How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
0090. The Imperial Young Eagle was injured (Elang Muda Kekaisaran terluka)



0090. The Imperial Young Eagle was injured


(Elang Muda Kekaisaran terluka)


“Siapa?”


Elang Muda Kekaisaran bukan tidak tahu jika ada pergerakan dari arah belakang. Sebelum terjadinya ledakan, ia sudah me-notice adanya kejanggalan. Namun, manusiawi jika seseorang menjadi lengah dalam beberapa kesempatan. Termasuk Elang Muda Kekaisaran.


Siapa pula yang akan menyangka jika barak militer mereka yang sudah dibangun di tempat paling strategis—dibuat dekat tebing curam—masih bisa dijangkau oleh musuh. Kemungkinan paling besar, musuh telah mengintai barak militer mereka puluhan jam sebelumnya, atau bahkan sejak beberapa hari sebelum melakukan penyerangan. Namun, dilihat dari pola serangan, mereka bukan berasal dari pasukan milik wilayah seberang. Kaezar yakin jika serangan ini datang dari pihak lain, bukan juga dari komplotan bandit, perampok, perompak, atau penjahat lain. Besar kemungkinan jika mereka adalah pasukan bayangan yang diterjunkan oleh seseorang.


“Tunjukkan wajah mu!”


Kaezar tentu saja memberontak, namun masih dalam taraf wajar. Ia selalu bisa tenang ketika menyikapi penyerangan tersebut.


“Lebih baik diam, dan ikuti kami tanpa banyak bicara. Atau… “


“Kau pikir aku bodoh?” potong Kaezar. Sedetik kemudian, ia dengan gesit memberikan perlawan agar dapat terlepas dari lawan. Kecepatannya dalam melakukan perlawanan juga berhasil membuat senjata tajam yang tadi digunakan untuk menodong lehernya terpental cukup jauh.


“Sial*n,” umpat pelaku yang tadi menyandera Kaezar.


Elang Muda Kekaisaran tidak semudah itu ditaklukkan. Sebuah kesalahan fatal jika menyerang Elang Muda Kekaisaran tanpa persiapan matang. Jelas-jelas mereka akan menghadapi Elang Muda Kekaisaran yang dikenal sebagai salah satu Sword Master legenda yang masih aktif membela tanah air, setidaknya mereka harus punya basic bela diri yang mumpuni.


“Kau tidak akan bisa lari.”


“Terlalu percaya diri,” respon Kaezar. Dengan sisa tenaga yang telah dikumpulkan, ia mulai memasang kuda-kuda. Walaupun tengah dalam kondisi tangan kosong, ia masih bisa menang ketika melakukan pertarungan dengan tangan kosong. “Siapa yang mengirim mu?”


“Tidak ada yang perlu kau ketahui,” jawab musuh yang dapat dipastikan berjenis kel*min laki-laki. Wajahnya tampak asing di mata Kaezar, begitu pula dengan logat bicara dan suaranya. Namun, jelas ia bisa menangkap jika musuh bukan orang biasa. Pasti ada latar belakang militer atau organisasi hitam yang menaunginya.


“Kalian benar-benar pengec*t karena menyerang seperti ini,” ujar Kaezar, ketika menangkap gerakan kuda-kuda musuh.


Tidak berselang lama, musuh kembali melancarkan serangan. Gerakannya cukup gesit, namun masih bisa diatasi oleh penglihatan jeli milik Khayansar. Tipikal petarung yang bringas, Kaezar yakin jika musuh yang tengah ia hadapi tidak memiliki latar belakang militer. Mungkin lebih kepada organisasi hitam, Assassin atau pembunuh bayaran, dan sebagainya.


“Cepat, katakan. Siapa yang mengirim mu!” desak Kaezar ketika berhasil memukul mundur musuh. Beberapa pukulan telak telah ia layangkan.


Di sisi lain, ia juga mulai mencemaskan kondisi barak militer serta orang-orang di dalamnya. Apa mereka baik-baik saja? Belum dapat dipastikan bahwa serangan tiba-tiba ini tidak memakan korban jiwa.


“Apa Regent dari wilayah seberang?” tebak Kaezar. “Atau… pemimpin organisasi hitam yang selama ini memberikan suntikan dana agar bisnis illegal di wilayah seberang terus berkembang pesat?”


“Bukan urusan Anda mengetahui identitas Bos Besar.”


“Itu berarti kau sudah bosan menghirup udara segar,” balas Kaezar yang berhasil memojokkan musuh ke arah tebing yang curam. Ia berniat untuk membuat musuh mengaku, atau setidaknya memberi clue. Kira-kira siapa otak dibalik serangan dadakan tersebut. “Jawab pertanyaan ku atau…” kalimat Kaezar tidak selesai diucapkan, karena detik berikutnya ia terbatuk kecil dengan rasa sakit yang tiba-tiba timbul dari arah perut yang permukaannya telah dikotori oleh noda berwarna merah.


Si*l, Kaezar terlambat mengelak ketika menyadari gerakan yang datang dengan kecepatan cahaya, berasal dari belakang tubuhnya. Alhasil, ia langsung merasakan penurunan kekuatan dan daya tahan akibat tikaman musuh.


“Uhuk… uhuk…”


“Rupanya Anda banyak bicara, Kapten Kaezar Kadheston.”


Suara asing lain terdengar, ketika benda tajam yang melukai perut Kaezar dari belakang dicabut begitu saja. Dari rasa sakit yang tertinggal, Kezar bisa menebak jika ujung dari sebuah pedang baru saja merobek kulitnya.


“Setelah ini, Anda akan menutup mulut untuk waktu yang lama,” lanjut suara asing tersebut sebelum tubuh Kaezar benar-benar tumbang dengan kedua lutut yang terlebih dahulu jatuh, menyentuh permukaan tanah.


💰👑👠


TBC


Gimana readers setelah baca bab ini 🤧🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT dulu di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 19-07-23