
0091. Kayena & Kaezar; Intuition Soulmate
Kayena tahu, tidak ada yang baik-baik saja pasca pertemuan dan obrolannya dengan Killian. Pertemuan dan obrolan tersebut juga diakhiri dengan derai air mata yang tidak seharusnya Kayena perlihatkan pada… orang asing seperti Killian. Namun, entah mengapa ia tidak merasa “asing” dengan pria muda yang rupanya telah mengalami tujuh kali melakukan reinkarnasi. Dari penuturannya pula, Kayena tahu jika Killian rupanya bukan seorang penjelajah bumi, melainkan penjelajah waktu atau bahasa lainnya time travel.
Setiap bangun pada kehidupan berbeda, rupanya Killian dilahirkan dengan identitas baru, serta memiliki tempat tinggal baru. Pria itu bercerita jika kehidupan pertama dan terakhirnya—maksudnya kehidupan sekarang—dimulai dari Robelia. Sedangkan lima kehidupan di antaranya, ia pernah lahir dengan berbagai identitas, mulai dari anak bangsawan ternama di daratan Joseon, sastrawan malang dari kekaisaran Jepang, pembunuh bayaran, seorang tunawicara, sampai lahir sebagai hewan yang dianggap tidak mulia, namun sangat setia.
Disepanjang cerita, Kayena tak kuasa menahan tangis. Mungkin karena faktor kehamilan, ia jadi sensitif kemudian mengalami mood swing. Kendati demikian, perjalanan Killian menjelajahi waktu memang tidak selamanya mulus, karena setiap pria itu bereinkarnasi, ia terlebih dahulu melewati kematian yang terbilang tragis, serta menyakitkan. Sampai saat ini Killian tidak menjelaskan, bagaimana bisa ia hidup dan mati berulang kali, kemudian melakukan reinkarnasi. Time travel berulang kali kedengarannya mustahil, kecuali jika ia memiliki kekuatan supranatural untuk untuk mengendalikan semua itu. Hingga saat ini, Killian belum memberikan jawaban yang logis.
“Kima, apa kamu percaya pada reinkarnasi?”
Pelayan muda yang sedang menata beberapa jenis pastry buatan kepala koki itu menoleh. “Percaya, Nona,” jawabnya dengan tangan yan masih cekatan menata semua pastry lembut dan ringan dengan isian serta topping yang berbeda, mulai dari gula Kristal, kismis, crème patissiére, selai apel, coklat, sampai madu. Kayena memang lebih suka sarapan dengan pastry dan segelas teh di pagi hari.
Semenjak tinggal di Robelia, Kayena kesulitan melakukan kebiasaan tersebut. setalah beberapa hari tinggal dan mulai beradaptasi, Kayena jadi terbiasa sarapan ala masyarakat Astoria. Kendati demikian, pagi ini kepala koki juga mulai membuat makanan kesukaan Kayena dengan bahan yang mudah didapatkan, seperti pastry yang kali ini dihidangkan oleh Kima.
“Kenapa kamu bisa percaya pada sesuatu yang belum terbukti kebenarannya?”
“Hmm, karena saya memiliki keyakinan terhadap pemahaman tersebut.” Kali ini Kima bicara seraya menatap Kayena. “Saya suka membaca, seperti yang Nona ketahui. Dari buku-buku lama, saya tahu istilah reinkarnasi yang diambil dari bahasa Latin. Arti Reinkarnasi adalah ‘lahir kembali’ atau ‘kelahiran semula’ atau ‘titisan’. Di mana reinkarnasi ini merupakan kepercayaan bahwa seseorang yang telah meninggal dunia, kemudian dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain.”
“Yang dilahirkan bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan saat ini, namun yang dilahirkan kembali itu adalah jiwa orang tersebut. Kemudian mengambil wujud tertentu.”
Kima bercerita dengan cermat. Kayena memang mengetahui hobi sang tangan kanan yang suka membaca. Oleh karena itu, sejak masih tinggal di estat keluar Pexley, Kayena selalu mengizinkan Kima untuk menghabiskan waktu di perpustakaan keluarga.
“Setahu saya, ada banyak aliran yang mempercayai proses reinkarnasi. Aliran-aliran tersebut percaya bahwa reinkarnasi punya misi, atau tujuan tertentu pada setiap individu.”
“Misi?”
“Benar, Nona. Semacam misi, atau tujuan yang harus dicapai,” sahut Kima. “Ada aliran yang mempercayai bahwa manusia akan terus-menerus lahir kembali. Ada juga aliran yang percaya bahwa manusia akan berhenti terkahir kembali jika sudah melakukan kebaikan yang mencakupi,” bebernya.
“Dalam kepercayaan agama Hindu serta Buddha, reinkarnasi mengajarkan manusia untuk sadar terhadap kebaikan yang sebenarnya dan bertanggung jawab terhadap nasib yang sedang diterimanya. Reinkarnasi juga dipercaya sebagai proses memberi manusia kesempatan untuk menikmati kebahagiaan yang tertinggi atau diberi kesempatan untuk memperbaiki kualitas kehidupannya. Perihal itu bisa terjadi karena beberapa alasan, salah satunya apabila manusia mengerti arti hidup yang sebenarnya.”
“Masuk akal,” batin Kayena. Seperti apa yang terjadi kepada dirinya, reinkarnasi membuatnya bisa mengubah nasib.
Lewat penjabaran Kima, Kayena tahu jika reinkarnasi punya banyak makna. Mungkin jika dalam kasusnya, reinkarnasi yang membuatnya ‘terlahir kembali’ adalah untuk memperbaiki kualitas kehidupannya. Lantas, apa yang membuat Killian bereinkarnasi sampai tujuh kali? Apa tujuan dari reinkarnasi yang terus membuat pria itu menjelajahi waktu—time travel.
“Kenapa tiba-tiba saja Nona membahas soal reinkarnasi?” tanya Kima kemudian. “Ada yang membuat Nona penasaran?”
Gelengan kepala Kayena berikan sebagai jawaban. Tangannya kemudian bergerak untuk mengambil cangkir keramik yang telah diisi oleh teh hijau hangat.
“Makanlah terlebih dahulu, Nona. Belakangan ini Anda malas sekali mengisi perut.”
Kayena tersenyum tipis, lalu menyentuh permukaan perutnya setelah menyimpan kembali cangkir tehnya. “Perutku mual, Kima.”
“Perlukah saya panggil dokter?”
Gelengan diberikan sebagai jawaban. “Ini normal bagi seorang wanita yang tengah mengandung,” katanya. Sebelum mengandung Carcel—putra pertamanya—Kayena telah dibekali dengan ilmu soal kehamilan, hingga proses melahirkan. Parenting juga menjadi salah satu pelajaran tambahan semenjak ia mengandung.
“Setidaknya, Nona harus tetap makan supaya memiliki tenaga.”
“Nanti aku makan.”
“Nanti yang Nona maksud biasanya tidak berkesudahan.”
Kayena tersenyum kecil. Ia memang tidak nafsu makan belakangan ini, terutama pasca pulang dari pertemuannya dengan Killian. Ditambah lagi hormon kehamilan. Makanan yang masuk ke dalam mulut, pasti akan kembali ia muntahkan.
“Kepala koki sudah berusaha membuat pastry dengan alat dan bahan yang seadanya. Aku merasa berdosa jika tidak menghargai usahanya,” ujar Kayena ketika tangannya terulur ke arah salah satu jenis pastry. “Kamu juga makan, Kima. Dalam beberapa bulan ke depan, tubuh ku akan mengalami kenaikan berat badan yang drastis. Kamu juga harus sama sepertiku.”
“Saya tidak pernah takut menjadi gemuk,” tantang Kima. “Saya sukan makan banyak, tubuh saya saja yang menolak memproduksi banyak lemak.”
Kayena tertawa kecil. Pelayan yang sudah dianggap seperti saudara sendiri itu memang paling bisa membuat perasaannya menjadi lebih baik. Dulu, sebelum menjadi Putri Mahkota, Kima, Kyara, termasuk Katarina adalah pelayan yang merangkap sebagai teman sepermainan. Jika Kayena mendapat hadiah dari relasi ayah atau kakaknya, ia tak sungkan membagikan sebagian pada mereka. Jika tidak, ia akan mengeluarkan uang pribadinya untuk membelikan hadiah bagi mereka. Sekarang, tersisa Kima yang setia di sisinya.
“Kima.”
“Iya, Nona.”
“Sebenarnya… ada satu jenis makanan yang aku inginkan.”
Kima tampak berbinar mendengarnya. “Apa, Nona? Katakan saja. Biar saja mencarikannya. Kaisar Kwang Sun juga meninggalkan pesan; apapun yang Nona inginkan, katakan saja kepadanya. Biar Kaisar yang akan segera memenuhi keinginan Nona.”
“Bukan aku yang mau,” lirih Kayena seraya meletakkan sisa pastry yang tadi ia cicipi. Tangannya kembali bergerak mengelus permukaan perut. “Sebenarnya bukan jenis makanan yang sulit ditemukan.”
“Itu berarti saya bisa segera mencarinya!”
“Tidak,” tolak Kayena. “Karena yang kami inginkan adalah… buah peach.”
“Mudah sekali,” girang Kima. “Saya sempat melihat buah peach stok terakhir di salah satu toko dekat gerbang utama. Kemarin, ketika kita pulang dari luar istana, saya sempat melihatnya.”
Kayena menggelengkan kepala dengan lesu. “Kami mau buah peach dari Sésilia,” Kayena menambahkan keterangan pada keinginannya. “Dan …”
“Kami ingin,” Kayena tampak sungkan mengatakannya. Keinginan itu datang secara tiba-tiba, namun rasanya ia benar-benar menginginkannya. “Pemilik tanah itu yang mengambil dan membawakannya.”
Kima terdiam. Bibirnya yang terbuka, siap melontarkan kata-kata langsung terkatup kembali.
Kima tidak bodoh. Ia tahu maksud Kayena, lewat kata “pemilik tanah” yang pasti merujuk ke wilayah Sésilia. Selain Archduke of Sésilia, siapa lagi yang memilik tanah tersebut? jadi, menurut sudut pandang Kima, Kayena ingin makan buah peach bulan Juni dari Sésilia. Buah peach dengan kualitas terbaik yang tumbuh di tanah Sésilia memang menjadi buah favorit Kayena. kima ingat betul, setiap bulan Juni datang, Kayena bisa pulang pergi ke Sésilia untuk mengunjungi kebun peach milik Archduke of Sésilia. Pria itu juga selalu suka rela menjadi tukang kupas buah peach, ketika Kayena menginginkannya.
“Keinginan Nona yang satu ini …sepertinya agak sulit.”
“Ya, aku tahu.”
Kima menelan ludah susah payah, karena salah melontarkan kata. “Untuk saat ini, mungkin sulit memenuhi keinginan itu. Tapi, siapa tahu jika suatu hari nanti ‘pemilik tanah’ itu akan segera datang untuk mewujudkan keinginan Nona.”
“Aku juga berharap begitu,” sahut Kayena. “Tapi, belakangan ini aku sering memikirkan bagaimana kondisinya di perbatasan? Kak Cesare telah kembali ke Hygria, karena istrinya akan segera melahirkan. Sedangkan Kak Khayansar sibuk mengurus masalah Klautviz de Meré. Apa dia benar-benar baik-baik saja, berjuang seorang diri di perbatasan? Ayah saja butuh waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk memperluas wilayah perbatasan. Apalagi tugasnya melebihi tugas Ayah.”
Kima dapat menangkan kecemasan Kayena. Namun, tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk saat ini. Hanya berdoa pada Yang Maha Kuasa yang dapat kya
“Kima, hari ini rasanya aku lelah sekali. Tolong biarkan aku beristirahat setelah menyelesaikan satu tulisan. Larang siapapun untuk bertamu, karena aku tidak mau diganggu.” Kayena kemudian memberikan pesan, supaya pembicaraan soal Pangeran berkuda putihnya teralihkan. Ia tidak mau Kima terlalu larut dalam keinginannya.
“Termasuk Kaisar Kwang Sun?” tanya Kima, memastikan.
“Iya.” Kayena tidak berniat menerima tamu, karena semenjak pulang kemarin, kondisi suasana hatinya memang tak kunjung membaik. Hal itu pula ikut memicu pada nafsu makan. ditambah lagi, semalam ia dihantui oleh mimpi sendiri.
“Kima.”
Pelayan muda yang baru mencapai pintu itu menoleh. “Iya, Nona?”
“Semalam aku bermimpi tentang pemilik tanah Sésilia. Kira-kira apa artinya?”
“Saya …”
“Apa karena aku terlalu merindukannya,” monolog Kayena, berhasil membuat Kima menggantungkan kalimatnya. Ketika sadar dengan apa yang baru diucapkan, Kayena langsung membuang muka. Pura-pura tidak sadar.
“Rindu juga tidak apa, Nona,” ujar Kima dengan senyum yang terpatri di bibir. “Perasaan itu wajar dirasakan oleh sepasang …kekasih.”
“Kami …”
“Saya tahu, Nona.” Kima melengkapi kalimat Kayena dengan keyakinannya. “Saya bisa melihatnya, tanpa harus Nona jelaskan.”
Putri Khiev de Pexley itu tampak terdiam. Bibirnya digigit pelan, menahan senyum yang hendak terbit. “Aku …rindu,” lirihnya. “Entah kenapa, rasanya sekarang sulit untuk menahan perasaan itu.”
“Maka jangan ditahan, Nona. Perlihatkan pada dunia jika sekarang Nona punya sosok baru yang berhak untuk diperjuangkan, karena sosok itu juga akan melakukan hal yang sama supaya bisa bersama Nona.”
Hening sempat tercipta di antara mereka, sebelum Kayena kembali bersuara. “Kima.”
“Iya, Nona?”
“Apa kamu pernah merindukan seseorang dengan teramat?”
Kima diam untuk beberapa detik. “Iya. Saya ...pernah merasakannya, Nona.”
“Saking merindukannya, apa kamu juga pernah mimpi buruk tentangnya?”
“Maksud Nona …apa?” bingung, Kima.
“Semalam,” Kayena kembali menatap ke arah lawan bicaranya. Raut wajah wanita cantik itu berubah serius. “Aku memimpikan pemilik tanah Sésilia tidak pernah bisa menginjakkan kakinya lagi di Sésilia.”
“…”
“Itu apa artinya, Kima? Sejak bangun aku terus memikirkannya.” Wanita cantik itu tampak mulai kehabisan kata-kata. “Apa dia baik-baik saja? aku kebingungan karena tidak tahu cara untuk mengetahui kondisinya.”
Kima tidak langsung bicara. Sepertinya pelayan muda itu juga kebingungan untuk memberikan tanggapan.
“Aku juga merasakan adanya koneksi intuitif yang sulit dideskripsikan. Apa mungkin telah terjadi sesuatu kepadanya?”
💰👑👠
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini 🤧🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT dulu di sini 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 20-07-23