
00145. Interrogatoire du vilain petit canard (Interogasi terhadap itik buruk rupa)
Kehidupan yang awalnya berada di atas angin, tiba-tiba dijatuhkan hingga ke dasar bumi yang paling dalam. Kalimat itu mungkin dapat mewakili kondisi kehidupan selir satu-satunya yang saat ini dimiliki oleh Raja Robelia. Bukannya mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan mulia pasca saingan beratnya keluar dari istana, ia justru ikut diturunkan ke posisi yang lebih rendah, yaitu Selir Raja Tingkat IV. Di mana di atas posisinya saat ini, masih ada posisi Selir Raja Tingkat III, Selir Raja Tingkat II, hingga Selir Raja Tingkat I. Barulah posisi Ratu atau Queen Consort of Robelia.
Belakangan ini alam semesta memang seolah-olah sedang mengolok-olok dirinya. Selain diturunkan menjadi Selir Raja Tingkat IV, ia juga harus tinggal di paviliun Selir Raja Tingkat IV dengan dalih pembatasan aktivitas di luar ruangan. Sekarang ia bahkan dipenjara di paviliun belakang harem kerajaan. Tempat yang terbilang tidak layak dihuni oleh kekasih Raja Robelia sepertinya. Selain aktivitas yang dibatasi, ia juga tidak diperbolehkan untuk membangun komunikasi serta interaksi dengan dunia luar.
Hari-hari sang kekasih raja semakin suram. Apalagi setelah ia mendengar keputusan kekasihnya yang akan segera menikah dengan wanita selain, bukan salah satu dari Dowager Duchess Caecilia serta Dowager Duchess Cyrene. Walaupun sudah berstatus janda, kedua wanita itu memiliki identitas serta pengaruh yang luar bias. Di mana kedua hal itu dibutuhkan sekali oleh Raja Robelia untuk membangun relasi.
“Bunganya cantik, kan?” pertanyaan itu dilontarkan oleh wanita yang sedang sibuk membuat karangan bunga.
Di sisi lain, ada seorang pelayan yang ditunjuk langsung untuk menemani hari-harinya di tempat itu. “Kenapa Yang Mulia Selir tidak merangkai mawar merah? Bukan kah mawar adalah bunga favorit Yang Mulia Selir?”
Katarina, Selir Raja Robelia itu mengangguk singkat. Bunga favoritnya memang bunga mawar. Bunga yang kerap menjadi lambang cinta dan kasih sayang itu tidak pernah jauh dari kesehariannya. Namun, hari ini alih-alih merangkai bunga mawar merah atau mawar merah jambu, ia memilih untuk merangkai mawar hitam yang menjadi lambang keberanian, perlawanan, serta kekuatan. Di beberapa Negara bagian, mawar hitam justru kerap digunakan sebagai lambang perjuangan melawan penjajah.
“Mulai hari ini bunga kesukaanku akan berganti,” ucap Katarina dengan suara lirih.
Belakangan ini kesehariannya terasa sangat membosankan. Ia tidak diperbolehkan pergi ke luar, sehingga ia persis seperti tahanan yang diisolasi mandiri. Bahkan ia tidak dapat menghubungi ayahnya untuk meminta tolong. Diam-diam ia berdoa pada penguasa langit; memohon agar kesulitan yang ia dapatkan akan dibayar setimpal oleh kekasihnya, yaitu Raja Robelia yang saat ini berkuasa.
Pria itu mungkin berpikir jika kekasihnya disembunyikan, maka rencananya akan berjalan degan mulus. Siapa yang tahu? Karena Katarina juga tidak akan tinggal diam.
“Beri jalan!”
Namun, siapa yang menyangka bahwa Tuhan lebih cepat menjawab doanya. Bangunan terpencil yang sempat terbengkalai, sore itu kedatangan tamu istimewa; tangan kanan Raja Robelia bersama bawahan-bawahannya.
Katarina yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba digelandang oleh tangan kanan kekasihnya untuk berpindah ruang rahasia yang terletak di istana Raja Robelia. Katarina tentu saja sempat memberontak, tetapi Kaelus dengan mudah menghadapi tingkahnya.
“Apa lagi yang direncanakan Yang Mulai Raja?” tanyanya sengit pada Kaelus, ketika ia sudah dimasukkan ke dalam ruangan rahasia yang memiliki kemanan tingkat tinggi. “Kenapa aku terus dikurung seperti seekor hewan!”
Katarina sempat memberontak, ingin melarikan diri dari ruangan tersebut. Tetapi, Kaelus bisa menghalanginya.
“Berhenti bicara omong kosong, karena saat ini status Anda adalah tahanan Kerajaan.”
“Yah, apa bedanya kondisiku dengan hewan yang dikurung dalam kandang.”
“Jaga bicaramu, Ksatria rendahan. Aku ini masih wanita Raja. Tunjukkan rasa hormatmu padaku.” Sentak katarina karena Kaelus terus memancing emosinya.
Kaelus tidak gentar sama sekali. Ia malah terlihat menyunggingkan seringai tipis. “Anda ingin tahu kenapa dikurung di tempat ini?”
“...”
“Yang Mulia Raja baru saja menurunkan status kerjaan menjadi siaga perang di saat kondisi negeri ini baik-baik saja. Anda tahu apa penyebabnya?”
Katarina mendengus angkuh. “Tentu saja aku tidak tahu, karena Rajamu membuatku terkurung seperti burung.”
Kaelus menatap lawan bicaranya dengan mata memicing. Sedetik kemudian, sebuah informasi yang mengejutkan lawan bicaranya meluncur begitu saja dari bibirnya. “Klautviz de Meré telah ditetapkan sebagai pengkhianatan kerajaan. Sebagai putri seorang pengkhianat, Yang Mulai Raja memutuskan untuk menahan Anda lebih lama di ruangan ini. Selain itu, Anda juga akan diintrogasi terkait identitas kembaran Anda yang sedang diselidiki.”
“Aku sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah ini.” Katarina membela diri. Ia tampak gelisah di tempatnya berdiri. “Katakan pada Rajamu, aku tidak terlibat dengan pengkhianatan Klautviz de Meré”
“Terlibat atau tidak, Anda tetap tidak dapat menutupi kemungkinan bahwa Anda memiliki hubungan dengan Klautviz de Meré.” Kaelus kembali berkata seraya berjalan mendekat. “Anda pikir saya tidak tahu jika Klautviz de Meré melakukan semua ini demi Anda?”
Katarina terpaku mendengarnya.
“Anda adalah alasan kenapa Klautviz de Meré sejak awal bertindak gegabah, yaitu mencoba menghilangkan saksi kunci dari kejahatan Anda,” bisik Kaelus di depan tubuh membeku lawan bicaranya. “Saya sudah menggali banyak informasi tentang Anda. Lebih baik Anda kooperatif. Katakan apa saja yang Anda ketahui tentang rencana Klautviz de Meré serta katakan siapa saudara kembar' Anda?”
💰👑👠
TBC yang
Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur butau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022nga 🤗
Tanggerang 28-08-23