
0076. Trésor, Trône, Catharina (Harta, tahta, Katarina)
Malam telah kembali datang, menyelimuti langit Robelia. Bersamaan dengan itu, para prajurit kerajaan Robelia baru bisa memukul mundur segerombolan manusia yang terdiri dari rakyat jelata di ibu kota. Dipimpin langsung oleh Kaelus, tangan kanan Raja itu berupaya keras untuk membuat rakyat kembali pulang ke rumahnya masing-masing, tanpa harus memulai perseteruan yang dapat menimbulkan pertumpahan darah. Kondisi di gerbang utama memang tidak kondusif seharian ini. Begitu pula kondisi di dalam istana.
Raja yang seharusnya ongkang-ongkak kaki saja, ikut dibuat bimbang dengan keputusan yang telah ia ambil. Kepercayaan rakyat pasti akan kembali menurun drastis pada kedaulatan absolut nya selaku pemimpin negeri ini. Sedangkan bagi Katarina, keputusan Raja Robelia dapat dianggap sebagai bukti dari kebesaran cintanya. Sekarang ia bisa dengan bangga mengatakan pada Klautviz de Meré, jika ia adalah satu-satunya wanita yang dicintai oleh Raja Robelia. Pria itu bahkan berani mengeluarkan dekrit, di mana keputusannya mutlak tentang kejadian hari ini.
Penyelidikan dan peradilan yang digelar oleh Pengadilan Tinggi juga resmi ditutup. Ditunda lebih tepatnya—entah sampai kapan, tidak ada yang bisa mengira. Pasalnya sang Raja tampak memiliki seribu satu cara guna melindungi orang-orangnya, di mana Katarina dan Klautviz de Meré termasuk di dalamnya.
“Yang Mulia.”
Sejatinya, sepulang kerja Kaizen ingin menutup hari dengan beristirahat. Tidur cukup tanpa gangguan, supaya esok harinya ia bangun dengan tubuh bugar. Sebelum itu ia berniat untuk berendam terlebih dahulu, kemudian mengisi perut dengan daging rusa muda yang telah dibumbui dan direndam dengan anggur merah selama satu jam, kemudian dipanggang dengan teknik yang apik, agar mendapatkan citarasa yang diinginkan. Namun, semua rencana itu tinggal angan-angan ketika ia kembali ke peraduan disuguhkan oleh wajah selirnya.
Perempuan dengan gaun malam berwarna putih itu menunggu dalam posisi duduk di bibir tempat tidur. Ketika Kaizen menemukan keberadaannya, wanita bertubuh mungil itu tengah menatap lukisan pernikahan resmi antara Kaizen dan Kayena. Lukisan itu memang tampak sangat realistis, karena seniman yang membuatnya begitu ahli. Pertanyaannya, kenapa Kaizen masih menyimpan lukisan tersebut? padahal biasanya lukisan tentang seseorang yang dianggap sebagai pengkhianat kerajaan akan dibumihanguskan.
Kendati demikian, itu tidak berlaku pada Kayena. Lukisan wajahnya juga masih tersimpan di beberapa penjuru istana, misalnya tempat peristirahatan Raja dan tentu saja istana Ratu. Kaizen tidak mengizinkan siapapun memindahkan lukisan wajah Kayena, sekalipun mereka telah resmi bercerai. Alasannya cuma satu, karena ia yakin jika suatu hari nanti Kayena akan kembali tinggal di stana.
“Saya sudah menungu Yang Mulia sejak tadi,” ucap Katarina yang kini mulai beranjak. Berjalan mendekat ke arah Kaizen. “Hari ini pasti melelahkan bagi Yang Mulia.”
Ketika sudah berdiri di depan pria tersebut, ia lekas membantu kekasihnya melepaskan semua atribut yang melekat di tubuhnya. Menyisakan celana panjang dan atasan yang tinggal ditanggalkan.
“Apa malam ini Yang Mulia ingin segera tidur?”
“Ya,” jawab Kaizen dengan tangan bergerak membuka kancing atasannya satu per satu.
Katarina yang melihat itu tentu saja tidak membiarkannya. Dengan segera ia menggantikan jemari kekar tersebut untuk membuka kancing demi kancing yang terpasang di atasan Raja Robelia.
“Kalau begitu biar saya membantu Yang Mulia bersih-bersih malam ini,” ujarnya ketika sudah berhasil meloloskan tiga buah kancing. “Saya sudah minta pelayan untuk menyiapkan air hangat yang dicampur dengan aroma terapi kesukaan Anda.”
“Hm,” respon Kaizen, singkat.
Belakangan hubungan mereka memang tidak seharmonis pasangan kekasih pada umumnya. Kaizen yang dulu sangat tergila-gila pada tubuh Katarina, sekarang malah enggah menyentuhnya. Semenjak insiden di mana ia malah meniduri Katarina—padahal seharunya meniduri Kayena—Kaizen belum pernah lagi menyentuh Katarina lebih jauh. Paling sekedar sentuhan biasa, just kissing. Kemudian mereka tidur bersama, dalam artian yang sebenarnya. Hanya tidur. Kaizen juga tidak tahu kemana perginya hasrat yang dulu menggeloran dan membara ketika berhadapan dengan Katarina.
Terkadang ia malah merasa mual hingga berkeinginan untuk muntah ketika mencium aroma parfum bunga mawar yang digunakan oleh Katarina. Kondisi tersebut akan mereda dengan sendirinya. Sejauh ini, aroma parfum yang tidak membuat Kaizen berkeinginan untuk muntah adalah aroma parfum milik Kayena yang masih tertinggal di beberapa sudut istana Ratu. Aroma harum khas putri kesayangan keluarga Pexley itu bahkan menjadi aroma terapi tersendiri bagi indra penciuman Kaizen.
“Masuklah, Yang Mulia. Saya akan membantu menggosok punggung Anda.”
“Panggilkan pelayan, kau tidak perlu repot-repot melakukan semua ini,” balas Kaizen yang sudah berdiri dekat kolam berisi air hangat dengan kondisi bagian atas tubuh yang sudah terbuka.
“Hari ini saya yang akan mengurus semua kebutuhan Yang Mulia,” balas Katarina, ngotot.
“Nikmati waktu Yang Mulia, karena hari ini pasti begitu melelahkan,” bisik Katarina yang mulai menyentuh bahu Kaizen untuk disabuni.
Kaizen hanya merespon singkat dengan kedua mata terpejam. Ia memang membutuhkan rileksasi. Bohong jika ia tidak menyukai service yang diberikan Katarina. Wanitanya itu cukup lihat terkait service yang dapat membuat tubuh dan pikiran rileks. Mungkin karena dulu Katarina adalah mantan pelayan, maka ia tahu cara untuk melayani tuannya dengan baik. Sedangkan service lain yang biasa wanita itu berikan, sepertinya dielajari secara otodidak.
“Katarina,” lerai Kaizen, ketika tangan mungil wanitanya mulai bergerilnya kemana-mana. Padahal awalnya tetap berada dalam zona aman; melakukan pijatan ringan di sekitar bahu, punggung, hingga lengan yang dipenuhi otot bisep dan trisep. Kini jemari mungil milik Kayena mulai memanjakkan dada bidangnya.
“Tugas mu hanya menyabuni tubuh ku, lalu membilasnya. Jangan melewati batas,” kata Kaizen, memperingati. Ia hanya ingin rileks dengan berendam sebentar, kemudian bergegas untuk makan malam yang sempat tertunda.
“Yang Mulia tidak merindukan saya?”
Mendapati pertanyaan tersebut, Kaizen membuka kedua kelopak matanya. “Setiap hari kita bertemu. Apa alasan yang membuatku harus merindukan mu?”
“Maksud saya …Yang Mulia tidak merindukan tubuh saya?” jelas Katarina. To the point.
Kaizen tidak menjawab. Ia masih pria normal yang memiliki nafsu birahi. Namun, belakangan ini banyak yang terjadi, sehingga ia mengesampingkan kebutuhan biologisnya sendiri. Lagipula semenjak terjadi konflik besar dengan Kayena, ada rasa enggan yang begitu besar ketika harus berhubungan badan dengan Katarina. Entah kenapa, namun Kaizen sedang tidak berniat saja berhubungan dengan Katarina. Mungkin karena belakangan ini jiwa dan raganya hanya fokus pada Kayena.
“Izinkan saya menyenangkan Yang Mulia.” Katarina mengambil posisi duduk di pinggiran kolam, tepat di samping Kaizen. “Yang Mulia juga telah membela saya habis-habisan hari ini. Anggap saja saya tengah mengucapkan terima kasih.”
Kali ini wanita bertubuh mungil itu ikut masuk ke dalam kolam. Membiarkan gaun malamnya yang berwarna putih basah terkena air hangat. Tak butuh waktu lama untuk membuat gaun malam itu menempel lekat pada tubuh si pemakai, sampai-sampai Kaizen bisa melihat siluet tubuh di balik gaun tersebut.
“Percuma saja, Katarina,” ujar Kaizen seraya mengambil sabun batang yang telah disediakan. Ia kemudian menggunakan sabun tersebut untuk membersihkan badannya sendiri. “Ucapan terima kasih mu kali ini tidak membuat ku terkesan apalagi terpengaruh,” lanjutnya dengan datar.
“Jangan membuat diri mu semakin murahan dengan cara mengemis pada ku. Kau tahu sendiri, jika aku menginginkan sesuatu, aku sendiri yang akan mendapatkannya. Dan jika aku sudah tidak menginginkannya, maka aku akan membuangnya seperti sampah.”
Kontan, gerakan tangan Katarina yang hendak menggoda “rudal tempur” milik Raja Robelia di bawah sana membeku. Kaku. Layaknya disihir menjadi batu.
💰👑👠
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini? Penasaran? Mau baca tentang asal-usul Klautviz de Meré?
Spam komentar NEXT dulu di sini 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 05-07-23