lahirnya pangeran ke-empat yang diberi nama Pangeran Cassel. Bayi tampan itu lahir dengan tubuh lengkap, tanpa cacat dan tentu saja sehat.
Pangeran ke-empat dari pasangan Raja dan Ratu Robelia yang saat ini berkuasa itu lahir di usia kandungan 38 minggu, tanpa didampingi oleh sang ayah. Mengingat Raja Robelia tengah berada dalam perjalanan. Nama pangeran ke-empat sendiri diberikan oleh Grand Duke Pexley, kakeknya dari pihak ibu. Mengingat kakek dari pihak ayah—Raja Robelia terdahulu—telah meninggal dunia.
Kelahiran Pangeran ke-empat benar-benar membawa kebahagiaan serta angin sejuk bagi kerajaan. Tekanan untuk melahirkan pewaris untuk sementara waktu juga akan berkurang, jadi Ratu Robelia tidak perlu menanggung semua kesulitan yang sama untuk ke sekian kalinya. Ksatria Killian juga merasakan kelegaan sementara, serta turut merasakan kebahagiaan ketika Ratu Robelia berhasil melahirkan putranya yang ke-empat. Sebagai salah satu saksi dari kesulitan yang dialami oleh sang Ratu, ia merasa lega ketika sekarang wanita cantik itu bisa kembali tersenyum hangat pasca kehilangan tiga putranya.
Kendati demikian, segala kelegaan serta kebahagiaan yang sempat menaungi istana Ratu tidak bertahan lama. Malam itu, ketika udara di Robelia terasa cukup dingin, sang Ratu berencana untuk membawa putranya kepada sang suami. Ratu bertujuan untuk mempertemukan putranya secara langsung dengan sang suami yang baru pulang dari perjalanan. Namun, entah apa yang terjadi ketika baru tiba di istana Raja, Ratu Robelia itu meminta para pelayan serta prajurit yang menemani untuk menunggu di depan peraduan Raja. Termasuk pangeran Cassel yang berada dalam gendongan pelayan kepercayaan Ratu.
Ksatria Killian tidak pernah tahu bahwa malam itu menjadi awal dari peristiwa tragis nan berdarah yang menoreh sejarah. Tidak sampai lima jam dari kunjungan Ratu Robelia ke peraduan suaminya, pemilik senyum sehangat sinar mentari pagi itu memutuskan untuk bunuh diri. Di saat yang sama, suaminya asik menghabiskan malam bersama selirnya. Tidak sampai tiga jam pasca sang Ratu ditemukan sudah tidak bernyawa akibat luka tusuk di area organ vital yang mengakibatkan pendarahan, dua ribu pasukan datang dari Kyen. Kondisi istana Robelia langsung menjadi tidak kondusif, karena kehadiran Grand Duke Plexley yang bekerja sebagai Mayor Jendral menambah keruh suasana penyelidikan terkait kematian sang Ratu.
Semua terjadi begitu cepat, sampai-sampai Ksatria Killian yang sejatinya ikut ambil bagian dalam mendukung operasi gelap seorang pemberontak, tidak tahu harus bagaimana. Arah serta tujuannya yang awalnya jelas langsung buyar, bersama dengan kepergian Ratu Robelia yang sangat dicintai oleh Rakyat Robelia. Kematian sang Ratu tentu saja menimbulkan banyak tanda tanya, kecurigaan, serta kelegaan bagi beberapa pihak, termasuk pihak yang langsung ia datangi ketika jasad Ratu Robelia telah dibawa sepenuhnya oleh pihak keluarga ke tanah kelahirannya.
“Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?”
“Kenapa Kakak datang-datang langsung bertanya seperti itu? aku tidak mengerti maksud dari pertanyaan Kakak.”
Wanita dengan kelebihan rupa fisik, sehingga berhasil membuat Raja Robelia jatuh cinta itu bertanya seraya kembali menyantap roti hitam, sup ikan, salmon asap, serta kaviar yang menjadi menu sarapan paginya dengan tenang.
“Kamu jelas tahu maksud dari pertanyaan itu, Katarina.”
Wanita itu tersenyum manis, kemudian meninggalkan meja makan. “Lebih baik Kakak duduk dulu, kita rayakan kemenangan bersama-sama,” ucapnya seraya mengarahkan lawan bicaranya ke meja makan. “Sup ikan, salmon asap dan kaviar yang dihidangkan hari ini segar sekali. Kakak tidak bisa mencoba makanan seperti ini di barak Ksatria atau dapur umum istana, bukan?”
“Berhenti bicara omong kosong, Katarina de Meré!”
Melihat lawan bicaranya yang sudah tidak bisa diajak bercanda, pemilik nama tersebut langsung mengerucutkan bibir. “Panggil aku Katarina saja, Kak. Takutnya ada pelayan atau penjaga yang tidak sengaja mendengar, nanti merepotkan …” kalimatnya terjeda ketika ia mendekatkan bibir ke telinga lawan bicaranya. “ …kita jadi harus menyingkirkannya.”
Pria dengan baju dinas harian Ksatria Robelia itu menghela napas pendek, sebelum menatap lawan bicaranya lekat-lekat. “Aku tidak akan mengulangi pertanyaan yang sama. Jadi, cepat katakan, sebelum aku mendatangi Raja Robelia untuk mencari tahu.”
“Apa lagi yang mau Kakak ketahui,” jawab lawan bicaranya yang merupakan Selir Raja Robelia yang saat ini berkuasa. “Malam itu, kemungkinan besar Ratu telah mendengar percakapan sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara.”
“Katarina de Meré!”
“Apa saja yang kalian bahas malam itu?”
“Banyak, termasuk rencana kekasih ku untuk memisahkan Pangeran Cassel dari Ibu kandungnya.”
Geraman marah langsung terdengar dari pemilik nama Killian tersebut. Dadanya naik-turun, menahan lonjakan emosi yang langsung naik ke tingkat paling tinggi.
“Kenapa Kakak marah? Padahal aku belum menceritakan semuanya.” Lain dengan Killian yang sudah tersulut emosi, wanita itu masih terlihat santai dengan apa yang baru saja ia ungkapkan. “Yang Mulia Raja, kekasih tercinta ku, berjanji akan menjadikan putranya sebagai putra ku juga. Sedangkan Ratu yang telah melahirkan putranya, hanya dianggap seperti mesin tidak berguna yang sudah seharusnya dibuang setelah digunakan.”
Kemarahan Killian sudah tidak terbendung lagi. Ia tidak pernah menyangka jika sejahat-jahatnya Raja Robelia, tega memisahkan seorang ibu dengan bayinya. Dari awal mengetahui hubungan gelap kembarannya dengan pria itu, Killian sudah curiga jika akan muncul hubungan toxic. Entah antara Raja dan kembarannya, atau Raja dengan istrinya. killian juga tahu jika Raja tidak mencintai kembarannya, sebagaimana mestinya. Pria itu hanya butuh kembarannya untuk memenuhi beberapa aspek yang tidak didapatkan dari wanita yang sudah mendekati kata “sempurna” seperti istrinya.
Raja Robelia yang saat ini berkuasa sepertinya kurang bersyukur. Di saat banyak pria di luar sana yang menginginkan pasangan seperti Ratu Robelia, ia malah mencari mistress dengan alasan klise. Penyesalan Killian sendiri adalah terhasut kebencian yang diwariskan ayahnya sendiri, lantas sang kembaran juga tidak berbeda jauh. Isi kepala kembarannya juga sudah dicuci oleh sang ayah.
Padahal, sebelum mengenal ayah mereka, kembarannya tidak ambisius seperti saat ini. Setelah mengenal identitas ayah mereka—setelah Katarina menjadi otak Agung, sekitar empat tahunan—kembarannya menjadi berubah drastis.
Prioritas Killian adalah kembarannya, yaitu Katarina. Serta pembalasan dendam kepada keluarga kerajaan. Namun, ia selalu meminta pada sang ayah agar tidak melibatkan orang-orang yang tidak bersalah, termasuk Ratu Kayena. killian tahu tujuannya adalah menggulingkan tahta, supaya kembarannya aman, serta kelak mereka punya kesempatan untuk mendapatkan pengakuan sebagai anggota dari keluarga kerajaan. Namun, semuanya berubah semenjak jiwa dan raganya mulai tidak sinkron.
“Aku tahu kenapa Kakak sangat marah belakangan ini,” tebak kembaran Killian tiba-tiba. Di saat pria tersebut masih terdiam karena menahan lonjakan emosi yang dapat membuatnya memenggal kepala Raja Robelia kapan saja.
“Namun, sayang sekali. Mau Kakak memberontak sekalipun, wanita yang dicintai oleh seluruh negeri ini termasuk …Kakak, tidak akan hidup kembali,” lanjut kembaran Killian itu, memprovokasi. Ibarat menyiram minyak ke kobaran api. “Dia sudah mati dengan cara yang dipilihnya sendiri.”
"Dan itu adalah kesalahan terbesar ku," sahut Killian. "Membiarkannya mati karena Raja Robelia yang tidak tahu diri."
"Kakak-"
"Jangan membelanya, Katarina," potongan Killian dengan nada bicaraku serta tatapan yang begitu datar. "Apa kau lupa jika dia adalah pria tidak berperasaan yang tega memanfaatkan mu sebagai boneka pelampiasan hasrat?"
💰👑👠
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 29-07-23