How To Divorce My Husband

How To Divorce My Husband
0062. Avantages et inconvénients du statut de Kayena (Pro-kontra terhadap status



0062. Avantages et inconvénients du statut de Kayena (Pro-kontra terhadap status Kayena)



Obrolan di Yeowang-ui bang antara Kayena dan nenek dari Kaisar Kwang Sun tidak sampai menemukan titik temu, karena pada akhirnya pembicaraan itu terpotong begitu saja dengan kehadiran Kima yang membawa sepucuk surat dari perbatasan Robelia. Setelahnya, hanya ada pertanyaan-pertanyaan terkait siapa kah pengirim surat tersebut? apakah kakak sulung atau kakak keduanya yang menjadi pengirim? Atau malah ayahnya yang juga bertugas di perbatasan.


“Surat ini berasal dari Archduke of Sésilia yang sekarang mengurus perbatasan wilayah paling berkonflik di Robelia,” kata Kayena, jujur. Ia tidak berniat sedikitpun untuk berbohong guna menyenangkan hati dari wanita yang merupakan simbol senioritas nomer satu di kekaisaran Astoria.


“Archduke of Sésilia? Apakah Kaisar Kwang Sun juga mengenalnya?”


“Kemungkinan besar tidak, Yang Mulia,” sahut Kayena, ramah. “Kaisar Kaysan mengenal dengan baik Kakak pertama saya, Duke of Edinburgh. Sedangkan Archduke of Sésilia cenderung lebih dekat dengan Kakak kedua saya, yaitu Duke Cesare dari Higrya.”


“Jadi Archduke of Sésilia ini … sebatas kenalan lama atau teman dekat, Nona Kayena?”


Senyum ringan Kayena berikan. Ia dan Kaezar tidak pernah memberi nama pada hubungan mereka. Sekalipun mereka sudah saling berjanji akan bertemu lagi suatu saat nanti. Komitmen terbangun di antara mereka tanpa iming-iming hubungan yang telah diresmikan. Namun, keduanya sama-sama meyakini jika pertemuan yang akan terjadi suatu saat nanti adalah jawaban dari segala pertanyaan soal hubungan yang mengikat keduanya.


“Lebih dari itu, Yang Mulia.” senyum tipis Kayena sunggingkan, sebelum menyesap jasmine tea miliknya. “Archduke of Sésilia bisa menjadi apa saja untuk saya,” lanjutnya setelah menyimpan cangkir jasmine tea miliknya dengan gerakan seringan bulu. “Sebaliknya, saya hanya bisa menjadi satu sosok untuknya.”


“Kenapa demikian, Nona Kayena? jika Archduke of Sésilia adalah seorang teman yang bisa menjadi apa saja untuk Anda, kenapa Anda tidak bisa melakukan sebaliknya?”


“Karena …” Kayena menjeda kalimatnya. Mencoba mencari kata-kata yang pas untuk menggambarkan maksud dari apa yang ingin ia ungkapkan. “… Archduke of Sésilia hanya membutuhkan sosok saya yang mampu menghilangkan segala ketakutan dalam dirinya.”


Kayena tahu jika Archduke of Sésilia atau Kaezar tidak memerlukan sosok wanita yang memiliki karakteristik tertentu, atau memiliki standar fisik tertentu. Tidak.


Archduke of Sésilia itu tampan, rupawan, serta mapan dari segi karir. Ia dapat dengan mudah menggaet wanita dari berbagai kelas sosial, mulai dari yang cantik, kaya raya, pintar, cerdas, dan sebagainya. Bahkan wanita yang mendekati kata sempurna bagi kebanyakan pria. Namun, dari semua Senorita atau Senora yang ditemui olehnya, hanya pada Kayena ia menjatuhkan hati. Only Kayena.


Tanpa harus merubah apapun, Kayena tetap menjadi pemenang di hati Kaezar. Kenapa? Kayena juga tidak tahu, karena terkadang rasa bernama cinta tidak dapat ditebak. Dari sekian juta penduduk bumi berjenis kelamin perempuan, hanya dirinya yang mampu membuat Kaezar tidak merasa jijik. Justru sebaliknya, ia bahkan dapat menjadi tempat paling nyaman bagi Kaezar. Rumah yang sesungguhnya Kaezar mimpikan sejak lama. Tak apa sederhana, namun kokoh dan dapat membuatnya merasa nyaman ketika memilih untuk tinggal.


“Mengenai tawaran Anda, Yang Mulia …”


Melihat dari cara interaksi nenek Kaisar Kwang Sun, sepertinya wanita tersebut tipe orang yang langsung bicara pada inti permasalahan. Ia datang dan bicara tanpa banyak basa-basi; langsung menawarkan posisi Permaisuri yang belakangan diketahui telah lama kosong. Padahal Kayena pendatang baru. Bermodal kedekatannya dengan Kaisar, ia langsung menjadi kandidat paling dibicarakan dalam kabinet kerja Kaisar Kwang Sun. Jika Kayena punya sifat culas, tanpa pikir panjang ia pasti akan meng-iyakan tawaran dari nenek Kaisar Kwang Sun. Namun, Kayena tidak demikian.


Orang-orang termasuk nenek Kaisar Kwang Sun hanya mengetahui Kayena dari cangkangnya saja. Mereka belum mengetahui alasan kenapa ia dikirim ke negeri yang damai ini. Mereka belum mengetahui asal-muasal serta track record-nya sebelum mereka saling mengenal. Pandangan orang bisa saja langsung berubah jika mengetahui apa saja rumor yang sempat menyebar terkait dirinya.


“Wanita seperti saya sepertinya kurang tepat untuk mendapat tawaran mulia dari Anda.”


“Kenapa Nona Kayena bicara seperti itu? Keinginan Kaisar adalah sebuah keharusan untuk diwujudkan, termasuk soal pasangan. Melihat bagaimana Kaisar memperlakukan Nona Kayena, terlihat jelas ketertarikan di matanya.”


Kayena sempat kaget mendengar kalimat tersebut. Tetapi, memang benar adanya. Kaisar Kwang Sun terlalu jelas memperlakukannya dengan istimewa. Memperlihatkan jika pria itu memiliki ketertarikan lebih padanya. Padahal, Kayena tidak pernah mengharapkan apapun darinya.


“Nona Kayena bisa memikirkannya terlebih dahulu,” ucap nenek Kaisar sebelum beranjak pergi.


Kayena pun ikut beranjak, hendak mengantarkan nenek Kaisar hingga bagian depan bangunan Yeowang-ui bang. Sebelum benar-benar membiarkan nenek Kaisar pergi, Kayena sempat mengucapkan kalimat yang akan membuat wanita itu berpikir ulang nantinya.


“Saya adalah wanita yang sudah pernah menikah dan memiliki seorang putra, Yang mulia. Sebelum datang ke Astoria, saya hanya seorang Ratu yang diturunkan dengan tidak hormat karena dituduh melakukan pengkhianatan serta perzinahan.”


Kontan, langkah nenek Kaisar langsung terhenti di tempatnya berpijak. Kayena juga tampak tidak akan berhenti sampai di sana, karena masih ada kebenaran yang harus ia ungkapkan.


“Archduke of Sésilia yang merupakan Adik tiri dari suami saya sendiri, dituduh sebagai pasangan gelap saya. Kami mendapatkan hukuman berbeda akibat tuduhan tersebut, saya yang resmi diceraikan. Sedangkan Archduke of Sésilia kembali di kirim ke perbatasan.” Ada helaan napas kecil yang terdengar di akhir kalimat. Rupanya tidak mudah mengungkit rumor buruk yang sempat orang-orang sematkan kepadanya. “Lantas, apakah wanita dengan harga diri yang telah ternodai seperti saya pantas mendapatkan tawaran mulia untuk menjadi Permaisuri Astoria?”


Seperti dugaan Kayena, nenek Kaisar Kwang Sun tidak bicara apa-apa, sebelum pamit undur diri. Diikuti oleh dayang-dayang pribadinya.


“Kenapa Nona harus sampai bicara seperti itu?” tanya Kima ketika mereka telah kembali ke dalam Yeowang-ui bang.


“Supaya mereka tidak berharap lebih pada seorang janda beranak satu seperti ku,” jawab Kayena, singkat.


“Untuk apa aku malu, Kima? Toh, aku tidak melakukan semua dosa itu. Kamu juga tahu sendiri bagaimana hubungan ku dengan Pangeran Kaezar.”


Kima mengangguk-anggukkan kepala. “Benar juga perkataan Nona. Selama ini Nona dan Pangeran Kaezar tidak pernah bertindak di luar batas. Mereka yang telah menjebak Nona dan Pangeran Kaezar memang orang-orang yang keji.”


Kayena tersenyum tipis sembari duduk di dekat meja kecil berisi kudapan manis serta teh yang tadi ia nikmati. Kedua tangannya kemudian bergerak untuk membuka surat yang datang jauh-jauh dari perbatasan Robelia.


“Apa saya perlu keluar sebentar, ketika Nona membaca surat dari Pangeran Kaezar?”


Kayena menoleh dengan senyum yang masih terpatri. “Tidak perlu. Tetapi, tolong kupaskan buah mangga lagi untukku. Perut ku belakangan ini terasa mual lagi.”


Dengan semangat Kima mengangguk. Ia kemudian menepi, guna mengerjakan tugas—mengupas buah mangga yang sudah masak. Sedangkan Kayena melanjutkan kegiatannya, membuka surat dari Kaezar. Surat yang dibubuhi oleh hiasan bunga kering serta lambang kebanggaan milik Archduke of Sésilia, menyampaikan beberapa untai kalimat yang berhasil menyentuh hati Kayena dengan kehangatan.


“Aku merindukan mu. Aku selalu harap kabar mu baik, di mana pun kamu berada. Tetap waspada, karena sekarang kami tidak dapat melindungi mu dari jarak dekat.”


Itu adalah bait pertama yang Kayena baca, dan dari posisinya duduk, Kima bisa melihat bagaimana reaksi yang tergambar di wajah majikannya. Ada gurat … rindu yang terbayar. Serta senyum yang tak jemu-jemu diumbar.


“Jika ada mahluk tak berdosa yang telah Tuhan titipkan kepada mu, aku adalah orang pertama yang akan mengambil tanggung jawab untuk berperan sebagai ayah siaga baginya.”


Dalam bait kedua sekaligus bait terakhir yang Kayena baca, tangan wanita cantik itu refleks mengelus bagian perut datarnya yang tertutup oleh lapisan kain. Membaca isi surat Kaezar mengingatkan Kayena pada kondisi “benih” yang sempat ditinggalkan oleh Kaizen.


Apa … salah satu dari benih itu ada yang berhasil tumbuh? Untuk mencaritahu jawabannya, Kayena tentu saja butuh orang yang ahli dalam bidangnya.


“Kima, apa ada tenaga medis di antara orang-orang yang datang bersama kita? Aku ingin memastikan sesuatu,” ucapnya kemudian.


Kaezar yang ada di perbatasan saja masih perhatian dengan mengingat kondisinya tubuhnya. Sedangkan ia, si pemilik tubuh sempat melupakan fakta jika saja ada kemungkinan hadirnya mahluk tak berdosa dalam rahimnya.


“Memangnya kenapa, Nona? Anda bagian tubuh Anda yang terasa sakit? Atau mual yang Anda alami bertambah parah?”


Kayena menggeleng dengan tangan melipat kembali surat dari Kaezar setelah membacanya sampai habis. “Tidak. Aku hanya ingin mengecek kondisi kesehatan ku. Mungkin saja ...”


“Tenang saja, Yang Mulia,” serobot Kima. Membuat Kayena terdiam untuk beberapa saat.


“Apa maksud mu, Kima?”


“Jika yang menjadi kekhawatiran Nona adalah “benih” yang ditinggalkan pria itu, Nona tenang saja.”


“Maksud mu?”


Kima mengalihkan pandangan dari daging buah mangga yang telah ia potong kotak-kotak. “Karena semua benih itu telah luruh,” ucapnya kemudian. “Tidak ada satu pun yang berhasil tumbuh dan berkembang di rahim Anda, Nona.”


💰👑👠


TBC


Catatan : Cerita ini hanya fantasi, jadi jika ada kesamaan nama tokoh/tempat, bukanlah sesuatu yang disengaja. Sumber semua foto; pinterest.


Gimana readers setelah baca bab ini? Masih mau next? Spam komentar NEXT di sini 👇


Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗


Tanggerang 17-06-23