
00105. La récompense que le jeune aigle impérial espérait depuis longtemps (Imbalan yang telah lama diharapkan Elang Muda Kekaisaran)
Kepulangan Imperial young Eagle of Robelia, Kapten Kaezar Kadheston ke istana pagi itu benar-benar mengejutkan seisi istana. Belum genap 24 jam pasca Raja mengeluarkan putusan yang cukup menimbulkan pro dan kontra, sekarang kepulangan Pangeran Kedua yang sempat dikabarkan menghilang kembali menimbulkan kehebohan. Bagaimana tidak, operasi yang dirancang olehnya digadang-gadang akan selesai dalam kurun waktu tiga puluh hari. Namun, sebelum tiga puluh hari, ia berhasil membawa perkamen berupa tanda bukti persetujuan Regent wilayah seberang perbatasan.
Luar biasa.
Pangeran Kedua yang mewarisi pedang legendaris milik mendiang Raja Robelia terdahulu memang memiliki kegigihan seorang pejuang. Dua golongan darah biru yang mengalir di tubuhnya menjadi bukti di kemudian hari, bahwa bayi kecil yang dulu tidak diinginkan kehadirannya baik oleh ibu ataupun ayahnya, semakin hari semakin menunjukkan kehebatannya. Walaupun begitu, kemenangan kali ini harus dirayakan seorang diri. Ada harga fantastis yang harus dibayar demi mempersatukan wilayah seberang perbatasan dengan wilayah kerajaan.
Kendati demikian, alasan utama para rekan seperjuangan Kaezar terbunuh adalah pengkhianat. Jika tidak ada pengkhianat di antara mereka, maka ada nyawa yang harus dikorbankan. Siang dan malam mereka membangun perbatasan paling rawan di wilayah Robelia. Memperkokoh dinding pembatas, serta memperkuat pasukan yang berjaga di setiap pos. Sang Kapten juga telah menyiapkan rencana matang guna melakukan penyergapan. Tujuan mereka adalah mengambil alih pusat pertahanan lawan, kemudian menaklukkan Regent atau pemimpin wilayah mereka. Rupanya, musuh mereka ada di antara mereka. Bukan lagi pejuang dari wilayah seberang perbatasan.
Sejak awal Kaezar telah membuat tiga rencana cadangan. Rencana utamanya tentu saja mengambil wilayah di seberang perbatasan Robelia tanpa banyak melibatkan pertumpahan darah. Jika misi ini berhasil, ia akan kembali ke Sésilia untuk segera berkemas dan menyelesaikan tugasnya sebagai Archduke of Sésilia.
Setelah urusan di Sésilia selesai, ia akan kembali ke ibu kota Robelia untuk melakukan prosesi serah terima jabatan. Sekaligus melepaskan gelar kebangsawanan yang selama ini melekat di belakang namanya. Sayang seribu sayang, karena rencana Kaezar harus menghadapi kegagalan. Apa yang kemudian terjadi di lapangan benar-benar di luar prediksi.
“Tolong penuhi janji Anda, Yang Mulia. Setelah saya berhasil menyelesaikan tugas terakhir sebagai tentara Angkatan Laut Robelia, berikan izin untuk melepaskan gelar kebangsawanan serta izin untuk keluar dari Angkatan Laut Robelia.”
Kalimat itu sebenarnya bentuk tagihan dari Kaezar, karena sebelum menyetujui tugasnya di wilayah perbatasan, ia sempat meminta “imbalan” jika kelak berhasil memenuhi keinginan Raja Robelia terhadap wilayah seberang perbatasan. Imbalan tersebut bukan berupa harta atau tahta, melainkan kebebasan untuk melepaskan nama yang selama ini membelenggu hidupnya.
Kaezar meminta kebebasan untuk melepaskan nama belakang Kadheston, sekaligus melepas gelar kebangsawanan yang disematkan padanya. Ia juga akan melepaskan posisinya di Angkatan Laut Robelia.
“Hari ini saya kembali hidup-hidup setelah menyelesaikan tugas terakhir dari Anda. Hari ini juga saya akan segera mengambil imbalan yang telah saya minta sejak awal.”
Suara dingin Kaezar kembali menyapu indra pendengaran. Menghadap para petinggi serta kakak tirinya yang memegang otoritas paling tinggi, ia tampak tidak gentar menyuarakan keinginannya. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangannya, Kaezar bergegas melepaskan tanda pengenal berupa plakat emas yang menjadi identitasnya selalu Imperial young Eagle of Robelia. Ada pula beberapa epolet emas serta tanda pengenal lain yang ia lepaskan, kemudian diserahkan begitu saja pada telapak tangan sang kakak.
“Saya kembalikan semuanya hari ini,” ujarnya penuh penekanan. “Saya akan pergi dengan tangan kosong. Pihak kerajaan boleh mengambil kembali imbalan sebelumnya yang telah diberikan kepada saya, kecuali sebidang tanah di wilayah Sésilia yang telah menjadi milik saya.”
Kaezar akan memberikan segalanya kembali, kecuali sebidang tanah di wilayah Sésilia. Di atas tanah tersebut dulunya berdiri sebuah mansion tua yang tidak berpenghuni. Ketika akhirnya Kaezar ditunjuk untuk menjadi Archduke, ia merombak habis bangunan tersebut dengan uang tabungannya sendiri. Di sekitar mansion Archduke kemudian ditanami pohon peach yang akan berbuah di bulan Juni. Salah satu spot favorit kekasihnya adalah sekitar mansion Archduke yang ditanami pohon peach, buah kesukaannya.
“Kau yakin?”
Pertanyaan itu dilontarkan oleh sang Raja begitu saja, setelah cukup lama terdiam. Keputusan Elang Muda Kekaisaran tentu saja sangat disayangkan. Baginya, mungkin tidak apa jika Elang Muda Kekaisaran tidak ada lagi di dunia ini. Namun, bagi kerajaan, peran serta Elang Muda Kekaisaran dalam menjaga keutuhan wilayah serta pertahanan Negara sangatlah dibutuhkan.
“Ketika saya setuju untuk pergi ke wilayah seberang perbatasan, keputusan saya sudah bulat.”
“Tidak ada yang perlu saya pikirkan ulang. Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa dengan atau tanpa izin Raja , saya akan tetap meninggalkan Robelia.”
Itu bukan sebuah keinginan lagi, melainkan sebuah pernyataan yang tidak perlu tanggapan apalagi jawaban. Mereka hanya dapat melihat dan mendengarkan hingga keinginan tersebut diwujudkan
“Tidak ada lagi yang dapat menahan saya, termasuk Anda.”
Kalimat itu jelas ditujukan kepada sang Raja yang hari ini terlihat mempersulit kepergiannya. Akan tetapi, kenapa? bukan kah sejak dulu Raja sangat menginginkan kepergiannya? Supaya tahta miliknya selalu aman terkendali.
Terkadang Kaezar tidak paham dengan apa yang diinginkan oleh Kaizen. Pria itu tidak mau keberadaannya mengganggu kestabilan tahta kerajaan Robelia, namun membutuhkan kemampuan serta dukungan Kaezar untuk menjaga keutuhan wilayah Robelia.
“Saya sudah menyelesaikan segalanya, jadi untuk kedepannya tidak ada lagi yang dapat menahan saya untuk meninggalkan tanah ini.”
Kali ini Kaezar menurunkan tubuhnya. Memberikan penghormatan terakhir sebagai ksatria.
“Semoga pemimpin Robelia selalu adil dan. bijaksana. Semoga Robelia selalu berjaya.”
Setelah mengucapkan panji-panji tersebut, Kaezar kembali berdiri. Tidak ada yang dapat menahan kepergian, sekalipun Raja Robelia. Dikarenakan Raja sendiri sudah tidak memiliki alasan untuk membuat Elang Muda Kekaisaran untuk terus bertahan di kerajaan. Tekad pria muda itu telah bulat, tidak ada yang dapat mencegahnya untuk pergi. Sebelum benar-benar pergi, ia jug sempat meninggalkan sepucuk pesan.
“Pengganggu ini akan pergi, menjauh. Menghilang dari pandangan Anda serta mereka yang selalu menganggap keberadaan saya sebagai kesalahan.” Ada jeda yang diambil sebelum pria berwajah rupawan yang sudah berbalik badan, siap meninggalkan ruangan kembali buka suara.
“Sebagai manusia biasa, saya tidak dapat memilih akan terlahir dari orang tua seperti apa. Lalu, kenapa kalian begitu membenci saya yang tidak tahu apa-apa? Ingat baik-baik, saya tidak pernah berkeinginan untuk dilahirkan sebagai putra dari Raja Robelia sebelumnya dengan putri Icrea. Jika boleh memilih, saya lebih baik dilahirkan pasangan suami-istri dari kalangan rakyat biasa Supaya saya tidak perlu mengalami semua ini.”
💰👑👠
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini 🤧 Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT di sini 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 10-08-23