
NOTE : PART PANJANG (2,6k kata) Jangan lupa support Author biar tetap semangat update đ„
0079. L'histoire de Klautviz, Klein et Carlein Meidia (Kisah Klautviz, Klein, dan Carlein Meidia)
Sebagian besar orang mungkin beranggapan jika istana yang merupakan kediaman resmi Raja atau kenapa Negara serta keluarganya adalah tempat tinggal impian. Apa yang tidak ada di dalam istana? Tempat tinggal yang megah dan mewah. Makanan lezat yang melimpah-ruah, serta kehidupan bangsawan yang sempurna. Namun, istana terkadang tidak memenuhi standar sebagai ârumahâ yang sebenarnya. Rumah yang dilingkupi kebahagiaan dan kehangatan, melainkan hanya dijejali oleh perebutan kekuasan serta intrik, dan konflik.
âPangeran Klautviz.â
Mendengar namanya dipanggil, pemuda yang baru saja keluar dari adalah satu kamar yang ada di harem istana itu menoleh ke belakang. Dari arah sana lah suara lembut itu terdengar. Ketika sudah sepenuhnya berbalik, ia menemukan seorang gadis cantik dengan rambut pirang keemasan serta bola mata biru muda yang sangat jernih, seperti laut kebanggan Robelia tengah berjalan ke arahnya. Denyut jantungnya seketika itu pula meningkat.
âSelamat pagi, Pangeran Klautviz,â sapaan kemudian diberikan oleh pemilik senyum manis tersebut usai melakukan curtsyâtradisi perempuan bangsawan Britania Raya ketika berjumpa dengan anggota kerajaan. Bola mata biru mudanya tampak berkilauan ketika menatap pemilik nama lengkap Klautviz Kadheston tersebut. âAnda mau kemana?â
âAcademy,â jawab Klautviz sekenanya. Ia memang berniat pergi ke academy, setelah menyerahkan tugas hariannya pada sang ibu.
âApakah saya boleh menitipkan sesuatu pada Pangeran?â
âApa yang ingin kamu titipkan? Dan, untuk siapa?â
âHanya sepucuk surat,â jawab gadis cantik berdarah biru tersebut. Ia memang bukan keturunan asli tanah Robelia, karena ayahnya merupakan konsultan Britania Raya. Sedangkan ibunya adalah putri seorang Duke dari salah satu wilayah Robelia. âUntuk Putra Mahkota,â tambahnya. âSaya tidak sempat menemui Putra Mahkota, karena kembali melakukan perjalanan pulang.â
Klautviz sempat terdiam. Namun, pada akhirnya ia setuju untuk menjadi pengantar surat dadakan. âBerikan kepada ku. Surat yang kamu tulis akan aku berikan pada Putra Mahkota.â
âTerima kasih banyak, Pangeran. Lain kali saya pasti akan membalas kebaikan anda.â
Klautviz tidak merespon banyak, selain menganggukkan kepala. Sebelum mereka berpisah, ia sempat melontarkan sebuah pertanyaan. âMinggu depan akan diadakan perburuan pertama pada tahun ini. Apakah kamu akan datang?â
âKebetulan saya menerima undangan khusus untuk acara tersebut, Pangeran. Jadi, saya pasti akan datang.â
âSiapa yang akan âŠkamu dukung untuk perburuan kali ini?â
Gadis cantik itu tampak terdiam untuk beberapa saat, membuat Kalutviz ikut menanti dalam diam. Perburuan minggu depan adalah perburuan pertama yang diadakan tahun ini, sekaligus perburuan pertama yang akan diikuti oleh Putra Mahkota serta Pangeran Robelia.
âSaya âŠâ gadis itu tampak gugup. Ketika bicara, ada rona merah menjalar di pipinya. Di mata Klautviz, gadis itu terlihat cantik sekali. â âŠakan datang sebagai pendukung Putra Mahkota.â
Padahal Klautviz sudah tahu jawabannya, namun ia tetap bertanya. Tentu saja gadis cantik bernama Carlein Meidia de Cartland itu akan datang untu menjadi penyemangat Putra Mahkota, sekaligus calon suaminya di masa depan. Perjodohan keduanya telah dipersiapkan sejak lama. Maka tidak heran jika nona muda Carlein Meidia de Cartland kerap terlihat di istana Robelia. Sebagai calon Putri Mahkota, ia digembleng mengenai adat-istiadat istana. Walaupun sejatinya Carlein Meidia de Cartland sudah lahir dari keluarga aristokrat yang tidak perlu diragukan lagi didikannya.
âLalu, bagaimana dengan Pangeran? Apakah Pangeran juga akan mengikuti perburuan pertama tahun ini?â
Klautviz membuang muka sebelum bicara. âYa. Yang Mulia Raja telah memberikan izin kepada ku untuk mengikuti perburuan.â
âKalau begitu Pangeran juga harus semangat. Ketika hari perburuan tiba, saya akan mendoakan Pangeran juga.â
Klautviz diam-diam tersenyum miris. Sudah tahu jika Carlein Meidia de Cartland adalah calon istri kakak tirinya, tetap saja hatinya selalu terpaku pada pemilik mata biru muda itu.
âBaiklah. Doâakan aku, Nona Muda Carlein Meidia de Cartland. Aku tahu Tuhan akan mengabulkan doa umat yang taat beribadah seperti diri mu.â
Carlein Meidia de Cartland kembali menebar senyum. Senyum yang berhasil membuat Klautviz Kadheston jatuh cinta pada pandangan pertama. Jika diceritakan, bukan Putra Mahkota yang pertama kali berkenalan dengan Carlein Meidia de Cartland, melainkan Klautviz. Mereka kemudian menjalin pertemanan cukup akrab, sampai akhirnya Putra Mahkota ikut serta dalam hubungan mereka. Tanpa Klautviz sadari, ayah serta ibu tirinyaâibu kandung Putra Mahkotaâtelah menyiapkan perjodohan antara Putra Mahkota dengan Carlein Meidia de Cartland.
Berulang kali ibunya mengingatkan, bahwa nona muda sekelas Carlein Meidia de Cartland tidak diperuntukkan untuk Pangeran yang lahir dari rahim seorang seniman jalanan yang berakhir menjadi selir. Kendati ia adalah anak laki-laki kedua Raja Robelia yang saat itu berkuasa, posisinya tidak lebih tinggi dari anak-anak perempuan Raja Robelia yang lahir dari selirnya yang memiliki latar belakang lebih mentereng.
Klautviz menempati posisi ke dua sebagai pewaris tahta, karena pewaris tahta yang utama adalah keturunan Raja dan Ratu Robelia, yaitu Klein Alexander Kadheston. Saudara laki-laki Kalutviz yang hanya beda beberapa bulan kelahiran itu dinobatkan sebagai Putra Mahkota semenjak usia belia. Karena hanya memiliki dua putraâsekalipun memiliki banyak selirâsisa keturunan Raja Robelia yang saat itu berkuasa hanya diberi gelar Pangeran dan Putri. Namun, hanya Klein dan Klautviz yang masuk nominasi pewaris tahta, sedangkan saudari-saudari mereka harus keluar dari istana pasca melakukan pernikahan.
Semenjak kecil Klautviz sudah mengenal istilah diskriminasiâperbedaan perlakuan terhadap sesama warga Negara, berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya. Ibunya yang berasal dari kasta rendahan selalu mengalami diskriminasi sosial, sekalipun ia telah melahirkan seorang Pangeran yang punya kesempatan untuk menduduki singgasana Raja. Jangankan ibunya, Klautviz sendiri kerap menjadi korban diskriminasi sosial oleh para selir dan anak-anak perempuan ayahnya. Ia dianggap sebagai Pangeran yang tidak tepat mewarisi marga Kadheston, apalagi posisi sebagai Raja Robelia.
Di sisi lain, sebagai kakak sulungâKlein Alexander Kadhestonâselalu berusaha menjadi penengah, serta kakak yang adil bagi adik-adiknya. Sang ayah memiliki banyak selir, juga wanita simpanan yang melahirkan anak haram. Sejak kecil, Klein Alexander Kadheston sudah di dewasakan oleh keadaan. IbunyaâRatu Robelia yang saat itu berkuasa juga selalu mendidik Klein Alexander Kadheston agar menjadi kakak yang sabar serta adil, agar kelak ia menjadi Raja yang bijak. Sang ibu juga berpesan agar Klein Alexander Kadheston tidak mengikuti jejak sang ayah yang hobi mengoleksi wanita. Berkat didikan ibu yang hebat, dewasanya Klein Alexander Kadheston sangat menjaga diri dan hati.
Klein Alexander Kadheston dikenal sebagai pewaris yang baik hati, serta memiliki rupa rupawan seperti ayahnya. Maka tidak heran jika banyak Senorita yang jatuh cinta kepadanya. Namun, ia sama sekali tidak berniat untuk memanfaatkan wajah rupawan nya untuk membangun koneksi politik. Klein Alexander Kadheston sudah berjanji akan mencintai satu wanita. Ia akan menjadikan wanita itu satu-satunya Ratu di hati. Oleh karena itu, semenjak dijodohkan dengan Carlein Meidia de Cartland, Klein Alexander Kadheston berusaha memperlakukan calon istrinya dengan sangat baik.
âKemarin sore aku tidak sengaja bertemu dengan Senorita Carlein Meidia,â cerita salah seorang teman Kalutviz di academy. âDemi Tuhan, memandang wajahnya yang cantik tidak pernah membuat ku bosan.â
âBenar. Putra Mahkota sangat beruntung memiliki calon istri seperti Senorita Carlein Meidia yang cantik jelita,â timpal yang lain, tidak kalah semangat.
Calon istri Putra Mahkota memang memiliki kecantikan yang luar biasa. Klautviz mengakuinya sendiri. Ia bahkan rela menantang ibunya demi mendapatkan cinta pertamanya itu. Namun, Klautviz tidak pernah bisa mendapatkan calon istri seperti Carlein Meidia, karena sang ayah sudah menyiapkan Senorita lain untuknya. Jiwa pemberontak Klautviz yang sudah lama terbentuk, semakin meronta-ronta. Sejak kecil ia sudah mengalami diskriminasi sosial, hidupnya terus diatur-atur seperti boneka, ia bahkan tidak dapat melindungi ibunya dari kekejaman para selir ayahnya. Dari sana lah Klautviz bekerja keras untuk menjadi Kesatria yang kuat dan dapat melindungi ibunya. Walaupun sudah berusaha keras agar menjadi unggul, tetap saja di mata mereka Klein lah yang selalu lebih unggul.
Didasari oleh rasa iri, Klautviz kemudian berkeinginan untuk mendapatkan apa yang Klein dapatkan. Klein memang tidak secara langsung membuatnya merasa benci, namun orang-orang munafik di sekitarnya yang membuat Klautviz menginginkan apapun yang menjadi milik Klein. Puncak kesabaran Kalutviz diuji ketika ia menemukan ibunya tewas mengenaskan sepulang dari pemberian pangkat kehormatan. Ibunya ditemukan tewas dengan mulut berbusa di tempat tidurnya sendiri. Penyelidikan sempat dilakukan, karena Klautviz curiga ibunya dibunuh, di saat banyak pihak yang mengatakan bahwa ibunya tewas bunuh diri dengan cara meminum racun.
Penyumbang semangat hidup paling utama bagi Klautviz telah meninggalkan dunia. Ayahnya bahkan tidak terlalu peduli pada kematian selirnya yang tidak wajar. Dari peristiwa tersebut, Klautviz mulai tumbuh menjadi Pangeran yang pembangkang. Ia kerap bersitegang dengan para istri ayahnya, bahkan tak segan mengangkat pedang pada istri-istri ayahnya. Ia juga tidak lagi memandang Klein sebagai kakak yang dapat melindunginya, melainkan sebagai saingan yang harus disingkirkan. Klautviz sempat meminta sang ayah untuk membatalkan pernikahan Klein dan Carlein, permintaan tersebut tentu saja ditolak mentah-mentah. Pernikahan tetap dilangsungkan secara meriah di istana, bahkan belum genap satu tahun pasca tewasnya ibu Klautviz.
Dendam adalah penyakit. Ujaran itu benar adanya, karena semakin hari, dendam yang timbul di hati semakin menggerogoti. Satu per satu oknum yang menghalangi jalannya menuju singgasana Raja dimusnahkan dengan berbagai cara. Kegilaan Klautviz semakin menjadi-jadi ketika Klein dan Carlein diangkat menjadi Raja dan Ratu Robelia, karena Raja sebelumnya telah tewas di tangannya sendiri. Tidak ada yang tahu jika Klautviz adalah pembunuh ayahnya. Saat itu ia yakin bisa maju sebagai calon Raja, karena dukungan untuknya sudah banyak berdatangan. Namun, lagi-lagi ia dikalahkan oleh realita. Jalan menuju singgasana Raja semakin jauh ketika Carlein melahirkan seorang putra.
Demi menjaga pergerakan Klautviz, Klein kemudian mengirimnya ke perbatasan sebagai Jendral Perang. Dua tahun Klein habiskan di medan pertempuran, di sana ia menghabiskan waktu untuk melatih kemampuan seraya menyusun ulang rencananya. Ketika kembali ke Robelia, putra Klein dan Carlein sudah berusia 2 tahun. Ia juga baru mengetahui fakta bahwa kakak tirinya yang hanya akan mencintai satu wanita, telah memperistri wanita lain. Klautviz sudah berencana untuk membunuh selir kakaknya, karena tidak terima wanita yang dicintainya diduakan.
âAku memang hanya mencintai istriku.â
Sore itu, ketika pulang dari medan pertempuran, Klautviz langsung menghadap sang kakak.
âAku terpaksa menikahi Keiza untuk menyatukan wilayah Robelia dengan Icrea. Kamu tahu sendiri jika Keiza adalah Putri kerajaan Icrea.â
Klautviz yang tidak berniat duduk, sekalipun sudah dipersilahkan sang kakak tampak berdecak. âApa anda telah mempertimbangkan perasaan Ratu Carlein?â cecarnya.
âAku bahkan meminta persetujuan istri ku, ketika hendak menikahi Keiza. Dia memberikan persetujuan dengan catatan pernikahan ku dengan Keiza hanya hubungan planotik.â
Klautviz tentu saja tahu apa itu hubungan planotik, yaitu hubungan yang bebas dari nafsu birahi dan cinta. Namun, pria mana yang tidak jatuh cinta pada istri baru Klein Alexander Kadheston. Namanya adalah Keiza of Icrea yang berarti jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia, dan sempurna. Seperti namanya, selain memiliki wajah yang tidak kalah cantik dari Ratu Carlein, Keiza juga cerdas, pemberani, serta pembawa ketentraman. Di negaranya, Kaiza dikenal sebagai putri yang gemar berbagi ilmu, hingga membela tanah airnya dari para penjajah.
Keiza of Icrea memang tidak pernah menginjakkan kaki secara langsung ke Robelia, sekalipun sudah dinikahi oleh Klein. Namun, lukisan wajahnya tersebar di mana-mana, semenjak resmi dinikahi Klein. Carlein bahkan menerima lukisan wajah Klein dan Keiza ketika melangsungkan pernikahan sederhana di Icrea.
âTetapi, Anda sudah meniduri wanita itu bukan?â tuding Klautviz. Dari segi apapun, Klein memang selalu lebih beruntung darinya. âAnda berkata jika ini hanya pernikahan planotik, tetapi masih sempat menikmati tubuhnya.â
âJaga bicara mu, Kalutviz. Aku tidak menidurinya demi sebuah kenikmatan, tetapi adat dan istiadat Icrea yang mengharuskan aku melakukannya. Kami terikat pernikahan, pembuktian dibutuhkan lewat hubungan badan. Jika tidak, kesepakatan kami akan diragukan. Pemimpin Icrea akan merasa putrinya hanya dijadikan sebagai alat untuk mencapai kesepakatan.â
Klautviz tersenyum miring mendengar pembelaan kakaknya. âAnda terlalu berbelit-belit,â respon nya. âBagi saya, Anda tetap Raja yang mengutamakan keuntungan. Dengan menikahi wanita itu, wilayah yang anda inginkan telah didapatkan. Bonusnya, anda juga mendapat istri yang cantik dan menarik, walaupun harus mengorbankan perasaan Ratu.â
Klein tentu tidak terima dengan opini Klautviz. Demi mengurangi pertumpahan darah, pernikahan dilakukan. Terjadinya hubungan badan di luar rencana awal, karena desakan pihak Icrea yang ingin diyakinkan soal pernikahan tersebut. Klein mengorbankan janjinya yang akan terus setia pada Carlein, demi menyatukan Robelia dan Icrea. Ia menyakiti dua wanita secara bersamaan, karena desakan berbagai pihak. Namun, sejatinya Klein hanya ingin menjadi Raja yang tetap bijak. Ia menikahi Keiza atas persetujuan Carlein. Ia melakukan hubungan badan dengan Keiza juga atas izin Carlein. Setelahnya ia kembali ke Robelia, meninggalkan Keiza yang menolak keras dibawa ke Robelia.
Sejatinya, Klautviz yang sudah menyimpan dendam, semakin dendam pada Klein. Ia kemudian membuat organisasi yang kontra terhadap pemerintahan Klein. Ketika organisasinya tengah berkembang, istana Robelia kedatangan calon pewaris baru, yaitu bayi merah dari rahim Keiza of Icrea. Wanita itu sendiri menghembuskan nafas terakhirnya secara tiba-tiba, pasca melahirkan keturunan dari pria yang menikahinya karena kesepakatan. Bayi merah yang kemudian diberi nama Kaezar Kadheston itu disambut dengan penyesalan Klein yang tidak pernah mengetahui keberadaannya sejak awal. Carlein juga shock, mendapati pernikahan platonik sang suami melahirkan pesaing bagi putranya.
âAku âŠtidak menyukai kehadiran anak itu,â ungkap Carlein pada suatu sore, ketika Klautviz datang berkunjung. âAku tidak mau putra ku hidup dalam persaingan.â
Kalutviz yang buta karena cinta, serta menggila karena singgasana, memutar otak mendengar pengakuan cinta pertamanya. Ia berencana untuk menghabisi Kaezar, baru menggulingkan Klein. Setelahnya ia akan merebut tahta, kemudian menikahi Carlein. Rencananya dimulai dari seorang nanny yang ditugaskan untuk menjaga Kaezar kecil. Namun, rencana itu gagal, karena Klein sendiri yang mencarikan nanny untuk Kaezar kecil. Berangkat dari rasa menyesal, tumbuh kasih sayang yang sama besar untuk Kaezar. Klein tidak membenci Kaezar yang tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu, ia memperlakukan Kaezar seperti memperlakukan Kaizen.
Percobaan pembunuhan kedua dilakukan ketika Kaezar berusia 6 tahun, sedangkan Kaizen berusia 8 tahun. Ratu Carlein juga telah melahirkan seorang putri berusia 4 tahun. Namun, rencana itu tidak tepat sasaran. Walaupun pada akhirnya Kaezar kecil hampir meregang nyawa akibat racun yang dicampurkan pada makanannya, justru adik Kaizen dan Kaezar yang tewas akibat menikmati makanan yang sama dengan Kaezar. Semenjak insiden tersebut, Ratu Carlein semakin tidak menyukai Kaezar. Sedangkan Kaezar kecil harus menderita trauma, hingga akhirnya menderita mysophobia. Carlein kembali melahirkan seorang putri dua tahun kemudian. Padahal wanita itu pernah berkata pada Klautviz, bahwa ia tidak mau mengandung lagi. Klautviz yang merasa dibohongi, serta iri dengki melihat kebahagiaan kakaknya, tanpa pikir panjang memutuskan untuk membunuh putri Klein dan Carlein yang masih bayi.
âSudah berapa nyawa melayang di tangan ku?â gumam Klautviz usia ia menghabisi nyawa keponakannya sendiri dengan racun mematikan hasil racikannya.
Tanpa rasa kemanusiaan, ia kemudian pergi ke kedai minuman keras untuk bersenang-senang di saat istana berduka. Penyelidikan dilakukan secara besar-besaran, namun Klautviz selalu berhasil lolos dari kecurigaan.
âTambah lagi minumannya,â pesan Klautviz. Pelayan tak berselang lama datang membawa pesanannya.
Setelah mabuk-mabukan, Klautviz biasanya menghabiskan waktu untuk tidur di penginapan terdekat. Namun, malam itu ada sosok yang membuatnya bertahan begitu lama di tempat tersebut.
âMulai besok aku berhenti bekerja di sini, karena aku sudah diterima bekerja di La BeautĂ© CachĂ©e.â
âKalau begitu pergilah. Gaji mu bulan ini hanya bisa diambil setengah, karena kamu sudah mengambilnya di awal bulan.â
âBaik, Nyonya. Terima kasih atas kesempatan anda selama ini.â
âHmm. Semoga kamu mendapat banyak uang dari La BeautĂ© CachĂ©e.â
Klautviz mendengarkan dengan seksama obrolan antara pemilik tempat ini dan sosok pemilik rambut hitam panjang yang hampir menyentuh pinggang itu.
âBawalah roti gandum ini untuk adik-adik mu. Aku membelinya terlalu banyak.â
âSekali lagi, terima kasih banyak, Nyonya.â
Sosok itu tampak berulang kali mengucapkan terima kasih, sebelum pamit pergi dengan membawa roti pemberian pemilik tempat ini. Tanpa sadar, Klautviz begitu memperhatikan sosok bertubuh mungil itu. Padahal selama ini ia tidak pernah memperhatikan wanita, selain Carlein. Klautviz juga tidak pernah menyangka jika ia akan kembali bertemu dengan sosok itu di La Beauté Cachée, kemudian menghabiskan satu malam menggelora bersamanya.
âLahirkan bayi laki-laki untuk ku, Karla. Maka aku akan mengangkat derajat mu,â pesan Klautviz usai menabur benihnya kala itu.
Semenjak pertemuan pertama mereka, Kluatviz telah merubah sebagian besar rencananya untuk merebut singgasana Raja Robelia.
đ°đđ
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini? Masih mau lanjut? Spam komentar NEXT dulu di sini đ
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 đ komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 đ€
Tanggerang 08-07-23