
0069. La joie et la peine approchent de Kayena (Suka dan duka tengah menghampiri Kayena)
**Yeowang-ui bang** tengah menjadi topik perbincangan. Alasan utamanya karena satu minggu belakangan, tempat tersebut kembali menunjukkan eksistensi kehidupan.
Ramainya orang-orang yang membicarakan penghuni Yeowang-ui bang, akhirnya sampai juga ke telinga Kayena yang notabene penghuni tempat yang sudah lama ditinggalkan tersebut. Yeowang-ui bang terbilang tempat yang sudah berumur, namun tetap asri dan lestari, karena dirawat dengan baik oleh keluarga Kekaisaran.
Kompleks perumahan yang didirikan untuk pasangan Kaisar Astoria itu terbilang sangat megah, terdiri dari beberapa bangunan yang mengitari bangunan utama. Tempat di mana ruangan bernama Yeowang-ui bang yang sebenarnya berada. Ikon popular lain di Yeowang-ui bang adalah taman bunga serta kolam yang menjadi habitat bagi bunga teratai berukuran besar.
Kayena merasa sangat beruntung dan bersyukur bisa tinggal di Yeowang-ui bang yang sangat istimewa. Semenjak nenek Kaisar Kwang Sun berkunjung sekaligus menawarkan posisi Permaisuri, Kayena mencoba meminta pelayan untuk menyampaikan pesan pada Kaisar Kwang Sun. Namun, pria nomer satu di Astoria itu tengah banyak pekerjaan, sehingga tidak dapat langsung memenuhi keinginan Kayena untuk pindah kamar. Jika Kaisar keberatan dengan permintaan tersebut, Kayena sebenarnya bersedia untuk tinggal di luar istana bersama orang-orangnya. Toh, ia juga dibekali dengan satu peti berisi Piéces de bronze, Piéces d’argent, hingga Piéces d’or sebagai bekal dan alat tukar.
Sejauh ini anggaran yang Kayena keluarkan untuknya beserta orang-orangnya tidak terlalu banyak menghabiskan Piéces de bronze, Piéces d’argent, apalagi Piéces d’or. Mengingat kebutuhan mereka semua telah ditanggung sepenuhnya oleh pihak kerajaan.
“Kedepannya, Nona harus lebih banyak beristirahat.”
Mantan Ratu Robelia yang kembali menyandang gelar kebangsawanan ketika masih gadis itu mengangguk kecil dengan pandangan yang tidak terlepas sama sekali dari permukaan perut datarnya.
Kabar baik telah diterima oleh Kayena, berupa sebuah informasi yang mengejutkan. Informasi tersebut disampaikan oleh prajurit yang ahli dalam bidang kesehatan, bekerja sama dengan seorang tabib kerajaan.
Kayena tengah mengandung. Usia kandungannya masih terbilang sangat muda, sehingga rentan timbul potensi keguguran. Pada tahap ini, Kayena juga akan mulai merasakan gejala-gejala yang diderita wanita-wanita hamil pada umumnya. Mulai dari pusing, mual, hingga muntah. Semua itu gejala yang teramat sangat umum ditunjukkan oleh para wanita yang tengah hamil muda.
Semenjak mengetahui ada mahluk lain yang tengah tumbuh dan berkembang di rahimnya, Kayena membatasi kegiatan yang kurang bermanfaat, lalu menggantinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti contohnya menyulam. Wanita bangsawan di Astoria memang dibekali dengan berbagai kemampuan yang dapat mereka tonjolkan ketika sudah terjun ke masyarakat. Tak berbeda jauh dari Robelia.
“Makan lah ini, Nona. Saya baru saja mendapatkannya,” ujar Kima yang datang membawa tempat makan bersusun yang terbuat dari kayu. “Ini adalah makanan-makanan manis yang biasanya ada selama dan sesudah musim semi berlangsung.”
“Apakah itu?” tanya Kayena keheranan.
Kima lantas menyodorkan salah satu kue tradisional yang terbuat dari beras ketan. Bagian luar kue tersebut dibungkus menggunakan daun bunga sakura, yang terasa asin dan gurih apabila kue tradisional bercitarasa manis dengan tekstur empuk serta kenyal.
“Yang ini juga harus dicoba, Nona,” kata Kima antusias. Kali ini kue yang ia sodorkan berbentuk bulat dan ditusuk seperti sate.
Masih terbuat dari tepung beras, serta memiliki tekstur kenyal. Dalam satu tusuk ada tiga warna yang mewakili tiga rasa, yaitu putih untuk rasa plain, hijau untuk rasa matcha, serta merah muda atau pink untuk mewakili rasa bunga sakura.
Selain kue tradisonal berbentuk bulat tersebut, Kima juga menyajikan cookies renyah yang dihiasi oleh bunga sakura kering di atasnya. Kehadiran bunga sakura tersebut menambah rasa asin serta meninggalkan aroma bunga.
“Lalu ini apa?” tanya Kayena.
“Teh bunga sakura, Nona. Kaisar Kwang Sun sendiri yang mengirimnya untuk Anda, karena tahu jika Anda menyukai teh.”
Kayena tersenyum mendengar informasi dari Kima. Ternyata sang Kaisar memberinya teh yang bisa dibilang langka dan istimewa. Mengapa? Karena teh sakura atau teh bunga sakura kerap dijumpai di saat perayaan pernikahan jika di negeri Sakura. Teh jenis ini langka karena bahan bakunya hanya ada pada musim semi. Penggunaan bunga sakura juga menciptakan rasa sedikit asin pada teh, serta menambah ke-elegan-an teh tersebut.
“Selain teh bunga sakura, Kaisar Kwang Sun juga mengirimkan macaron bunga sakura serta selai bunga sakura. Sepertinya Kaisar Kwang Sun memang tahu cukup banyak soal apa yang Nona suka,” goda Kima. “Namun, tetap saja Pangeran Kaezar pemenangnya.”
⁶
Kayena belum membuka surat dari Khayansar, karena beberapa alasan. Ia berharap semoga saja tidak terjadi apa-apa pada orang-orang yang disayangi serta dicintai olehnya. Rencananya, setelah sarapan dengan kue-kue tradisonal kerajaan di beberapa wilayah Asia, Kayena akan membuka surat dari kakaknya. Ia juga akan segera mengirimkan surat balasan, serta memberitahukan jika … saat ini ia tengah mengandung.
“Ada apa … Nona?” tanya Kima ketika Kayena baru saja membuka surat dari Khayansar. Tampak jelas perubahan raut wajah Kayena.
Padahal sebelum membaca surat dari Khayansar, wajah Kayena yang tengah mengandung tampak berseri-seri. Namun, kini ada suram yang menghiasi wajah cantiknya.
“Perjanjian darah,” gumam Kayena, namun masih bisa didengar oleh Kima.
“Siapa, Nona? Siapa yang telah membuat perjanjian darah?” cecar Kima, ikut penasaran.
“Kakak ku.”
“Tuan Muda Khayansar?”
Kayena mengangguk kecil. Isi kepalanya langsung berkelana kemana-mana setelah membaca surat dari Khayansar.
Lewat secarik kertas itu, Kayena bisa menduga jika keributan di istana Robelia sudah mencapai puncaknya. Lewat laporan yang diajukan kakaknya ke Pengadilan Tinggi, Katarina selaku Selir Agung yang merupakan satu-satunya wanita Raja mulai diragukan sifatnya. Namun, persidangan guna membersihkan nama Kayena tidak berjalan mulus, karena tiba-tiba kunci saksi yang disiapkan oleh Khayansar mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.
Pertanyaannya, siapa itu … “ … Klautviz de Meré?” batin Kayena bertanya-tanya.
Kenapa pada kehidupan sebelumnya Kayena tidak pernah mengenal, atau bahkan mendengar nama Klautviz de Meré?
Lantas kenapa sekarang Klautviz de Meré yang merupakan pewaris tahta kerajaan Robelia pada posisi ke empat muncul secara tiba-tiba? Pewaris tahta yang dilupakan tiba-tiba muncul dan berniat membunuh saksi kunci pada kasus percobaan penculikan serta pembunuh pada Kayena?
Apa hubungannya Klautviz de Meré dengan Katarina? Karena lewat surat Khayansar saja, Kayena dapat menyimpulkan bahwa Klautviz de Meré punya kecenderungan untuk memihak Katarina.
“Kenapa pada kehidupan sebelumnya aku tidak pernah mengenal Klautviz de Meré?” bingung Kayena. Ia masih mencoba untuk mengingat-ingat, namun nihil. Nama Klautviz de Meré belum pernah ia dengar di kehidupan sebelumnya.
Apa mungkin Klautviz de Meré ini muncul setelah ia memutuskan untuk bunuh diri? Mengingat pada kehidupan kali ini pun, Klautviz de Meré muncul ketika Kayena telah dicopot dari posisi Ratu, dan … kebetulan sekali posisi Katarina yang sedang dalam bahaya.
“Apa mungkin Klautviz de Meré ada kaitannya dengan Katarina?” batin Kayena. masih menerka-nerka siapa itu Klautviz de Meré. Apa hubungannya dengan Katarina? Apa tujuannya tiba-tiba muncul.
Padahal di kehidupan sebelumnya, Kayena tidak pernah mengenal Klautviz de Meré.
💰👑👠
TBC
Gimana readers setelah baca bab ini? Masih mau next? Spam komentar NEXT di sini kalau mau lanjut 👇
Jangan lupa like, vote tiap hari SENIN, tabur bunga tau secangkir kopi, rate bintang 5 🌟 komentar, dan follow Author Kaka Shan + IG Karisma022 🤗
Tanggerang 24-06-23