
0045. Défaite ou Victoire de Katarina? (Kekalahan atau Kemenangan Katarina?)
Meja-meja kecil dan pendek, kursi-kursi yang nyaman tampak ditata rapih oleh para pelayan yang sejak tadi lalu lalang. Di atasnya telah disiapkan berbagai jenis kue-kue lembut yang manis, cake, scone, dan sandwich berukuran mungil. Kebiasaan “low tea” atau kerap disebut afternoon tea akan segera diselenggarakan, maka tak heran jika para pekerja kelimpungan. Menata meja, kursi, bunga-bunga segar, kudapan, sampai memastikan daftar undangan.
Tuan rumah bahkan sudah berulang kali mengingatkan agar afternoon tea party kali ini tidak boleh ada kecacatan, apalagi sampai mirip acara high tea. Jika afternoon tea adalah tradisi kelas atas, high tea adalah kebalikannya. Acara yang tidak terlalu formal, karena pada umumnya ditujukan untuk kalangan biasa atau kelas pekerja.
Padahal belum genap 24 jam semenjak insiden yang menggemparkan seluruh rakyat Robelia. Namun, kini salah satu bagian di dalam istana tengah dipersiapkan untuk menyambut para Senorita dari kelas bangsawan. Mereka akan hadir memenuhi undangan tuan rumah yang mengajak minum teh di sore hari, dalam rangka merayakan sebuah kemenangan kecil.
“Anda cantik sekali hari ini, Yang Mulia.”
“Terima kasih, Countess Tyron. Anda juga terlihat cantik dengan gaun itu,” puji balik si tuan rumah.
Sore itu ia menggunakan gaun baru yang dijahit oleh penjahit istana. Menggunakan perhiasan baru yang diberikan sang kekasih, serta menunjang penampilan dengan sepatu serta pernak-pernik lain yang juga masih baru.
“Anda benar-benar menyiapkan semua ini dalam waktu singkat, Yang Mulia Selir?” tanya salah seorang Senora bermata biru yang tengah duduk di seberang meja.
“Benar. Kedepannya saya harus lebih mahir dalam mengurus acara-acara seperti ini, karena Ratu …”
Etensi kini sepenuhnya tertuju pada si tuan rumah. Ia tampak menggantungkan kalimat, sengaja memancing perhatian lebih.
“Anda pasti kerepotan karena masalah yang ditimbulkan oleh Ratu.” Senora di seberangnya kembali buka suara. “Untungnya, sekarang Ratu telah diasingkan ke Kastil Putih.”
“Benar sekali. Lagipula keputusan Raja sudah benar.”
“Menurut saya, Yang Mulia Raja masih kurang tegas dalam menghadapi kasus Ratu. Sudah jelas-jelas jika wanita Raja berani berkhianat, maka hukumannya adalah hukum penggal. Namun, dalam kasu Ratu …”
“Maaf menyela, Grand Duchess Slavia. Rasanya, kurang pantas jika kita meragukan keputusan Yang Mulia Raja. Lagipula, saya tahu betul perasaan Yang Mulia Raja. Berat baginya memutuskan hukuman untuk pendamping yang telah menemaninya selama ini.”
Keheningan sempat merajai, ketika wanita itu seolah-olah menunjukkan empati tinggi pada Ratu yang baru saja dihukum atas tuduhan perzinahan dan pengkhianatan. Namun, semua Senora yang hadir pada kesempatan itu adalah pendukung garis terdepannya. Mereka adalah backing-an selir dalam melancarkan aksi-aksinya. Mereka pula yang menjadi alasan kenapa dirinya punya banyak relasi serta supporter dari kalangan bangsawan. Kelak, dukungan mereka juga sangat selir butuhkan ketika hendak mengisi posisi ratu negeri ini.
“Yang Mulia Raja mungkin bimbang karena kehilangan pendamping yang selama ini menemani. Mengingat entah sampai kapan Ratu akan diasingkan. Namun, Yang Mulia Raja masih memilik Anda, Selir Katarina. Wanita yang dicintainya.”
Katarina tersenyum tipis. Tampak menunjukkan raut haru, atas apa yang baru saja diucapkan oleh Senorita bersurai blonde yang tengah hamil besar tersebut. “Anda memang yang paling mengerti saya, Duchess.”
“Kita semua mengerti serta memahami Anda,” jawab Duchess tersebut.
“Omong-omong, kapan Malaikat Kecil Anda dan Duke lahir ke dunia?” ia melemparkan topik pembicaraan pada kehamilan pertama Duchess tersebut.
Saat ini, hanya Duchess itu yang tengah berbadan dua. Tengah menanti kelahiran anak pertama bersama suaminya. “Kemungkinan besar pertengahan musim panas,” jawabnya dengan tangan mengelus perut buncitnya yang terlindungi oleh lapisan kain. “Kami semua sudah tidak sabar menanti kehadirannya.”
“Kita juga sudah tidak sabar,” imbuh Katarina. Disetujui oleh yang lainnya.
“Semoga saja Anda juga segera mengandung bayi Anda bersama Yang Mulia Raja,” ucap Duchess. Diangguki oleh beberapa Senora lainnya. “Ini adalah kesempatan bagus bagi Anda. Selagi Ratu tidak ada, Anda harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama Yang Mulia Raja.”
Katarina mengangguk seraya tersenyum tipis. “Saya telah banyak berusaha, namun Tuhan belum juga berkenan.”
“Apa Anda sudah mencoba masukan yang saya berikan?” sahut Countess Tyron. “Count Tyron selalu membawa buah-buahan ajaib ketika pulang dari perjalanan jauh. Salah satu buah itu terbukti dapat membantu mempercepat terjadinya kehamilan. Saudari saya rutin mengonsumsi buah itu, dan sekarang ia tengah menanti kelahiran putra ke-duanya.”
“Buah-buahan ajaib?” bingung Katarina. Selama ini ia telah banyak melakukan berbagai tips and trik agar segera mendapatkan kehamilan. Namun, hasilnya tetap nihil.
“Saya melupakan nama buah itu, yang jelas buah itu berasal dari suatu tempat di daratan Timur Tengah,” jelas Countess Tyron. “Sekilas bentuknya mirip anggur, tetapi bukan. Warnanya kuning cantik, rasanya juga manis. Harganya cukup mahal jika dibeli dari pasaran, mungkin sekitar lima puluh piéces d’or. Mengingat buah itu dibawa dari tempat yang sangat jauh.”
“Saya akan mencobanya nanti,” sahut Katarina. “Untuk saat ini, saya akan fokus pada nasihat yang diberikan dokter istana. Ditambah lagi …”
Kalimat Katarina tidak selesai diucapkan, karena pintu utama tiba-tiba saja terbuka dari luar. Bunyi berdebum cukup kencang terdengar setelahnya. Membuat para Senorita yang tadinya tengah menikmati secangkir teh, dibuat terkejut bukan main.
“Yang Mulia …”
Mengejutkannya lagi, pelaku dari kekacauan tersebut adalah raja Robelia yang langsung membuat mereka berdiri, dan menunduk hormat. Orang nomer satu di Robelia itu tampak datang dengan wajah mengeras.
“Tolong tinggalkan tempat ini, selagi saya bicara dengan baik-baik,” titahnya.
Tidak mau membuat masalah lebih panjang apalagi sampai memancing kemarahan raja, para Senora itu pun segera pamit undur diri, kemudian membungkuk hormat sebelum meninggalkan tempat tersebut. Menyisakan Raja bersama wanita Raja satu-satunya setelah kepergian Ratu.
“Maksud Anda apa, Yang Mulia?”
Pria dengan pakaian dinas hariannya itu tampak mengurut kening, sebelum menjawab. “Dimana otakmu saat meminta izin untuk menyelenggarakan acara minum teh kecil-kecilan?”
Katarina tertegun mendengarnya. Ia memang meminta izin untuk menyelenggarakan acara minum teh kecil-kecilan; dengan mengundang kurang lebih lima belas Senora dan Senorita dari wilayah terdekat ibu kota Robelia. Sedangkan dari segi pemikiran Kaizen, acara minum teh kecil-kecilan itu maksudnya acara minum teh bersama dua atau tiga Senora dan Senorita di sore hari. Bukan lima belas Senorita yang datang dengan kereta-kereta kuda mencolok. Jelas-jelas tindakan Katarina itu mengundang pro-kontra.
“Apa ras senang mu begitu besar, sehingga kau tidak sabar berbagi kabar dengan teman-teman mu?” sindir Kaizen.
“Yang Mulia, bukan itu tujuan yang saya maksud. Saya hanya …”
“Tidak perlu dijelaskan, cukup buktikan,” potong Kaizen. “Bersikap lah sewajarnya. Jangan terlalu menunjukkan kebahagiaan, hanya karena sekarang kau menjadi satu-satunya wanita ku.”
Katarina menggelengkan kepada dengan segera. “Yang Mulia, Anda salah paham!”
“Terserah apa kata mu,” jengah Kaizen. “Yang jelas, kau perlu tahu bahwa; Kayena tidak akan lama berada di Kastil Putih. Aku mengirimnya ke sana sebagai alibi, supaya bisa memisahkannya dengan Kaezar.”
Jadi ini tujuannya. Katarina kita Kaizen benar-benar berencana menghukum Kayena, karena percaya pada rumor yang beredar di luaran. Ternyata tidak. Kaizen hanya menggunakan Kayena untuk mengirim Kaezar ke perbatasan. Padahal Katarina sudah mengira jika ia telah berada satu langkah di depan Kayena. Namun, pada kenyataannya, ia kembali kalah.
Sekalipun Kayena telah dihukum dengan tuduhan yang memalukan, sukar bagi Katarina untuk merebut posisinya. Apalagi sekarang Kaizen semakin gencar mendekati Kayena lagi.
“Jangan dulu bermimpi untuk mengambil posisi Ratu, karena aku sendiri yang akan menjemput Kayena jika sudah tiba waktunya. Hanya dia yang pantas mengisi Posisi ratu.”
💰👑👠
“Ada apa, Duke of Edinburgh?”
Pemilik panggilan kehormatan tersebut tampak menoleh. Pandangannya langsung bertemu dengan orang nomer satu dari Kekaisaran terbesar di daratan bernama Asia. Alasan kenapa ia meninggalkan esta di Edinburgh adalah ini. Menjumpai Emperor yang menunggu dirinya di estat Prince of Wales.
“Maaf, Kaisar. Saya harus segera kembali ke Edinburgh.”
“Apa terjadi sesuatu? Jika kau butuh bala bantuan, pasukan ku bisa segera membantu.”
“Tidak perlu repot-repot, Kaisar. Tidak ada masalah yang terjadi di Edinburgh. Melainkan di Robelia.”
Pria dengan perawakan gagah berwajah rupawan yang disebut Kaisar itu tampak menaruh lebih banyak minat. Ia tampak berniat sekali membantu, jika kawan lamanya itu menghadapi masalah.
“Hanya masalah internal,” ujar Duke of Edinburgh. Seolah-olah bisa membaca pikiran. Lagipula ia tidak ingin membuat Kaisar yang datang dari tempat jauh itu merepotkan diri. Ia masih mampu mengurusi “masalah internal” itu seorang diri.
“Apa pria muda yang baru saja datang berasal dari Robelia?”
“Benar,” jawab Duke of Edinburgh lagi. “Namanya Albert. Tangan kanan Adikku.”
“Duke Cesare?”
Duke of Edinburgh menggeleng singkat seraya merubah posisi, menjadi berdiri menghadap Kaisar yang baru saja bertanya. Baru saja ia hendak angkat suara, pria rupawan berseragam militer di hadapannya kembali berkata dengan deep voice miliknya.
“Queen Cayena, right? Your little sister.”
Ada senyum tipis tercipta di bibir Duke of Edinburgh ketika sang Kaisar mengingat adiknya yang paling kecil. Padahal, pertemuan mereka hanya terjadi sekali. Itu pun sudah lama sekali.
“It’s been a long time since our first meeting. How is she? Umh, when I remember your little sister, I miss her so much.”
(Sudah lama semenjak pertemuan pertama kami. Bagaimana kabarnya? Umh, jika mengingat adik kecilmu, aku jadi merindukannya)
💰👑👠
TBC
Gimana perasaan readers setelah baca bab ini? Ada cogan lagi tuh. Semoga suka 😘
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 30-05-23